Ini 10 Tips bagi yang Pertama kali Naik Gunung

10 Tips bagi yang Pertama kali Naik Gunung
Travellink Info - Naik gunung, rasanya asyik banget. Kamu akan melewati hutan belantara dan berdiri lebih tinggi dari awan. Bagi yang pertama kali mendaki gunung, ada yang harus diperhatikan. 

Melihat para pendaki naik gunung, pasti bikin iri. Rasanya pun tidak sulit-sulit amat, karena tinggal jalan kaki saja. Di balik itu, mendaki gunung ternyata tidak segampang yang kamu yang bayangkan.

Berikut 10 Tips bagi yang Pertama kali Naik Gunung dan harus diperhatikan oleh 'traveler' yang mau pertama kali naik gunung. Demi keamanan dan kenyamanan kamu:

Baca Juga :

1. Latihan fisik

Traveler yang pertama kali mau mendaki gunung, harus latihan fisik terlebih dulu. Entah gunung yang ketinggiannya 2.000 mdpl saja, apalagi gunung yang ketinggiannya di atas 3.000 mdpl. Latihan fisiknya, paling minimal adalah jogging.

Jogging merupakan olahraga yang murah. Tidak harus memakai sepatu mahal, kamu hanya tinggal berlari saja. Walaupun murah, tapi jogging banyak manfaatnya. Jogging dapat membuat kaki lebih kuat dan membuat kamu melatih pernapasan.
Baiknya lagi, lakukan jogging di pagi hari agar menghirup udara yang masih segar. Lakukan jogging dengan rutin terlebih dulu sebelum naik gunung. Pelan-pelan saja, asal kamu berkeringat dan tetap konsisten.

2. Istirahat yang cukup


Pertama kali naik gunung, pasti antusias. Rasanya tidak sabar untuk melihat keindahan alam dan merasakan petualangannya. Malah saking antusiasnya, mungkin kamu bisa-bisa kurang tidur karena begadang.

Traveler yang pertama kali naik gunung, harap diingat untuk beristirahat cukup. Atur pola tidur kamu dengan baik sebelum mendaki gunung. Segra pulang ke rumah dan istirahat, jangan kelamaan hang out dengan teman-teman ya.

Dengan tidur, badan kamu akan berisitrahat dan mendapat energi yang cukup. Kamu akan lebih merasa fit, bugar dan tidak loyo. Mendaki gunung jadi lebih bersemangat bukan?

3. Bawa perlengkapan secukupnya

Deg-degan pertama kali naik gunung, itu pasti. Bukan tak mungkin juga, kamu bakal lebih mempersiapkan segalanya agar pendakian lancar dan aman. Tapi harap diingat, bawalah perlengkapan secukupnya.

Terkadang, rasaya baju, jaket atau kaus kaki yang dibawa rasanya masih kurang. Tambah lagi, tambah lagi. Okelah kalau alasannya untuk berjaga-jaga. Namun kalau nantinya malah menambah beban di tas keril dan tidak terpakai, jadi mubazir dan memberatkan.

Oleh sebab itu, ada baiknya kamu merincikan pendakian gunung dengan tepat. Perhatikan kondisi cuaca dan cari informasi mengenai medan perjalanan. Agar, kamu bisa membawa perlengkapan secukupnya. Tidak kurang, tidak pula lebih.

Satu lagi, alangkah lebih bagusnya kalau kamu bertanya kepada para pendaki yang sudah sering mendaki gunung. Terutama, gunung yang akan kamu tuju. Pengalaman mereka akan menjadi 'guru' untuk kamu, sehingga kamu bisa mempersiapkan semuanya dengan tepat.


4. Gunakan tas keril dengan benar

Tas keril atau carrier merupakan tas yang digunakan untuk mendaki gunung. Sebelum membeli atau meminjamnya dari teman, kamu harus tahu dulu tentang tas gunung yang ukurannya bermacam-macam. Ada yang ukurannya 30 liter, 50 liter sampai 70 liter.

Pilihlah ukuran tas carrier kamu sesuai waktu pendakian. Jika pendakian hanya satu malam, cukup bawa yang 30 liter saja. Beda kalau pendakiannya bisa mencapai satu minggu, sudah pasti pilih yang 70 liter.

Setelah itu, gunakan tas keril dengan benar. Pertama adalah cara mengemas barang-barang atau perlengkapan pendakian di dalam tas. Barang-barang yang dipakai sewaktu-waktu seperti jas hujan atau wadah makanan taruhlah di bagian paling atas yang mudah dijangkau. Barang-barang seperti sleeping bag bisa ditaruh di paling bawah. Bisa dibayangkan, kalau tiba-tiba hujan dan jas hujan kamu ada di bagian paling bawah. Basah kuyup deh!


Kedua adalah cara memakai tas keril. Jangan terlalu rendah dari badan, karena kamu nanti sulit berjalan. Bagian bawah tas sebisa mungkin di atas pinggul. Tariklah tali bahunya sampai benar-benar tas keril merasa nyaman dipakai saat berjalan.

5. Jangan pakai celana jeans!

Bagi traveler yang hendak pertama kali naik gunung, harap diingat untuk tidak menggenakan celana jeans. Mengapa jangan memakai celana jenas? Karena itu akan memberatkan diri kamu sendiri.

Celana jeans itu cukup berat dan susah untuk cepat kering. Jika kamu kehujanan, celana jeans bakal terasa lebih berat serta keringnya lebih lama sehingga kamu akan merasa tidak nyaman.

Celana jeans yang cukup ketat pun menyulitkan kamu untuk bergerak. Naik gunung tidak sembarang jalan mendaki atau menurun saja. Kadang kamu harus merangkak, melompat dan lain-lain.

Pilihlah celana lapangan yang berbahan tipis, ringan dan mudah kering. Di toko-toko yang menjual peralatan gunung, sudah banyak berbagai model celana untuk mendaki gunung. Harganya juga beragam, tinggal pilih sesuai isi dompet.

Ingat ya, naik gunung bukan untuk bergaya-gayaan. Memang sih, pakai celana jeans terlihat lebih keren. Tapi tanya deh kepada teman-teman kamu yang sudah sering mendaki gunung. Mereka pasti berkata hal yang sama, yakni jangan naik gunung pakai celana jeans.

6. Kalau lelah, istirahatlah

Semua perlengkapan naik gunung sudah komplit, fisik sudah oke, tim pendakian sudah siap dan perjalanan naik gunung pun dimulai. Di tengah jalan atau belum lama berjalan, kamu ternyata sudah lelah. Tak perlu malu, istirahatlah dulu.

Memaksakan diri untuk terlihat tetap kuat agar tidak malu dibilang lemah, itu tidak berlaku saat pendakian gunung. Kamu yang merasa lelah atau capek, duduk saja, minum dan selonjorkan kaki. Terus memaksa berjalan, malah lebih celaka karena kamu bisa saja cidera.

Ambil nafas dan ataurlah dengan baik. Ada banyak faktor kenapa kamu cepat lelah. Bisa saja kamu kaget dengan medannya yang menanjak dan terjal, atau kamu belum terbiasa membawa beban berat sambil berjalan jauh.

Sesama teman pendaki, pasti akan mengerti jika ada satu orang yang lelah saat berjalan. Biasanya mereka akan ikut juga beristirahat, atau meninggalkan beberapa orang bersama kamu untuk menyusul. Atau malah, mereka dengan sigap memeriksa kondisi kamu apakah sehat-sehat saja atau tidak.

Satu yang pasti, para pendaki gunung yang baik tidak akan pernah mentertawakan teman-temannya apalagi yang baru mendaki gunung tiba-tiba minta istirahat di jalan karena kelelahan. Nyawa manusia bukan untuk ditertawakan.

Baca Juga :

7. Isi perut, jangan sampai tidak makan

Saat naik gunung, rasanya ingin cepat-cepat saja mencapai puncaknya. Hal itulah yang seharusnya dihindari oleh kamu, pendaki yang baru pertama kali naik gunung. Apalagi, sampai lupa mengisi perut.

Mungkin kamu sudah kenyang memakan snack atau meminum air. Namun, percayalah itu belum cukup. Asupan makanan jangan sampai terlewatkan ketika kamu sedang beristirahat atau sedang bermalam.

