Tampilkan postingan dengan label Kuliner Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner Aceh. Tampilkan semua postingan

10 Kuliner Banda Aceh Dan Sekitarnya Selain Mie Aceh Yang Harus Anda Coba

Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya memang sangat menggoyang lidah penikmat masakan. Semangat silaturahmi dan kebersamaan di kalangan masyarakat Aceh mengakibatkan budaya makan di provinsi ini semarak, dan tentu menginspirasi masakan yang dihasilkan. Umumnya, acara masak-memasak di Aceh diadakan gotong royong dengan banyak orang. Menarik, kan?

Pengaruh moral Melayu, Asia Selatan, dan Timur Tengah juga menciptakan masakan Aceh cenderung berlemak dan beraroma kuat. Penasaran mirip apa masakan Banda Aceh dan sekitarnya? Cek rekomendasi masakan Banda Aceh dan Sekitarnya.


Kuah Beulangong


Kuah Beulangong. Foto: Instagram
Pada hari raya Lebaran yang lalu, Kuah Beulangong sanggup gampang ditemukan di banyak sekali tempat di Aceh. Maklum, masakan Banda Aceh sekitarnya ini memang kerap dipersiapkan untuk menyambut hari-hari besar keagamaan.

Foto : @fadly_batubara
Berdasarkan moral setempat, hidangan kari daging kambing atau sapi ini hanya boleh dimasak oleh laki-laki. Apalagi, proses memasaknya cukup rumit. Selain persiapan yang menghabiskan tenaga, Kuah Beulangong biasa disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati oleh orang satu kampung. Maklum, nama ‘beulangong’ sendiri berasal dari kata ‘belanga’, atau kuali besar.

Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya tidak kalah dari masakan Padang 10 Kuliner Banda Aceh dan Sekitarnya Selain Mie Aceh yang Harus Kamu Coba
Image credit: @mrzki_a
Untuk rasa, tak perlu diragukan lagi. Karena dimasak dalam waktu usang (sekitar 2-4 jam), daging kambing atau sapi menjadi sangat empuk. Plus, rempah-rempahnya meresap sempurna! Sedikit rasa pedas semakin melengkapi gurihnya Kuah Beulangong. Tripzilla tidak tanggung jawab kalau kau hingga kalap, ya!

Lokasi: Warung Nasi Kambing Lem Bakrie, Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 11.00 hingga 15.00

Harga: Mulai dari 35,000 IDR per porsi



Sate Matang



Image credit: @salman_atjeh
Jangan tertipu dengan penampilan Sate Matang yang tampak ‘mini’. Dibuat dari daging sapi atau kambing, sate ini dilumuri lemak sapi atau kambing lagi (sesuai materi dasarnya) sebelum dibakar. Lalu, sate disajikan dengan bumbu kacang dan kuah kaldu yang dibentuk dari tulang sapi atau kambing. Pasti menggugah selera!
Image credit: @medanfoodblog
Cabai rawit dicampur ke kuah kaldu atau bumbu kacang, sehingga kau bisa memesan sesuai keinginanmu. Di Bireuen, Aceh, kebanyakan warung Sate Matang buka 24 jam. Kamu sanggup menentukan untuk menikmati Sate Matang pada ketika sarapan, makan siang, atau makan malam.

Lokasi: Warung Sate Matang Yakin Rasa, Jl. Taman Sri Ratu Safiatuddin No.82, Bandar Baru, Kuta Alam, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 16.00 hingga 02.00

Harga: Mulai dari 35,000 IDR untuk satu porsi



Sie Reuboh



Image credit: @deni_friady
Secara harfiah, Sie Reuboh berarti daging rebus. Namun masakan Sie Reuboh ini mengacu pada daging sapi campur lemak dan tetelan, yang dimasak dengan rempah-rempah mirip cabe merah, bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, dan sebagainya. Yang menciptakan unik Sie Reuboh ialah penggunaan cuka Aceh. Masakan dengan taste asam-pedas ini pun menjadi harum.
Image credit: @agamcotgud
Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya ini memang memanfaatkan ‘cuka enau’, yang juga kerap disebut ‘cuka gampong’ atau ‘cuka ijuk’. Selain untuk menguatkan rasa, cuka yang banyak dijual di pasar tradisional ini bisa melunakkan daging dan mengawetkan masakan secara alami. Tak heran jikalau masyarakat Aceh rela berlama-lama memasak Sie Reuboh. Sekali masak, Sie Reuboh bisa tahan hingga berbulan-bulan!

Lokasi: Rumah Makan Delima Baru, Jalan Lintas Medan-Jalan Banda Aceh, Ingin Jaya, Aceh Besar

Jam Buka: Setiap hari, 10.00 hingga 16.00

Harga: Mulai dari 30,000 IDR per porsi



Martabak Telur



Image credit: @keuno.id
Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya ini memang sudah merambah ke banyak sekali kawasan di Indonesia. Tampak mirip telur dadar, martabak telur punya ‘kulit’ di dalam dan dilumuri telur kocok di luar. Kulit tersebut berbahan dasar sama mirip gabungan roti canai, sehingga martabak telur ini tidak lembek.
Image credit: @bungamiranti
Di samping acar bawang, martabak telur juga sering dihidangkan dengan kari kambing atau ayam sebagai pelengkap. Celupkan potongan martabak ke kuah kari, kemudian nikmati. Berapa potong yang kira-kira sanggup kau habiskan?

Lokasi: Canai Mamak KL, Jl. Teuku Umar No.51, Seutui, Baiturrahman, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 10.00 hingga 23.00

Harga: Mulai dari 15,000 IDR



Kue/Kueh Bhoi



Image credit: @linalesmana77
Kue/kueh Bhoi atau bolu khas Aceh juga sering disajikan pada hari raya Lebaran. Dulunya bentuk masakan ringan manis ini ibarat ikan, namun kini sudah dimodifikasi menjadi aneka ragam mirip bunga atau hewan lainnya, sehingga sering menarik perhatian anak-anak. Kue Bhoi juga dijadikan sebagai isi seserahan dari calon pengantin lelaki kepada calon pengantin perempuan.
Image credit: @kue_bhoi_khas_aceh
Berbahan dasar tepung terigu, telur, dan gula; masakan ringan manis ini bisa kau temukan di pasar-pasar tradisional di Aceh, contohnya di Pasar Aceh atau Pasar Seutui. Kamu juga bisa membelinya di toko-toko di kawasan Lampisang/Lhoknga, Aceh Besar;; pantai utara di Keude Lueng Putu Pidie Jaya, Beureunuen; dan kota Sigli.

Lokasi: Sentra Kue Tradisional Gampong Lampisang, Aceh Besar

Harga: Sekitar 1,000 – 2,000 IDR per buah


Eungkot Keumamah


Image credit: Beritagar.id
Wilayah Aceh yang dikelilingi perairan menciptakan masyarakat Aceh bersahabat dengan hasil laut. Yang paling mahsyur semenjak dahulu ialah ikan tongkol atau ‘Engkot Suree’. Proses memasak ‘Eungkot Keumamah’ yang melibatkan perebusan, pengasapan, dan penjemuran di terik matahari mengakibatkan ikan tongkol bertekstur keras mirip kayu. Namun begitu, hal ini mengakibatkan masakan tersebut awet, tahan lama, dan tidak gampang basi.
Image credit: Website Gampong Lampulo
Eungkot Keumamah sanggup diolah lagi menjadi banyak sekali masakan. Karena harganya terjangkau, masyarakat Aceh gemar mengonsumsi dan menyimpan materi masakan ini untuk dimasak sewaktu-waktu. Beberapa produsen juga sudah mulai menyediakan produk Eungkot Keumamah dalam kemasan per 100 gram atau per kilogram. Cocok untuk oleh-oleh, nih.

Lokasi: Tersedia hampir di seluruh rumah makan di Banda Aceh (dengan ragam olahannya)

Harga: Mulai dari 10,000 IDR per porsi atau mulai dari 45,000 IDR per 100 gram (kemasan oleh-oleh)



Ayam Tangkap



Image credit: @rosmina.ng
Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya yang satu ini, juga cukup terkenal. Pertama, ayam digoreng dengan bumbu-bumbu sebagaimana ayam goreng pada umumnya. Saat ayam setengah matang, kemudian dimasak dengan daun-daun mirip daun kari, potongan daun pandan, dan salam koja. Tidak hanya menjadi pemanis sajian, masyarakat Aceh biasa memakan dedaunan tersebut, lho. Penasaran?


Image credit: @susiasih
Ayam tangkap disajikan dengan nasi gurih, atau yang kita ketahui sebagai nasi uduk. Rasa pedas ayam goreng yang menggelitik, berpadu dengan amis dedaunan, plus lezatnya nasi pulen, yakin cukup sepiring?

