Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Pedoman dalam Menguasai Teknik Dasar Navigasi Darat Bagi Pendaki Gunung


Teknik Navigasi Darat yakni salah satu keahlian yang harus dikuasai oleh seorang pendaki gunung atau pegiat alam bebas pada umumnya itu kalau anda tak ingin hanya disebut sebagai follower saja dalam sebuah tim pendakian.

Sebenarnya ada banyak keahlian yang harus anda kuasai dalam mendaki gunung atau melaksanakan aktifitas di alam bebas menyerupai keahlian survival, managemen pendakian, logistik, komuniasi, navigasi dan lain sebagainya. Di postingan kali ini penulis akan membahas wacana salah satu keahlian tersebut yaitu navigasi darat.


A. Maksud dan Tujuan Navigasi Darat


Navigasi darat yakni ilmu yang mempelajari wacana kemampuan memilih posisi dan arah perjalanan. Makara dalam sebuah pendakian teknik navigasi sudah mulai diterapkan mulai dari memilih titik awal perjalanan, titik final atau tujuan perjalanan dan arah perjalanan itu sendiri. Navigasi darat juga sangat mempunyai kegunaan untuk acara SAR atau keperluan olahraga menyerupai orientaring. Oleh alasannya yakni itu keberadaan seorang pendaki dengan keahlian navigasi punya peranan yang sangat krusial dalam tim.


B. Peralatan Dalam Navigasi Darat


Secara lebih sederhana teknik navigasi darat hanya membahas dua perkara utama yaitu menentukan posisi dan menentukan arah, memilih posisi memakai peta dan arah memakai kompas. Oleh kerena itu menguasai kedua peralatan tersebut yakni hal utama sebelum mempelajari lebih dalam wacana navigasi darat. Selain kedua peralatan tersebut diharapkan juga beberapa peralatan pendukung lainnya untuk mempermudah proses bernavigasi seperti:
  • busur derajat
  • kurva meter
  • protaktor (rumer)
  • penggaris
  • pensil
  • penghapus
  • altimeter
  • GPS

1. Peta

Dari beberapa jenis peta yang ada, khusus untuk kebutuhan navigasi darat peta yang digunakan yakni jenis peta topografi atau peta kontur yaitu peta yang menggambarkan bentuk bumi menjadi garis – garis kontur, dengan setiap garis kontur mewakili satu ketinggian. Ada dua jenis peta topografi yang sering digunakan untuk navigasi yaitu :
  • AMS (Army Map Service)
  • Map of the Earth Digital Indonesia (diterbitkan oleh BIG)

Peta yang diterbitkan oleh BIG (Body Geospatial Information) punya info yang lebih detail dan lebih umum digunakan untuk bernavigasi. Adapun ciri – ciri peta topografi tersebut yakni :


Peta Topografi Sumber : buletinbw.blogspot.co.id/

Peta terdiri dari bagian bingkai peta dan bab isi peta kedua bab tersebut berisi info yang saling berafiliasi wacana peta tersebut.


Pada Bagian Bingkai Peta Terdapat :

1. Judul Peta

Menunjukan lokasi yang ditunjukan oleh peta, biasanya untuk peta keluaran BIG ada dibagian kanan dan peta AMS ada dibagian atas.

2. Nomor Peta

Terdapat di bab kanan atas peta, fungsinya yakni sebagai nomor pendaftaran dari tubuh pembuat peta dan juga sebagai petunjuk bila anda memerlukan peta kawasan lain yang anda butuhkan. Biasanya dibagian bawah terdapat juga nomor – nomor peta yang ada disekeliling peta tersebut.

3. Skala Peta

Pada peta topografi terdapat dua macam penulisan skala yaitu skala angka dan skala garis. Skala peta sendiri yakni perbandingan jarak pada peta dan jarak bekerjsama dilapangan.

4. Skala Angka



1 : 1.500.000 artinya setiap 1 cm jarak di peta sama dengan 1.500.000 cm jarak sebenarnya.

5. Skala Garis  


Skala garis diatas pertanda bahwa setiap 1 cm sama dengan 15 km jarak yang sebenarnya, jadi jarak pada peta 2 cm berarti jarak bekerjsama dari titik A ke titik B yakni 30 km.

6. Legenda Peta


Legenda peta merupakan symbol – symbol yang digunakan dalam peta yaitu :

- Merah merupakan symbol untuk jalan
- Biru symbol untuk air bisa sungai atau danau
- Hitam symbol untuk bangunan dan
- Hijau symbol untuk hutan atau belantara

7. Tahun Pembuatan Peta

Menunjukan tahun pembuatan peta, semakin gres tahun pembuatan peta semakin uptodate data yang terdapat dalam peta tersebut terutama untuk medan yang sudah mengalami perubahan menyerupai terkena peristiwa tanah longsor atau gunung api yang gres meletus. 


8. Arah Utara Peta



Terdapat di bab bawah peta biasanya terdiri dari tiga garis arah utara yaitu :

- Garis utara bekerjsama (US) yaitu utara bumi.
- Garis utara grid (UG) yaitu utara garis – garis di peta.
- Garis utara magnetic (UM) yaitu utara yang ditunjukan oleh jarum kompas.

Pada Bagian Isi Peta Terdapat :


Garis Kontur

Garis kontur merupakan garis hayal untuk pertanda ketinggian yang sama dalam satu tempat. Garis kontur mempunyai beberapa sifat yaitu :
  • Merupakan petunjuk ketinggian tertentu, pada peta biasanya tercantum nilai ketinggiannya.
  • Daerah landai mempunyai jarak garis yang lebih lebar sementara kawasan curam mempunyai garis yang lebih rapat.
  • Beda ketinggian antara dua garis kontur yakni tetap walaupun kerapatannya berubah – ubah.
  • Punggungan gunung dipeta ditunjukan sebagai rangkaian kontur berbentuk’U’ melengkung menjauhi puncak dan lembah berujung tajam dan menjorok ke puncak ditunjukan sebagai rangkaian kontur berbentuk ‘V’.
  • Garis kontur tak pernah saling berpotongan
Koordinat Peta

Koordinat peta yakni kedudukan suatu titik pada peta yang ditentukan dengan memakai system sumbu yaitu garis yang berpotongan tegak lurus. Ada dua system koordinat yaitu :
  • Koordinat geografis, sumbu yang digunakan yakni garis bujur dan garis lintang yang sejajar dengan katulistiwa yang dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik, contohnya 03º 22' LS 114º 40' BT
  • Koordinat Grid (UTM), yaitu suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Garis vertical diberi nomor urut dari selatan ke utara dan garis horizontal diberi nomor dari barat ke timur. Sisi koordinat mengenai penomoran 4,6, dan 8 dimana penomoran 4 angka digunakan untuk kawasan yang lebih luas sementara penomoran 8 anggka untuk kawasan yang lebih sempit.

2. Kompas


Kompas yakni alat utama dalam navigasi selain peta yang berfungsi sebagai penunjuk arah, sebelum mempelajari navigasi terlebih dahulu anda harus khatam soal kompas. Tetapi perlu di ingat arah utara yang ditunjukan oleh kompas yakni arah utara magnetic jadi bukan arah utara sebenarnya. 

Dari beberapa jenis kompas yang paling sering digunakan untuk navigasi yakni :


Kompas Bidik



Kompas bidik berfungsi untuk membidik besar derajat pada sebuah medan atau bentang alam bekerjsama untuk di proyeksikan dipeta. Kelebihan kompas ini yakni besar sudut bidikan bisa eksklusif terbaca melalui prisma dan sanggup eksklusif diketahui azimuth dan back azimunthnya.

Bagian - Bagian Dari Kompas Bidik


Keterangan :
  • Dial yaitu permukaan tempat angka dan huruf. Pada dial terdapat satuan derajat mulai dari 0°  360° dan huruf: N (north ), E (east) W, (west), S (south).
  • Tutup dial dengan dua garis bersudut 45° bab ini sanggup di putar.
  • Visir yaitu lubang dengan kawat halus pembidik sasaran.
  • Kaca pembesar yaitu untuk melihat derajat kompas.
  • Jarum penunjuk yaitu jarum yang selalu menunjuk utara magnet
  • Alat penggantung yaitu tempat ibu jari untuk menopang kompas ketika membidik.

Cara Menggunakan Kompas Bidik

  • Buka kompas dan tutupnya tegak lurus ke atas.
  • Tutupkan prisma di atas beling kompas.
  • Tarik cincin ibu jari jauh ke bawah.
  • Masukkan ibu jari dalam cincin dan letakkan jari telunjuk menekan kotak kompas.
  • Bawalah prisma ke depan mata.
  • Arahkan kompas pada medan yang dicari, sudut kompasnya dengan melihat celah melalui bidikan pada prisma, garis rambut berada pada satu garis dengan sasaran bidik.
  • Baca melalui prisma nilai skala mendatar yang ditunjukkan plot yang ada dalam kompas (ini merupakan sudut kompas).

Kompas Orientering


Kompas orienteering yakni kompas yang digunakan dalam orientasi atau perhitungan dan pembacaan peta secara langsung. Kompas ini mempunyai wadah transparan yang memudahkan membaca peta yang diletakkan dibawahnya.

Bagian - Bagian Kompas Orientering


Setelah mengetahui teori dasar wacana peta dan kompas maka pembahasan selanjutnya yakni navigasi darat memakai kedua peralatan tersebut, adapun keahlian dasar umum yang harus dikuasi yakni sebagai berikut :

C. Navigasi Darat


Orientasi Peta Dengan Bantuan Kompas

Orientasi peta yakni cara mengarahkan peta pada posisi yang benar yaitu memperlihatkan arah utara, sehingga sanggup memperlihatkan citra yang terang antara keadaan di peta dengan medan sebenarnya.

Langkah-langkah yang harus dilakukan yakni :
  1. Buka lembaran peta dan letakkan peta pada tempat yang datar
  2. Letakkan kompas orientering di atas peta tersebut dan sejajarkan arah utara kompas dengan utara peta
  3. pelajari dan amati keadaan medan dengan citra di peta secara seksama. Cari gejala medan yang paling menonjol di sekeliling dan temukan gejala tersebut di dalam peta. Lakukan untuk beberapa tanda medan. Ingat gejala medan itu, baik itu bentuknya dan tempatnya di medan bekerjsama maupun di peta.

Orientasi peta harus dilakukan sebelum perjalanan dimulai, tujuannya semoga kalau terjadi perubahan pada gejala medan, kita sanggup segera mengetahuinya. Perubahan tanda – tanda medan bisa saja terjadi contohnya lantaran peristiwa alam.


Azimuth

Azimuth atau sudut kompas yakni sudut yang terbentuk lantaran penyimpangan dari arah utara peta, besarnya azimuth dinyatakan dengan derajat (°) dan sudut dihitung sesuai arah jarum jam. 

Back Azimuth

Back Azimuth yakni sudut balik dari satu arah, back azimuth bertujuan untuk melaksanakan pengecekan apakah perjalanan yang dilakukan berada dalam satu garis lurus atau tidak. Dimana nilai sudutnya diperoleh kalau :
  • Arah kurang dari 180° maka back azimuthnya yakni (arah + 180° = back azimuth)
  • Arah lebih dari 180° maka back azimuthnya yakni (arah - 180° = back azimuth)

Adapun fungsi mengetahui azimuth dan back azimuth ini yakni untuk memudahkan anda melaksanakan ploting peta atau penarikan garis lurus di peta menurut sudut bidikan. Selain itu digunakan juga dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus - man to man).

Prinsipnya yakni menciptakan lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.

Langkah-langkahnya yakni sebagai berikut:
  1. Plot titik awal dan titik final perjalanan di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Lalu hitung juga sudut dari titik final ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.
  2. Lihat tanda alam pada titik awal perjalanan dan perhatikan tanda alam lain pada lintasan yang dilalui.
  3. Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan anda, kemudian tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.
  4. Pergi ke tanda alam di ujung lintasan dan bidik lagi ke titik pertama tadi, hal ini untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).
  5. Sering juga tidak ada tanda alam yang bisa dijadikan sasarn. Dalam hal ini sanggup dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.


Resection

Resection yakni memilih posisi kita pada peta dengan memakai dua atau lebih tanda alam.
Langkah-langkah dalam melaksanakan resection yakni :
  1. Lakukan orientasi medan.
  2. Temukan tanda alam yang gampang terlihat dan temukan di peta, minimal dua tanda alam.
  3. Bidik gejala alam tersebut dan ingat pada waktu membidik posisi anda dihentikan berubah.
  4. Lalu pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta, dan hitung sudut pelurusnya dari tanda alam tersebut.Titik perpotongan garis yang ditarik dari sudut pelurus tersebut yakni posisi kita.


Intersection

Kalau resection memilih posisi anda dipeta maka Intersection yakni memilih posisi benda lain di peta dengan memakai dua atau lebih tanda alam. Sebelum melaksanakan intersection sebaiknya anda melaksanakan resection terlebih dahulu lantaran untuk melaksanakan intersection anda lebih dahulu harus yakin dengan posisi anda di peta. 

Langkah-langkah dalam melaksanakan intersection antara lain :
  1. Lakukan orientasi medan kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan resection.
  2. Bidik obyek yang ingin anda masukkan ke peta.
  3. Pindahkan sudut bidikan yang di sanggup ke peta.
  4. Lalu bergerak ke posisi lain dan lakukan resection, kemudian lakukan langkah b dan c.
  5. Titik perpotongan garis dari dua sudut yang didapat yakni posisi obyek yang dimaksud.

Sebenarnya ada banyak lagi materi yang harus dipahami dan dikuasai dalam mempelajari teknik navigasi darat ini, belum lagi perkara dilapangan yang sering sekali tidak sesuai dengan yang diharapkan. Navigasi bukan ilmu teoritis tetapi yakni ilmu yang sangat aplikatif jadi terus berguru dengan yang sudah mahir dan berpengalaman akan sangat membantu anda untuk cepat menguasai keahlian yang satu ini. 

Sumber : 
http://scdc.binus.ac.id/swanarapala/
http://pramukaria.blogspot.co.id/
https://buletinbw.blogspot.co.id/
https://wanabuana.wordpress.com/
http://organisasipecintaalambumi.blogspot.co.id/
https://rebanas.com/

Cara Packing Barang di Carrier Menurut Kebutuhan Ketika Mendaki Gunung

Packing Tas Untuk Perjalanan Wisata

Gunung - Ada aturan yang menjadi standar dikala akan packing barang ke dalam carrier, rule tersebut tentunya dibentuk untuk memudahkan anda dalam mengambil peralatan tersebut dikala dibutuhkan. Bahkan dikalangan pendaki, packing yakni seni. Dimana setiap pendaki mempunyai caranya sendiri biar semua perlengkapan gampang untuk dimuat dan dibongkar dengan tetap tidak meninggalkan rule yang benar dikala packing.

Packing perlengkapan mendaki dengan benar mempunyai beberapa tujuan antara lain :

  • Barang bawaan terlindungi dengan aman, menyerupai tidak berair dikala terkena air
  • Mudah diambil dikala dibutuhkan
  • Carrier tetap nyaman di punggung dikala dipakai

Untuk tujuan tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dikala packing perlengkapan mendaki, antara lain :



Buat List Perlengkapan


Setiap ingin mendaki niscaya banyak barang yang akan dibawa oleh alasannya yakni itu buat list perlengkapan, mulai dari perlengkapan pribadi, kelompok dan juga logistik selama pendakian. Hal ini untuk memastikan barang apa saja yang dibawa dan masuk ke dalam carrier ataupun untuk mengetahui kalau ada barang yang tidak jadi dibawa.


Sesuaikan Dengan Kapasitas Carrier


Perhatikan kapasitas carrier alasannya yakni anda mustahil membawa banyak perlengkapan bila kapasitas carrier kecil. Sesuaikan barang bawaan anda dengan kapasitas carrier, bawa hanya barang – barang terpenting saja sesuai skala preoritas.

Beri Perlindungan Barang Agar Tahan Air


Setelah barang terkumpul sesuai list, selanjutnya beri pelindung anti air ke setiap item barang tadi, kalau tidak punya drybag dapat dibungkus dengan plastik kresek sesuai ukuran barang. Misalnya pakaian ganti di bungkus dalam 1 plastik kresek dan pastikan tidak bocor begitu juga dengan sleeping bag, logistik dan yang lainnya terutama barang yang dilarang basah.

Lapisi Bagian Dalam Carrier Dengan Plastik


Selanjutnya perlakuan untuk carrier sebelum dimasukan barang yakni terlebih dahulu melapisi carrier bab dalam dengan plastik besar menyerupai trashbag, pastikan plastik dilarang bocor. Tujuannya untuk menjaga carrier biar tidak berair dikala terkena rembesan air selama perjalanan. Bahkan di kondisi tertentu dapat tetap mengapung dikala menyeberang sungai.

Beri Matras Sebagai Frame Carrier


Setelah dilapisi plastik selanjutnya di isi matras kedalamnya dengan melingkar mengikuti besar bundar carrier. Tujuannya biar carrier lebih tegak dan kokoh sehingga lebih gampang dalam mengisi barang kedalamnya, dari pada meletakkan matras di luar samping, atas atau bawah carrier yang tak berfungsi dan cenderung menyulitkan perjalanan dikala harus melewati semak-semak yang rapat.
Cara Packing Carier untuk Mendaki Gunung
Foto By Gambar Dokumenter


Susun Barang Sesuai Kebutuhan


Tahap terakhir yakni memasukkan semua barang kedalam carrier, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun barang yang akan dimasukan ke dalam carrier antara lain :

1. Utamakan penempatan barang berasarkan prioritas kebutuhan, yaitu barang yang paling sering digunakan di posisi paling atas, kemudian tengah dan yang paling jarang digunakan di paling bawah.

Untuk barang yang berat dimanapun posisinya usahakan ditempatkan terdekat dengan punggung atau melempel dengan punggung gres diikuti barang lebih ringan disisi menjauhi punggung.

2. Carrier harus seimbang, dikala mengisi barang usahakan carrier harus tetap seimbang tujuannya biar anda tetap nyaman dikala membawa carrier. Tes keseimbangan carrier tidak sulit, cukup dengan menciptakan carrier bangun tanpa disandarkan bila miring ke satu arah sebaiknya atur ulang barang bawaan

Namun terkadang tetap tegak pun belum tentu seimbang coba pukul ringan carrier bila gampang sekali miring ke satu arah dapat jadi juga carrier belum seimbang.


Bawa Tas Kecil



Tas kecil sangat bermanfaat untuk meletakkan barang – barang berharga menyerupai ponsel, dompet, camera dan sebagainya. Selain itu tas ini juga sangat berguna dan memudahkan mengambil barang. Tas kecil ini juga sebagai tempat mengisi barang – barang yang penting saja menyerupai air, First aid dan sebagainya.

Demikian lah artikel cara mengemas barang sesuai dengan kebutuhan dalam mendaki gunung, juga cara tersebut dapat dipakai untuk berbagai perjalanan wisata lainnya.

Cara Berpakaian Yang Sempurna Dikala Mendaki Gunung dengan Metode Layering System


Gunung - Saat mendaki gunung banyak dari kita yang tidak terlalu memperdulikan problem berpakaian, terkesan asal padahal dikala ditanya, beberapa pendaki sudah paham betul ihwal cara berpakaian yang sempurna tetapi dalam prakteknya tetap saja asal enak.

Misalnya problem penggunaan celana jeans yang sangat tidak di anjurkan untuk mendaki, tetapi hingga hari ini tetap saja dikala mendaki gunung tertinggi atau gunung yang standar untuk di daki dan bertemu dengan teman pendaki lain yang menggunakan celana tersebut. Tak ada yang salah dengan hal tersebut selama perjalanan lancar-lancar saja dan nyaman buat pendaki.

Namun demikian setiap pendaki haruslah mengetahui cara berpakian yang benar. Walau nanti diaplikasikan berbeda bisa dimaklumi itu niscaya alasannya alasan penyesuaian saja. Cara Pakaian terbaik dikala mendaki gunung ialah yang menganut layering system, bagi yang belum tahu apa itu layering system simak pejelasan berikut.

Layering System


Layering system atau sytem pelapisan sangat membantu anda dalam hal mengatur keadaan badan terhadap cuaca dikala mendaki. Ada 3 lapis pakaian dalam system ini, yaitu :

- Base Layer (Lapisan pertama)
- Mid Layer (Lapisan kedua)
- Shell Layer (Lapisan ketiga)

Layering System mendaki Gunung
Base Layer; Polyester

Base Layer


Lapisan pertama ialah pakaian yang pribadi menyentuh kulit, fungsi dari lapisan pertama ini ialah untuk menyerap keringat sesudah menyerap kemudian menguapkannya ke udara atau ke lapisan berikutnya. Bahan yang punya sifat demikian bisa dari jenis sintetis atau wool, pola :

Bahan sintetis : polyester, polyamide, elastane, polypropylene, lycra
Bahan wool : smartwool, merino wool

Bahan – materi tersebut mempunyai sifat menyerupai yang telah diterangkan sebelumnya, jika diperhatikan tak ada materi katun disitu. Ini artinya materi katun tidak disarankan untuk dijadikan lapisan pertama, hal ini alasannya walaupun materi katun menyerap keringat tetapi tidak menguapkannya ke udara, semakin digunakan baju dari materi katun malah semakin berair dan lepek, kondisi ini bisa menigkatkan hipotermia. Maka untuk lapisan pertama sebaiknya berbahan sintetis atau wool, jika masih bingung, pakai saja baju jersey, umumnya baju jersey berbahan polyester.

Baca: Tips Bagi yang pertama kali Naik Gunung

Mid Layer; Polar

Mid Layer


Tips berpakaian yang benar mendaki gunung dengan cara Mid Layer Lapisan kedua atau tengah, ini berfungsi untuk menghangatkan tubuh, ‘jaket hangat’ sebagian orang menyebutnya, berbahan polar atau sejenisnya. Lapisan kedua ini hanya menghangatkan badan tetapi tidak bisa menahan angin, udara lembap apalagi air hujan.


Shell Layer


Lapisan ketiga atau lapisan terluar, lapisan ini harus mempunyai kemampuan menahan angin, udara lembab dan air hujan. Jenis terbaiknya ialah jaket waterproof, alasannya yang waterproof sudah niscaya windproof. Ini potongan terpenting untuk pertahanan, jika lapisan terluar ini tembus maka punahlah system layer.

Yang perlu diketahui ialah bukan alasannya system 3 lapis kemudian anda selalu menggunakan ketiganya sekaligus selama pendakian. Ini hanyalah salah satu cara untuk berpakaian yang benar, dalam aplikasinya sangat tergantung pada keadaan. Misalnya dikala mendaki sebaiknya hanya menggunakan lapisan pertama (base layer) semoga keringat gampang kering, tak perlu layer kedua apalagi hingga layer ketiga (jaket waterproof).

Setelah hingga di camp site bisa menambah layer kedua semoga tetap hangat dikala beraktifitas di campsite, jika cuaca mulai hujan barulah tambah layer ketiga. Tetapi sebaiknya, jika di campsite cukup hangat anda bisa melepas layer kedua dan beraktifitas hanya menggunakan base layer saja. Dengan memahami penggunaan system layer ini anda akan lebih gampang beradaptasi dengan perubahan cuaca yang terjadi dikala di gunung.

Nah, itulah tips cara berpakaian yang benar, namun untuk berpakaian dalam mendaki gunung tergantung dari pendaki bagaimana tingkat kenyamanan dan melihat geografis dan karakter gunung yang akan di jelajahi.

Pemandangan Eksotis dari Puncak Jaya Wijaya Papua


Puncak Jaya Wijaya Papua
Puncak Jaya Wijaya Foto : telertraveller.blogspot.co.id
Puncak Jaya Wijaya atau yang lebih dikenal dengan Piramida Carstensz, begitulah para pendaki dari seluruh dunia menyebutnya. Memiliki ketinggian 4.844 MDPL dan mempunyai salju abadi mengakibatkan Puncak Jaya Wijaya menjadi salah satu destinasi dan tantangan bagi para pendaki gunung seluruh dunia untuk mencoba menaklukannya.

Fakta uniknya Puncak Jaya Wijaya yang berada di Indonesia merupakan wilayah yang di lewati garis khatulistiwa, yang berarti mempunyai trend tropis dan tidak memungkinkan adanya salju. Tapi itulah salah satu keajaiban dan keatraktifan Puncak Jaya Wijaya, salah satu dari 7 gunung tertinggi di dunia.

Puncak Jaya Wijaya atau Piramida Carstensz terletak di Papua, Indonesia. Nama Cartenz sendiri diambil dari seorang penjelajah Belanda yang melihat fenomena aneh di sepanjang garis khatulistiwa yang mustahil terjadi, yaitu turunnya es alami. Jan Carstensz, pada tahun 1623, melihat gunung yang begitu unik di tempat tropis nusantara, gunung yang tertutup salju dan pribadi saja menamainnya dengan nama belakangnya.

Namun seiring berkembangnya jaman, banyak penjelajah yang menemukan gletser – gletser lain atau penuruan salju es di tempat tropis yang menciptakan anggapan bahwa tempat yang dilewati garis khatulistiwa tidak turun salju sanggup terbantahkan. Adapun lokasi turunnya salju abadi tersebut ialah di Glacier Meren dan Puncak Trikora yang terekspos antara tahun 1939, 1962 dan 1994 hingga tahun 2000.

Begitu mendengar 7 gunung tertinggi, para pendaki mana yang tidak tertantang untuk menaklukannya. Menjerit sekeras – kerasnya di puncak tertinggi, mencicipi kemenangan lantaran sudah berhasil menaklukan salah satu gunung tertinggi dengan usahannya sendiri.

Terlebih di Puncak Jaya Wijaya medannya sangat sulit, diharapkan teknik khusus untuk berhasil menaklukan gunung ini dan hanya pendaki – pendaki profesional saja yang diizinkan untuk mendaki Gunung Jaya Wijaya. Karena puncak tertinggi antara Himalaya dan Andes ini mempunyai tiga titik pendakian tersulit dari lima titik pendakian.
Puncak Jaya Wijaya Papua

Orang pertama yang menaklukan Puncak Jaya Wijaya ialah Heinrich Harrer, bersama tiga temannya Huizinga, Kippax dan Temple. Heinrich Harrer tetapkan untuk menaklukan Puncak Jaya Wijaya sehabis kembali dari tibet tahun 1950, beliau kembali dari tibet sehabis 12 tahun mengeskplorasi tempat tersebut dan berhasil menciptakan maha karya yaitu sebuah buku yang sangat populer berjudul “7 Tahun di Tibet”. Pada tahun 1962 Heinrich Harrer melaksanakan perjalanannya ke Papua, Indonesia dan berhasil untuk pertama kalinya menjadi penakluk Puncak Jaya Wijaya.

Persiapan sebelum mendaki Puncak Jaya Wijaya?


1. Budget

Mendaki Gunung yang menakjubkan satu ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Makara untuk anda yang berniat mendaki gunung ini maka disarankan dari kini untuk menabung uang supaya perjalanan anda kesini menjadi lancar. Rincian biaya mendaki ke Puncak Jaya Wijaya untuk turis mancanegara sekira USD 10 ribu hingga USD 11 ribu. Sementara itu, untuk wisatawan domestik biayanya mulai Rp 30 juta, tergantung dari paket yang anda minati.

2. Latihan Fisik dan Mental

Mendaki Gunung Jaya Wijaya bukanlah kasus mudah. Medan yang berat menciptakan badan seringkali ingin mengalah dengan sendirinya. Jika sudah begitu biasanya tanpa sadar kita akan terserah penyakit yang biasa diderita para pendaki, yaitu Hypothermia. Terlebih kalau anda sudah melewati ketinggian 4000 mdpl di Gunung Jaya Wijaya, badan akan sangat drop, lantaran dari situlah dimulai turunnya salju es yang menyelimuti Puncak Jaya Wijaya selama bertahun – tahun lamanya. 

Olehkarena itu kalau anda tertantang untuk menaklukan atau sekedar melihat keajaiban dari Gunung Jaya Wijaya maka cobalah untuk memulai latihan fisik dan mental atau kalau perlu menyewa trainer yang berpengalaman.

3. Surat Izin Mendaki (SIMAKSI)

Sulitnya perizinan untuk mendaki Puncak Jaya Wijaya ini kerap memunculkan ungkapan satir: ”lebih sulit mengurus izinnya daripada mendaki gunungnya”. Begitu banyak persyaratan dan surat izin yang harus dilampirkan menciptakan geram para pendaki, yang tidak jarang menciptakan para pendaki membatalkan niat mereka untuk mendaki Puncak Jaya Wijaya. Makara kalau anda yang ingin mendaki Puncak Jaya Wijaya harus bersabar dalam mengurus surat izinnya.

Alternatif lain kalau anda mempunya budget lebih dan tidak sabar untuk mengurus surat izin sendiri, yaitu dengan menyewa operator. Sehingga anda hanya tinggal menunggu dan biar semua izin diurus oleh operator, lantaran mereka sudah berpengalaman dan mempunyai banyak koneksi maka pengurusan surat izin ini menjadi gampang dan cepat.

Salah satu operator yang biasa menangani pendakian ke Gunung Jaya Wijaya ialah Adventure Indonesia, Indonesia Trekking dan Rakata Adventure. Paket yang ditawarkan cukup bermacam-macam dan biasanya mendapat kemudahan berupa tenda, makanan, porter, transportasi, pemandu, kemanan, serta bermalam di homestay sehabis pendakian.

4. Mempersiapkan Alat – Alat Mendaki Gunung Es

Alat – Alat mendaki menyerupai hidup seorang pendaki, kalau alatnya hilang atau tidak lengkap maka kemungkinan para pendaki untuk bertahan di alam yang keras menjadi tipis. Makara disarankan untuk mempersiapkan peralatan mendaki yang lengkap dan baik, supaya tidak terjadi kerusakan ketika mendaki.

Dan harus diperhatikan juga bahwa alat – alat mendaki gunung es berbeda dengan alat – alat mendaki gunung biasa, jadi cari tahu alat pendakian apa yang anggun dan cocok untuk pendakian gunung es dan persiapkan diri anda secara matang. Biasanya toko outdoor yang besar menyiapkan semua kebutuhan peralatan tersebut atau kalau anda tidak ingin repot, anda sanggup menyewa jasa operator untuk menyiapkan semua kebutuhan alat anda.

5. Jalur Pendakian

Memilih jalur pendakian ialah syarat utama keberhasilan seorang pendaki, lantaran tidak sanggup dipungkiri kalau berbeda jalur pendakian maka berbeda pula kesulitan yang akan ditempuh. Ada beberapa jalur pendakian menuju Puncak Jaya Wijaya, namun ketika ini jalur pendakian yang paling ideal dan sering dilewati para pendaki ialah melalui Sugapa kemudian Ugimba dan terakhir Puncak jaya Wijaya.

Selain menjadi jalur yang paling aman, jalur Sugapa juga menyimpan banyak panorama yang menarik untuk dilihat. Contohnya mirip Sungai Kemabu yang mempunyai wisata arung jeram, Sungai Nabu  dengan anutan terbalik ke arah Gunung Jaya Wijaya. Bahkan ada sungai yang mempunyai amis harum serta menjadi sumber garam di atas gunung. Ada pula jeram dan padang golf di Putigapa.


Transportasi menuju Puncak Jaya Wijaya


Biasanya para pendaki yang ingin mendaki Puncak Jaya Wijaya memakai jasa operator yang khusus melayani pendakian ke Puncak Jaya Wijaya. Karena perjalanan dengan operator atau pemandu profesional lebih kondusif dan sangat dianjurkan

Nabire ialah kota yang paling bersahabat dengan jalur pendakian, jadi biasanya para pendaki berkumpul dulu di Bali kemudian terbang ke Timika, Papua dan terakhir Nabire.

Jika anda dari Jakarta atau Denpasar, anda sanggup memakai maskapai Garuda Indonesia, Kartika, dan Merpati yang mempunyai penerbangan ke Papua. Biasanya, mereka transit di Makassar sebelum ke Sorong, Timika, atau Biak, dan hingga di Jayapura.

Ada juga maskapai Lion Air yang terbang ke Ambon kemudian Bali dan terakhir ke Timika

Dari Timika ada beberapa maskapai yang melayani perjalanan ke Nabire, yaitu Trigana Air, Susi Air, dan Avia Star.

Tips Memilih Jaket Untuk Mendaki Gunung

Gunung - Saat ini ada beberapa pilihan jaket yang sanggup anda temukan dipasaran yang dirancang sesuai dengan kebutuhan. Bagi anda yang menyukai kegiatan di alam bebas sangat disarankan untuk mempunyai atau menentukan jaket yang paling sesuai dengan kegiatana anda. Berdasarkan bahannya ada 3 jenis jaket yang perlu diketahui diantaranya yaitu :

Tips Memilih Jaket Untuk Mendaki Gunung
Jaket Warm up

WARM UP


Jaket jenis ini berfungsi untuk mempertahankan panas badan biar tidak banyak keluar, untuk jenis bahannya terbuat dari materi polar jadi biasa disebut juga jaket polar, jaket ini sangat cocok digunakan untuk pendakian pada demam isu kemarau.

Saat demam isu kemarau biasanya suhu udara lebih hambar daripada demam isu hujan hal ini alasannya yaitu pada demam isu kemarau jumlah air di daratan berkurang sehingga daya yang sanggup dipantulkan juga sedikit oleh risikonya pada demam isu kemarau biasanya menjadi lebih dingin. Bahan polar ini biasanya juga diaplikasikan di jenis jaket water proof untuk sirkulasi udara ketika demam isu hujan.

JAKET WARM UP

WINDPROOF

Jaket anti angin ini sangat cocok digunakan untuk acara traveling atau berkendara, tetapi hanya untuk demam isu kemarau saja, ciri jaket ini yaitu jikalau bahannya anda goresan terasa licin. Perbedaan jaket windproof dengan waterproof yaitu di seemsheeld atau perisai jahitan, biasanya pada jaket jenis windproof di jahitan sambungan materi atau resleting tidak terdapat seemsheeld.

JAKET WINDPROOF

WATERPROOF

Semakin tinggi sifat waterproof pada sebuah jaket semakin tinggi juga sifat windproofnya artinya jaket waterproof sudah niscaya bersifat windproof tetapi berbanding terbalik dengan sifat dalam melepas panas tubuh. Oleh alasannya yaitu itu pemilihan jaket waterproof dengan system breadhable (system keluar masuk udara) yang baik juga menjadi pertimbangan yang sangat penting. Untuk jaket jenis waterproof ketika ini banyak dibentuk memakai teknologi Gore-tex, yaitu sebuah teknologi materi yang anti air, kedap udara tetapi tetap sanggup mengalirkan panas jaket keluar.

Bahan goretex terbagi tiga yaitu :

Gore-tex Standar : Cocok untuk aktifitas sehari-hari menyerupai berkendara dan sanggup melindungimu dari air dan angin pada  demam isu hujan

Gore-tex Active : Sangat sesuai digunakan untuk aktifitas yang lebih ektrim menyerupai mendaki gunung, jenis ini disain bahannya lebih kuat dari gore-tex standar sehingga cocok digunakan untuk medaki di demam isu hujan.

Gore-tex Pro : Untuk pendakian dengan cuaca yang extreme menyerupai puncak cartenz jaket jenis ini yaitu yang paling sesuai, desainnya lebih kuat berkali-lipat sehingga lebih tahan air, angin dan lebih awet.

Cara Mencuci Jaket Waterproof Dengan Benar


Mencuci jaket berbahan gore-tex memerlukan perlakuan khusus mengingat kesalahan dalam mencuci sanggup besar lengan berkuasa terhadap daya tahannya terhadap air. Jaket jenis ini jangan dicuci memakai deterjen atau apapun yang mengadung soda sebaiknya memakai air saja. Kalau ada bab yang kotor sebaiknya bersihkan memakai sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut di bab yang kotor saja. Cukup demikian dan jangan berlebihan. Menjemurnya juga tidak perlu terkena matahari eksklusif ini alasannya yaitu sifatnya yang tidak menyerap air jadi cukup di angin-anginkan saja ditempat yang teduh. Jika sudah kering sebaiknya jangan dilipat tetapi digantung memakai hanger.

Jaket gak mesti dicuci tiap kali habis melaksanakan pendakian cukup bersihkan saja bab yang kotor, jangan terlalu rajin mencuci jaket. Kalau jaket rada amis itu masuk akal lagipula tiap jaket baunya berbeda khas amis pemiliknya, selama pemiliknya masih nyaman anggap saja amis jaket sebagai terapi yang membuat tidur gampang terlelap jadi gak perlu dicuci.

Perlengkapan Mendaki Gunung Yang Paling Prioritas

Perlengkapan Mendaki Gunung

Saat mendaki gunung ada beberapa peralatan yang harus dibawa, semua peralatan tersebut tentunya dipakai biar anda siap menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi sehingga pendakian dapat berjalan sesuai sasaran yang direncanakan. Gunung bukan daerah rekreasi tanpa persiapan yang matang gunung dapat membunuhmu, oleh alasannya itu persiapkan segala kebutuhan yang diperlukan. Mempersiapkan perlengkapan dikala mendaki gunung juga mengajarkan anda untuk komitmet terhadap keputusan yang anda buat.

Misalnya dikala masih dibawah sobat – sobat anda akan mendaki memakai sepatu gunung sementara anda cukup percaya diri hanya memakai sandal gunung. Oke kalau perjalanan kondusif lancar tanpa kendala, tetapi kalau terjadi hal-hal yang tidak dinginkan dengan kaki anda tentu ini sangat disayangkan dan yang paling apes yaitu teman-teman lain yang ikut terhambat dan harus mendengar semua keluhan anda cuma gara-gara keputusan anda menyepelekan memakai sepatu dikala masih dibawah.

Oleh alasannya itu jangan mengangap remeh perlengkapan dikala mendaki tetapi jangan pula berlebihan dalam membawa peralatan, utamakan peralatan yang memang benar-benar akan dipakai saja. Peralatan mendaki itu terbagi dua yaitu peralatan perorangan menyerupai pakayan, sleeping bag dll dan peralatan kelompok menyerupai tenda, peralatan masak dll. Berikut ini beberapa peralatan langsung paling preoritas berdasarkan penulis yang harus bawa dikala mendaki :


Perlengkapan prioritas Mendaki Gunung

Jaket atau Baju Hangat


Sangat terasa deritanya ketika diserang cuaca cuek di gunung baik dalam diperjalanan atau dikala beraktifitas di camp site. Jaket berdasarkan penulis menjadi preoritas paling utama. Sebaiknya gunakan jaket water proof atau tahan air, jaket water proof berbeda dengan jas hujan. Jaket berfungsi untuk menjaga suhu badan sehingga sangat mempunyai kegunaan untuk menimimalisir kemungkinan terjangkit hipotermia.

Sepatu


Setelah jaket penggunaan sepatu menjadi preoritas selanjutnya, sepatu tidak hanya mempunyai kegunaan sebagai pelindung tapak kaki dari medan terjal dikala mendaki, sepatu juga berfungsi untuk mengamankan kaki dari gigitan binatang kecil berbisa dalam perjalanan. Penggunaan sepatu yang sempurna sangat kuat pada lancarnya perjalanan. Medan tanjakan dan turunan terang sangat menyiksa kaki, oleh alasannya itu untuk mendaki sebaiknya jangan gunakan sepatu yang tidak nyaman dalam waktu yang usang alasannya medan yang berat dapat melukai kaki anda.

Sleeping Bag


Preoritas selanjutnya yaitu Sleeping bag atau kantung tidur yang perlu di bawa dikala mendaki. Pilih sleeping bag sesuai ukuran anda jangan terlalu besar ataupun sebaliknya. Saat tidur badan lebih simpel diserang suhu cuek alasannya badan tidak beraktifitas menyerupai biasa dan sleeping bag sangat efektif untuk menangkal hal tersebut. Sleeping bag juga kerap dipakai untuk mengatasi hipotermia pada pendaki.

Bagi penulis langsung hanya dengan 3 jenis perlengkapan diatas sudah cukup percaya diri dikala diajak mendaki dengan catatan; peralatan kelompok, logistic, atau peralatan lainnya sudah ditanggung beres oleh anggota yang lain. Namun demikian bergotong-royong ada 2 jenis peralatan lagi yang wajib dibawa walaupun sangat dihindari penggunaannya yaitu :

First Aid Kit


Bisa berupa kotak kecil atau tas kecil yang berisi obat-obatan langsung dan obat – obatan darurat untuk cedera umum yang mungkin terjadi dikala digunung. Obat – obatan langsung yaitu obat- obatan untuk penyakit yang sudah anda derita yang sewaktu-waktu dapat saja kambuh menyerupai contohnya anda menderita asam lambung atau asma maka obat – obatan untuk penyakit tersebut wajib dibawa. Kedua yaitu obat – obatan darurat (P3K) juga sangat penting menyerupai obat luka berdarah, antibiotic dan lain sebagainya.

Survival Kit


Dari pada first aid kit, penggunaan survival kit yaitu yang paling tidak diinginkan oleh para pendaki hal ini alasannya jikalau sudah dipakai berarti anda sudah tersesat atau kalaupun tidak anda niscaya sudah dalam keadaan darurat. Seperti yang sudah diterangkan diatas, walau dihindari penggunaannya tetapi kedua perlengkapan tersebut wajib dibawa dikala mendaki alasannya anda tak akan pernah tau situasi terburuk apa yang dapat saja menimpa anda dikala digunung.  

Sebenarnya kalau mau di urut ada berbagai peralatan mendaki contohnya untuk perlengkapan langsung mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki belum lagi logistic dan juga peralatan kelompok. Namun di artikel ini hanya membahas beberapa peralatan paling prioritas versi penulis saja. Untuk perlengkapan secara umum yang harus dibawa dikala mendaki akan dibahas di artikel yang lain.

Tugas Leader, Navigator Dan Sweeper Dalam Mendaki Gunung

Pendakian Gunung

Gunung - Salah satu kunci suksesnya sebuah pendakian yaitu menciptakan perencanaan yang matang, dengan demikian dibutuhkan team yang sudah tau apa yang harus dilakukan, bahkan untuk kondisi terburuk sekalipun. Dalam satu team pendaki penunjukan seorang untuk posisi leader, navigator dan sweeper sangat penting, berikut ini akan dijelaskan kiprah dan fungsi dari masing-masing posisi tersebut.


Definisi Leader dalam Pendakian Gunung


Leader yaitu orang yang bertanggung jawab pada suksesnya sebuah pendakian, pengambil keputusan, pemimpin dalam suatu kelompok pendakian, dan orang yang memastikan sebuah pendakiann berjalan dengan sukses. Suksesnya sebuah pendakian ukurannya bukan saja puncak tetapi yang lebih penting yaitu dapat membawa seluruh anggota team turun dengan selamat. Sebenarnya di setiap pendakian sudah niscaya ada leadernya walaupun sebelumnya tidak ditunjuk secara langsung, tetapi dalam perjalanannya niscaya ada satu orang yang sadar ataupun tidak sudah berperan dalam posisi tersebut.


Baca Juga:
Tips Bagi yang pertama kali mendaki gunung


Adapun kiprah seorang leader yaitu :


  1. Memberikan informasi wacana gunung yang akan didaki serta semua planning dan scenario yang akan dilakukan hingga suksesnya pendakian. Ia memberitahu apa boleh dan dilarang dilakukan ketika mendaki.
  2. Leader juga mempersiapkan peralatan dan melaksanakan investigasi terhadap barang yang akan dibawa, leader harus memberitahu peralatan apa saja yang harus dibawa jauh-jauh hari sebelum mendaki semoga persiapan peralatan benar-benar matang dan sesuai rencana.
  3. Leader juga harus dapat memastikan seluruh anggotanya dapat selamat hingga kembali kerumah masing-masing.

Tugas Navigator dalam Pendakian Gunung


Tugas utama dari navigator yaitu memastikan seluruh anggota team berjalan dijalur pendakian yang semestinya. Makara navigator yaitu penunjuk arah semoga team tidak tersesat. Navigator akan selalu berkoordinasi dengan leader sebagai pengambil keputusan, biasanya berjalan paling depan, navigator juga bertugas menyidik rute pendakian, Ia juga jadi penentu irama pendakian dapat cepat ataupun lambat. Oleh alasannya itu navigator selain dari team anggun juga dari kalangan masyarakat sekitar gunung yang sudah hapal mati dengan medan yang akan dilewati.



Tugas Sweeper dalam Pendakian Gunung


Kalau leader dan navigator biasa didepan atau bersama rombongan sebagai pembuka jalur maka sweeper yaitu penutupnya. Sweeper yaitu orang yang berjalan paling belakang dalam pendakian, tugasnya memastikan tidak ada barang atau pendaki yang tertinggal.


Walau terlihat santai dan menyenangkan tetapi posisi ini bahu-membahu menuntut fisik yang kuat, bukan itu saja seorang sweeper terkadang harus merangkap sebagai medis yang selalu sigap membantu, mengobati atau menjaga anggotanya di perjalanan.

Sedangkan untuk anggota lainnya yang hanya mengikuti pendakian disebut Follower, posisi follower dapat dimana saja tetapi harus didepan sweeper.


Nah itulah Tugas Leader, Navigator Dan Sweeper dalam sebuah tim pendakian, sehingga suatu pendakian akan mencapai tujuan yang diharapkan bersama.