Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Masjid Agung Jawa Tengah, Salah Satu Masjid Termegah di Indonesia

Potrait Masjid Agung Jawa Tengah
Pesona senja di atas menara Masjid Agung Jawa Tengah
Sebagai ibu kota Jawa TengahSemarang menjadi salah satu kota terbesar di provinsi ini. Oleh karena itu industri pariwisata di daerah ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Objek Wisata di Semarang yang multi tematik dari keindahan alam, pesona pantai dan laut serta kekayaan heritage ini membuat ramai wisatawan domestik dan mancanegara berdatangan.

Di Semarang juga terdapat sebuah Masjid yang memiliki arsitektur yang megah. Sering disebut Masjid Agung Semarang, atau juga dikenal dengan nama Masjid Agung Jawa Tengah.

Kali ini travellink mengajak traveller untuk melihat keunikan serta apa saja, denah fasilitas yang disediakan dan tips untuk berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah.


Keunikan Masjid Agung Jawa Tengah


Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu Masjid termegah yang ada di Indonesia. Masjid Agung semarang ini dibangun dari tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006 dan bisa menampung sekitar 15.000 jamaah karena saking besarnya. Selain sebagai tempat beribadah bagi umat islam, Masjid Agung Jawa Tengah Semarang juga dijadikan sebagai salah satu tempat wisata religi yang sudah sangat populer di Semarang.

wisata semarang
payung raksasa di masjid agung jawa tengah. foto : @awanpotret_
Di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah juga memiliki Museum dan perpustakaan sehingga para wisatawan dapat mengetahui dan mengenal sejarah tempat wisata Semarang satu ini.

Arsitektur bangunan Masjid Agung Jawa Tengah di rancang dari perpaduan antara budaya lokal dengan budaya Arab. Hal ini terlihat sangat jelas dengan adanya 6 buah payung hidrolik raksasa yang mirip dengan payung di Masjid Nabawi.

Payung raksasa yang berada di depan masjid agung akan dibuka pada saat Sholat Jumat, Idul Fitri atau Idul Adha dengan catatan kekuatan angin tidak melebihi 200 knot. Jadi apabila saat kamu Sholat Jumat di Masjid Agung Jawa Tengah tapi payung tidak terbuka, mungkin kekuatan angin sedang melebihi 200 knot.

Di sisi samping kanan Masjid Agung Jawa Tengah terdapat Auditorium yang mampu menampung kurang lebih 2.000 orang. Auditorium ini biasa digunakan untuk acara pameran atau pernikahan.
foto : @ayudhaproject
Sedangkan di sebelah kiri terdapat ruang Perpustakaan dan ruang Perkantoran yang disewakan untuk umum. Tak sampai di situ saja, ketika kita pertama kali memasuki area Masjid Agung Jawa Tengah, kita akan melihat sebuah menara yang menjulang tinggi.

Menara yang dinamakan Menara Asmaul Husna, memiliki ketinggian 99 meter. Dari atas puncak Menara ini wisatawan dapat melihat megahnya Masjid Agung Jawa Tengah dari ketinggian, dan anda juga dapat melihat pemandangan Kota Semarang dan pesisir lautnya dengan menggunakan teropong.

Masih ada satu spot lagi yang tak boleh kamu lewatkan, yaitu Al Qur’an raksasa. Al Qur’an raksasa ini merupakan tulisan tangan karya H. Hayatuddin, yaitu seorang penulis kaligrafi dari Wonosobo.

Tak hanya itu saja, disini juga terdapat replika bedug raksasa yang dibuat oleh santri dari Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas.

Menara Asmaul Husna. foto : @maskums_

Fasilitas

  • Tempat Parkir
  • Penginapan
  • Warung Makan
  • Menara
  • Museum
  • Resto Putar Di Dalam Menara
  • Perpustakaan
  • Auditorium
  • Al Qur’an dan Bedug Raksasa



Jam Buka Menara Asmaul Husna

Rp. 3.000/orang | 08:00 WIB – 17:30 WIB

Rp. 4.000/orang | 17:30 – 21:00 WIB


Kontak :(024) 6725412


Akomodasi (Penginapan)

Bagi anda para backpacker anda dapat menginap di Masjid Agung Semarang, namun anda harus meminta izin pada pengurus Masijd terlebih dahulu. Atau pilihan lainnya wisatawan dapat mencari penginapan terdekat lain di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah.


Tips Berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah

  1. Jangan lupa membawa peralatan Sholat
  2. Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu taati aturan.
  3. Waktu terbaik untuk naik ke atas menara adalah saat sore hari (setelah Sholat Ashar), saat itu kita bisa melihat sunset dengan teropong.
  4. Bagi wanita, gunakan pakaian yang sopan ya.
  5. Bisa diakses menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.


Nah itulah artikel tentang Masjid Agung Jawa Tengah yang merupakan masjid termegah di Indonesia. Bila anda berkunjung ke Semarang, anda dapat berkunjung ke masjid yang mirip dengan masjid Nabawi ini.

Sam Poo Kong, Tempat Wisata Instagramable 2019 di Semarang

Tempat wisata di Semarang
Sam Poo Kong. Foto: Instagram
Semarang, daerah yang berada di Jawa Tengah, kota satu ini mempunyai banyak ragam jenis wisata diantaranya wisata sejarah, religi, alam hingga wisata kuliner. Salah satu tempat wisata di Semarang yang sudah cukup populer sebagai wisata sejarah dan religi adalah Sam Poo Kong.

Sam Poo Kong, 
sebuah bangunan klenteng yang difungsikan sebagai tempat beribadah masyarakat China. Bangunan tersebut berwarna merah dan kuning, seperti layaknya Klenteng khas negeri China.

Selain menjadi tempat beribadah, Sam Poo Kong juga menjadi salah satu tempat wisata instagramable di Semarang yang cukup populer, terutama dikalangan anak muda. Kawasan Sam Poo Kong terbilang cukup luas jadi bisa menampung banyak pengunjung.

Sejarah Klenteng Sam Poo Kong


Sam Poo Kong adalah Situs bangunan kuno warisan Cheng Ho. Seorang Laksamana yang bergama Islam dari China, ketika memasuki kawasan Klenteng, maka wisatawan dapat melihat patung Laksamana Cheng Ho yang sangat besar terlihat berdiri kokoh.

Bangunan utama dari situs kuno di semarang ini adalah sebuah Goa Batu yang dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya ketika mengunjungi Pulau Jawa di tahun 1400-an.

Sam poo kong

Goa Asli dari sam poo kong ini tertutup longsor pada tahun 1700-an, kemudian di rehab kembali oleh penduduk setempat sebagai penghormatan kepada Cheng Ho.


Baca juga:
Destinasi Wisata Lawang Sewu di Kota Semarang

Didalam bangunan Goa Batu tersebut terdapat patung Laksamana Cheng Ho yang berbalut emas dan difungsikan sebagai tempat bersembayang untuk memohon rezeki, keselamatan dan kesehatan, tak hanya itu saja, di kawasan bangunan kuno Klenteng Sam Poo Kong wisatawan juga dapat melihat situs kuno lain seperti :

1. Klenteng Thao TeeKong

Bangunan ini difungsikan sebagai tempat pemujaan Dewa Bumi untuk memohon berkah dan keselamatan hidup.

2. Kyai Juru Mudi

Kyai Juru Mudi adalah situs makam dari juru mudi kapal yang ditumpangi oleh Laksamana Cheng Ho.

3. Kyai Jangkar

Di situs kuno kyai jangkar terdapat jangkar asli dari kapal Laksamana Cheng Ho. Jangkar ini dibalut oleh kain berwarna merah. selain itu tempat ini juga digunakan untuk mendoakan arwah yang tidak bersanak keluarga yang mungkin belum mendapat tempat di alam baka.

4. Kyai Cundrik Bumi

Merupakan tempat penyimpanan segala jenis senjata milik awak kapal Laksamana Cheng Ho.

5. Kyai dan Nyai Tumpeng

Kyai dan Nyai Tumpeng adalah tempat penyimpanan bahan makanan pada masa Laksamana Cheng Ho.

Keunikan Objek Wisata Sam Poo Kong


Klenteng Sam Poo Kong merupakan sebuah bangunan yang memiliki fungsi utama untuk sembayang, jadi tidak semua orang diperbolehkan memasuki setiap ruangan, akan tetapi kita masih tetap bisa melihat keindahan arsitektur bangunan Klenteng dari luar.

Klenteng Sam Poo Kong bisa menjadi lokasi favorit bagi kamu pecinta fotografi, sebab bangunan-bangunan di kawasan Klenteng terlihat sangat unik dengan ciri khas bangunan China, jadi kamu tidak perlu jauh-jauh pergi ke China untuk melihat bangunan seperti itu, cukup ke Sam Poo Kong saja.

Sam poo kong malam hari
Tempat wisata Sam Poo Kong Semarang
Setiap harinya, Sam Poo Kong selalu ramai oleh pengunjung, terutama kalangan anak muda, nah, setelah kamu puas berkeliling di kawasan Klenteng, dengan biaya tambahan kamu bisa mencoba berfoto dengan menggunakan pakaian khas China juga lho.


Sarana dan Prasarana Objek Wisata

Fasilitas :


WC
Mushola
Tempat parkir
Spot foto
Pusat informasi



Harga Tiket Masuk lengkap

Dewasa : Rp 10.000 (masuk area wisata) dan Rp 28.000 (masuk area sembahyang)
Anak-anak: Rp 8.000 (masuk area wisata) dan Rp 15.000 (masuk area sembahyang)
Wisatawan asing: Rp 15.000 (masuk area wisata) dan Rp 45.000 (masuk area sembahyang)
Wisatawan asing anak-anak: Rp 8.000 (masuk area wisata) dan Rp 28.000 (masuk area sembahyang).
(Harga update bulan juli)

Foto menggunakan pakaian khas China
Rp.70.000/orang


Jam Buka

Sam Poo Kong buka mulai pukul 08.00 - 21.00 WIB

Alamat

Jl. Simongan No.129, Bongsari, Kec. Semarang Bar., Kota Semarang, Jawa Tengah 50148
Koordinat Objek wisata : Klik link

Akomodasi (Penginapan)

Untuk wisatawan yang ingin mencari jasa penginapan di sekitar Sam Poo Kong sangatlah mudah, dan banyak hotel dan penginapan berada dekat dengan kawasan karena lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota Semarang.


Tips Berkunjung


1. Kunjungi semua bagian klenteng

Wisatawan dapat mengunjungi semua bagian klenteng. Setidaknya ada enam bagian di Sam Poo Kong yakni tempat pemujaan Dewa Bumi, makam dari juru mudi kapal, Kyai Jangkar, tempat penyimpanan segala jenis senjata, dan tempat penyimpanan bahan makanan.

Masing-masing bagian klenteng memiliki keunikannya sendiri, dan sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

2.. Berburu spot foto instagramable


Sam Poo Kong merupakan perwujudan dari arsitektur khas negeri China, dan dominasi warna merah dan kuning menjadikan Sam Poo Kong semakin instagramable.

Bagi kamu yang liburan ke Sam Poo Kong, siapkan kamera atau gadget dengan daya baterai full.

3. Menyewa pakaian khas China


Bagi para wisatawan yang ingin mengabadikan momen di Sam Poo Kong menjadi lebih berkesan, bisa menyewa pakaian khas China. Terdapat banyak pilihan pakaian mulai dari anak-anak hingga dewasa. wisatawan juga dapat menggunakan jasa fotografer yang bisa mengabadikan momen terbaik di Sam Poo Kong.


4. Kunjungi saat malam hari


Sam Poo Kong dapat dikunjungi siang maupun malam hari. Namun bagi wisatawan yang tidak terikat waktu saat berwisata ke Semarang, ada baiknya mengunjungi tempat ini di malam hari atau di sore hari menjelang malam. Sensasi pada malam hari saat berkunjung pun akan berbeda. Dimana lampu-lampu akan dinyalakan dan bangunan akan terlihat lebih cantik.

5. Menyewa guide


Untuk para wisatawan yang ingin mengetahui tentang objek wisata Sam Poo Kong, anda dapat menggunakan jasa guide yang telah di sediakan di objek wisata. Dengan menggunakan jasa guide ini, wisatawan lebih tahu tentang sejarah hingga hal-hal yang rinci dari situs kuno ini.

Nah itulah artikel tentang tempat wisata favorit Sam Poo Kong di Semarang, kalau anda berada di kota semarang tidak salahnya berkunjung ke objek wisata instagramble ini.

Melirik Kerukunan Beragama, Adat dan Budaya di Bali dan Menjadikan Objek Wisata Menarik

Diantara banyaknya objek wisata di pulau Bali yang hadir dalam paket wisata alam, pantai dan lainnya, ini dia keunikan lainnya dari Pulau dewata ini.


Ya ... Kerukunan beragama, adat dan budaya menjadi sisi yang sangat unik bagi pengunjung wisata.

Bali dengan sebutan lain adalah Pulau Dewata memiliki pantai-pantai, keasrian alam dan masih banyak lagi objek wisata menarik di pulau ini. Tidak hanya itu Kerukunan dalam beragama, adat dan Budaya juga menjadi Objek Wisata yang tidak kalah menariknya


Bali familiar dengan bait sastra yang digunakan sebagai slogan lambang negara Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Manggrua. Yang bermakna Kendati berbeda namun tetap satu jua, tiada duanya (Tuhan - Kebenaran) itu.


Bisa dipahami jika masyarakat Bali dapat hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain seperti Islam, Kristen, Budha, dan lainnya. Pandangan ini merupakan bantahan terhadap penilaian sementara orang bahwa Agama Hindu memuja banyak Tuhan.



desa panglipuran bali

Masyarakat Hindu Bali menyebut Tuhan dengan berbagai nama, namun yang dituju tetaplah satu yakni Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa, yang disebut Tri Murti, kendati terpilah tiga, namun terkait satu jua sebagai proses lahir-hidup-mati atau utpeti-stiti-pralina.


Dewata Nawa Sanga sebagai sembilan Dewata yang menempati delapan arah mata angin dan satu di tengah kendati terpilah sembilan lalu menjadi sebelas tatkala terpadu dengan lapis ruang ke arah vertikal bawah-atas-tengah atau bhur-bwah-swah, adalah satu jua sebagai kekuatan Tuhan dalam menjaga keseimbangan alam semesta.


Demikian pula halnya dengan nama dan sebutan lain yang dimaksudkan secara khusus memberikan gelar atas ke-Mahakuasa-an Tuhan.


Wisata Bali : 9 Pura Tekenal di Bali Yang Unik

Keyakinan umat Hindu terhadap keberadaan Tuhan/Hyang Widhi yang Wyapi Wyapaka atau ada di mana-mana juga di dalam diri sendiri - merupakan tuntunan yang selalu mengingatkan keterkaitan antara karma atau perbuatan dan pahala atau akibat, yang menuntun prilaku manusia ke arah Tri Kaya Parisudha sebagai terpadunya manacika, wacika, dan kayika atau penyatuan pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik.


Umat Hindu percaya bahwa alam semesta beserta segala isinya adalah ciptaan Tuhan sekaligus menjadi karunia Tuhan kepada umat manusia untuk dimanfaatkan guna kelangsungan hidup mereka.


Karena itu tuntunan sastra Agama Hindu mengajarkan agar alam semesta senantiasa dijaga kelestarian dan keharmonisannya yang dalam pemahamannya diterjemahkan dalam filosofi Tri Hita Karana sebagai tiga jalan menuju kesempurnaan hidup, yaitu:



Hubungan manusia dengan Tuhan


Sebagai atma atau jiwa dituangkan dalam bentuk ajaran agama yang menata pola komunikasi spiritual lewat berbagai upacara persembahan kepada Tuhan.


Karena itu dalam satu komunitas masyarakat Bali yang disebut Desa Adat dapat dipastikan terdapat sarana Parhyangan atau Pura, disebut sebagai Kahyangan Tiga, sebagai media dalam mewujudkan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi.



Hubungan manusia dengan alam lingkungannya


Sebagai angga atau badan tergambar jelas pada tatanan wilayah hunian dan wilayah pendukungnya (pertanian) yang dalam satu wilayah Desa Adat disebut sebagai Desa Pakraman.


Hubungan manusia dengan sesama manusia


Sebagai khaya atau tenaga yang dalam satu wilayah Desa Adat disebut sebagai Krama Desa atau warga masyarakat, adalah tenaga penggerak untuk memadukan atma dan angga.

Pelaksanaan berbagai bentuk upcara persembahan dan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa oleh umat Hindu disebut Yadnya atau pengorbanan/korban suci dalam berbagai bentuk atas dasar nurani yang tulus.


Pelaksanaan Yadnya ini pada hakekatnya tidak terlepas dari Tri Hita Karana dengan unsur-unsur Tuhan, alam semesta, dan manusia.


Didukung dengan berbagai filosofi agama sebagai titik tolak ajaran tentang ke-Mahakuasa-an Tuhan, ajaran Agama Hindu menggariskan pelaksanaan Yadnya dalam lima bagian yang disebut Panca Yadnya, yang diurai menjadi:



1. Dewa Yadnya

Persembahan dan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Upacara Dewa Yadnya ini umumnya dilaksanakan di berbagai Pura, Sanggah, dan Pamerajan (tempat suci keluarga) sesuai dengan tingkatannya. Upacara Dewa Yadnya ini lazim disebut sebagai piodalan, aci, atau pujawali.


2. Pitra Yadnya

Penghormatan kepada leluhur, orang tua dan keluarga yang telah meninggal, yang melahirkan, memelihara, dan memberi warna dalam satu lingkungan kehidupan berkeluarga.

Masyarakat Hindu di Bali meyakini bahwa roh leluhur, orang tua dan keluarga yang telah meninggal, sesuai dengan karma yang dibangun semasa hidup, akan menuju penyatuan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


Keluarga yang masih hiduplah sepatutnya melaksanakan berbagai upacara agar proses dan tahap penyatuan tersebut berlangsung dengan baik.



3. Rsi Yadnya

Persembahan dan penghormatan kepada para bijak, pendeta, dan cerdik pandai, yang telah menetapkan berbagai dasar ajaran Agama Hindu dan tatanan budi pekerti dalam bertingkah laku.


4. Manusia Yadnya

Suatu proses untuk memelihara, menghormati, dan menghargai diri sendiri beserta keluarga inti (suami, istri, anak). Dalam perjalanan seorang manusia Bali, terhadapnya dilakukan berbagai prosesi sejak berada dalam kandungan, lahir, tumbuh dewasa, menikah, beranak cucu, hingga kematian menjelang.

Upacara magedong-gedongan, otonan, menek kelih, pawiwahan, hingga ngaben, adalah wujud upacara Hindu di Bali yang termasuk dalam tingkatan Manusa Yadnya.



5. Bhuta yadnya

Prosesi persembahan dan pemeliharaan spiritual terhadap kekuatan dan sumber daya alam semesta. Agama Hindu menggariskan bahwa manusia dan alam semesta dibentuk dari unsur-unsur yang sama, yaitu disebut Panca Maha Bhuta, terdiri dari Akasa (ruang hampa), Bayu (udara), Teja (panas), Apah (zat cair), dan Pertiwi (zat padat).

Karena manusia memiliki kemampuan berpikir (idep) maka manusialah yang wajib memelihara alam semesta termasuk mahluk hidup lainnya (binatang dan tumbuhan).


Panca Maha Bhuta, yang memiliki kekuatan amat besar, jika tidak dikendalikan dan tidak dipelihara akan menimbulkan bencana terhadap kelangsungan hidup alam semesta. Perhatian terhadap kelestarian alam inilah yang membuat upacara Bhuta Yadnya sering dilakukan oleh umat Hindu baik secara insidentil maupun secara berkala.


Bhuta Yadnya memiliki tingkatan mulai dari upacara masegeh berupa upacara kecil dilakukan setiap hari hingga upacara caru dan tawur agung yang dilakukan secara berkala pada hitungan wuku (satu minggu), sasih (satu bulan), sampai pada hitungan ratusan tahun.


Demikianlah Sekilas tentang Kerukunan Beagama, Adat dan Budaya di Bali yang di kemas menjadi satu kesatuan dari penampilan Objek Wisata yang sangat menarik untuk di kunjungi serta menambah pengetahuan wawasan bagi siapa saja yang mengunjungi pulau dewata ini.

7 Destinasi Wisata Religi Favorit Banda Aceh yang harus kamu kunjungi

Wisata Religi Banda Aceh
7 Destinasi Wisata Religi Favorit Banda Aceh

Wisata ReligiKota Banda Aceh merupakan kota Islam yang paling tua di Asia Tenggara, di mana Kota Banda Aceh merupakan ibu kota dari provinsi Aceh. Banda Aceh memiliki banyak destinasi wisata yang layak dikunjungi diantaranya objek wisata religi, objek wisata sejarah, wisata pantai, wisata kuliner dan wisata-wisata lainnya.

