Kuliner Di Beberapa Negara Dalam Menyambut Hari Raya Iedul Fitri

Kuliner, Wisata, Hari Raya, Penganan, Kue Lebaran
Menu Lebaran ala Indonesia kurang lengkap tanpa kehadiran ketupat. Ketupat dengan berbagai variasi pelengkapnya, seperti opor, semur daging, sayur kacang selalu menghiasi setiap rumah di Indonesia ketika Hari Raya Idul Fitri.

Lalu bagaimana dengan di negara lain. Meskipun tidak semeriah di Tanah Air, setiap negara berpenduduk muslim di dunia juga banyak memiliki panganan khas yang disajikan ketika Lebaran, dari mulai bubur, roti hingga nasi. 

Berikut beberapa contoh menu khas penganan di beberapa negara :



1. Saudi Arabia

Nasi kabsa merupakan salah satu jenis nasi khas di daerah jazirah Arab yang dihidangkan dalam 1 piring/ nampan besar untuk dimakan oleh 4-7 orang. 

Hidangan ini dibuat dari Beras (beras Basmati), cabe, daging, dan sayuran. Terdapat berbagai jenis nasi kabsa yang ditentukan dari bumbu dan cabai yang digunakan pada hidangan tersebut.

Adapun jenis-jenis nasi kabsa tersebut antara lain Nasi kabsa (Lada hitam, cengkeh, kayu manis, Jeruk hitam, Cardamom, almond).

Daging yang digunakan pada menu nasi kabsa ini bisa berupa daging ayam, daging sapi, daging unta, daging kambing, serta terkadang digunakan ikan dan udang.

Nasi ini juga sering disajikan pada momen-momen spesial, seperti Ramadan dan Idul Fitri.

2. Malaysia

Negara tetangga Indonesia ini memiliki banyak kesamaan baik dari segi budaya maupun makanan. 

Namun salah satu yang menjadi favorit di negeri jiran adalah Bubur Lambuk.

Bubur lambuk ini terbuat dari beras seperti bubur ayam di Indonesia. Namun yang membedakan adalah bumbu rempah-rempah dengan daging kambing atau sapi.

Bubur ini merupakan salah satu favorit tajil berbuka puasa selain kurma dan kue-kue kecil khas Malaysia dan sering pula menghiasi perayaan Idul Fitri.

Bubur Lambuk yang paling terkenal di Malaysia adalah bubur lambuk Mesjid Kampung Baru, Kuala Lumpur.

Rasa dan aromanya masih asli dan resepnya adalah turun temurun dari asalnya sehingga berbeda dengan bubur lambuk yang lainnya.

3. India

Hampir sama seperti di Malaysia, India juga mempunyai menu khas bubur.

Seperti contohnya di Hyderabad yang merupakan tempat tinggal mayoritas kaum muslim di India.

Hyederabad mempunyai makanan khas yaitu bubur gandum tradisional bernama Hyderabad Haleem.

Bubur ini memiliki cita rasa pedas dan gurih. Umumnya Hyderabad Haleem tersaji dengan suwiran daging domba.

Rasanya gurih lezat karena menggunakan beberapa bumbu tradisional, Seperti jahe, bawang putih, kunyit, jinten, kayu manis, kapulaga, cengkeh, lada hitam dan lainnya.

Sedangkan bahan utama yang digunakan yaitu daging sapi atau kambing, kacang lentil dan gandum, ketiga bahan utama ini ditumbuk hingga menjadi butiran halus.

Secara tradisional Hyderabadi Haleem dimasak di api kecil dengan kayu bakar selama 12 jam dalam kuali.

Saat memasaknya, Haleem harus diaduk terus dengan kayu, biasanya membutuhkan dua orang untuk mengaduk hingga teksturnya lengket dan halus.

Untuk penyajiannya, harus dihidangkan selagi panas dan ditaburi bawang goreng yang renyah garing dan air jeruk lemon. Namun bisa juga diberikan irisan telur rebus dan ketumbar cincang.

4. Turki

Turki adalah salah satu negara di Eropa dengan mayoritas kaum muslim. Makanan Turki sangat beragam akibat perpaduan budaya sehingga menghasilkan menu unik yang rasanya sedap.

Menu khas di Turki ini biasanya dimulai dengan Iftariye. Iftariye adalah platter yang terdiri dari kurma, zaitun, keju, pastirma, sujuk, roti pide dan kue-kue lainnya.

Roti pide adalah roti spesial yang dijual khusus pada bulan Ramadan. Bentuknya menyerupai pizza dengan berbagai topping.

Dengan proporsi umat muslim mencapai 98 persen di negara tersebut, menu-menu khas tradisional semacam itu mendominasi sejumlah restoran dan rumah makan di kota-kota besar seperti Istanbul.

Beberapa restoran mewah bahkan mengemasnya dalam format fine dining yang dipadukan dengan suguhan musik khas Timur Tengah.

Di Istanbul, salah satu tempat yang ramai dikunjungi adalah Sultanahmet Square, tak jauh dari Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque). Di tempat itu, puluhan tenda-tenda restoran menyajikan aneka menu tradisional dengan berbagai hiburan seni yang khas.

5. Yordania

Menu Lebaran khas Yordania adalah Qatayef. Panganan ini semacam pancake atau serabi dengan aroma kayu manis. Biasanya terisi dengan kenari dan gula. Orang Yordania juga menyajikan qatayef dengan sirup madu.

Makanan tradisional ini banyak dijual oleh pedagang kaki lima. Teksturnya yang lembut dan manis diselingi krenyes renyah butiran kacang saat dikunyah.

Untuk membuatnya, adonan Qatayef dituangkan ke dalam hot plate bulat mirip dengan pancake. Setelah matang adonan dilipat.

Kue ini juga diisi potongan keju tawar, jenis kacang yang bisa dicampurkan yaitu hazelnut, walnut, almond, dan pistachio.

Agar rasa Qatayef lebih sempurna, biasanya ditambahkan juga kismis, gula bubuk, vanili dan kayu manis.

Setelah itu dimasak kembali dengan digoreng atau dipanggang. Sentuhan akhirnya disiram sirup panas atau madu.

Semoga bermanfaat
#KeepBloging