Estonia Siapkan Visa Khusus Untuk Digital Nomad

Biasa bekerja secara remote? Apakah kau termasuk digital nomad? Suka travelling juga? Jika semua pertanyaan di atas dijawab dengan “iya”, maka rencana dari pemerintah Estonia ini sanggup jadi menjadi hal yang menarik untuk disimak. Pemerintah Estonia mengumumkan rencana menciptakan visa khusus untuk para digital nomad. Dengan visa ini, mereka yang berkarir di dunia digital dari seluruh dunia sanggup tinggal selama setahun di Estonia, tetap bekerja secara remote dan sekaligus berwisata.

Visa Estonia

“Digital nomad” sendiri mempunyai pengertian sebagai orang yang bekerja memaksimalkan perkembangan teknologi untuk sanggup mencukupi kebutuhan sehari-harinya, dan biasanya bebas bekerja secara remote dari tempat manapun di dunia, baik bekerja di coffee shop, perpustakaan, co-working spaces dan banyak lagi lainnya.

Dalam rencana yang dibeberkan oleh Killu Vantsi, penasihat aturan untuk urusan migrasi di Kementerian Dalam Negeri Estonia, ibarat dikutip Lonely Planet, pihaknya masih membahas dan melaksanakan penelitian mengenai kriteria yang dibutuhkan untuk mendapat visa khusus ini, dan juga siapa saja yang boleh mendapatkannya.

“Meski ketika ini kami masih dalam tahap persiapan, dan masih terlalu dini menyampaikan bagaimana visa khusus ini sanggup bekerja, inspirasi utamanya ialah bagaimana para pekerja yang tidak terbatas oleh lokasi sanggup mendapat visa untuk travelling dan bekerja di Estonia sampai 12 bulan,” ujarnya.

Rencananya visa khusus ini akan memperlihatkan keistimewaan para digital nomad untuk tinggal di Estonia sampai 365 hari, dan bahkan sanggup mendapat visa Schengen. Dalam visa tersebut juga terdapat “paket spesial” dengan fitur layanan kesehatan masyarakat. Visa khusus untuk digital nomad itu dibutuhkan sanggup segera terwujud pada tahun 2019 ini.
digital nomad

Ada pun Estonia kerap disebut sebagai negara “paling digital” di Eropa dan menjadi salah satu negara dengan perkembangan teknologi dan dunia digital paling pesat di dunia. Estonia bahkan mempunyai kegiatan e-residency, yang memperlihatkan keistimewaan kepada orang yang tidak tinggal di Estonia, namun sanggup menjadi warga negara mereka. Estonia juga mempunyai pendekatan e-government yang kuat, di mana setiap warga negara sanggup memperlihatkan suaranya, membayar pajak dan melihat catatan kesehatan mereka melalui jalur daring (online, red).

Untuk warga negara Indonesia, untuk sanggup masuk ke Estonia harus mengurus visa Schengen dan mendapat izin tinggal sampai 90 hari di seluruh kawasang Schengen dalam jangka waktu enam bulan.

Apakah kau menjadi salah satu digital nomad yang akan mendapat visa khusus dari pemerintah Estonia ini?