-->

3 Metode Budidaya Rumput Laut, Peluang Usaha alternatif yang menjanjikan untuk Nelayan

Metode Budidaya Rumput Laut

Budidaya rumput laut merupakan salah satu andalan dan rekomendasi komoditas mata pencaharian alternatif perikanan dalam mendukung pembangunan ekonomi di daerah pesisir. Dalam melakukan budidaya rumput laut terdapat beberapa Faktor keuntungan yang dapat diperoleh yaitu usaha ini tidak memerlukan modal tinggi dengan  wilayah  pesisir di indonesia sangatlah mendukung usaha budidaya rumput laut ini. Disertai  serta teknologi budidayanya sederhana sehingga mudah dilakukan oleh siapapun.

Selain itu dalam melakukan budidaya rumput laut juga bisa di integrasikan dengan budidaya seperti menggabungkan budidaya ikan dengan rumput laut, budidaya rumput laut juga tidak perlu menggunakan pakan, peralatan yang digunakan mudah didapatkan, mudah dalam penanganan saat panen, siklus budi dayanya singkat, dapat diolah secara rumah tangga untuk menjadi produk siap konsumsi, serta bisa dilakukan sebagai usaha sampingan.

Dalam membudidayakan rumput laut ada beberapa metode yang bisa dilakukan berdasarkan posisi tanaman terhadap dasar perairan yaitu menggunakan metode dasar, metode lepas dasar, dan metode apung. Nah, berikut kami akan memberikan informasi tentang metode dalam budidaya rumput laut.


Metode Budidaya Rumput Laut

1. Metode Dasar (bottom method)

Metode ini merupakan metode pembudidayaan rumput laut yang menggunakan benih bibit tertentu, yang telah diikat, kemudian ditebarkan ke dasar perairan, atau sebelum ditebarkan benih diikat dengan batu karang. Dalam metode ini kalian bisa melakukan dengan cara metode sebaran (broadcast) dan juga metode budidaya dasar laut (bottom farm method).

2. Metode Lepas Dasar (off-bottom method)

Metode ini kalian bisa melakukan dengan cara mengikatkan benih rumput laut yang diikat dengan tali rafia pada rentangan tali nilon atau jaring di atas dasar perairan dengan menggunakan pancang-pancang kayu. Dalam metode ini kalian bisa melakukan dengan cara metode tunggal lepas dasar (off-bottom monoline method), metode jaring lepas dasar (off-bottom-net method) dan metode jaring lepas dasar berbentuk tabung (offbottom-tabular-net method).

3. Metode Apung (floating method)

Metode apung merupakan salah satu bentuk rancangan dari metode lepas dasar, pada metode ini tidak lagi digunakan kayu pancang, tetapi diganti dengan pelampung. Untuk metode ini kalian bisa menggunakan dengan cara metode tali tunggal apung (floating-monoline method) dan metode jaring apung (floating net method).


Metode Budidaya Rumput Laut Euchema sp.

Di Indonesia banyak di budidayakan rumput laut Eucheuma sp. karena di samping arealnya cocok untuk budidaya dan juga pasarnya sudah ada. Metode penanaman rumput laut Eucheuma sp. yang dikembangkan secara luas ada 3 metode, sebagai berikut (Anggadiredja et al., 2008):

1. Metode lepas dasar

Metode ini digunakan pada umumnya di lokasi yang memiliki substrat dasar karang berpasir atau pasir dengan pecahan karang serta terlindung dari hempasan gelombang. Lokasi untuk metode ini harus memiliki kedalaman sekitar 0,5 m pada saat surut rendah dan 3 m pada saat pasang tertinggi.
budidaya Rumput Laut
Bentuk unit metode lepas dasar (Sumber: Anggadiredja et al., 2008)

2. Metode rakit apung

Metode rakit apung merupakan budidaya rumput laut dengan cara mengikat rumput laut pada tali ris (seperti pada metode lepas dasar) yang diikatkan pada rakit apung yang terbuat dari bambu.

Keuntungan metode ini antara lain adalah:
  1. Banyak diterapkan pada lokasi dengan kondisi perairan lebih dalam, tetapi masih terlindung dari gelombang besar; dan
  2. Tanaman lebih banyak menerima intensitas cahaya matahari serta gerakan air yang terus memperbaharui kandunagn nutrisi pada air laut yang akan mempermudah penyerapan nutrisi sehingga pertumbuhan lebih cepat.

Kelemahan metode ini adalah:
  1. Apabila tanaman muncul ke permukaan air akan langsung terkena sengatan matahari atau air hujan yang dapat berakibat bagian tanaman tersebut memutih kemudian mati; dan
  2. Biaya produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lepas dasar.
Bentuk unit metode rakit apung (Sumber: Anggadiredja et al., 2008)

3. Metode rawai

Metode rawai merupakan cara yang paling banyak diminati petani rumput laut karena di samping fleksibel dalam pemilihan lokasi dan juga biaya yang dikeluarkan lebih murah.
Model rentangan metode rawai dilihat dari samping (Sumber: Anggadiredja et al., 2008)
Foto: Budidaya rumput laut dengan metode rawai



Demikianlah 3 Metode Budidaya Rumput laut yang dapat digunakan sebagai matapencaharian alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan di wilayah pesisir
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "3 Metode Budidaya Rumput Laut, Peluang Usaha alternatif yang menjanjikan untuk Nelayan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel