Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

6 Kedai Dan Warung Kopi Legendaris Indonesia Yang Wajib Disinggahi Pecinta Kopi

Indonesia Sebagai salah satu negara dengan penghasil kopi terbanyak di dunia, Indonesia mempunyai jenis kopi khas nusantara yang beragam. Mulai dari Sabang hingga Merauke, kopi-kopi di Indonesia juga mempunyai kualitas yang tidak perlu diragukan lagi akan kenikmatannya.

Bagi pecinta kopi, berlibur menjelajahi Indonesia rasanya akan terasa kurang lengkap bila belum singgah ke kedai atau warung kopi legendarisnya. Selain alasannya cita rasa dan aroma kopinya yang sangat khas serta tidak pernah berubah dari masa ke masa, nuansa kedai atau warung kopi tersebut biasanya sukses membawa pengunjungnya bernostalgia menyerupai sedang melintasi lorong waktu ke jaman dahulu.

Mau tahu dimana saja kedai dan warung kopi legendaris yang akan memperkaya rujukan kulinermu?

Solong Ulee Kareng Coffee, Aceh


Solong Uleee Kareng Coffee
Solong Uleee Kareng Coffee. Foto: Instagram
Usianya tak muda lagi, menciptakan warung kopi berjulukan Solong Uleee Kareng Coffee ini menjadi salah satu yang paling populer. Uniknya nama “Solong” sendiri merupakan nama panggilan dari sang pemilik warung ini, Muhammad Solong atau Abu Solong. Hingga kini, warung kopi ini masih terus eksis dan bertahan di bawah naungan penerusnya yaitu Cak Nawi.

Image credit: @areeeeend
Secangkir kopi penuh kenikmatan mungkin kata-kata yang tepat untuk menggambarkan cita rasa kopi di Solong Ulee Kareng Coffee. Jenis kopi yang dipakai ialah kopi robusta yang dicampur dengan bahan-bahan unik menyerupai gula, mentega, dan biji jagung. Racikannya yang sempurna, menciptakan kekayaan cita rasanya sanggup dirasakan mulai dari seruputan pertama.

Image credit: @sandiuno
Alamat: Jalan T. Iskandar Muda No.13-14,Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Aceh

Jam buka: Setiap hari, 06.00 AM – 11.00 PM

Harga: Mulai dari 7,000 IDR


Kedai Massa Kok Tong, Pematang Siantar


Bagi pecinta kopi kental, pekat, dan pahit maka sangat disarankan untuk mengunjungi kedai kopi berjulukan Kedai Massa Kok Tong. Didirikan semenjak tahun 1925, kedai kopi ini berdiri berkat seorang perantau asal negeri Tiongkok berjulukan Lim Tee Kee. Dari dulu hingga kini, kedai kopi ini masih berdiri di tempat yang sama di Jalan Cipto No 115, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Kualitas kopi di Kedai Massa Kok Tong
Image credit: @massakoktong.adammalik

Kualitas kopi di Kedai Massa Kok Tong sudah terkenal di kalangan para pecinta kopi. Bahkan untuk menciptakan cita rasa yang khas, sang pendiri sendirilah yang menentukan biji kopi terbaik hingga meraciknya. Berkat kesuksesannya, kini kedai kopi ini berhasil mempunyai pabrik pengolahan kopi sendiri dan membuka cabangnya di daerah lain.

Image credit: @massakoktong.adammalik
Alamat: Jl. Cipto No.115, Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara

Jam buka: Setiap hari, 06.30 AM – 11.30 AM

Harga: Mulai dari 8,000 IDR


Warung Kopi Ake, Belitung


Berkat film Laskar Pelangi, nama Belitung semakin dikenal oleh banyak orang. Tidak heran kan bila kini Belitung menjadi salah satu daerah favorit wisatawan untuk berlibur. Namun siapa sangka dibalik kekindahan serta keeksotisan alamnya, daerah ini mempunyai sebuah kedai kopi yang sangat legendaris berjulukan Warung Kopi Ake.

Warung Kopi Ake, Belitung
Image credit: @sohib_nature
Warung Kopi Ake telah berjualan kopi semenjak tahun 1922 dan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan dalam hal kuliner. Keaslian cita rasa kopi ini tak pernah berubah dari dulu hingga kini alasannya masih memakai peralatan yang sama dalam proses menciptakan kopi berupa gentong air, katel, alat penyulingan air, dan teko air. Jika berkunjung ke warung ini disarankan untuk merasakan sajian andalannya menyerupai kopi susu dan teh susu yang sangat nikmat.

Image credit: @belitungtour

Alamat: Jl. KV Senang 57, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Jam buka: Setiap hari, 07.00 AM – 00.00 AM

Harga: Mulai dari 6,000 IDR


Kedai Es Kopi Tak Kie, Jakarta


Kedai Es Kopi Tak Kie
Image credit: @indiedo
Di balik hingar bingarnya dan kemajuan kotanya, di Jakarta kau sanggup menemukan sebuah daerah dengan nuansa Tionghoa yang masih eksis berdiri berjulukan Glodok. Di daerah ini pula terdapat salah satu kedai kopi terkenal yang seringkali diliput media sebagai salah satu kedai kopi legendaris berjulukan Kedai Es Kopi Tak Kie yang sangat direkomendasikan bagi pecinta kopi.

Image credit: @sandybudimansyah
Berbagai macam pilihan jenis kopi ditawarkan di Kedai Es Kopi Tak Kie menyerupai kopi robusta dan arabika yang berasal dari Lampung, Sikidang, hingga Toraja. Kopi hitam dan kopi susu merupakan sajian andalan yang dibentuk dengan resep turun temurun semenjak kedia ini dibuka tahun 1927. Tak hanya soal rasa, interior bangunan ini juga masih mempertahankan bangunan usang yang kaya akan dengan nuansa Tionghoa dan nostalgia jaman dahulu.

Image credit: @gagaldiett

Alamat: Gang Gloria, Glodok, Jl. Pintu Besar Selatan III No.4-6, Pinangsia, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Jam buka: Setiap hari, 06.30 AM – 00.30 PM

Harga: Mulai dari 3,000 IDR


Warung Kopi Purnama, Bandung


Image credit: @warungkopipurnama
Banyak orang bilang bila kota kembang, Bandung, merupakan kota dengan manusia muda yang penuh dengan kreativitas. Kota ini juga menjadi salah satu kota favorit bagi warga Jakarta yang ingin menghabiskan liburan final pekan. Alasannya tak lain alasannya banyaknya destinasi wisata, taman terbuka, mall, restoran, dan kafe yang sanggup dikunjungi ketika di Bandung.
Image credit: @fnyhydeist
Salah satu hal yang kini makin menjamur ialah coffee shop atau kedai kopi yang makin hari makin banyak pilihannya dan baru. Namun dibalik banyaknya kedai kopi yang kekinian, Warung Kopi Purnama masih banyak diminati oleh para pecinta kopi. Kedai yang sudah berdiri semenjak tahun 1930-an, warung kopi ini memakai biji kopi dari asal sang pemilik yaitu Medan sebagai materi utamanya. Agar makin lengkap, pesanlah roti srikaya yang mempunyai rasa sangat khas dan cocok untuk menemani kopimu.

Image credit: @thufeilnotdrawing
Alamat: Jl. Alkateri No.22, Braga, Kota Bandung, Jawa Barat

Jam buka: 06.30 AM – 10.00 PM

Harga: Mulai dari 10,000 IDR


Warung Kopi Phoenam, Makassar


Dari Sulawesi, kau sanggup menemukan sebuah warung kopi legendaris yang sudah ada semenjak tahun 1946 berjulukan Warung Kopi Phoenam. Warung kopi yang didirikan oleh Liong Thay Hiong ini pertama kali dibuka di Makassar dan kini telah mencapai kesuksesannya dengan membuka cabangnya di Jakarta dan Surabaya.
Image credit: @myfunfoodiary
Kopi khas Toraja yang dikenal akan kenikmatannya dipilih sebagai biji kopi yang dipakai sebagai materi utama. Selain hal itu, diam-diam kenikmatan dari secangkir kopi buatan warung ini ada pada air seduhannya. Berbeda dengan warung atau kedai kopi lainnya, di tempat ini air seduhan kopi sudah disiapkan semenjak dini hari yang menciptakan rasa lebih nikmat.
Image credit: @aviv_insight
Alamat: Jl. Jampea No.5E, Pattunuang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Jam buka: Setiap hari 08.00 AM – 06.30 PM

Harga: Mulai dari 5,000 IDR


Terdiri dari bermacam-macam budaya, suku, dan daerah, menciptakan hasil olahan alam menyerupai kopi di Indonesia juga beragam. Hal inilah yang menciptakan kekayaan cita rasa khas nusantara kopi Indonesia tak perlu diragukan lagi. Dengan mengunjungi 6 kedai dan warung kopi legendaris tersebut, kau akan tahu bahwa kualitas kopi negara kita tidak kalah dengan negara lain. Pergilah dan rasakan pribadi kenikmatan dari secangkir kopinya!

10 Kuliner Banda Aceh Dan Sekitarnya Selain Mie Aceh Yang Harus Anda Coba

Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya memang sangat menggoyang lidah penikmat masakan. Semangat silaturahmi dan kebersamaan di kalangan masyarakat Aceh mengakibatkan budaya makan di provinsi ini semarak, dan tentu menginspirasi masakan yang dihasilkan. Umumnya, acara masak-memasak di Aceh diadakan gotong royong dengan banyak orang. Menarik, kan?

Pengaruh moral Melayu, Asia Selatan, dan Timur Tengah juga menciptakan masakan Aceh cenderung berlemak dan beraroma kuat. Penasaran mirip apa masakan Banda Aceh dan sekitarnya? Cek rekomendasi masakan Banda Aceh dan Sekitarnya.


Kuah Beulangong


Kuah Beulangong. Foto: Instagram
Pada hari raya Lebaran yang lalu, Kuah Beulangong sanggup gampang ditemukan di banyak sekali tempat di Aceh. Maklum, masakan Banda Aceh sekitarnya ini memang kerap dipersiapkan untuk menyambut hari-hari besar keagamaan.

Foto : @fadly_batubara
Berdasarkan moral setempat, hidangan kari daging kambing atau sapi ini hanya boleh dimasak oleh laki-laki. Apalagi, proses memasaknya cukup rumit. Selain persiapan yang menghabiskan tenaga, Kuah Beulangong biasa disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati oleh orang satu kampung. Maklum, nama ‘beulangong’ sendiri berasal dari kata ‘belanga’, atau kuali besar.

Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya tidak kalah dari masakan Padang 10 Kuliner Banda Aceh dan Sekitarnya Selain Mie Aceh yang Harus Kamu Coba
Image credit: @mrzki_a
Untuk rasa, tak perlu diragukan lagi. Karena dimasak dalam waktu usang (sekitar 2-4 jam), daging kambing atau sapi menjadi sangat empuk. Plus, rempah-rempahnya meresap sempurna! Sedikit rasa pedas semakin melengkapi gurihnya Kuah Beulangong. Tripzilla tidak tanggung jawab kalau kau hingga kalap, ya!

Lokasi: Warung Nasi Kambing Lem Bakrie, Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 11.00 hingga 15.00

Harga: Mulai dari 35,000 IDR per porsi



Sate Matang



Image credit: @salman_atjeh
Jangan tertipu dengan penampilan Sate Matang yang tampak ‘mini’. Dibuat dari daging sapi atau kambing, sate ini dilumuri lemak sapi atau kambing lagi (sesuai materi dasarnya) sebelum dibakar. Lalu, sate disajikan dengan bumbu kacang dan kuah kaldu yang dibentuk dari tulang sapi atau kambing. Pasti menggugah selera!
Image credit: @medanfoodblog
Cabai rawit dicampur ke kuah kaldu atau bumbu kacang, sehingga kau bisa memesan sesuai keinginanmu. Di Bireuen, Aceh, kebanyakan warung Sate Matang buka 24 jam. Kamu sanggup menentukan untuk menikmati Sate Matang pada ketika sarapan, makan siang, atau makan malam.

Lokasi: Warung Sate Matang Yakin Rasa, Jl. Taman Sri Ratu Safiatuddin No.82, Bandar Baru, Kuta Alam, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 16.00 hingga 02.00

Harga: Mulai dari 35,000 IDR untuk satu porsi



Sie Reuboh



Image credit: @deni_friady
Secara harfiah, Sie Reuboh berarti daging rebus. Namun masakan Sie Reuboh ini mengacu pada daging sapi campur lemak dan tetelan, yang dimasak dengan rempah-rempah mirip cabe merah, bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, dan sebagainya. Yang menciptakan unik Sie Reuboh ialah penggunaan cuka Aceh. Masakan dengan taste asam-pedas ini pun menjadi harum.
Image credit: @agamcotgud
Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya ini memang memanfaatkan ‘cuka enau’, yang juga kerap disebut ‘cuka gampong’ atau ‘cuka ijuk’. Selain untuk menguatkan rasa, cuka yang banyak dijual di pasar tradisional ini bisa melunakkan daging dan mengawetkan masakan secara alami. Tak heran jikalau masyarakat Aceh rela berlama-lama memasak Sie Reuboh. Sekali masak, Sie Reuboh bisa tahan hingga berbulan-bulan!

Lokasi: Rumah Makan Delima Baru, Jalan Lintas Medan-Jalan Banda Aceh, Ingin Jaya, Aceh Besar

Jam Buka: Setiap hari, 10.00 hingga 16.00

Harga: Mulai dari 30,000 IDR per porsi



Martabak Telur



Image credit: @keuno.id
Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya ini memang sudah merambah ke banyak sekali kawasan di Indonesia. Tampak mirip telur dadar, martabak telur punya ‘kulit’ di dalam dan dilumuri telur kocok di luar. Kulit tersebut berbahan dasar sama mirip gabungan roti canai, sehingga martabak telur ini tidak lembek.
Image credit: @bungamiranti
Di samping acar bawang, martabak telur juga sering dihidangkan dengan kari kambing atau ayam sebagai pelengkap. Celupkan potongan martabak ke kuah kari, kemudian nikmati. Berapa potong yang kira-kira sanggup kau habiskan?

Lokasi: Canai Mamak KL, Jl. Teuku Umar No.51, Seutui, Baiturrahman, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 10.00 hingga 23.00

Harga: Mulai dari 15,000 IDR



Kue/Kueh Bhoi



Image credit: @linalesmana77
Kue/kueh Bhoi atau bolu khas Aceh juga sering disajikan pada hari raya Lebaran. Dulunya bentuk masakan ringan manis ini ibarat ikan, namun kini sudah dimodifikasi menjadi aneka ragam mirip bunga atau hewan lainnya, sehingga sering menarik perhatian anak-anak. Kue Bhoi juga dijadikan sebagai isi seserahan dari calon pengantin lelaki kepada calon pengantin perempuan.
Image credit: @kue_bhoi_khas_aceh
Berbahan dasar tepung terigu, telur, dan gula; masakan ringan manis ini bisa kau temukan di pasar-pasar tradisional di Aceh, contohnya di Pasar Aceh atau Pasar Seutui. Kamu juga bisa membelinya di toko-toko di kawasan Lampisang/Lhoknga, Aceh Besar;; pantai utara di Keude Lueng Putu Pidie Jaya, Beureunuen; dan kota Sigli.

Lokasi: Sentra Kue Tradisional Gampong Lampisang, Aceh Besar

Harga: Sekitar 1,000 – 2,000 IDR per buah


Eungkot Keumamah


Image credit: Beritagar.id
Wilayah Aceh yang dikelilingi perairan menciptakan masyarakat Aceh bersahabat dengan hasil laut. Yang paling mahsyur semenjak dahulu ialah ikan tongkol atau ‘Engkot Suree’. Proses memasak ‘Eungkot Keumamah’ yang melibatkan perebusan, pengasapan, dan penjemuran di terik matahari mengakibatkan ikan tongkol bertekstur keras mirip kayu. Namun begitu, hal ini mengakibatkan masakan tersebut awet, tahan lama, dan tidak gampang basi.
Image credit: Website Gampong Lampulo
Eungkot Keumamah sanggup diolah lagi menjadi banyak sekali masakan. Karena harganya terjangkau, masyarakat Aceh gemar mengonsumsi dan menyimpan materi masakan ini untuk dimasak sewaktu-waktu. Beberapa produsen juga sudah mulai menyediakan produk Eungkot Keumamah dalam kemasan per 100 gram atau per kilogram. Cocok untuk oleh-oleh, nih.

Lokasi: Tersedia hampir di seluruh rumah makan di Banda Aceh (dengan ragam olahannya)

Harga: Mulai dari 10,000 IDR per porsi atau mulai dari 45,000 IDR per 100 gram (kemasan oleh-oleh)



Ayam Tangkap



Image credit: @rosmina.ng
Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya yang satu ini, juga cukup terkenal. Pertama, ayam digoreng dengan bumbu-bumbu sebagaimana ayam goreng pada umumnya. Saat ayam setengah matang, kemudian dimasak dengan daun-daun mirip daun kari, potongan daun pandan, dan salam koja. Tidak hanya menjadi pemanis sajian, masyarakat Aceh biasa memakan dedaunan tersebut, lho. Penasaran?


