Telusur Gampong Meulinggei, Pulo Aceh

Meulinggei adalah satu dari empat gampong yang berada di Mukim Pulo Breuh Utara kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Potensi wisata meulinggei, pulo aceh yang menawan dan masih jauh dari hinggapan wisatawan yang berkunjung, membuat objek wisata ini unik dan menarik bagi anda yang ingin untuk sementara jauh dari keramaian.

Wilayah Gampong Meulingge berada di sebelah paling utara Pulo Breuh. Secara geografis berada pada koordinat 05° 44’ 17” - 95° 02’ 31” dengan topografi  pesisir dan berbukit. Meulingge memiliki luas 10,38 km2 dan terdiri dari area pemukiman yang berada di sisi selatan gampong, bukit dan pesisir.




Sebelah timur Gampong Meulingge berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Dari sisi ini Pulau Weh Sabang terlihat dengan jelas. Sisi barat gampong berbatas dengan Samudera Hindia, utara gampong berbatasan lautan lepas yang padat akan lalu lintas laut, sementara di selatannya berbatasan dengan Gampong Rinon.

Menuju Gampong Meulingge sama seperti menuju ke gampong tetangganya, yaitu Rinon, harus menggunakan motor atau kendaraan roda empat yang tersedia di pelabuhan Gampong Gugop atau Lampuyang, tentunya pastikan dulu sebelum keberangkatan anda tentang penyewaan jenis motor yang akan anda pakai. Gampong Meulingge sendiri juga memiliki pelabuhan, hanya saja tidak berangkat setiap hari. Pelabuhan ini lebih sering digunakan untuk bersandar perahu nelayan saja.


Sejarah Gampong Meulinggei


Gampong Meulingge memiliki catatan sejarahnya tersendiri. Khususnya yang berhubungan dengan sejarah penjajahan kolonial Belanda di Aceh. Pada masa penaklukan Aceh daratan, Belanda membangun satu mercusuar, William's Torren III pada tahun 1875. Pembangunan menara yang tingginya 85 meter digagas oleh Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk atau Raja Willem III. Sampai sekarang ini, mercusuar ini masih ditempati dan difungsikan oleh Angkatan Laut Republik Indonesia.

Saat tsunami menghantam Aceh, Meulingge yang berada dalam wilayah kelola Lhok Pulo Breuh Utara termasuk salah satu gampong yang tidak terlalu berdampak. Walau tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat Meulingge juga turut merasakan bagaimana dahsyatnya bencana yang terjadi pada 2004 silam.

Mayoritas masyarakat Gampong Meulingge beretnis Aceh dan hampir seluruhnya adalah berasal dari daratan Aceh yang kemudian memilih bermukim di sana. Berdasarkan data BPS Aceh Besar 2019 penduduk Gampong Meulingge berjumlah 283 jiwa yang terbagi dalam 99 Kepala Keluarga (KK). Laki-laki berjumlah 159 jiwa dan perempuan 124 jiwa. 

Struktur kelembagaan gampong adalah struktur pemerintahan formal yang tidak berbeda dengan gampong lain. Beberapa kelembagaan juga hidup walau tidak terlalu aktif, mulai dari kelompok tani, kelompok perempuan, kelompok agama, olah raga, seni dan juga kelompok nelayan.

Potensi Wisata



Sangat jelas bahwa Gampong Meulingge mempunyai potensi besar di bidang kelautan. Selain sebagai gampong nelayan yang produktif, lahan pertanian yang cukup luas di gampong ini tidak tertutup kemungkinan sebagai potensi yang harus dikembangkan demi peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Lahan pertanian dengan kontur berbukit ini terhampar dari arah timur ke barat.

Bicara soal potensi wisata, Meulingge juga unggul dibanding gampong lain yang hanya memiliki pantai. Selain pantai yang indah di dekat pemukiman warga, Meulingge juga memiliki Pantai Ujong Pueneu yang masih termasuk dalam area William’s Toren. Dahulu, pantai yang memiliki teluk ini dijadikan sebagai pelabuhan oleh Belanda. Tidak jauh dari sana, di balik semak sisa bangunan bergaya Eropa masih kokoh berdiri, namun sama sekali tidak terurus.

Sebagai site wisata utama di Meulingge adalah mercusuar William’s Torren yang berada paling utara pulau. Di sana masih jelas penampakan bahwa para penjajah merancang arsitektur dengan sangat baik dan tahan lama. Walau sudah dibalut tumbuhan liar, dan sebagian sudah ditutupi hutan primer, namun tidak sedikit para wisatawan yang penasaran dan mengeksplor hutan dalam kawasan mencusuar yang cukup kokoh ini.

Jelang senja, dari atas mercusuar pemandangan laut dengan langit jingga bias cahaya sunset adalah pesona lain yang pantas untuk dinikmati. Masih di dalam komplek William’s Toren, bagi tamu yang hendak menginap, para penjaga mercusuar juga menyiapkan kamar  dengan biaya terjangkau. Di sekitar kawasan, sedikit menuruni karang terjal, Meulingge juga mempunyai spot memancing yang ramai dikunjungi.

Gampong Meulinggei memiliki pantai sebagai objek wisata yang dapat memukau pengunjung. Di wilayah ini, WCS telah melakukan inventarisasi dan pemetaan wilayah untuk dijadikan tempat wisata sejak 2016. Di Meulinggei telah tersediakan penginapan di rumah warga setempat bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

Pengunjung dapat melakukan aktivitas snorkeling dan diving untuk melihat keindahan bawah laut. Tidak hanya itu, pengunjung akan dimanjakan oleh alam yang masih sangat asri dengan melakukan hiking ringan dengan mendaki deretan bukit yang berada di gampong Meulinggei.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Telusur Gampong Meulinggei, Pulo Aceh "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel