Cara Berpakaian Yang Sempurna Dikala Mendaki Gunung dengan Metode Layering System

Gunung - Saat mendaki gunung banyak dari kita yang tidak terlalu memperdulikan problem berpakaian, terkesan asal padahal dikala ditanya, beberapa pendaki sudah paham betul ihwal cara berpakaian yang sempurna tetapi dalam prakteknya tetap saja asal enak.

Misalnya problem penggunaan celana jeans yang sangat tidak di anjurkan untuk mendaki, tetapi hingga hari ini tetap saja dikala mendaki gunung tertinggi atau gunung yang standar untuk di daki dan bertemu dengan teman pendaki lain yang menggunakan celana tersebut. Tak ada yang salah dengan hal tersebut selama perjalanan lancar-lancar saja dan nyaman buat pendaki.

Namun demikian setiap pendaki haruslah mengetahui cara berpakian yang benar. Walau nanti diaplikasikan berbeda bisa dimaklumi itu niscaya alasannya alasan penyesuaian saja. Cara Pakaian terbaik dikala mendaki gunung ialah yang menganut layering system, bagi yang belum tahu apa itu layering system simak pejelasan berikut.

Layering System


Layering system atau sytem pelapisan sangat membantu anda dalam hal mengatur keadaan badan terhadap cuaca dikala mendaki. Ada 3 lapis pakaian dalam system ini, yaitu :

- Base Layer (Lapisan pertama)
- Mid Layer (Lapisan kedua)
- Shell Layer (Lapisan ketiga)

Cara Berpakaian Yang Sempurna Dikala Mendaki Gunung
Layering system, Base Layer;Polyester 


Base Layer


Lapisan pertama ialah pakaian yang pribadi menyentuh kulit, fungsi dari lapisan pertama ini ialah untuk menyerap keringat sesudah menyerap kemudian menguapkannya ke udara atau ke lapisan berikutnya. Bahan yang punya sifat demikian bisa dari jenis sintetis atau wool, pola :
  • Bahan sintetis : polyester, polyamide, elastane, polypropylene, lycra
  • Bahan wool : smartwool, merino wool

Bahan – materi tersebut mempunyai sifat menyerupai yang telah diterangkan sebelumnya, jika diperhatikan tak ada materi katun disitu. Ini artinya materi katun tidak disarankan untuk dijadikan lapisan pertama, hal ini alasannya walaupun materi katun menyerap keringat tetapi tidak menguapkannya ke udara, semakin digunakan baju dari materi katun malah semakin berair dan lepek, kondisi ini bisa menigkatkan hipotermia. Maka untuk lapisan pertama sebaiknya berbahan sintetis atau wool, jika masih bingung, pakai saja baju jersey, umumnya baju jersey berbahan polyester.

Baca: Tips Bagi yang pertama kali Naik Gunung

Mid Layer; Polar

Mid Layer


Tips berpakaian yang benar mendaki gunung dengan cara Mid Layer Lapisan kedua atau tengah, ini berfungsi untuk menghangatkan tubuh, ‘jaket hangat’ sebagian orang menyebutnya, berbahan polar atau sejenisnya. Lapisan kedua ini hanya menghangatkan badan tetapi tidak bisa menahan angin, udara lembap apalagi air hujan.



Shell Layer


Lapisan ketiga atau lapisan terluar, lapisan ini harus mempunyai kemampuan menahan angin, udara lembab dan air hujan. Jenis terbaiknya ialah jaket waterproof, alasannya yang waterproof sudah niscaya windproof. Ini potongan terpenting untuk pertahanan, jika lapisan terluar ini tembus maka punahlah system layer.

Yang perlu diketahui ialah bukan alasannya system 3 lapis kemudian anda selalu menggunakan ketiganya sekaligus selama pendakian. Ini hanyalah salah satu cara untuk berpakaian yang benar, dalam aplikasinya sangat tergantung pada keadaan. Misalnya dikala mendaki sebaiknya hanya menggunakan lapisan pertama (base layer) semoga keringat gampang kering, tak perlu layer kedua apalagi hingga layer ketiga (jaket waterproof).

Setelah hingga di camp site bisa menambah layer kedua semoga tetap hangat dikala beraktifitas di campsite, jika cuaca mulai hujan barulah tambah layer ketiga. Tetapi sebaiknya, jika di campsite cukup hangat anda bisa melepas layer kedua dan beraktifitas hanya menggunakan base layer saja. Dengan memahami penggunaan system layer ini anda akan lebih gampang beradaptasi dengan perubahan cuaca yang terjadi dikala di gunung.

Nah, itulah tips cara berpakaian yang benar, namun untuk berpakaian dalam mendaki gunung tergantung dari pendaki bagaimana tingkat kenyamanan dan melihat geografis dan karakter gunung yang akan di jelajahi.