Lokasi: Warung Nasi Kambing Lem Bakrie, Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 11.00 hingga 15.00

Harga: Mulai dari 30,000 IDR per porsi



Rujak Aceh



Rujak Aceh
Image credit: @juwitacc
Setelah menyantap beberapa masakan berlemak di atas, tentu butuh pencuci lisan yang segar dan tidak bikin enek. Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya yang terkenal di seantero Aceh dan Sumatera Utara ini, harus kau coba. Rujak Aceh juga kerap disebut dengan nama rujak serut atau rujak kweni. Yang wajib ada di Rujak Aceh ialah buah bengkuang, belimbing, nanas, timun, dan mangga; sisanya terserah penjual atau tergantung pada musim.
Image credit: @chi189
Di samping disajikan dengan saus berbahan gula jawa dan asam jawa, para penjaja Rujak Aceh kerap mencampur rujak dengan manisan mirip salak atau jambu, lengkap dengan sedikit kuah. Hasilnya, Rujak Aceh bercita rasa asam, manis, dan crunchy.

Lokasi: Jalan Tgk. Pulo Dibaroh (di belakang Masjid Raya Baiturrahman), Banda Aceh

Harga: Sekitar 5,000 – 15,000 IDR per porsi



Bubur Kanji Rumbi



Image credit: @sya_zub
Bulan bulan pahala lalu, Bubur Kanji Rumbi sering disediakan sebagai sajian buka puasa, terutama di masjid-masjid. Buburnya sendiri mirip dengan bubur ayam yang dijual di daerah-daerah lain di Indonesia. Namun, yang membedakan ialah topping yaitu udang atau potongan daging, dan sayuran mirip wortel atau kentang.
Image credit: @yuneth_79
Terinspirasi dari tradisi India, bubur ini mengandung rempah-rempah, termasuk kapulaga hijau yang dipercaya sanggup menenangkan perut sehabis berpuasa. Di banyak sekali kota dan desa di Aceh, Bubur Kanji Rumbi dimasak di panci atau kuali besar alasannya ialah akan disuguhkan kepada ratusan, atau bahkan ribuan orang! Di luar bulan puasa, tidak banyak rumah makan yang menyajikan masakan ini. Akan tetapi, kau bisa coba bertanya ke rumah makan khas Aceh yang bersahabat dengan penginapanmu.

Lokasi: Rumah Makan Aceh Rayeuk,  Jl. Mr. Muhammad Hasan, Lueng Bata, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 8.00 hingga 22.00

Harga: Mulai dari 10,000 IDR



Es Timun Serut



Image credit: @tarivc
Petualangan berburu masakan Aceh dan sekitarnya harus ditutup dengan minuman yang berkesan. Kalau kau sudah pernah mencoba kopi telur yang legendaris, kali ini kau bisa memesan es timun serut, atau dalam bahasa Aceh disebut “ie boh timon”. Menu ini hampir ada di setiap rumah makan masakan Aceh di Banda Aceh.
Image credit: @mery_link
Es timun serut yang memakai timun sayur ini disajikan dengan sirup manis khas Aceh dan es batu. Selain segar, es timun serut berguna untuk mengurangi rasa mual dan mengembalikan selera makan. Makanya, minuman ini semakin melejit pada bulan bulan pahala sebagai takjil.

Lokasi: Tersedia hampir di seluruh rumah makan di Banda Aceh

Harga: Sekitar 10,000 – 15,000 IDR


Berwisata ke Banda Aceh, jangan terlewat untuk merasakan masakan khasnya. Sebagian memang hanya bisa kau temui di kota atau waktu tertentu, tetapi mumpung di Aceh, coba saja berburu masakan ke pasar lokal atau rumah makan setempat. Kamu juga akan mendapat pengalaman tak terlupakan!

Kuliner Aceh, Sambal Udang Rebon / Udeng Sabè Teupeh

Kuliner Aceh
Kuliner Aceh Sambal Udang Rebon / Udeng Sabè Teupeh
Tempat wisata favorit di aceh sangat banyak untuk bisa di jelajahi, dengan potensi wisata pantai, alam, adat dan kebudayaan. Namun dibalik itu aceh juga kaya dengan kuliner khas yang berbeda-beda tiap daerahnya, dan mempunyai ciri khas serta cita rasa yang berbeda.

Aceh dulu pernah dikenal dengan kerajaan islam terbesar di Asia dari masa Malikussaleh sampai ke Sultan Iskandar Muda. Saat itu taklukkan nya hampir seluruh benua asia, sehingga perdagangan saat itu sangat ramai. Tidak hanya perdagangan, sisi perkembangan islam juga berdatangan pendakwah dari Arab dan sekitarnya. Dengan Ramainya pengunjung yang berdatangan ke Aceh, secara otomatis mempengaruhi adat dan istiadat di Aceh bersifat multikultural.

Kuliner di Aceh pun memiliki banyak ragam rasa makanan dan racikan masakan. Sering disebut juga  dalam bahasa lokal "Peunajoh Raja" yang bermaksud hidangan para raja-raja.

Kuliner Aceh kali ini yang tidak kalah rasanya dengan kuliner lainnya yaitu sambal udang rebon atau Udeng Sabè Teupeh (bahasa aceh)Udeng sabè teupeh atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ‘udang rebon digiling’ merupakan makanan yang mengundang selera pada saat makan siang. Bahan baku pembuatannya pun sangat terbatas, yaitu, cabai, bawang, udang rebon, belimbing, dan garam.

Baca juga:
Resep Gulai Kuah Pliek U

Udang rebon yang dijadikan sambal harus terlebih dahulu dikeringkan. Selanjutnya, udang tersebut digongseng sebelum digiling bersama dengan bumbu dapur lainnya. Untuk menjaga cita rasa yang khas, udang rebon yang dipilih dijadikan sambal, haruslah udang rebon yang baru dijemur. Selain udang rebon, teri juga cocok dibuat serupa apabila tidak ada udang rebon.


Keunikan Sambal Udang Rebon / Udeng Sabè Teupeh


Ibu-ibu rumah tangga di Aceh sering membuat kuliner ini untuk bekal makan siang suami yang berkeja di ladang. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, udeng sabè teupeh kian diminati oleh semua kalangan, sehingga makanan ini masuk dalam menu makanan di restoran.

Ada kenikmatan tersendiri sehingga banyak kalangan menyukai udeng sabè teupeh. Hal ini disebabkan udeng sabè teupeh ini memilik cita rasa yang unik, pada saat pertama kali lidah mencicipi makanan ini, pastilah rasa asam, pedas, dan bercampur gurih menjadi satu pada sambal udang tersebut.

Dijamin setelah menyantap udeng sabè teupeh  pasti makan siangnya akan lebih dari satu porsi.


Bahan - bahan Sambal Udang Rebon


  • 15 buah cabe rawit
  • 6 siung bawang merah
  • 1 ons udang pukul campur udang kering
  • 6 buah belimbing wuluh
  • Garam secukupnya


Langkah Pembuatan


  1. Siapkan bumbu sambal, buang kepala udang nya dan goreng udangnya
  2. Giling cabai rawit kasar. Bubuhi garam secukupnya.
  3. Masukkan bawang giling kasar.
  4. Masukkan udang giling kasar.
  5. Masukkan belimbing potong2 giling kasar.
  6. Sambal sudah siap dihidangkan
Selain Kuliner khas aceh sambal rebon ini, masih banyak kuliner khas aceh lainnya yang bisa anda cicipi saat berkunjung ke Aceh. Seperti kuliner berikut ini yaitu Kue Meusekat, Dulunya kue ini dijadikan kuliner utama dalam penyambutan tamu kerajaan. Kue manis dan yang di ukir dengan motif aceh ini, dewasa ini sering di sajikan saat ada hajatan dan hari-hari besar islam serta pada saat hari pernikahan.

Demikianlah Artikel resep kuliner aceh sambal udang rebon / Udeng Sabè Teupeh. Bila anda berkunjung ke aceh anda bisa mencicpi kuliner unik satu ini.

Wisata Aceh Kuliner Khas Kuah Jruek Kebanggaan Turun Temurun Dari Aceh Barat

Kuah Jreuk adalah masakan khas dari pesisir Aceh wilayah barat. Dikatakan kuah jruek karena bumbu utamanya durian yang sudah difragmentasi kemudian dikeringkan

Wisata Kuliner Khas Aceh

Wisata Kuliner - Kuah Jreuk adalah masakan khas dari pesisir Aceh wilayah barat. Dikatakan kuah jruek karena bumbu utamanya durian yang sudah difragmentasi kemudian dikeringkan lalu dijadikan tepung. Biasanya kuah jreuk hanya dimasak pada hari-hari tertentu saja, seperti pada pesta perkawinan, hari meugang ataupun pada perayaan hari besar lainnya.


Kuah jruek hampir sama dengan kuah pliek ue di Aceh bagian timur, hanya beda bumbu utamanya menggunakan kelapa yang sebelumnya juga sudah melalui proses fragmentasi yang disebut pliek ue.


Seperti kuah pliek ue, kuah jreuk juga menjadi kebanggaan masyarakat di pesisir Aceh bagian barat. Menurut masyarakat disana, kuah jreuk sudah ada sejak zaman dahulu, dan selalu menjadi pilihan menu untuk setiap acara penting di daerah tersebut.



Wisata Kuliner yang menjadi kebanggaan

Masakan yang menjadi kebanggaan yang turun-temurun tersebut selain berbahan dasar isi durian yang sudah difragmentasi dijadikan bumbu utama, biasanya masyarakat juga menambahkan terong, kacang panjang. Ada juga sebagaian warga yang menambahkan pisang untuk kelengkapan bahan-bahan sayurnya.

Selain untuk acara besar, kuah jruek sering dijadikan masakan spesial untuk menjamu tamu dari luar kota yang berkunjung ke rumah, hanya saja pada waktu tertentu kuah jruek ini susah diketemukan karena sudah semakin jarang orang yang membuat bumbunya, maklum terkadang butuh pembuatan sedikit lebih lama.



Proses Pembuatan Kuah Jruek Hampir Hilang

Selain proses pembuatan yang lama, pembuatan bumbu kuah jruek hampir saja hilang, karena minat masyarakat semakin berkurang, dan hanya pada waktu tertentu saja orang-orang membuatnya. Biasanya hanya pada musim durian saja masyarakat membuat bumbu kuah jruek, dan itu tidak di semua orang bisa membuatnya, juga tidak di semua tempat.
Mengenai rasa, kuah jruek memang khas di lidah, terutama bagi yang tidak suka rasa pedas, karena kuah jruek terasa seperti durian yang sudah diasamkan, itu menjadi alasan kenapa dinamakan kuah jruek.

Dalam bahasa Indonesia jruek bermakna diasamkan, namun tingkat asamnya tidak sampai menghasilkan kadar alkohol dalam bahan dasar bumbu jruek sehingga masih bisa dikonsumsi dan masih tergolong halal.

Mengenai warna, kuah jruek tidak berbeda dengan kuah pada umumnya, hampir seperti kuah leumak, juga hampir sama dengan kuah plik ue, alangkah baiknya soal yang satu ini harus benar-benar dirasa sama yang empunya lidah.

Jika berkunjung ke daerah Aceh barat meulaboh, jangan lupa untuk menyempatkan diri mencicipi makanan khas aceh kuah jruek, biasanya juga ada di warung tertentu. Paling tidak kuah khas Aceh Bagian barat sudah pernah kita cicipi.


Pliek U, Makanan Khas Aceh dari Proses yang Unik

Kuliner Unik Sayur Khas Aceh dengan Penggunakan "Pliek"yaitu dari ampas parutan kelapa yang sudah mengalami proses pembusukan kemudian dikeringkan


Makanan Khas Aceh - Pliek U adalah hidangan sayur khas Aceh, jika anda berkunjung ke aceh/ Rumah makan yang menyajikan makanan khas Aceh sangat dipastikan anda akan menemukan Pliek U ada di daftar menu makanan.

Hal yang membuat sayur ini unik dan berbeda dari sayur lainya adalah isianya yang terdiri dari banyak sayur yaitu daun melinjo, kacang panjang, nangka muda, kangkung, terong hijau, buah melinjo.

Penggunakan Pliek yaitu ampas parutan kelapa yang sudah mengalami proses pembusukan kemudian dikeringkan tak lupa asam sunti juga ditambahkan ke sayur ini agar memiliki rasa segar.