Khususnya saat sedang bermalam, kamu pasti ingin cepat tidur saja dan meninggalkan makan malam. Ingat, badan juga butuh energi dari makanan agar kamu tidak sakit, seperti masuk angin atau maag. Tapi, ingat juga kalau makan berlebihan itu tidak baik karena bisa cepat BAB atau jadi malas berjalan karena kekenyangan. Makanlah secukupnya, jangan sampai tidak makan.

8. Jangan sombong jemawa dan ikuti peraturan adat setempat


Mentang-mentang di dalam hutan, tanpa ada yang orang yang memperhatikan, kamu bertingkah seenaknya. Kamu setel musik kencang-kencang, bernyanyi di malam hari sampai berpose yang berlebihan.

Hal-hal seperti itulah yang sebaiknya tidak kamu lakukan. Baiknya kamu menjaga sikap sepanjang pendakian naik ke atas gunung atau sedang turun ke bawah. Hargailah alam, maka alam akan menghargai kita.

Sudah hal umum pula, di beberapa gunung di Indonesia terdapat peraturan adat yang tidak tertulis. Peraturan yang umumnya tidak berkata kotor atau merusak lingkungan karena diyakini penghuni di sana nanti bisa marah.

Boleh percaya boleh tidak, tapi kita ambil positifnya saja. Jika mendaki gunung dengan etika yang baik, toh menghindari kita juga dari hal-hal yang tidak diinginkan bukan?

9. Take nothing but pictures kill nothing but time

Take nothing but pictures kill nothing but time, artinya jangan mengambil apapun selain foto dan membunuh apapun selain waktu. Inilah kata-kata yang sudah tertanam di jiwa-jiwa para pendaki dan harus kamu tiru, bagi yang pertama kali mendaki gunung.

Jangan ambil apapun yang ada di hutan, baik itu batu, bunga dan lainnya. Yang paling sering diambil oleh para pendaki yang tidak bertanggung jawab adalah bunga Edelweis.
Pikiran kamu mungkin begini, mengapa tidak boleh dibawa pulang sih kan cuma satu? Nah, pemikiran ini yang harus diluruskan. Kalau satu pendaki membawa satu bunga Edwleis, pendaki lain juga akan melakukan hal serupa.

Nanti, pendaki-pendaki lainnya akan melakukan yang sama dan pendaki-pendaki seterusnya dan seterusnya sesuai peribahasa kecil-kecil lama-lama menjadi bukit. Alasan mereka pun cuma satu, 'ah cuma satu kok yang diambil'.

Cukup dengan memotret saja, itu sudah jadi kenang-kenangan yang berharga. Selain itu, juga jangan mencabut tanaman atau membunuh binatang ya, demi menjaga kelestarian alam di sana. Yuk, jadi pendaki yang baik!

10. Buang sampah sembarangan, no way!


Satu hal terakhir yang harus diingat bagi kamu para pendaki pemula, yakni leave nothing but footprints. Kita hanya boleh meninggalkan jejak kaki, jadi jangan membuang sembarangan. Sekecil apapun, sampah plastik sambal kemasan misalnya, taruhlah di dalam plastik dan dibawa turun.

Sebagai pendaki gunung, kamu juga bertanggung jawab atas kebersihan di sepanjang jalur yang kamu lewati. Siapkan satu plastik kresek yang khusus untuk menampung sampah dan taruh di tas keril.

Asal tahu saja, sampah-sampah seperti botol minuman, bekas bungkus makanan atau lainnya yang berbahan plastik butuh waktu ratusan tahun agar terurai secara alami. Selain itu, sampah-sampah yang berserakan pun membuat pemandangan di gunung menjadi tak sedap dipandang.

Dampak lainnya, lingkungan akan rusak dan membahayakan kehidupan mahluk hidup lainnya di gunung. Tak hanya sampah, spanduk-spanduk yang kamu bawa pun harus kembali dibungkus dan dibawa pulang. Jangan sudah enak-enak dibentangkan di atas puncak gunung, terus ditinggalkan begitu.

Nah itulah 10 Tips bagi yang Pertama kali Naik Gunung, Semoga bermanfaat dan #happytraveling.