10 Wisata Favorit Banda Aceh yang Ramai di Kunjungi Wisatawan

Banda Aceh merupakan ibukota Provinsi Aceh, yang memiliki sejarah yang sangat panjang. Terletak di ujung Sumatera Banda Aceh memiliki banyak tempat wisata Favorit yang menjadi tujuan wisatawan lokal dan mancanegara.

Dulu Banda Aceh juga sebagai pusat Kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Sebagai pusat admisnistratif kerajaan yang mempunyai daerah taklukan hampir sebagian benua asia ini, Banda Aceh menjadi daerah favorit untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan domestik untuk mengunjungi tempat wisata sejarah, wisata religi dan juga wisatawan dapat mencicipi berbagai kuliner khas aceh.


Hantaman tsunami tahun 2004 lalu yang meluluh lantakkan sarana dan prasarana serta juga banyak menelan korban jiwa. Banda Aceh dapat bangkit dari musibah besar ini, dan dengan segera berbenah diri. Hal inilah yang membuat ramainya wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh untuk melihat situs tsunami aceh yang bertahan dari bencana maha dahsyat tersebut.

Museum Tsunami yang terletak di Banda Aceh merupakan situs yang ramai dikunjungi oleh wisatawan asing dan Domestik. Objek wisata ini banyak menyimpan barang-barang yang terkena tsunami, foto dan yang menarik adalah ketika masuk kedalam ruangan, wisatawan seperti merasakan bagaimana kedahsyatan tsunami di aceh kala itu.

Dewasa ini Banda Aceh telah berbenah diri untuk membangkitkan sisi pariwisata. Banyaknya wisatawan yang berkunjung, pemerintah dengan dukungan nya segera melakukan pembenahan dan memfasilitasi sarana dan prasarana agar kunjungan wisatawan baik domestik dan mancanegara terasa nyaman untuk berkunjung.

Banda Aceh memiliki banyak tempat wisata yang seru dan anda akan betah berada di tempat kota sejarah dan religi. Kota yang berbalut dengan syariat islam ini memiliki daya tarik wisatawan baik muslim dan non muslim untuk menikmati sajian kuliner khas dan wisata pantai menikmati sunset di sore hari juga banyak kegiatan-kegiatan wisata lainnya yang membuat kagum.

Naiknya kunjungan wisata domestik dan mancanegara, ini berdampak pada keberadaan bisnis penginapan sehingga Wisatawan dapat memilih hotel yang mereka sukai berdasarkan budget yang dimiliki.
Hal ini juga berdampak pada sektor private bisnis yaitu touring guide, paket wisata, dan agen travel yang sedia menyiapkan segala kebutuhan daripada wisatawan.

Nah kali ini travellink akan berbagi 10 tempat wisata hits di Banda Aceh yang ramai dikunjungi oleh wisatawan.

1. Masjid Raya Baiturrahman


Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman. Foto: Instagram

Sejarah Aceh sangat erat dengan peradaban islam. Situs Masjid Raya Baiturrahman merupakan bukti sejarah dan budaya islam yang sampai saat ini masih dapat kita saksikan. Dulu, Masjid Raya Baiturrahman pernah di bakar oleh belanda, keaadaan ini membakar semangat untuk perang bagi masyarakat aceh dengan belanda. melihat kondisi ini, Belanda dengan inisiatif memugar kembali Masjid raya baiturrahman.


Masjid Raya Baiturrahman terletak di pusat kota Banda Aceh Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh

2. Museum Tsunami


Wisata Banda Aceh
Monumen Museum Tsunami Banda Aceh. Foto: @soentoro87

Monumen Museum Tsunami Banda Aceh, tempat wisata yang muncul setelah tsunami 2004 lalu untuk mengingatkan kembali baik bagi masyarakat aceh dan pengunjung mancanegara tentang dahsyatnya hantaman tsunami yang telah meluluh lantakkan aceh.

Museum yang dirancang oleh Ridwan Kamil ini bila dilihat dari atas seperti gelombang tsunami, kalau dilihat dari samping seperti perahu penyelamat yang memiliki geladak besar.

Waktu memasuki pintu dalam sebuah ruangan yang panjang dan sempit, irama yang menggiring dan ucapan tauhid menggiring, wisatawan dapat merasakan bagaimana kebuasan ombak yang menghantam kala itu.

Tidak lengkap rasanya kalau berkunjung ke banda aceh, dan anda belum berkunjung ke museum ini.


Sukaramai, Baiturrahman, Banda Aceh City, Aceh 23116

3. Taman Sari Gunongan

Taman Sari Gunongan. Foto: @sboardman15

Taman sari Gunongan merupakan hadiah Sultan Iskandar Muda untuk Putri Pahang (Putroe Phang) untuk mengobati rasa rindu terhadap kampung halamannya. Sultan Iskandar Muda menikahi Putroe Phang setelah Kesultanan Aceh Darussalam menaklukkan Kerajaan  Pahang di Malaysia pada tahun 1615.