Resep Pembuatan



Bahan-bahan

  • 500 gr udang kupas
  • 100 gr daun melinjo
  • 100 gr kacang panjang
  • 500gr nangka muda
  • 100 gr terong hijau
  • 1 ikat kangkung
  • melinjo secukupnya
  • 3dm Pleak U
  • 1 liter santan
  • garam secukupnya
  • gula secukupnya


Bumbu halus

  • 8 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 8 buah cabe merah
  • 20 buah cabe rawit
  • 1 sdm ketumbar bubuk
  • 2 sdm kelapa sangrai (serundeng)
  • 2 cm jahe
  • 1 sdt kunyit bubuk
  • 2 sdt lada bulat
  • 3 buah asam sunti


Bumbu iris

  • 4 lembar daun jeruk
  • 10 buah cabai hijau besar
  • 4 butir bawang merah
  • 1 batang sereh


Cara membuat Pliek U khas Aceh

  • Bersihkan udang dengan air mengalir, kupas kulit cangkangnya, sisihkan
  • Gongseng Pleak U sampai harum, kemudian tuangkan satu gelas air, setelah air mendidih buang air dan sisihkan Pleak U nya.
  • Rebus buah melinjo dan nangka sampai empuk lalu buang air nya, sisihkan
  • Potong kangkung menjadi ukuran yang lebih kecil, poton gdaun melinjo dan pisahkan dari batangnya, potong kacang panjang menjadi seukuran masing-masing 2 cm
  • Tumis bumbu iris kemudian masukan bumbu halus sampai wangi, selanjutnya masukan udang, tumis sampai udang berubah warna.
  • Masukan santan aduk agar tidak pecah, kemudian masukan nangka dan melinjo diikuti semua sayuran.
  • Bumbui dengan garam dan gula, apabila suka tambahkan juga penyedap.
  • Setelah mendidih dan sayuran matang segera matikan api


Kuah Pliek U makanan khas Aceh siap disajikan. Jangan lupa untuk mencicipi makanan khas satu ini bila anda berkunjung ke Aceh.

Sambai Oen Peugaga, Sambal Unik Kuliner Khas Aceh

Wisata Kuliner - Bagi penggemar sambal, tentunya belum sempurna jika belum mengecap pedasnya cabe yang bercampur kelapa parut khas Aceh ini. Namun bagi yang takut dengan pedasnya cabe, tak perlu khawatir. Karena jenis sambal yang satu ini tak sepedas sambal cabe pada umumnya. Dan Anda siapapun bisa mengecap nikmatnya sambal ini.

Sambai Oen Peugaga atau yang biasa disebut Sambal Daun Peugaga yang merupakan makanan khas Aceh ini memiliki daya tarik tersendiri. Karena bagi yang tidak begitu bisa menikmati pedasnya cabe, lidah tetap bisa mengecap lezatnya sambal yang satu ini. Karena sambal ini menggunakan cabe hijau yang dikenal tidak memiliki rasa begitu pedas.

Pada umumnya, sambal menggunakan bahan utama cabai dengan jumlah yang cukup banyak. Namun tidak dengan sambai oen peugaga ini, yang menggunakan bahan utamanya adalah kelapa parut. Sehingga sambal yang satu ini cukup terlihat unik.

Sehingga tampilan dari sambal yang satu ini lain daripada sambal lainnya. Dan sambal ini sangat nikmat dihidangkan bersama hangatnya nasi putih dan aneka sayuran rebus maupun lalapan mentah.

Bahkan cara membuatnya pun sangat mudah. Dan bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah didapat. Seperti apa cara membuat Sambal Daun peugaga ini?

Berikut resep membuat sambal yang satu ini. Dan Anda akan merasakan sensasi kenikmatan jenis makanan tradisional khas Aceh ini di meja makan Anda.


Kuliner Sambai Oen Peugaga



Bahan-bahan

  • 100 gram udang ukuran kecil, goreng hingga matang
  • 50 gram daun peugagan, potong halus
  • ½ butir kelapa muda, parut
  • 100 gram kacang tanah, goreng, haluskan
  • 10 buah cabe hijau
  • 4-5 lembar daun jeruk
  • 10 butir bawang merah, iris tipis
  • 1 batang sereh ukuran besar, ambil bagian putihnya, iris tipis
  • 1 buah jeruk nipis, peras ambil airnya
  • 4 buah asam sunti, rendam hingga lunak, iris tipis
  • Garam secukupnya

Cara membuat Sambai Oen Peugaga khas Aceh

  1. Ambil wadah, campur Daun pegagan yang sudah dipotong halus,bawang merah, bawang putih, parutan kelapa, cabe hijau, daun jeruk, air jeruk nipis dan sereh, remas-remas
  2. Tambahkan udang dan kacang tanah,aduk rata
  3. Sajikan
Demikianlah artikel Sambal Unik makananan khas Aceh, Sambai Oen Peugaga. Jika anda berkunjung ke aceh, jangan lupa mencicipi kuliner khas dan unik satu ini.