11 Manfaat Bakau Bagi Kesehatan

Aceh, Wisata, Mangrove, Budaya
Manfaat secara tradisi yang lain dari tumbuhan mangrove adalah sebagai sumber bahan obat-obatan. Beberapa jenis mangrove mengandung bahan aktif yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Namun demikian, tanaman obat tradisional tersebut belum mendapat dukungan penelitian dan percobaan secara ilmiah.

Padahal, apabila dengan dukungan penelitian tersebut, pengumpulan beberapa jenis pohon mangrove yang memilki nilai pengobatan akan memberikan suatu sumber pendapatan tambahan yang bermanfaat bagi penduduk di sekitar hutan mangrove (LPP Mangrove, 2006). 

Berikut ini adalah berbagai khasiat obat yang terkandung dalam tubuh beberapa spesies mangrove menurut Suparpnaibol dan Kongsang Chai (1982); FAO (1985).



1. Rhizophora apicuata dan Rhizophora mucronata

Kayu direbus dengan air, air rebusan (ekstraknya) dapat digunakan sebagai obat pelangsing, anti mencret dan anti muntah. Cacahan kayunya bilamana ditempelkan pada luka yang baru, dapat menghentikan pendarahan. Lebih jauh, daun mudanya yang masih segar bilamana dikunyah dapat berguna sebagai homeostasi dan anti septik.


2. Ceriops tagal

Kulit kayunya sebagai obat pelangsing dan air rebusannya dapat digunakan untuk pembersih luka.

Ceriops tagal tumbuh sebagai pohon hingga 25 meter (80 kaki) tinggi dengan diameter batang hingga 45 cm (18 inc), kulit abu-abu-coklat halus untuk bersisik. Jenis ini masuk dalam daftar merah jenis terancam punah.

Spesies ini tersebar luas dan umum. Hal ini sangat dimanfaatkan dan terancam oleh hilangnya habitat di seluruh jangkauan, dan telah diperkirakan penurunan 18% di daerah bakau dalam kisaran spesies ini sejak tahun 1980. Namun, itu adalah kuat dan spesies produktif. Spesies bakau lebih berisiko dari pembangunan pesisir dan ekstraksi pada ekstrem distribusi mereka, dan cenderung tertular di daerah-daerah lebih banyak daripada di daerah lain. Hal ini juga kemungkinan bahwa perubahan iklim akibat pemanasan global lebih lanjut akan mempengaruhi bagian-bagian dari jangkauan. Meskipun ada penurunan rentang keseluruhan di banyak daerah, mereka tidak cukup untuk mencapai setiap kategori ambang batas yang terancam. Spesies ini terdaftar sebagai Least Concern. (http://www.iucnredlist.org/details/178822/0)


3. Ceriops decandra

Kulit kayunya merupakan obat pelangsing yang kuat dengan rasa yang sedikit kurang enak. Digunakan secara oral, air ekstraknya bersifat anti mencret, anti muntah, dan anti pengaruh disentri. Cacahan kulit kayu dapat bersifat homeostasi. Jenis ini masuk dalam daftar merah jenis terancam punah.

Spesies ini jarang dengan distribusi terbatas. Ini memiliki luas wilayah hunian diperkirakan kurang dari 4,500 km2. Hal ini terancam oleh hilangnya habitat dari pembangunan pesisir di seluruh jangkauan. Meskipun penurunan populasi yang sebenarnya tidak diketahui, itu diperkirakan antara 12-26% selama dua puluh tahun (1980-2000), dan karena itu terdaftar sebagai Hampir Terancam. Namun, dengan informasi lebih lanjut untuk memperkirakan pengurangan populasi selama periode tiga panjang generasi (120 tahun) menurun kemungkinan akan jauh lebih tinggi, dan spesies ini mungkin dapat memenuhi syarat untuk kategori terancam (http://www.iucnredlist.org/details/178853/0)


4. Avicennia alba dan Avicennia officinalis

Galih kayu terasa sedikit asin dan dapat mempertahankan kebugaran tubuh secara umum. Apabila direbus bersama kulit kayu Cassia, air ekstraknya apabila diminum dapat mempercepat penghentian pendarahan pada menstruasi.

Spesies ini tersebar luas dan umum dalam jangkauan. Hal ini terancam oleh hilangnya habitat mangrove di seluruh jangkauan, terutama karena ekstraksi dan pembangunan pesisir, dan telah diperkirakan penurunan 24% di daerah bakau dalam kisaran spesies ini sejak tahun 1980. spesies Mangrove lebih berisiko dari pembangunan pesisir dan ekstraksi pada ekstrem distribusi mereka, dan cenderung tertular di daerah-daerah lebih banyak daripada di daerah lain. Hal ini juga kemungkinan bahwa perubahan iklim akibat pemanasan global lebih lanjut akan mempengaruhi bagian-bagian dari jangkauan. Meskipun ada penurunan rentang keseluruhan di banyak daerah, mereka tidak cukup untuk mencapai setiap kategori ambang batas yang terancam. Spesies ini terdaftar sebagai Least Concern. (http://www.iucnredlist.org/details/178820/0)


5. Xylocarpus granatum dan Xylocarpus moluccensis

Bijinya dapat digunakan secara oral untuk menyembuhkan diare dan kolera. Air ekstraknya digunakan untuk pembersih luka.

Xylocarpus granatum dapat juga dipakai untuk kayu bakar, membuat rumah, perahu dan kadang-kadang untuk gagang keris. Biji digunakan sebagai obat sakit perut. Jamu yang berasal dari buah dipakai untuk obat habis bersalin dan meningkatkan nafsu makan. Tanin kulit kayu digunakan untuk membuat jala serta sebagai obat pencernaan.



6. Excoecaria agallocha

Pohon merangas kecil dengan ketinggian mencapai 15 m. Kulit kayu berwarna abu-abu, halus, tetapi memiliki bintil. Akar menjalar di sepanjang permukaan tanah, seringkali berbentuk kusut dan ditutupi oleh lentisel. Batang, dahan dan daun memiliki getah (warna putih dan lengket) yang dapat mengganggu kulit dan mata.

Asap dari pembakaran kayunya digunakan untuk mengobati penyakit kusta. Galih kayunya mempunyai sifat anti perut kembung dan mengurangi getah bening. Serbuk yang basah bila ditempelkan pada kulit akan bersifat anti pyretic dan anti radang. Daunnya bersifat anti epilepsi bila digunakan secara oral.


Akar dapat digunakan untuk mengobati sakit gigi dan pembengkakan. Kayu digunakan untuk bahan ukiran. Kayu tidak bisa digunakan sebagai kayu bakar karena bau wanginya tidak sedap bagi masakan. Kayu dapat digunakan sebagai bahan pembuat kertas yang bermutu baik. Getah digunakan untuk membunuh ikan. Kayunya kadang-kadang dijual karena wanginya, akan tetapi wanginya akan hilang beberapa tahun kemudian. Spesies ini terdaftar sebagai Least Concern (http://www.iucnredlist.org/details/178842/0).


7. Clerodendrom inerme

Air ekstrak dari daunnya digunakan untuk pencuci muka luka dan anti parasit pada kulit. Daun kering yang masih segar dapat melindungi luka dari infeksi. Daunnya yang direndam dalam air hangat bilamana digunakan pada kulit yang terluka akan mengurangi peradangan. Air ekstrak dari akar yang dikeringkan rasanya pahit, dapat digunakan untuk menyembuhkan pilek, radang hati, pembengkakan hati (hepatomegaly), pembengkakan limpa (splenomegaly), dan luka trauma.

8. Derris trifoliata


Batang, akar dan daunnya berperan sebagai obat pencuci perut dan dapat mengurangi pengaruh penyakit gizi pada anak-anak.

Penggunaan jenis ini juga untuk meracuni ikan sudah banyak diketahui dengan  dicampur bahan kimia. Racun ikan yang dijual secara komersial (rotenone) dihasilkan dari akar jenis lain, yaitu Derris elliptica. Batangnya sangat tahan lama dan dapat digunakan sebagai tali

9. Acanthus ilicifolius dan Acanthus embractheatus

Mandi dari air ekstrak dari rebusan kulit kayu dan akarnya menolong dan mengurangi gejala flu, obat alergi pada kulit dan penyakit lainnya. Jika dimakan akan mengembalikan/menyembuhkan akibat penyakit cacar. Kulit kayu yang segar bila digunakan pada luka yang bernanah atau luka kronis akan mempercepat proses penyembuhannya. Dicampur dengan jahe, campuran segarnya dapat digunakan untuk infeksi pada mata atau menyembuhkan penyalit malaria apabila dimakan. Bila kulit kayu yang segar dicampur dengan kunyit dan gula tebu, maka memiliki pengaruh anti radang. Secara lokal, dapat digunakan untuk pengobatan haemorchoids. Campuran segar tersebut bila dicampur dengan asam jawa dan madu dan diberikan secara oral dapat menormalkan kembali kondisi bibir.

10. Thespesia populnea (Waru Laut)

Kudis dapat diobati dengan menggunakan campuran buah dan daun segar yang dioleskan pada kulit yang terinfeksi. Air ekstrak dari kulit kayu digunakan untuk membersihkan luka kronis. Akar yang muda digunakan sebagai tonik.

11. Hibiscus tiliaceus (Waru)

Bunga segar direbus dengan susu segar dan digunakan ketika dingin untuk membersihkan infeksi pada lubang telinga.

Dalam pengobatan tradisional, akar waru digunakan sebagai pendingin bagi sakit demam, daun waru membantu pertumbuhan rambut, sebagai obat batuk, obat diare berdarah/berlendir, amandel. Bunga digunakan untuk obat trakhoma dan masuk angin (Martodisiswojo dan Rajakwangun, 1995). Kandungan kimia daun dan akar waru adalah saponin dan flavonoid. Disamping itu, daun waru juga paling sedikit mengandung lima senyawa fenol, sedang akar waru mengandung tanin (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991).




Semoga bermanfaat
#KeepBlogging