Dalam Proses Pembangunan Taman Sari Gunongan ini rakyat pun turut memberikan kontribusi lewat satu colek kapur per orang untuk mengecat putih bangunan yang tengah dibangun.

Di sekitarnya pun dibangun taman yang ditanami sejumlah bunga dan pepohonan, yakni Taman Sari Gunongan atau Taman Ghairah.

Taman Sari Gunongan ini terletak di dalam kompleks Taman Sari Bustanussalatin Banda Aceh yang dilalui oleh Sungai Krueng Daroy.


Jl. Merapi No.37, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116

4. Museum Aceh

Wsata Banda Aceh
Wisata Museum Aceh, Banda Aceh

Jika anda adalah penikmat sejarah, saat anda berkunjung ke Banda Aceh anda harus berkunjung ke tempat ini. Museum ini menyimpan berbagai pernak-pernik peninggalan sejarah masyarakat Aceh sejak era prasejarah. Disini kita dapat menemukan berbagai jenis perkakas, peralatan pertanian, peralatan rumah tangga, senjata tradisional dan pakaian tradisional. Di museum ini kita juga dapat menemukan berbagai koleksi manuskrip kuno, dokumentasi foto sejarah dan maket dari perkembangan Masjid Agung Baiturrahman.

Museum ini didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Peresmian dilakukan pada tanggal 31 Juli 1915, oleh Gubernur Sipil dan Militer Aceh Jenderal H.N.A Swart. Museum ini dikepalai oleh FW Stammeshaus yang menjabat sebagai Kepala Museum sekaligus Kurator hingga tahun 1931. Pada saat itu, museum ini hanya berbentuk sebuah rumah tradisional Aceh (Rumoh Aceh) yang keberadaannya masih tetap dipertahankan dalam area halaman museum hingga saat ini. Bangunan berbahan dasar kayu ini berbentuk rumah panggung dengan sistem konstruksi pasak yang dapat dibongkar pasang secara fleksibel.


Jalan Sultan Mahmudsyah, Banda Aceh 23241

5. Masjid Baiturrahim Ulee Lheue


Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Foto: @elda_wc


Masjid Baiturrahim adalah salah satu masjid bersejarah di provinsi Aceh, Indonesia. Masjid ini merupakan peninggalan Sultan Aceh pada abad ke-17. Masa itu masjid tersebut bernama Masjid Jami’ Ulee Lheue. Pada 1873 ketika Masjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda, semua jamaah masjid terpaksa melakukan salat Jumat di Ulee Lheue. Dan sejak saat itu namanya menjadi Masjid Baiturrahim.

26 Desember 2004 kembali Masjid ini menjadi saksi bisu dari gempa dan tsunami di aceh, dengan melihat kekuatan dahsyat yang meluluhlantakkan seluruh bangunan di kawasan Ulheu Lheu, hanya menyisakan satu bangunan yakni Masjid Baiturrahim. Sehingga mengundang wisatawan baik domestik dan luar negeri ingin menyaksikan sendiri bagaimana hanya mesjid Baiturrahim ulee lheue ini bisa selamat dari amukan dahsyat Gempa dan Tsunami.

Lokasi:

Gp., Ulee Lheue, Meuraxa, Ulee Lheue, Banda Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh 23232

6. Pantai Ulee Lheue


Wisata Pantai Ulee Lheue Banda Aceh
Sunset Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh. Foto: @koh.lauw


Banda Aceh terletak di ujung sumatera, yang memiliki pantai yang eksotik untuk berbagai kegiatan wisata pantai yang anda sukai. Salah satu Pantai yang dapat anda raih dengan mudah yaitu pantai Ulee Lheue. 

Pantai Ulee Lheue menjadi andalan tempat wisata Kota Banda Aceh karena viewnya berhadapan langsung dengan Pulau Aceh dan Pulau Sabang. Pantai Ulee Leue memiliki panorama sunset yang indah. Tempat wisata ini mudah diakses karena tidak jauh dari pusat kota, sekitar 15 menit berkendara dari Pusat Kota Banda Aceh melewati Blang Padang dan Punge Blang Cut. Sangat tepat untuk rekreasi keluarga, melepas penat usai bekerja atau hanya sekedar hang out dengan sahabat melewati senja bersama.

Pengunjung Pantai Ulee Lheue selain dapat menikmati keindahan suasana pantai yang berair tenang, juga bisa mencoba permainan air seperti bebek air atau menyewa boat kecil untuk sekedar memutar mengelilingi pantai.