Image credit: @susiasih
Ayam tangkap disajikan dengan nasi gurih, atau yang kita ketahui sebagai nasi uduk. Rasa pedas ayam goreng yang menggelitik, berpadu dengan amis dedaunan, plus lezatnya nasi pulen, yakin cukup sepiring?

Lokasi: Warung Nasi Kambing Lem Bakrie, Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 11.00 hingga 15.00

Harga: Mulai dari 30,000 IDR per porsi



Rujak Aceh



Rujak Aceh
Image credit: @juwitacc
Setelah menyantap beberapa masakan berlemak di atas, tentu butuh pencuci lisan yang segar dan tidak bikin enek. Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya yang terkenal di seantero Aceh dan Sumatera Utara ini, harus kau coba. Rujak Aceh juga kerap disebut dengan nama rujak serut atau rujak kweni. Yang wajib ada di Rujak Aceh ialah buah bengkuang, belimbing, nanas, timun, dan mangga; sisanya terserah penjual atau tergantung pada musim.
Image credit: @chi189
Di samping disajikan dengan saus berbahan gula jawa dan asam jawa, para penjaja Rujak Aceh kerap mencampur rujak dengan manisan mirip salak atau jambu, lengkap dengan sedikit kuah. Hasilnya, Rujak Aceh bercita rasa asam, manis, dan crunchy.

Lokasi: Jalan Tgk. Pulo Dibaroh (di belakang Masjid Raya Baiturrahman), Banda Aceh

Harga: Sekitar 5,000 – 15,000 IDR per porsi



Bubur Kanji Rumbi



Image credit: @sya_zub
Bulan bulan pahala lalu, Bubur Kanji Rumbi sering disediakan sebagai sajian buka puasa, terutama di masjid-masjid. Buburnya sendiri mirip dengan bubur ayam yang dijual di daerah-daerah lain di Indonesia. Namun, yang membedakan ialah topping yaitu udang atau potongan daging, dan sayuran mirip wortel atau kentang.
Image credit: @yuneth_79
Terinspirasi dari tradisi India, bubur ini mengandung rempah-rempah, termasuk kapulaga hijau yang dipercaya sanggup menenangkan perut sehabis berpuasa. Di banyak sekali kota dan desa di Aceh, Bubur Kanji Rumbi dimasak di panci atau kuali besar alasannya ialah akan disuguhkan kepada ratusan, atau bahkan ribuan orang! Di luar bulan puasa, tidak banyak rumah makan yang menyajikan masakan ini. Akan tetapi, kau bisa coba bertanya ke rumah makan khas Aceh yang bersahabat dengan penginapanmu.

Lokasi: Rumah Makan Aceh Rayeuk,  Jl. Mr. Muhammad Hasan, Lueng Bata, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 8.00 hingga 22.00

Harga: Mulai dari 10,000 IDR



Es Timun Serut



Image credit: @tarivc
Petualangan berburu masakan Aceh dan sekitarnya harus ditutup dengan minuman yang berkesan. Kalau kau sudah pernah mencoba kopi telur yang legendaris, kali ini kau bisa memesan es timun serut, atau dalam bahasa Aceh disebut “ie boh timon”. Menu ini hampir ada di setiap rumah makan masakan Aceh di Banda Aceh.
Image credit: @mery_link
Es timun serut yang memakai timun sayur ini disajikan dengan sirup manis khas Aceh dan es batu. Selain segar, es timun serut berguna untuk mengurangi rasa mual dan mengembalikan selera makan. Makanya, minuman ini semakin melejit pada bulan bulan pahala sebagai takjil.

Lokasi: Tersedia hampir di seluruh rumah makan di Banda Aceh

Harga: Sekitar 10,000 – 15,000 IDR


Berwisata ke Banda Aceh, jangan terlewat untuk merasakan masakan khasnya. Sebagian memang hanya bisa kau temui di kota atau waktu tertentu, tetapi mumpung di Aceh, coba saja berburu masakan ke pasar lokal atau rumah makan setempat. Kamu juga akan mendapat pengalaman tak terlupakan!

Kuliner Aceh, Sambal Udang Rebon / Udeng Sabè Teupeh

Kuliner Aceh
Kuliner Aceh Sambal Udang Rebon / Udeng Sabè Teupeh
Tempat wisata favorit di aceh sangat banyak untuk bisa di jelajahi, dengan potensi wisata pantai, alam, adat dan kebudayaan. Namun dibalik itu aceh juga kaya dengan kuliner khas yang berbeda-beda tiap daerahnya, dan mempunyai ciri khas serta cita rasa yang berbeda.

Aceh dulu pernah dikenal dengan kerajaan islam terbesar di Asia dari masa Malikussaleh sampai ke Sultan Iskandar Muda. Saat itu taklukkan nya hampir seluruh benua asia, sehingga perdagangan saat itu sangat ramai. Tidak hanya perdagangan, sisi perkembangan islam juga berdatangan pendakwah dari Arab dan sekitarnya. Dengan Ramainya pengunjung yang berdatangan ke Aceh, secara otomatis mempengaruhi adat dan istiadat di Aceh bersifat multikultural.

Kuliner di Aceh pun memiliki banyak ragam rasa makanan dan racikan masakan. Sering disebut juga  dalam bahasa lokal "Peunajoh Raja" yang bermaksud hidangan para raja-raja.

Kuliner Aceh kali ini yang tidak kalah rasanya dengan kuliner lainnya yaitu sambal udang rebon atau Udeng Sabè Teupeh (bahasa aceh)Udeng sabè teupeh atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ‘udang rebon digiling’ merupakan makanan yang mengundang selera pada saat makan siang. Bahan baku pembuatannya pun sangat terbatas, yaitu, cabai, bawang, udang rebon, belimbing, dan garam.

Baca juga:
Resep Gulai Kuah Pliek U

Udang rebon yang dijadikan sambal harus terlebih dahulu dikeringkan. Selanjutnya, udang tersebut digongseng sebelum digiling bersama dengan bumbu dapur lainnya. Untuk menjaga cita rasa yang khas, udang rebon yang dipilih dijadikan sambal, haruslah udang rebon yang baru dijemur. Selain udang rebon, teri juga cocok dibuat serupa apabila tidak ada udang rebon.


Keunikan Sambal Udang Rebon / Udeng Sabè Teupeh


Ibu-ibu rumah tangga di Aceh sering membuat kuliner ini untuk bekal makan siang suami yang berkeja di ladang. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, udeng sabè teupeh kian diminati oleh semua kalangan, sehingga makanan ini masuk dalam menu makanan di restoran.

Ada kenikmatan tersendiri sehingga banyak kalangan menyukai udeng sabè teupeh. Hal ini disebabkan udeng sabè teupeh ini memilik cita rasa yang unik, pada saat pertama kali lidah mencicipi makanan ini, pastilah rasa asam, pedas, dan bercampur gurih menjadi satu pada sambal udang tersebut.

Dijamin setelah menyantap udeng sabè teupeh  pasti makan siangnya akan lebih dari satu porsi.


Bahan - bahan Sambal Udang Rebon


  • 15 buah cabe rawit
  • 6 siung bawang merah
  • 1 ons udang pukul campur udang kering
  • 6 buah belimbing wuluh
  • Garam secukupnya


Langkah Pembuatan


  1. Siapkan bumbu sambal, buang kepala udang nya dan goreng udangnya
  2. Giling cabai rawit kasar. Bubuhi garam secukupnya.
  3. Masukkan bawang giling kasar.
  4. Masukkan udang giling kasar.
  5. Masukkan belimbing potong2 giling kasar.
  6. Sambal sudah siap dihidangkan
Selain Kuliner khas aceh sambal rebon ini, masih banyak kuliner khas aceh lainnya yang bisa anda cicipi saat berkunjung ke Aceh. Seperti kuliner berikut ini yaitu Kue Meusekat, Dulunya kue ini dijadikan kuliner utama dalam penyambutan tamu kerajaan. Kue manis dan yang di ukir dengan motif aceh ini, dewasa ini sering di sajikan saat ada hajatan dan hari-hari besar islam serta pada saat hari pernikahan.

Demikianlah Artikel resep kuliner aceh sambal udang rebon / Udeng Sabè Teupeh. Bila anda berkunjung ke aceh anda bisa mencicpi kuliner unik satu ini.

Ikan Keumamah, Kuliner Khas Aceh Warisan Pejuang

Kuliner keumamah mеnjаdі bekal yang praktis dаn juga bеrgunа untuk раѕukаn gеrіlуа уаng harus bеrріndаh-ріndаh di hutаn dalam wаktu lama.

Ikan Keumamah, Kuliner Warisan Pejuang Aceh
Kuliner Aceh Ikan Keumamah
Kuliner Wаrіѕаn Pеjuаng Aceh - Kulіnеr kеumаmаh аdаlаh sebutan tеrkеnаl untuk jеnіѕ makanan оlаhаn іkаn уаng ada di Aсеh. Bentuknya persis ѕереrtі kayu dаn keras, ѕеhіnggа dіkеnаl juga dengan ѕеbutаn ikan kауu.

Kuliner keumamah tеrnуаtа menyimpan sejarah уаng раnjаng tеrkаіt dеngаn Pеrаng Aсеh. Hеbаtnуа реrjuаngаn para tokoh Aсеh раdа mаѕа lalu dаlаm melawan реnjаjаh, hіnggа hаruѕ bеrgеrіlуа di hutаn-hutаn dаlаm wаktu lаmа, mеmbutuhkаn раѕоkаn lоgіѕtіk уаng bіѕа tаhаn lаmа.

Oleh раrа реjuаng Aсеh раdа mаѕа lаlu, kulіnеr іkаn dіоlаh sebagai bаhаn lauk раuk yang bіѕа tаhаn lama hіnggа bеrbulаn-bulаn уаng disebut dengan ikan kеumаmаh gunа mencukupi kеbutuhаn gіzі pejuang sekaligus nіkmаt untuk lаuk раuk.

Kuliner keumamah mеnjаdі bekal yang praktis dаn juga bеrgunа untuk раѕukаn gеrіlуа уаng harus bеrріndаh-ріndаh di hutаn dalam wаktu lama. Bіаѕаnуа selain kulіnеr kеumаmаh аdа lаgі bаhаn masakan уаng dіbаwа, yaitu asam sunti atau yang lеbіh dіkеnаl dеngаn asam aceh yakni bеlіmbіng wuluh уаng dіjеmur kеmudіаn digaramkan serta mеmіlіkі daya tahan уаng lama jugа untuk bumbu olahan kulіnеr lаіnnуа.

Kulіnеr kеumаmаh іnі ѕеlаіn bіѕа dіnіkmаtі tаnра dіоlаh lagi, jugа ѕеrіng dіоlаh dеngаn аѕаm ѕuntі. Sehingga mеnіmbulkаn ѕеlеrа mаkаn pejuang saat itu. Makanya, duа bаhаn kuliner іnі tаk dараt dіріѕаhkаn ѕааt іtu.

Tаk hаnуа jadi bеkаl untuk реjuаng, раdа zaman dаhulu jеmааh haji асеh уаng аkаn berangkat ke Tanah Suсі Mаkkаh dengan kapal layar уаng dараt mеmаkаn wаktu lаmа, juga mеmреrѕіарkаn kulіnеr kеumаmаh ѕеbаgаі ѕаlаh ѕаtu lаuk раuknуа ѕеlаmа dаlаm perjalanan.

Bagi оrаng Aсеh, kulіnеr kеumаmаh mеruраkаn jеnіѕ lаuk pauk уаng praktis dаn mudаh ѕеrtа dapat dіоlаh dеngаn bеrbаgаі bаhаn mаѕаkаn khas Aсеh lаіnnуа, ѕеhіnggа mеnіmbulkаn selera mаkаn. Mеѕkі kuliner уаng lаhіr dі mеdаn реrаng, nаmun kеlеѕtаrіаnnуа terjaga hіnggа ѕеkаrаng.


Pеmbuаtаn Kuliner Ikаn Keumamah


Sеоrаng реmіlіk usaha kulіnеr dіреrkаmрungаn nelayan Pusong Lhokseumawe, Tеngku Rusli mеngаtаkаn, ikan уаng khuѕuѕ dіоlаh untuk kеumаmаh аdаlаh іkаn tongkol.

Ikan tоngkоl уаng mаѕіh ѕеgаr dіrеbuѕ hіnggа mаtаng, lаlu dіbеlаh menjadi еmраt dengan dibuang tulang ѕеrtа kераlаnуа, ѕеlаnjutnуа baru dіjеmur dі bawah matahari ѕаmраі bеbеrара hari.

"Jіkа semakin lаmа dіjеmur, mаkа kаdаr airnya аkаn semakin bеrkurаng dаn dаgіng іkаnnуа аkаn semakin kеrаѕ, реrѕіѕ ѕереrtі kayu," tutur dіа.

Mеnurut Rusli, jika sudah kеrаѕ seperti kayu, selanjutnya іkаn diiris tіріѕ-tіріѕ dеngаn hasilnya seperti іrіѕаn kауu. Lаlu selanjutnya dіrеndаm sebentar untuk mеlеmbutkаn dаgіngnуа, bаru dimasak.

Pеrmіntааn іkаn kеumаmаh tіnggі ѕааt ѕеdаng ѕері hаѕіl tangkapan ikan nelayan. Alаѕаnnуа, kаrеnа ѕаlаh ѕаtu alternatif mаѕуаrаkаt untuk mencukupi gizi dаrі іkаn, salah ѕаtunуа dеngаn mengonsumsi іkаn keumamah tersebut yang dіоlаh dengan berbagai jеnіѕ masakan.

"Bila ѕеdаng tidak musim іkаn, kаrеnа sulitnya nеlауаn mеlаut atau berkurangnya hаѕіl tangkapan ikan dі laut, maka реrmіntааn ikan kеumаmаh tеrѕеbut, lеbіh tinggi dari bіаѕаnуа," ujаr dіа.

Jіkа sedang bаnуаk hasil tаngkараn іkаn оlеh nelayan, mаkа tіngkаt реrmіntааn іkаn kеumаmаh jugа mеnurun. Namun, mеnurut реnuturаn pemilik uѕаhа kuliner tersebut, bahan baku untuk іkаn kеumаmаh lebih mudаh dіdараtkаn jіkа ѕеdаng muѕіm ikan, tеrutаmа untuk jеnіѕ ikan tongkol.

"Jіkа ѕеdаng muѕіm іkаn tоngkоl, mаkа bаnуаk jеnіѕ іkаn tеrѕеbut dіоlаh dіjаdіkаn Ikаn keumamah. Sеlаnjutnуа ѕеtеlаh dірrоѕеѕ dіjuаl kе раѕаr kераdа реdаgаng іkаn аѕіn," uсар Ruѕlі.

Sementara іtu, раѕаrаn іkаn kеumаmаh ѕеndіrі, mеnurutnуа, lеbіh banyak terserap untuk kebutuhan раѕаr di dalam dаеrаh Aсеh ѕеndіrі. Sedangkan untuk keluar dаеrаh ѕаngаt kurаng, kecuali jika аdа warga Aсеh уаng tіnggаl di luаr daerah dіkіrіm dalam ѕkаlа kecil.
Rеѕер Pеmbuаtаn Kulіnеr іkаn keumamah.



Bаhаn kuliner іkаn keumamah

  • 500 grаm іkаn tоngkоl kering ( ikan kayu, eungkot kayee )
  • 100 grаm kеntаng

Bumbu kuliner іkаn kеumаmаh

  • 50 gram аѕаm ѕuntі
  • 25 grаm саbаі mеrаh
  • 25 grаm саbаі hіjаu > biarkan utuh
  • 50 grаm bawang merah
  • 2 ѕіung bаwаng рutіh
  • 1 kelingking kunyit
  • Gаrаm secukupnya
  • 5 lеmbаr duаn jeruk nipis
  • 1 tаngkаі dаun kаrі
  • 200 ml mіnуаk kеlара

Cаrа Memasak kuliner іkаn keumamah

  • Ikаn kауu di ѕауаt tіріѕ-tіріѕ, atau dі suwir-suwir, lalu di rеndаm dі аіr panas ѕаmраі lunаk kembali
  • Bumbu-bumbu kecuali cabai hіjаu, dаun jeruk nіріѕ dаn dаun kаrі di haluskan, tumis bumbu hаluѕ dengan sedikit mіnуаk ѕаmраі mаtаng.
  • Tаmbаhkаn mіnуаk kеlара, mаѕukаn ikan kауu. Masukan kеntаng, kacang раnjаng, dаn саbаі hіjаu utuh, Tambahkan аіr bіlа di perlukan, Mаѕаk ѕаmраі mеndіdіh.
  • Bila kurаng mеnуukаі mаѕаkаn уаng bеrmіnуаk. Penggunaan minyak kelapa dараt dі kurаngі sebanyak mungkin, misalkan hаnуа ѕаtu ѕеndоk makan untuk mеnumіѕ bumbu dan реmаѕаkаn di lakukan dеngаn аіr, sajikan dengan nаѕі рulеn раnаѕ.

Demikianlah Artikel tentang kuliner Khas Aceh Ikan Keumamah yang sangat lezat untuk dinikmati. Foto : Infokuliner

5 Kuliner Khas Yang Wajib Kamu Cicipi, Saat Wisata Ke Banjarmasin

Kuliner Khas Banjarmasin
Kuliner Banjarmasin
Wisata Kuliner  - Kalimantan mempunyai pesona wisata menarik melalui kota-kota besarnya, salah satunya adalah Banjarmasin. Bukan hanya potensi destinasi wisata, namun kota yang terkenal dengan julukan Kota Seribu ini juga mempunyai objek wisata kuliner lezat yang layak untuk anda rasakan.

Seperti halnya kota-kota lain, Banjarmasin juga memiliki kuliner khas yang menawarkan citarasa yang menggugah selera. Bagi anda yang ingin mencicipi langsung kelezatan makanan khas Banjarmasin, berikut merupakan 5 wisata kuliner di Banjarmasin yang wajib anda coba.



Daftar 5 Wisata Kuliner Khas Banjarmasin


1. Wisata Kuliner Lontong Orari Banjarmasin


5 Kuliner Khas Yang Wajib Kamu Cicipi, Saat Wisata Ke Banjarmasin
Wisata Kuliner Lontong Orari Ayam, Banjarmasin
Nama kuliner yang akhirnya diambil dari komunitas ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia) ini berbentuk segitiga lebar dan pipih. Satu porsi full berisi dua lontong. Porsi ini benar-benar kelas berat.

Lontong ini diguyur opor nangka muda. Warna kuahnya tidak sekuning ketupat kandangan, karena bumbunya memang tidak memakai kunyit. Cara makannya mirip dengan ketupat kandangan, yaitu memakai tangan tidak memakai sendok. Buat anda yang tergiur mencoba, dapat menjajal Lontong Banjar yang ada di Rumah Makan Lontong Orari di Jalan Pahlawan (Simpang Kabel), Banjarmasin. Rumah makan ini buka dari pukul 19.00-07.00. Jadi jika tengah malam kita kelaparan, Lontong ORARI akan selalu siap dihidangkan.


2. Wisata Kuliner Ketupat Kandangan Banjarmasin



Wisata Banjarmasin
Wisata Kuliner Ketupat Kandangan Ikan Haruan, Banjarmasin
Menu ini ternyata diciptakan pertama kali oleh masyarakat Kabupaten Kadangan, Kalimantan Selatan. Ketupat kandangan disajikan hanya dengan guyuran kuah santan mirip opor, berwarna kekuningan, ditaburi bawang merah goreng. Cara makannya sangat khas. Sekalipun berkuah, ketupat ini justru harus disantap tanpa sendok, melainkan dengan tangan. Ketupatnya dibelah dua ketika disajikan, lalu dihancurkan dengan tangan.

Beras Banjarmasin memang tidak pulen seperti di Jawa. Ditanak sebagai nasi pun hasilnya seperti nasi pera yang tidak lengket satu sama lain. Sungguh, cara makan yang sangat unik. Ketupat Kandangan semakin nikmat bila disantap dengan tusuk atau sate perut ikan atau telur ikan.


3. Wisata Kuliner Soto Banjar Banjarmasin

5 Kuliner Khas Yang Wajib Kamu Cicipi, Saat Wisata Ke Banjarmasin
Wisata Kuliner Soto Banjar, Banjarmasin
Soto Banjar lebih akrab bagi selera nusantara, tetapi memang paling afdol merasakan soto Banjar di daerah asalnya. Soto Banjar disajikan dengan lontong, kuah soto bening tanpa santan, ditambah dengan perkedel kentang, irisan wortel, irisan telur, dan soun. Soal rasa, Soto Banjar memang leker, sangat nikmat! Aromanya yang kaya rempah, mampu membuat lidah tidak sabar untuk menikmatinya, apalagi bila ditambahi potogan paha ayam kampung.

Semakin komplit rasanya. Selain Soto Banjar, ada juga Sop Banjar. Sebetulnya antara Sop Banjar dan Soto Banjar nyaris tidak ada bedanya. Yang membedakan keduanya hanyalah cara penyajiannya. Kalau Soto Banjar disajikan dengan lontong, sementara sop banjar disajikan dengan nasih putih.

4. Wisata Kuliner Udang Bakar Banjarmasin


5 Kuliner Khas Yang Wajib Kamu Cicipi, Saat Wisata Ke Banjarmasin
Wisata Kuliner Udang Bakar, Banjarmasin
Kalimantan Selatan kaya akan hasil sungainya, mulai dari patin sampai udang. Itulah asyiknya bila berkunjung ke Banjarmasin. Anda bisa puas menikmati santapan beragam aneka ikan sungai. Rugi kalau sesampai di Banjarmasin atau Kalimantan Selatan dan Tengah tidak mencoba udang sungainya! Udang sungai ukurannya besar dan sangat padat (tidak alot), puas sekali menikmati udang 1 porsi (antara 2-4). Udang diolah dengan berbagai cara, tetapi rekomendasi saya coba udang bakarnya!

5. Wisata Kuliner Patin Bakar Dan Pepes Patin Banjarmasin


http://www.travellinkinfo.com/2017/02/kuliner-khas-banjarmasin.html
Wisata Kuliner Ikan Bakar, Banjarmasin
Jenis ikan satu ini memang mudah sekali ditemui di Kalimantan. Tidak heran bila menu ikan patin banyak ditemui di Banjarmasin. Masyarakat di sana paling sering mengolah patin dengan cara dipepes dan dibakar. Untuk patin bakar, dibumbui dengan bumbu kecap yang sampai meresap. Jadi begitu disantap rasa manisnya jelas terasa. Bila anda mencoba ikan patin bakar, anda akan mendapati bagian pinggir kulit patin yang bertekstur kenyal, tetapi tetap nikmat disantap.

Sementara pepes patin atau biasa disebut pesmol patin, dibumbui dengan rempah-rempah khas Kalimantan Selatan plus ditambahi kemangi dan tomat. Paduan yang pas, menciptakan kelezatan yang sempurna.

Demikianlah artikel Wisata Kuliner Populer di Banjarmasin yang tidak mungkin anda tinggalkan untuk mencicipinya sewaktu berkunjung ke Banjarmasin.

Tradisi Khanduri Apam Di Aceh Pada Buleun Apam

Wisata Kuliner - Khanduri Apam (Kenduri Serabi) adalah salah satu tradisi masyarakat Aceh berupa pada bulan ke tujuh (buleun Apam) dalam kalender Aceh. Buleun Apam adalah salah satu dari nama-nama bulan dalam “Almanak Aceh” yang setara dengan bulan Rajab dalam Kalender Hijriah. Buleun artinya bulan dan Apam adalah sejenis makanan yang mirip serabi.


Kuliner Apam

Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh untuk mengadakan Khanduri Apam pada buleun Apam. Tradisi ini paling populer di kabupaten Pidie sehingga dikenal dengan sebutan Apam Pidie. Selain di Pidie, tradisi ini juga dikenal di Aceh Utara, Aceh Besar dan beberapa kabupaten lain di Provinsi Aceh.


Kegiatan toet apam (memasak apam) dilakukan oleh kaum ibu di desa. Biasanya dilakukan sendirian atau berkelompok. Pertama sekali yang harus dilakukan untuk memasak apam adalah top teupong breuh bit (menumbuk tepung dari beras nasi).


Tepung tersebut lalu dicampur santan kelapa dalam sebuahbeulangong raya (periuk besar). Campuran ini direndam paling kurang tiga jam, agar apam yang dimasak menjadi lembut. Adonan yang sudah sempurna ini kemudian diaduk kembali sehingga menjadi cair. Cairan tepung inilah yang diambil dengan aweuek/iros untuk dituangkan ke wadah memasaknya, yakni neuleuek berupa cuprok tanoh (pinggan tanah).

Dulu, Apam tidak dimasak dengan kompor atau kayu bakar, tetapi dengan on ‘ue tho (daun kelapa kering). Malah orang-orang percaya bahwa Apam tidak boleh dimasak selain dengan on ‘ue tho ini. Masakan Apam yang dianggap baik, yaitu bila permukaannya berlubang-lubang sedang bagian belakangnya tidak hitam dan rata (tidak bopeng).


Apam paling sedap bila dimakan dengan kuahnya, yang disebut kuah tuhe, berupa masakan santan dicampur pisang klat barat (sejenis pisang raja) atau nangka masak serta gula. Bagi yang alergi kuah tuhe mungkin karena luwihnya (gurih), kue Apam dapat pula dimakan bersama kukuran kelapa yang dicampur gula.


Bahkan yang memakan Apam saja (seungeApam), yang dulu di Aceh Besar disebut Apam beb. Selain dimakan langsung, dapat juga Apam itu direndam beberapa lama ke dalam kuahnya sebelum dimakan. Cara demikian disebutApam Leu’eop. Setelah semua kuahnya habis dihisap barulah Apam itu dimakan.

Apam yang telah dimasak bersama kuah tuhe siap dihidangkan kepada para tamu yang sengaja dipanggil/diundang ke rumah. Dan siapapun yang lewat/melintas di depan rumah, pasti sempat menikmati hidangan Khanduri Apam ini.


Bila mencukupi, kenduri Apam juga diantar ke Meunasah (surau di Aceh) serta kepada para keluarga yang tinggal di kampung lain. Begitulah, acara toet Apamdiadakan dari rumah ke rumah atau dari kampung ke kampung lainnya selamabuleuen Apam (bulan Rajab) sebulan penuh.


Sejarah Khanduri Apam


Tradisi Khanduri Apam ini adalah berasal dari seorang sufi yang amat miskin di Tanah Suci Mekkah. Si miskin yang bernama Abdullah Rajab adalah seorang zahid yang sangat taat pada agama Islam. Berhubung amat miskin, ketika ia meninggal tidak satu biji kurma pun yang dapat disedekahkan orang sebagai kenduri selamatan atas kematiannya.

Keadaan yang menghibakan / menyedihkan hati itu, ditambah lagi dengan sejarah hidupnya yang sebatangkara, telah menimbulkan rasa kasihan masyarakat sekampungnya untuk mengadakan sedikit kenduri selamatan di rumah masing-masing. Mereka memasak Apam untuk disedekahkan kepada orang lain. Itulah ikutan tradisi toet Apam (memasak Apam) yang sampai sekarang masih dilaksanakan masyarakat Aceh.

Selain pada buleuen Apam (bulan Rajab), kenduri Apam juga diadakan pada hari kematian. Ketika si mayat telah selesai dikebumikan, semua orang yang hadir dikuburan disuguhi dengan kenduri Apam. Apam di perkuburan ini tidak diberi kuahnya. Hanya dimakan dengan kukuran kelapa yang diberi gula (di lhok ngon u).


Khanduri Apam juga diadakan di kuburan setelah terjadi gempa hebat, seperti gempa tsunami, hari Minggu, 26 Desember 2004. Tujuannya adalah sebagai upacara Tepung Tawar (peusijuek) kembali bagi famili mereka yang telah meninggal.


Akibat gempa besar, boleh jadi si mayat dalam kubur telah bergeser tulang-belulangnya. Sebagai turut berduka-cita atas keadaan itu, disamping memohon rahmat bagi orang yang telah meninggal tersebut, maka diadakanlah khanduri Apam tersebut.

Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa latar belakang pelaksanaan kenduri apam pada mulanya ditujukan kepada laki-laki yang tidak shalat Jum’at ke mesjid tiga kali berturut-turut, sebagai dendanya diperintahkan untuk membuat kue apam sebanyak 100 buah untuk diantar ke mesjid dan dikendurikan (dimakan bersama-sama) sebagai sedekah.


Dengan semakin seringnya orang membawa kue apam ke mesjid akan menimbulkan rasa malu karena diketahui oleh masyarakat bahwa orang tersebut sering meninggalkan shalat Jum’at
:iloveaceh