Cara Melakukan Persiapan Pendakian Gunung Seorang Diri (Solo Hiking)



Solo hiking atau mendaki sendiri mungkin terdengar sedikit seram tapi bagi sebagian orang justru menyenangkan. Mungkin di Negara kita mendaki sendiri masih kurang diminati tetapi bagi pendaki luar negeri justru mereka lebih suka mendaki gunung sendiri atau paling banyak berdua alasan utamanya soal privasi.


Pendaki luar negeri lebih suka privasi mereka tidak terganggu oleh pendaki lain ketika di gunung dan uniknya lagi bukan hanya di Negara sendiri ketika mendaki gunung di Negara lainpun mereka jarang yang berkelompok.

Bagi anda yang bahagia atau ingin mencoba mendaki sendiri atau solo hiking ada beberapa hal perlu anda ketahui sebelum melaksanakan pendakian, alasannya bagaimanapun mendaki sendiri resikonya lebih besar daripada mendaki berkelompok jikalau tidak di persiapkan dengan sangat matang.

Dibawah ini ada beberapa cara yang bisa anda lakukan sebelum melaksanakan pendakian sendiri, antara lain :

1. Memahami Batas Kemampuan Diri

Dibutuhkan kemampuan fisik yang berpengaruh ketika mendaki sendiri alasannya anda akan melaksanakan semua acara sendiri mulai dari membawa semua perlengkapan, mendirikan tenda, memasak hingga tidur sendiri di tenda, untuk jomblo mungkin poin terakhir sudah bisa :D hingga turun kembali.

Jikalau adapun, niscaya batang pohon atau watu kerikil kawasan anda mengadu ketika dalam kesulitan. Makanya anda harus paham betul dengan batas kemampuan diri, baik dari segi kemampuan fisik maupun keahlian yang anda miliki. Jangan memaksakan diri apalagi hanya alasannya ego pribadi, percayalah tak akan lari gunung dikejar, paling sesekali menghilang hal ini masuk akal alasannya niscaya akan muncul kembali ketika kabut menghilang.

2. Mempunyai Gambaran Rinci Tentang Gunung Yang Akan Didaki

Cari data perihal gunung yang akan didaki dengan rinci, banyak sumber yang bisa anda manfaatkan, bisa dari internet, buku, bertanya kepada teman atau senior anda yang sudah pernah kesana pada dasarnya gali semua warta ketika masi berada dibawah.

Dapatkan semua gambaran dengan detil walau kadang yang diberikan samar mulai dari ciri-ciri post pendakian, sumber air, prakiraan cuaca dan lain sebagainya. Ini akan sangat membantu biar anda bisa menuntaskan pendakian dengan lancar nantinya. Jangan terlalu berharap anda akan bertemu dengan pendaki lain ketika diatas.
Foto Ig. @candydyna
3. Jangan Memaksakan Diri

Mendaki sendiri walau dengan persiapan yang sudah sangat matang bukan berarti anda sudah niscaya hingga ke puncak, jangan memaksakan diri ikuti saja apa yang alam perintahkan, ketika ditengah perjalanan tiba-tiba hujan lebat atau angin kencang, mungkin alam menyuruh anda untuk istirahat ditempat atau bisa jadi anda diperintahkan harus ‘balik kanan’ atau tidak melanjutkan pendakian dan segera turun.

Nikmati saja prosesnya dan jangan memaksakan diri, masih ada hari yang lain, ingat puncak bukan segalanya, alasannya ‘top’ yang bahwasanya ialah bisa kembali ke rumah dengan selamat.

4. Luruskan Niat Dan Selamat Mendaki

Jangan sombong atau merasa angkuh ketika anda sudah berani mendaki sendiri atau akan memulai pendakian sendiri. Ingat, walau mendaki sendiri tetapi bahwasanya anda tidak benar-benar sendiri. Makanya luruskan niat, tetap rendah diri dan selalu berfikir faktual ialah cara terbaik untuk memulai pendakian.

Pilihlah jalur yang paling sering dilalui oleh pendaki, menyapa pendaki lain (kalau bertemu) dan bersosialisasi dengan mereka ketika di camp ground ialah kebiasaan baik yang selalu harus anda pertahankan. Terakhir, ambil nasihat disetiap pendakian yang anda lakukan.