Ulee Lheue, Meuraxa, Kota Banda Aceh, Aceh


7.  Gampong Pande


Sunset Gampong Pande, Banda Aceh. Foto: @yenni_sumita

Gampong Pande merupakan salah satu desa tertua di kota Banda Aceh. Sejarah mencatat, cikal bakal Kerajaan Aceh Darussalam bermula dari sini, pada abad XIII Masehi. Gampong atau Kampung Pande adalah desa yang terletak disisi barat Krueng Aceh dan terletak dipinggiran laut dan berdekatan dngan kampung Lampulo. Gampong ini berdekatan dengan Kecamatan Meuraxa dan Pelabuhan Ulee Lheue.

Di Gampong Pande ini anda akan menumukan komplek tempat pemakaman Raja-Raja pada masa Kerajaan Aceh Darussalam Abad 16 M. Dalam komplek ini yang dimakamkan antara lain ; Raja Alaidin Mukmin Syah wafat tahun 1576 M., Sulthan Sri Alam wafat (tidak diketahui tahunnya) dan Sulthan Zainal Abidin wafat tahun 1577 M.

Dulunya Gampong Pande merupakan tempat pengrajin benda-benda logam dan batu Nisan dengan ukiran unik dan indah untuk keperluan kesultanan dan perdagangan pada masa itu.

Selain sejarah yang dimilikinya, wisatawan juga dapat menikmati aktivitas nelayan dan sunset di sore hari.

Bagi anda yang menyukai sejarah, anda tidak mungkin melewatkan tempat ini waktu berkunjung ke Banda Aceh

Klik link berikut ini untuk kelokasi wisata Gampong Pande, Banda Aceh

8. Pinto Khop


Pinto Khop saat sore hari. Foto:@hariistradisi

Pinto Khop, situs Peninggalan Purbakala atau peninggalan sejarah Aceh tempo dulu pada masa Kerajaan Sultan Iskandar muda abad ke – XVI yang terletak di Kota Banda Aceh.

Bangunan Bersejarah Banda Aceh ini merupakan sebuah pintu penghubung antara istana dengan taman Putroe Phang dan menjadi tempat beristirahat Putri Phang, setelah lelah berenang, disanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri.

Disana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri mandi bunga. Bangunan ini memiliki bentuk yang menyerupai kubah yang letaknya tidak terlalu jauh dari Gunongan.

Monumen yang terletak di Banda Aceh ini sekarang menjadi objek tempat wisata bersejarah di Banda Aceh.


Jl. Merapi No.37, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116

9. Museum Ali Hasyimy


Museum dan Perpustakaan Ali Hasyimi. Foto: Okezone.com

Museum Ali Hasyimy terletak di Jalan Sudirman, Kota Banda Aceh. Museum dan perpustakaan ini terdapat berbagai bacaan berisi kitab-kitab dan buku dari berbagai disiplin ilmu baik agama, sastra dan sejarah, termasuk buku-buku dari awal abad ke 20dan benda - benda pusaka aceh.  Museum Ali Hasyimy diresmikan pada 15 Januari 1991 oleh Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim.


10. Hutan Kota Banda Aceh


Jembatan Hutan Kota Banda Aceh
Hutan Kota BNI ini terletak di desa Tibang, Kec. Syiah Kuala, tak terlalu jauh dari Simpang Mesra menuju arah Krueng Raya. Lokasinya yang sedikit tersembunyi, membuat anda terkadang bisa saja melewatinya jika tidak melihat papan nama Hutan Kota BNI yang ada di pinggir jalan. Lokasi ini juga tak jauh dari tempat wisata Alue Naga.




Objek wisata yang sebelumnya lahan rawa ini disulap menjadi sebuah Hutan dengan berbagai macam tumbuhan. Ada 150 jenis pepohonan yang ada di Hutan Kota BNI dengan jumlah total saat ini mencapai 3500 pohon, termasuk tanaman buah dan tanaman langka.



Hutan ini memiliki konsep wisata yang bermanfaat bagi masyarakat kota Banda Aceh yang  memiliki fasiltas seperti Jembatan, Jalur pejalan kaki, jembatan tajuk pohon (Ramp Canopy Trail), jembatan atas bakau (Mangrove Boardwalk), area pepohonan, kolam bakau dan pembibitan ikan, juga ada taman tematik dan  taman kontemplasi. Salah satu yang menarik perhatian masyarakat adalah taman tematik. Taman  ini memiliki beragam tema, seperti taman tematik bambu, taman buah naga, taman tematik nusantara, taman tematik bunga dan taman tematik herbal. Taman-taman tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat belajar dan rekreasi serta kontemplasi.

Klik link untuk menuju lokasi: Hutan kota Banda Aceh

Masih Banyak tempat wisata kota Banda Aceh yang harus dikunjungi ketika anda berkunjung ke daerah yang dikenal dengan Kuta Raja. Tempat wisata yang menyimpan banyak sejarah, wisata pantai dan wisata religi.