-->

Ikan Belida Endemik Indonesia Yang Sudah Mulai Langka

Daftar Isi [Tampil]
Ikan belida merupakan sumberdaya hayati diperairan tawar yang memiliki nilai komersial dan telah banyak dimanfaatkan, terutama sebagai ikan hias maupun ikan konsumsi. Dewasa ini banyak sekali jenis ikan di wilayah perairan Indonesia yang sudah dikategorikan ikan langka dan atau terancam punah di alam. Salah satunya adalah ikan Belida. 

Ikan belida yang sudah banyak dikenal di Indonesia ada 2 (dua) jenis yaitu
  1. Notopterus yang memiliki nama local lopis/belida dan nama inggrisnya Bronze Featherback
  2. Chilata yang memiliki nama local belida/ikan pipih (Kalimantan) dan nama Inggrisnya Clown Knifefish.

Morfologi:

Bentuk morfologi dari kedua jenis ikan ini secara umum memiliki banyak kemiripan, seperti sirip ekor langsung bersambungan dengan sirip anal, sirip punggung kecil seperti bulu. Tubuh agak licin, bagian atas kehitaman agak kelabu, bagian bawah keperakan.

Tetapi ada pula ciri-ciri khusus yang membedakannya, yaitu antara lain :

1. Jenis Notopterus

  • Bentuk kepala dekat punggung hampir lurus, kadang sedikit cembung, rahang tidak memanjang dengan meningkatnya umur, hanya memanjang kira-kira di bagian belakang batas mata.
  • Sisik preperculum 6 – 8, 99 – 111, jari-jari pada sirip dubur, 28 – 37 pasang duri kecil, disepanjang perut
  • Badan seluruhnya berwarna coklat
  • Ikan muda memiliki banyak pita hitam tegak
  • Panjang maksimal 60 cm (panjang standar)
  • Penyebaran : Langkat, Asahan, Deli, Serdang, Agam, Indragiri Hulu, Kampar, Jambi, Tanjung Jabung, Ogan Komering Ilir, Lampung Utara, Ketapang, Pontianak, Kapuas, Sanggau, Kotawaringin Timur, Barito, Banjarmasin, Samarinda, Palangkaraya, Berau.

2. Jenis Chilata chilata

  • Bentuk kepala dekat punggung cekung, rahang semakin panjang sesuai dengan meningkatnya umur
    sampai jauh melewati batas belakang mata pada specimen besar.
  • Sisik preoperculum lebih dari 10 baris, 117 – 127 jari-jari pada sirip dubur, 43 – 49 pasang duri kecil di sepanjang perut
  • Pola warna mengalami perubahan tergantung umurnya
  • Panjang maksimal 122 cm (panjang standar)
  • Penyebaran : Jawa, Sumatera, dan Kalimantan

Aspek Biologi :

Ikan belida bersifat carnivore dengan makanannya berupa ikan-ikan kecil, larva insekta dan udang, dan mencari makanan pada malam hari (nocturnal).  Pemijahan dapat ditandai dengan berenang berpasangan sewaktu-waktu meloncat ke permukaan.  Pada pembuahan, telur diletakkan di dahan/ranting tumbuhan air dan dilindungi oleh ikan jantan.  Penetasan berkisar antara 6 – 7 hari, dan memijah setahun sekali selama bulan Mei hingga Agustus.

Bentuk Ancaman :

  1. Tangkap lebih (over fishing)
  2. Kerusakan dan fragmentasi habitat.
  3. Konversi/Pengalihan fungsi lahan
  4. Masuknya Spesies asing (alien species) baik secara alami maupun sengaja diintroduksikan ke dalam perairan
  5. Pencemaran
  6. Penebangan hutan

Upaya Pelestarian :

  1. Penentuan resevart ikan (konservasi in-situ)
  2. Penangkaran (konservasi ek-situ)
  3. Restocking
  4. Penegakan hukum
  5. Kearifan lokal
  6. Sosialisasi kepada masyarakat.
Demikianlah artikel tentang ikan belinda yang sudah langka, semoga menjadi referensi untuk dapat kita lakukan upaya pelestarian, sehingga satwa air endemik di nusantara tetap terjaga
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ikan Belida Endemik Indonesia Yang Sudah Mulai Langka"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel