Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Cara Mengenali Jejak Binatang Ketika Mendaki Gunung

Jejak Binatang

Bagi anda pendaki gunung dan hobi menjelajah gunung Skill Membaca jejak binatang dikala berada di alam bebas ialah sebuah keahlian yang mungkin tidak semua orang menguasainya padahal ada banyak sekali manfaat dari kemampuan tersebut.

Menguasai keahlian yang satu ini tidak sesulit yang dibayangkan, yang penting mau terus mengasah kemampuan terutama mengasah kepekaan terhadap tanda – tanda alam yang ada. Indra penglihatan, penciuman dan pendengaran ialah komponen utamanya.

Manfaat Dari Kemampuan Melacak Jejak Hewan


Beberapa manfaat dari kemampuan melacak jejak binatang antara lain :
  1. Mengetahui habitat tertentu di suatu area
  2. Membedakan mana jalur binatang dan mana jalur yang dilalui manusia.
  3. Menentukan jenis jebakan (trap) yang akan dipasang sesuai dengan jenis binatang yang terlacak.
  4. Mengantisipasi lebih dini resiko ancaman dari binatang tertentu dikala beraktifitas di alam bebas.
  5. Mencari sumber masakan terutama dalam keadaan survival.

Dalam melacak jejak binatang di alam bebas ada beberapa tahapan atau cara yang bisa anda lakukan menyerupai melihat jejak alami yang ditinggalkan. Dalam hal ini indra penglihatan punya peranan utama, pasang mata sebaik-bainya untuk melihat tanda – tanda yang ditinggalkan oleh hewan, perhatikan area sekeliling dengan teliti.


Baca juga:
Pendakian Gunung Pusuk Pahit, Samosir Sumatera Utara

Namun perlu di ingat jangan hanya fokus pada area yang terdekat saja menyerupai hanya beberapa meter dengan anda tetapi perhatikan juga area yang lebih luas hingga beberapa puluh meter. Jangan hingga dikala anda lagi sibuk dengan jejak ayam hutan yang anda temukan dari jarak 50 meter ada beruang lagi meneropong anda.


Cara Melacak Hewan Dari Jejak Alami Yang Ditinggalkan


Beberepa jejak alami yang ditinggalkan oleh binatang yang bisa anda gunakan untuk melacak keberadaan mereka menyerupai :


Jejak Kaki Hewan


Ini ialah jejak yang paling umum yang bisa anda temukan dikala melacak hewan. Namun sebelumnya anda harus menguasai dulu bentuk tapak kaki dari aneka macam hewan. Untuk lebih spesifik, pelajari bentuk tapak kaki khusus binatang yang hidup di hutan tropis, kemudian pelajari juga bentuk tapak binatang yang hanya hidup di ketinggian tertentu.

Bertanya pada warga sekitar sebelum masuk hutan atau mendaki gunung juga sangat membatu untuk mengetahui jenis binatang di hutan tersebut. Kalau susah mengingat anda bisa menggambar bentuk aneka macam tapak kaki beberapa jenis binatang di sepotong kertas dan selipkan didalam survival kit.

Kotoran Hewan


Selain jejak kaki, anda bisa juga melacak lewat kotoran yang ditinggalkan, dari jenis kotoran anda bisa menentukan jenis hewannya. Sekali lagi pasang mata anda baik – baik, bisa jadi tak menemukan jejak kaki anda justru menemukan kotorannya.

Untuk mengetahui binatang menurut kotorannya anda bisa mempelajarinya di buku, internet, bertanya pada senior, atau melihat sendiri di kebun binatang. Untuk beberapa binatang amis kotorannya bisa tercium oleh hidung hal ini tentu sangat membantu anda untuk menemukan binatang tersebut.

Jalur Lintasan Hewan


Ranting yang patah, rumput atau ilalang yang terinjak, daun yang rusak, kulit pohon terkelupas bisa juga menjadi indikasi adanya binatang diarea tersebut bisa alasannya ialah sudah dilewati, dimakan atau dicakar. Namun hal tersebut bisa juga terindikasi manusia. Berbagai tanda tersebut bisa anda temukan tidak hanya di hutan lebat namun bisa juga anda temukan di bersahabat sungai, rawa atau tempat berbatu. Selain itu melihat semak yang bergerak secara pribadi juga bisa menjadi tanda keberadaan hewan.

Suara Hewan


Pengamatan tidak hanya oleh indra penglihatan dan penciuman tetapi juga oleh indra pendengaran anda, pasang indera pendengaran anda dengan baik, dengarkan bunyi alam disekitar anda. Tentu sebelumnya anda sudah mempelajari jenis – jenis binatang menurut suaranya. Mungkin anda sudah sangat familiar dengan bunyi gajah, harimau atau babi tetapi untuk beberapa keperluan menyerupai survival, mempelajari dan mengenal bunyi binatang tertentu khusus untuk dikonsumsi akan lebih bermanfaat.

Demikianlah beberapa cara untuk melacak keberadaan binatang di alam liar. Menemukan jejak binatang lebih gampang pagi – pagi sekali atau sore menjelang malam, hal ini alasannya ialah binatang lebih aktif pada pagi atau malam hari.

Saat tanda – tanda jejak binatang sudah ditemukan, selain melanjutkan pengamatan, berfikir menyerupai hewan. Maksudnya berfikir disisi binatang menyerupai mengapa binatang tersebut kesitu dan sebagainya bisa sangat membantu untuk mengarahkan anda ke binatang tersebut.

Cara Menjernihkan Air Kotor Agar Layak Diminum Ketika Mendaki Gunung

Cara Menjernihkan Air Kotor Agar Layak Diminum

Dalam kondisi tertentu menyerupai kehabisan air ketika mendaki atau terjebak dalam situasi survival, skill menemukan dan menjernihkan air untuk layak dikonsumsi tersebut menjadi layak untuk di diminum sangatlah penting semoga anda bisa terus bertahan hidup.

Air merupakan salah satu sumber utama kehidupan, berdasarkan rules of threes dalam survival pun insan hanya bisa bertahan hidup 3 hari tanpa air. Oleh alasannya ialah itu ketika di hutan sebisa mungkin anda selalu membuat tenda / shelter yang bersahabat dengan sumber air. Namun terkadang kita tidak menemukan sumber air yang layak untuk di konsumsi walau secara kasat mata, sumber air tersebut terlihat jernih.

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menjernihkan air, baik itu memanfaatkan materi - materi alami ataupun peralatan khusus filter. Berikut ini beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk memfilter air sehingga layak untuk di konsumsi :

Menjernihkan Air Menggunakan Bahan Alami


Menjernihkan air dengan memanfaatkan materi - materi yang terdapat di alam, cara ini sangat mempunyai kegunaan terutama dalam situasi survival dimana mungkin anda kehilangan sebagian besar peralatan mendaki anda. Air kotor atau keruh bisa bersumber darimana pun menyerupai air yang mengendap di tanah atau air sungai pun terkadang bisa keruh kerutama ketika trend hujan.


Seperti pada gambar di atas, anda bisa membuat penyaring air dengan memanfaatkan sebuah botol air mineral, caranya cukup sederhana yaitu dengan memotong botol menjadi dua bagian, ambil penggalan atas botol, lubangi tutup botolnya kemudian posisikan terbalik, penggalan paling dasar diberi lapisan kain jikalau tak ada bisa dengan ilalang terlebih dahulu barulah di isi dengan arang, kerikil, pasir kemudian isi dengan air keruh yang akan di saring.

Kalau tidak punya wadah air dalam hal ini botol air mineral anda bisa membuatnya sendiri dengan memanfaatkan kulit kayu yang dibentuk melingkar sedemikian rupa hingga berbentuk mangkok kemudian dilapisi dengan daun yang lebar ke dalamnya menyerupai daun talas, lubangi penggalan bawah daun talas tersebut sebagai tempat keluarnya air hasil penyaringan, kemudian barulah diberi arang, watu dan pasir.

Untuk mendapat arang juga sangat mudah, anda tinggal memanfaatkan arang dari kayu bakar yang anda buat. Jangan lupa arang di basuh dahulu hingga cukup higienis sebelum dijadikan sebagai penyaring. Air yang dihasilkan dari cara ini cukup jernih namun sebaiknya direbus lagi sebelum dikonsumsi.


Mungkin di tempat tertentu anda kesulitan menemukan pasir, anda bisa menggantinya dengan rumput atau ilalang. Air yang dihasilkan juga masih cukup jernih.

Menjernihkan Air Menggunakan Peralatan Khusus


Walaupun anda bisa memanfaatkan materi - materi yang tersedia di alam untuk memfilter air, tetap saja memakai peralatan khusus yang telah anda persiapkan ialah pilihan terbaik, apalagi ketika ini banyak peralatan outdoor yang di produksi sudah sangat mudah dan tidak banyak memakan tempat. Dari beberapa peralatan yang tersedia, disini penulis akan membahas dua peralatan saja, pertama yang paling terkenal dan kedua yang paling sederhana yang niscaya selalu anda bawa ketika melaksanakan acara di alam bebas.

Life Straw


Ini ialah peralatan yang paling terkenal dan paling mudah yang harus anda miliki ketika beraktifitas di alam bebas, alat yang satu ini punya banyak kelebihan dan sangat terkenal di kalangan pendaki eropa dan amerika. Peralatan memfilter air produksi denmark ini sangat efektif membuat air mentah menjadi layak untuk di minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu.


Beberapa kelebihan yang membuat alat ini layak untuk anda miliki ialah ;
  • Tersedia dalam banyak sekali ukuran, ukuran yang kecil hanya sepanjang 22 cm.
  • Dalam proses sterilisasinya tidak mengandung materi kimia dan tidak membutuhkan tenaga listrik.
  • Hasil airnya sangat jernih, tidak berbau dan bisa eksklusif di minum bahkan dari sumber yang keruh dan kotor sekalipun
  • Harganya relatif murah.

Dari beberapa kelebihan di atas sudah selayaknya alat tersebut menjadi peralatan wajib yang harus anda sediakan ketika melaksanakan acara di alam bebas.

Tablet Penjernih Air



Cara selanjutnya anda bisa memakai tablet penjernih air, teblet ini bisa anda dapatkan di toko perlengkapan outdoor, tablet paling umum yang dipakai oleh para petualang untuk menjernihkan air ialah tablet iodine dan tablet klorin, anda bisa mendapat hasil yang sama memakai kedua jenis tablet tersebut. Kekurangan dari penggunaan tablet ini ialah akan menimbulkan rasa air yang tidak yummy (pahit) tetapi soal membunuh kuman tablet ini tidak perlu diragukan. Karena bentuknya kecil, tablet yang satu ini sering dimasukkan dalam list survival kit oleh para petualang.


Sebaiknya air kotor di saring terlebih dahulu untuk memisakhan kotoran yang mengambang di air kemudian masukan tablet tersebut. Campur tablet dan air hingga larut dan tunggu selama 30 menit sebelum di minum, lantaran tablet akan efektif membunuh kuman dalam waktu 30 menit. Tablet ini kurang efektif di air yang sangat dingin, jadi sambil menunggu larutan bekerja anda bisa letakkan dibawah sinar matahari langsung. Ikuti petunjuk penggunaan yang tertera di botol tablet serta perhatikan tanggal kadaluarsanya.

Slayer



Jika anda punya banyak waktu untuk memfilter air, maka anda bisa memakai slayer, buff atau sejenisnya. caranya cukup sederhana, yang anda butuhkan hanya wadah untuk menampung air yang masih keruh dan satu wadah lagi untuk menampung hasil air jenihnya serta sebuah slayer.

Cara ini memanfaatkan sifat dasar air yaitu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Anda bisa memasak air tersebut jikalau ingin hasil yang lebih steril.

Demikianlah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menyaring air guna mendapat air jernih yang layak untuk di konsumsi.

Pedoman dalam Menguasai Teknik Dasar Navigasi Darat Bagi Pendaki Gunung


Teknik Navigasi Darat yakni salah satu keahlian yang harus dikuasai oleh seorang pendaki gunung atau pegiat alam bebas pada umumnya itu kalau anda tak ingin hanya disebut sebagai follower saja dalam sebuah tim pendakian.

Sebenarnya ada banyak keahlian yang harus anda kuasai dalam mendaki gunung atau melaksanakan aktifitas di alam bebas menyerupai keahlian survival, managemen pendakian, logistik, komuniasi, navigasi dan lain sebagainya. Di postingan kali ini penulis akan membahas wacana salah satu keahlian tersebut yaitu navigasi darat.


A. Maksud dan Tujuan Navigasi Darat


Navigasi darat yakni ilmu yang mempelajari wacana kemampuan memilih posisi dan arah perjalanan. Makara dalam sebuah pendakian teknik navigasi sudah mulai diterapkan mulai dari memilih titik awal perjalanan, titik final atau tujuan perjalanan dan arah perjalanan itu sendiri. Navigasi darat juga sangat mempunyai kegunaan untuk acara SAR atau keperluan olahraga menyerupai orientaring. Oleh alasannya yakni itu keberadaan seorang pendaki dengan keahlian navigasi punya peranan yang sangat krusial dalam tim.


B. Peralatan Dalam Navigasi Darat


Secara lebih sederhana teknik navigasi darat hanya membahas dua perkara utama yaitu menentukan posisi dan menentukan arah, memilih posisi memakai peta dan arah memakai kompas. Oleh kerena itu menguasai kedua peralatan tersebut yakni hal utama sebelum mempelajari lebih dalam wacana navigasi darat. Selain kedua peralatan tersebut diharapkan juga beberapa peralatan pendukung lainnya untuk mempermudah proses bernavigasi seperti:
  • busur derajat
  • kurva meter
  • protaktor (rumer)
  • penggaris
  • pensil
  • penghapus
  • altimeter
  • GPS

1. Peta

Dari beberapa jenis peta yang ada, khusus untuk kebutuhan navigasi darat peta yang digunakan yakni jenis peta topografi atau peta kontur yaitu peta yang menggambarkan bentuk bumi menjadi garis – garis kontur, dengan setiap garis kontur mewakili satu ketinggian. Ada dua jenis peta topografi yang sering digunakan untuk navigasi yaitu :
  • AMS (Army Map Service)
  • Map of the Earth Digital Indonesia (diterbitkan oleh BIG)

Peta yang diterbitkan oleh BIG (Body Geospatial Information) punya info yang lebih detail dan lebih umum digunakan untuk bernavigasi. Adapun ciri – ciri peta topografi tersebut yakni :


Peta Topografi Sumber : buletinbw.blogspot.co.id/

Peta terdiri dari bagian bingkai peta dan bab isi peta kedua bab tersebut berisi info yang saling berafiliasi wacana peta tersebut.


Pada Bagian Bingkai Peta Terdapat :

1. Judul Peta

Menunjukan lokasi yang ditunjukan oleh peta, biasanya untuk peta keluaran BIG ada dibagian kanan dan peta AMS ada dibagian atas.

2. Nomor Peta

Terdapat di bab kanan atas peta, fungsinya yakni sebagai nomor pendaftaran dari tubuh pembuat peta dan juga sebagai petunjuk bila anda memerlukan peta kawasan lain yang anda butuhkan. Biasanya dibagian bawah terdapat juga nomor – nomor peta yang ada disekeliling peta tersebut.

3. Skala Peta

Pada peta topografi terdapat dua macam penulisan skala yaitu skala angka dan skala garis. Skala peta sendiri yakni perbandingan jarak pada peta dan jarak bekerjsama dilapangan.

4. Skala Angka



1 : 1.500.000 artinya setiap 1 cm jarak di peta sama dengan 1.500.000 cm jarak sebenarnya.

5. Skala Garis  


Skala garis diatas pertanda bahwa setiap 1 cm sama dengan 15 km jarak yang sebenarnya, jadi jarak pada peta 2 cm berarti jarak bekerjsama dari titik A ke titik B yakni 30 km.

6. Legenda Peta


Legenda peta merupakan symbol – symbol yang digunakan dalam peta yaitu :

- Merah merupakan symbol untuk jalan
- Biru symbol untuk air bisa sungai atau danau
- Hitam symbol untuk bangunan dan
- Hijau symbol untuk hutan atau belantara

7. Tahun Pembuatan Peta

Menunjukan tahun pembuatan peta, semakin gres tahun pembuatan peta semakin uptodate data yang terdapat dalam peta tersebut terutama untuk medan yang sudah mengalami perubahan menyerupai terkena peristiwa tanah longsor atau gunung api yang gres meletus. 


8. Arah Utara Peta



Terdapat di bab bawah peta biasanya terdiri dari tiga garis arah utara yaitu :

- Garis utara bekerjsama (US) yaitu utara bumi.
- Garis utara grid (UG) yaitu utara garis – garis di peta.
- Garis utara magnetic (UM) yaitu utara yang ditunjukan oleh jarum kompas.

Pada Bagian Isi Peta Terdapat :


Garis Kontur

Garis kontur merupakan garis hayal untuk pertanda ketinggian yang sama dalam satu tempat. Garis kontur mempunyai beberapa sifat yaitu :
  • Merupakan petunjuk ketinggian tertentu, pada peta biasanya tercantum nilai ketinggiannya.
  • Daerah landai mempunyai jarak garis yang lebih lebar sementara kawasan curam mempunyai garis yang lebih rapat.
  • Beda ketinggian antara dua garis kontur yakni tetap walaupun kerapatannya berubah – ubah.
  • Punggungan gunung dipeta ditunjukan sebagai rangkaian kontur berbentuk’U’ melengkung menjauhi puncak dan lembah berujung tajam dan menjorok ke puncak ditunjukan sebagai rangkaian kontur berbentuk ‘V’.
  • Garis kontur tak pernah saling berpotongan
Koordinat Peta

Koordinat peta yakni kedudukan suatu titik pada peta yang ditentukan dengan memakai system sumbu yaitu garis yang berpotongan tegak lurus. Ada dua system koordinat yaitu :
  • Koordinat geografis, sumbu yang digunakan yakni garis bujur dan garis lintang yang sejajar dengan katulistiwa yang dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik, contohnya 03º 22' LS 114º 40' BT
  • Koordinat Grid (UTM), yaitu suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Garis vertical diberi nomor urut dari selatan ke utara dan garis horizontal diberi nomor dari barat ke timur. Sisi koordinat mengenai penomoran 4,6, dan 8 dimana penomoran 4 angka digunakan untuk kawasan yang lebih luas sementara penomoran 8 anggka untuk kawasan yang lebih sempit.

2. Kompas


Kompas yakni alat utama dalam navigasi selain peta yang berfungsi sebagai penunjuk arah, sebelum mempelajari navigasi terlebih dahulu anda harus khatam soal kompas. Tetapi perlu di ingat arah utara yang ditunjukan oleh kompas yakni arah utara magnetic jadi bukan arah utara sebenarnya. 

Dari beberapa jenis kompas yang paling sering digunakan untuk navigasi yakni :


Kompas Bidik



Kompas bidik berfungsi untuk membidik besar derajat pada sebuah medan atau bentang alam bekerjsama untuk di proyeksikan dipeta. Kelebihan kompas ini yakni besar sudut bidikan bisa eksklusif terbaca melalui prisma dan sanggup eksklusif diketahui azimuth dan back azimunthnya.

Bagian - Bagian Dari Kompas Bidik


Keterangan :
  • Dial yaitu permukaan tempat angka dan huruf. Pada dial terdapat satuan derajat mulai dari 0°  360° dan huruf: N (north ), E (east) W, (west), S (south).
  • Tutup dial dengan dua garis bersudut 45° bab ini sanggup di putar.
  • Visir yaitu lubang dengan kawat halus pembidik sasaran.
  • Kaca pembesar yaitu untuk melihat derajat kompas.
  • Jarum penunjuk yaitu jarum yang selalu menunjuk utara magnet
  • Alat penggantung yaitu tempat ibu jari untuk menopang kompas ketika membidik.

Cara Menggunakan Kompas Bidik

  • Buka kompas dan tutupnya tegak lurus ke atas.
  • Tutupkan prisma di atas beling kompas.
  • Tarik cincin ibu jari jauh ke bawah.
  • Masukkan ibu jari dalam cincin dan letakkan jari telunjuk menekan kotak kompas.
  • Bawalah prisma ke depan mata.
  • Arahkan kompas pada medan yang dicari, sudut kompasnya dengan melihat celah melalui bidikan pada prisma, garis rambut berada pada satu garis dengan sasaran bidik.
  • Baca melalui prisma nilai skala mendatar yang ditunjukkan plot yang ada dalam kompas (ini merupakan sudut kompas).

Kompas Orientering


Kompas orienteering yakni kompas yang digunakan dalam orientasi atau perhitungan dan pembacaan peta secara langsung. Kompas ini mempunyai wadah transparan yang memudahkan membaca peta yang diletakkan dibawahnya.

Bagian - Bagian Kompas Orientering


Setelah mengetahui teori dasar wacana peta dan kompas maka pembahasan selanjutnya yakni navigasi darat memakai kedua peralatan tersebut, adapun keahlian dasar umum yang harus dikuasi yakni sebagai berikut :

C. Navigasi Darat


Orientasi Peta Dengan Bantuan Kompas

Orientasi peta yakni cara mengarahkan peta pada posisi yang benar yaitu memperlihatkan arah utara, sehingga sanggup memperlihatkan citra yang terang antara keadaan di peta dengan medan sebenarnya.

Langkah-langkah yang harus dilakukan yakni :
  1. Buka lembaran peta dan letakkan peta pada tempat yang datar
  2. Letakkan kompas orientering di atas peta tersebut dan sejajarkan arah utara kompas dengan utara peta
  3. pelajari dan amati keadaan medan dengan citra di peta secara seksama. Cari gejala medan yang paling menonjol di sekeliling dan temukan gejala tersebut di dalam peta. Lakukan untuk beberapa tanda medan. Ingat gejala medan itu, baik itu bentuknya dan tempatnya di medan bekerjsama maupun di peta.

Orientasi peta harus dilakukan sebelum perjalanan dimulai, tujuannya semoga kalau terjadi perubahan pada gejala medan, kita sanggup segera mengetahuinya. Perubahan tanda – tanda medan bisa saja terjadi contohnya lantaran peristiwa alam.


Azimuth

Azimuth atau sudut kompas yakni sudut yang terbentuk lantaran penyimpangan dari arah utara peta, besarnya azimuth dinyatakan dengan derajat (°) dan sudut dihitung sesuai arah jarum jam. 

Back Azimuth

Back Azimuth yakni sudut balik dari satu arah, back azimuth bertujuan untuk melaksanakan pengecekan apakah perjalanan yang dilakukan berada dalam satu garis lurus atau tidak. Dimana nilai sudutnya diperoleh kalau :
  • Arah kurang dari 180° maka back azimuthnya yakni (arah + 180° = back azimuth)
  • Arah lebih dari 180° maka back azimuthnya yakni (arah - 180° = back azimuth)

Adapun fungsi mengetahui azimuth dan back azimuth ini yakni untuk memudahkan anda melaksanakan ploting peta atau penarikan garis lurus di peta menurut sudut bidikan. Selain itu digunakan juga dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus - man to man).

Prinsipnya yakni menciptakan lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.

Langkah-langkahnya yakni sebagai berikut:
  1. Plot titik awal dan titik final perjalanan di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Lalu hitung juga sudut dari titik final ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.
  2. Lihat tanda alam pada titik awal perjalanan dan perhatikan tanda alam lain pada lintasan yang dilalui.
  3. Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan anda, kemudian tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.
  4. Pergi ke tanda alam di ujung lintasan dan bidik lagi ke titik pertama tadi, hal ini untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).
  5. Sering juga tidak ada tanda alam yang bisa dijadikan sasarn. Dalam hal ini sanggup dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.


Resection

Resection yakni memilih posisi kita pada peta dengan memakai dua atau lebih tanda alam.
Langkah-langkah dalam melaksanakan resection yakni :
  1. Lakukan orientasi medan.
  2. Temukan tanda alam yang gampang terlihat dan temukan di peta, minimal dua tanda alam.
  3. Bidik gejala alam tersebut dan ingat pada waktu membidik posisi anda dihentikan berubah.
  4. Lalu pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta, dan hitung sudut pelurusnya dari tanda alam tersebut.Titik perpotongan garis yang ditarik dari sudut pelurus tersebut yakni posisi kita.


Intersection

Kalau resection memilih posisi anda dipeta maka Intersection yakni memilih posisi benda lain di peta dengan memakai dua atau lebih tanda alam. Sebelum melaksanakan intersection sebaiknya anda melaksanakan resection terlebih dahulu lantaran untuk melaksanakan intersection anda lebih dahulu harus yakin dengan posisi anda di peta. 

Langkah-langkah dalam melaksanakan intersection antara lain :
  1. Lakukan orientasi medan kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan resection.
  2. Bidik obyek yang ingin anda masukkan ke peta.
  3. Pindahkan sudut bidikan yang di sanggup ke peta.
  4. Lalu bergerak ke posisi lain dan lakukan resection, kemudian lakukan langkah b dan c.
  5. Titik perpotongan garis dari dua sudut yang didapat yakni posisi obyek yang dimaksud.

Sebenarnya ada banyak lagi materi yang harus dipahami dan dikuasai dalam mempelajari teknik navigasi darat ini, belum lagi perkara dilapangan yang sering sekali tidak sesuai dengan yang diharapkan. Navigasi bukan ilmu teoritis tetapi yakni ilmu yang sangat aplikatif jadi terus berguru dengan yang sudah mahir dan berpengalaman akan sangat membantu anda untuk cepat menguasai keahlian yang satu ini. 

Sumber : 
http://scdc.binus.ac.id/swanarapala/
http://pramukaria.blogspot.co.id/
https://buletinbw.blogspot.co.id/
https://wanabuana.wordpress.com/
http://organisasipecintaalambumi.blogspot.co.id/
https://rebanas.com/

Cara Packing Barang di Carrier Menurut Kebutuhan Ketika Mendaki Gunung

Packing Tas Untuk Perjalanan Wisata

Gunung - Ada aturan yang menjadi standar dikala akan packing barang ke dalam carrier, rule tersebut tentunya dibentuk untuk memudahkan anda dalam mengambil peralatan tersebut dikala dibutuhkan. Bahkan dikalangan pendaki, packing yakni seni. Dimana setiap pendaki mempunyai caranya sendiri biar semua perlengkapan gampang untuk dimuat dan dibongkar dengan tetap tidak meninggalkan rule yang benar dikala packing.

Packing perlengkapan mendaki dengan benar mempunyai beberapa tujuan antara lain :

  • Barang bawaan terlindungi dengan aman, menyerupai tidak berair dikala terkena air
  • Mudah diambil dikala dibutuhkan
  • Carrier tetap nyaman di punggung dikala dipakai


Untuk tujuan tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dikala packing perlengkapan mendaki, antara lain :



Buat List Perlengkapan


Setiap ingin mendaki niscaya banyak barang yang akan dibawa oleh alasannya yakni itu buat list perlengkapan, mulai dari perlengkapan pribadi, kelompok dan juga logistik selama pendakian. Hal ini untuk memastikan barang apa saja yang dibawa dan masuk ke dalam carrier ataupun untuk mengetahui kalau ada barang yang tidak jadi dibawa.


Sesuaikan Dengan Kapasitas Carrier


Perhatikan kapasitas carrier alasannya yakni anda mustahil membawa banyak perlengkapan bila kapasitas carrier kecil. Sesuaikan barang bawaan anda dengan kapasitas carrier, bawa hanya barang – barang terpenting saja sesuai skala preoritas.

Beri Perlindungan Barang Agar Tahan Air


Setelah barang terkumpul sesuai list, selanjutnya beri pelindung anti air ke setiap item barang tadi, kalau tidak punya drybag dapat dibungkus dengan plastik kresek sesuai ukuran barang. Misalnya pakaian ganti di bungkus dalam 1 plastik kresek dan pastikan tidak bocor begitu juga dengan sleeping bag, logistik dan yang lainnya terutama barang yang dilarang basah.

Lapisi Bagian Dalam Carrier Dengan Plastik


Selanjutnya perlakuan untuk carrier sebelum dimasukan barang yakni terlebih dahulu melapisi carrier bab dalam dengan plastik besar menyerupai trashbag, pastikan plastik dilarang bocor. Tujuannya untuk menjaga carrier biar tidak berair dikala terkena rembesan air selama perjalanan. Bahkan di kondisi tertentu dapat tetap mengapung dikala menyeberang sungai.

Beri Matras Sebagai Frame Carrier


Setelah dilapisi plastik selanjutnya di isi matras kedalamnya dengan melingkar mengikuti besar bundar carrier. Tujuannya biar carrier lebih tegak dan kokoh sehingga lebih gampang dalam mengisi barang kedalamnya, dari pada meletakkan matras di luar samping, atas atau bawah carrier yang tak berfungsi dan cenderung menyulitkan perjalanan dikala harus melewati semak-semak yang rapat.
Cara Packing Carier untuk Mendaki Gunung
Foto By Gambar Dokumenter


Susun Barang Sesuai Kebutuhan


Tahap terakhir yakni memasukkan semua barang kedalam carrier, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun barang yang akan dimasukan ke dalam carrier antara lain :

1. Utamakan penempatan barang berasarkan prioritas kebutuhan, yaitu barang yang paling sering digunakan di posisi paling atas, kemudian tengah dan yang paling jarang digunakan di paling bawah.

Untuk barang yang berat dimanapun posisinya usahakan ditempatkan terdekat dengan punggung atau melempel dengan punggung gres diikuti barang lebih ringan disisi menjauhi punggung.

2. Carrier harus seimbang, dikala mengisi barang usahakan carrier harus tetap seimbang tujuannya biar anda tetap nyaman dikala membawa carrier. Tes keseimbangan carrier tidak sulit, cukup dengan menciptakan carrier bangun tanpa disandarkan bila miring ke satu arah sebaiknya atur ulang barang bawaan

Namun terkadang tetap tegak pun belum tentu seimbang coba pukul ringan carrier bila gampang sekali miring ke satu arah dapat jadi juga carrier belum seimbang.


Bawa Tas Kecil



Tas kecil sangat bermanfaat untuk meletakkan barang – barang berharga menyerupai ponsel, dompet, camera dan sebagainya. Selain itu tas ini juga sangat berguna dan memudahkan mengambil barang. Tas kecil ini juga sebagai tempat mengisi barang – barang yang penting saja menyerupai air, First aid dan sebagainya.

Demikian lah artikel cara mengemas barang sesuai dengan kebutuhan dalam mendaki gunung, juga cara tersebut dapat dipakai untuk berbagai perjalanan wisata lainnya.

Cara Berpakaian Yang Sempurna Dikala Mendaki Gunung dengan Metode Layering System

Gunung - Saat mendaki gunung banyak dari kita yang tidak terlalu memperdulikan problem berpakaian, terkesan asal padahal dikala ditanya, beberapa pendaki sudah paham betul ihwal cara berpakaian yang sempurna tetapi dalam prakteknya tetap saja asal enak.

Misalnya problem penggunaan celana jeans yang sangat tidak di anjurkan untuk mendaki, tetapi hingga hari ini tetap saja dikala mendaki gunung tertinggi atau gunung yang standar untuk di daki dan bertemu dengan teman pendaki lain yang menggunakan celana tersebut. Tak ada yang salah dengan hal tersebut selama perjalanan lancar-lancar saja dan nyaman buat pendaki.

Namun demikian setiap pendaki haruslah mengetahui cara berpakian yang benar. Walau nanti diaplikasikan berbeda bisa dimaklumi itu niscaya alasannya alasan penyesuaian saja. Cara Pakaian terbaik dikala mendaki gunung ialah yang menganut layering system, bagi yang belum tahu apa itu layering system simak pejelasan berikut.

Layering System


Layering system atau sytem pelapisan sangat membantu anda dalam hal mengatur keadaan badan terhadap cuaca dikala mendaki. Ada 3 lapis pakaian dalam system ini, yaitu :

- Base Layer (Lapisan pertama)
- Mid Layer (Lapisan kedua)
- Shell Layer (Lapisan ketiga)

Cara Berpakaian Yang Sempurna Dikala Mendaki Gunung
Layering system, Base Layer;Polyester 


Base Layer


Lapisan pertama ialah pakaian yang pribadi menyentuh kulit, fungsi dari lapisan pertama ini ialah untuk menyerap keringat sesudah menyerap kemudian menguapkannya ke udara atau ke lapisan berikutnya. Bahan yang punya sifat demikian bisa dari jenis sintetis atau wool, pola :
  • Bahan sintetis : polyester, polyamide, elastane, polypropylene, lycra
  • Bahan wool : smartwool, merino wool

Bahan – materi tersebut mempunyai sifat menyerupai yang telah diterangkan sebelumnya, jika diperhatikan tak ada materi katun disitu. Ini artinya materi katun tidak disarankan untuk dijadikan lapisan pertama, hal ini alasannya walaupun materi katun menyerap keringat tetapi tidak menguapkannya ke udara, semakin digunakan baju dari materi katun malah semakin berair dan lepek, kondisi ini bisa menigkatkan hipotermia. Maka untuk lapisan pertama sebaiknya berbahan sintetis atau wool, jika masih bingung, pakai saja baju jersey, umumnya baju jersey berbahan polyester.

Baca: Tips Bagi yang pertama kali Naik Gunung

Mid Layer; Polar

Mid Layer


Tips berpakaian yang benar mendaki gunung dengan cara Mid Layer Lapisan kedua atau tengah, ini berfungsi untuk menghangatkan tubuh, ‘jaket hangat’ sebagian orang menyebutnya, berbahan polar atau sejenisnya. Lapisan kedua ini hanya menghangatkan badan tetapi tidak bisa menahan angin, udara lembap apalagi air hujan.



Shell Layer


Lapisan ketiga atau lapisan terluar, lapisan ini harus mempunyai kemampuan menahan angin, udara lembab dan air hujan. Jenis terbaiknya ialah jaket waterproof, alasannya yang waterproof sudah niscaya windproof. Ini potongan terpenting untuk pertahanan, jika lapisan terluar ini tembus maka punahlah system layer.

Yang perlu diketahui ialah bukan alasannya system 3 lapis kemudian anda selalu menggunakan ketiganya sekaligus selama pendakian. Ini hanyalah salah satu cara untuk berpakaian yang benar, dalam aplikasinya sangat tergantung pada keadaan. Misalnya dikala mendaki sebaiknya hanya menggunakan lapisan pertama (base layer) semoga keringat gampang kering, tak perlu layer kedua apalagi hingga layer ketiga (jaket waterproof).

Setelah hingga di camp site bisa menambah layer kedua semoga tetap hangat dikala beraktifitas di campsite, jika cuaca mulai hujan barulah tambah layer ketiga. Tetapi sebaiknya, jika di campsite cukup hangat anda bisa melepas layer kedua dan beraktifitas hanya menggunakan base layer saja. Dengan memahami penggunaan system layer ini anda akan lebih gampang beradaptasi dengan perubahan cuaca yang terjadi dikala di gunung.

Nah, itulah tips cara berpakaian yang benar, namun untuk berpakaian dalam mendaki gunung tergantung dari pendaki bagaimana tingkat kenyamanan dan melihat geografis dan karakter gunung yang akan di jelajahi.

Pemandangan Eksotis dari Puncak Jaya Wijaya Papua


Puncak Jaya Wijaya Papua
Puncak Jaya Wijaya Foto : telertraveller.blogspot.co.id
Puncak Jaya Wijaya atau yang lebih dikenal dengan Piramida Carstensz, begitulah para pendaki dari seluruh dunia menyebutnya. Memiliki ketinggian 4.844 MDPL dan mempunyai salju abadi mengakibatkan Puncak Jaya Wijaya menjadi salah satu destinasi dan tantangan bagi para pendaki gunung seluruh dunia untuk mencoba menaklukannya.

Fakta uniknya Puncak Jaya Wijaya yang berada di Indonesia merupakan wilayah yang di lewati garis khatulistiwa, yang berarti mempunyai trend tropis dan tidak memungkinkan adanya salju. Tapi itulah salah satu keajaiban dan keatraktifan Puncak Jaya Wijaya, salah satu dari 7 gunung tertinggi di dunia.

Puncak Jaya Wijaya atau Piramida Carstensz terletak di Papua, Indonesia. Nama Cartenz sendiri diambil dari seorang penjelajah Belanda yang melihat fenomena aneh di sepanjang garis khatulistiwa yang mustahil terjadi, yaitu turunnya es alami. Jan Carstensz, pada tahun 1623, melihat gunung yang begitu unik di tempat tropis nusantara, gunung yang tertutup salju dan pribadi saja menamainnya dengan nama belakangnya.

Namun seiring berkembangnya jaman, banyak penjelajah yang menemukan gletser – gletser lain atau penuruan salju es di tempat tropis yang menciptakan anggapan bahwa tempat yang dilewati garis khatulistiwa tidak turun salju sanggup terbantahkan. Adapun lokasi turunnya salju abadi tersebut ialah di Glacier Meren dan Puncak Trikora yang terekspos antara tahun 1939, 1962 dan 1994 hingga tahun 2000.

Begitu mendengar 7 gunung tertinggi, para pendaki mana yang tidak tertantang untuk menaklukannya. Menjerit sekeras – kerasnya di puncak tertinggi, mencicipi kemenangan lantaran sudah berhasil menaklukan salah satu gunung tertinggi dengan usahannya sendiri.

Terlebih di Puncak Jaya Wijaya medannya sangat sulit, diharapkan teknik khusus untuk berhasil menaklukan gunung ini dan hanya pendaki – pendaki profesional saja yang diizinkan untuk mendaki Gunung Jaya Wijaya. Karena puncak tertinggi antara Himalaya dan Andes ini mempunyai tiga titik pendakian tersulit dari lima titik pendakian.
Puncak Jaya Wijaya Papua

Orang pertama yang menaklukan Puncak Jaya Wijaya ialah Heinrich Harrer, bersama tiga temannya Huizinga, Kippax dan Temple. Heinrich Harrer tetapkan untuk menaklukan Puncak Jaya Wijaya sehabis kembali dari tibet tahun 1950, beliau kembali dari tibet sehabis 12 tahun mengeskplorasi tempat tersebut dan berhasil menciptakan maha karya yaitu sebuah buku yang sangat populer berjudul “7 Tahun di Tibet”. Pada tahun 1962 Heinrich Harrer melaksanakan perjalanannya ke Papua, Indonesia dan berhasil untuk pertama kalinya menjadi penakluk Puncak Jaya Wijaya.

Persiapan sebelum mendaki Puncak Jaya Wijaya?


1. Budget

Mendaki Gunung yang menakjubkan satu ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Makara untuk anda yang berniat mendaki gunung ini maka disarankan dari kini untuk menabung uang supaya perjalanan anda kesini menjadi lancar. Rincian biaya mendaki ke Puncak Jaya Wijaya untuk turis mancanegara sekira USD 10 ribu hingga USD 11 ribu. Sementara itu, untuk wisatawan domestik biayanya mulai Rp 30 juta, tergantung dari paket yang anda minati.

2. Latihan Fisik dan Mental

Mendaki Gunung Jaya Wijaya bukanlah kasus mudah. Medan yang berat menciptakan badan seringkali ingin mengalah dengan sendirinya. Jika sudah begitu biasanya tanpa sadar kita akan terserah penyakit yang biasa diderita para pendaki, yaitu Hypothermia. Terlebih kalau anda sudah melewati ketinggian 4000 mdpl di Gunung Jaya Wijaya, badan akan sangat drop, lantaran dari situlah dimulai turunnya salju es yang menyelimuti Puncak Jaya Wijaya selama bertahun – tahun lamanya. 

Olehkarena itu kalau anda tertantang untuk menaklukan atau sekedar melihat keajaiban dari Gunung Jaya Wijaya maka cobalah untuk memulai latihan fisik dan mental atau kalau perlu menyewa trainer yang berpengalaman.

3. Surat Izin Mendaki (SIMAKSI)

Sulitnya perizinan untuk mendaki Puncak Jaya Wijaya ini kerap memunculkan ungkapan satir: ”lebih sulit mengurus izinnya daripada mendaki gunungnya”. Begitu banyak persyaratan dan surat izin yang harus dilampirkan menciptakan geram para pendaki, yang tidak jarang menciptakan para pendaki membatalkan niat mereka untuk mendaki Puncak Jaya Wijaya. Makara kalau anda yang ingin mendaki Puncak Jaya Wijaya harus bersabar dalam mengurus surat izinnya.

Alternatif lain kalau anda mempunya budget lebih dan tidak sabar untuk mengurus surat izin sendiri, yaitu dengan menyewa operator. Sehingga anda hanya tinggal menunggu dan biar semua izin diurus oleh operator, lantaran mereka sudah berpengalaman dan mempunyai banyak koneksi maka pengurusan surat izin ini menjadi gampang dan cepat.

Salah satu operator yang biasa menangani pendakian ke Gunung Jaya Wijaya ialah Adventure Indonesia, Indonesia Trekking dan Rakata Adventure. Paket yang ditawarkan cukup bermacam-macam dan biasanya mendapat kemudahan berupa tenda, makanan, porter, transportasi, pemandu, kemanan, serta bermalam di homestay sehabis pendakian.

4. Mempersiapkan Alat – Alat Mendaki Gunung Es

Alat – Alat mendaki menyerupai hidup seorang pendaki, kalau alatnya hilang atau tidak lengkap maka kemungkinan para pendaki untuk bertahan di alam yang keras menjadi tipis. Makara disarankan untuk mempersiapkan peralatan mendaki yang lengkap dan baik, supaya tidak terjadi kerusakan ketika mendaki.

Dan harus diperhatikan juga bahwa alat – alat mendaki gunung es berbeda dengan alat – alat mendaki gunung biasa, jadi cari tahu alat pendakian apa yang anggun dan cocok untuk pendakian gunung es dan persiapkan diri anda secara matang. Biasanya toko outdoor yang besar menyiapkan semua kebutuhan peralatan tersebut atau kalau anda tidak ingin repot, anda sanggup menyewa jasa operator untuk menyiapkan semua kebutuhan alat anda.

5. Jalur Pendakian

Memilih jalur pendakian ialah syarat utama keberhasilan seorang pendaki, lantaran tidak sanggup dipungkiri kalau berbeda jalur pendakian maka berbeda pula kesulitan yang akan ditempuh. Ada beberapa jalur pendakian menuju Puncak Jaya Wijaya, namun ketika ini jalur pendakian yang paling ideal dan sering dilewati para pendaki ialah melalui Sugapa kemudian Ugimba dan terakhir Puncak jaya Wijaya.

Selain menjadi jalur yang paling aman, jalur Sugapa juga menyimpan banyak panorama yang menarik untuk dilihat. Contohnya mirip Sungai Kemabu yang mempunyai wisata arung jeram, Sungai Nabu  dengan anutan terbalik ke arah Gunung Jaya Wijaya. Bahkan ada sungai yang mempunyai amis harum serta menjadi sumber garam di atas gunung. Ada pula jeram dan padang golf di Putigapa.


Transportasi menuju Puncak Jaya Wijaya


Biasanya para pendaki yang ingin mendaki Puncak Jaya Wijaya memakai jasa operator yang khusus melayani pendakian ke Puncak Jaya Wijaya. Karena perjalanan dengan operator atau pemandu profesional lebih kondusif dan sangat dianjurkan

Nabire ialah kota yang paling bersahabat dengan jalur pendakian, jadi biasanya para pendaki berkumpul dulu di Bali kemudian terbang ke Timika, Papua dan terakhir Nabire.

Jika anda dari Jakarta atau Denpasar, anda sanggup memakai maskapai Garuda Indonesia, Kartika, dan Merpati yang mempunyai penerbangan ke Papua. Biasanya, mereka transit di Makassar sebelum ke Sorong, Timika, atau Biak, dan hingga di Jayapura.

Ada juga maskapai Lion Air yang terbang ke Ambon kemudian Bali dan terakhir ke Timika

Dari Timika ada beberapa maskapai yang melayani perjalanan ke Nabire, yaitu Trigana Air, Susi Air, dan Avia Star.