Jika anda melawat ke kota banda aceh jangan lupa untuk mengunjungi beberapa objek wisata favorit sehingga dapat menambah dan menyegarkan dahaga spiritual anda. Berikut 7 wisata religi favorit Banda Aceh yang ramai di kunjungi oleh wisatawan terutama pada hari-hari besar islam.


1. Masjid Raya Baiturrahman


Wisata Favorit Masjid Raya Baiturrahman
Wisata Favorit Masjid Raya Baiturrahman @hendramurdani
Masjid ini merupakan Kebanggaan Rakyat Aceh banyak guratan sejarah yang membekas pada Masjid ini. Masjid Baiturrahman adalah sebuah masjid kesultanan Aceh yang di bangun oleh Sultan Iskandar Muda (1022 H/1612).

Pada transisi sejarah yang sangat panjang Masjid ini pernah di bakar belanda (10 April 1873) dan dibangun kembali pada tahun 1877 oleh belanda dengan maksud merebut simpati dari rakyat aceh.


Masjid Baiturrahman merupakan salah satu masjid terindah di Indonesia yang memiliki arsitektur yang memukau, ukiran dan halaman masjid yang telah di pugar untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.


Masjid ini pernah di hantam oleh Tsunami, namun terhindar dari kerusakan parah. banyak kisah yang menjadi saksi mata bahwa Masjid Baiturrahman menjadi tempat mengunggsi nya warga sekitar dari amukan dahsyat Gempa dan Tsunami.


Lokasi Masjid Baiturrahman Aceh:

Tempat Wisata Religi Masjid Raya Baiturrahman terletak di Kp. Baru, Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh.


2. Masjid Baiturrahim


Masjid Baiturrahim Ulhee Lheue
Masjid Baiturrahim Ulhee Lheue Foto : @anggafara

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue adalah salah satu masjid bersejarah di provinsi Aceh, Indonesia. Masjid ini merupakan peninggalan Sultan Aceh pada abad ke-17. Masa itu masjid tersebut bernama Masjid Jami’ Ulee Lheu. Pada 1873 ketika Masjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda, semua jamaah masjid terpaksa melakukan salat Jumat di Ulee Lheue. Dan sejak saat itu namanya menjadi Masjid Baiturrahim.


Pada Awalnya Masjid ini di bangun dari material kayu, namun pada tahun 1922 di pugar oleh Pemerintahan Hindia Belanda secara permanen material semen dan batu bata yang ber arsitektur eropa.


Lokasi tempat wisata:


Objek Wisata Masjid Baiturrahim tidak seberapa jauh dengan Masjid Baiturrahman, sekitar 10-15 meit perjalanan darat. Masjid ini terletak di Gp. Ulee Lheue, Meuraxa, Ulee Lheue, Banda Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh.



3. Masjid TGK Dianjong dan Makam Tgk Dianjong


Masjid TGK Dianjong
Masjid TGK Dianjong Peulanggahan

Teungku Di Anjong merupakan ulama besar yang hidup pada masa kerajaan Aceh Sultan Alauddin Mahmud Syah, 1760 - 1781 M. Penobatan gelar yang dianugerahkan dengan ungkapan Teungku yang “dianjong” yang berarti disanjung atau dimuliakan. Dalam sumber lain juga disebutkan bahwa gelar Teungku Di Anjong diberikan karena ulama ini banyak menghabiskan ibadah dengan shalat, berzikir, shalawat dan membaca ratib di anjungan masjid yang bertingkat tiga.


Beliau dikenal sebagai ulama tasawuf, juga berperan sebagai ulama fikih dan telah membimbing manasik haji bagi calon-calon jamaah baik dari dalam wilayah kesultanan Aceh, Sumatera, Pulau Jawa, bahkan juga jamaah dari Semenanjung Malaya yang akan menunaikan ibadah haji melalui Aceh.


Teungku Di Anjong di makamkan tepat di sebelah kanan masjid, banyak peziarah lokal dan asing untuk menziarahi makam nya baik pada hari-hari besar islam maupun hari lainnya.


Lokasi tempat Wisata:


Peulanggahan, Banda Aceh



Artikel terkait:

10 Wisata Favorit Banda Aceh

4. Masjid Oman



Masjid Oman Lampriet
Masjid Oman Lampriet, Foto ; @wardhanabest
Asal mula masjid itu dibangun pada 1979, yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Aceh Prof A.Majid Ibrahim dan Tgk. H Abdullah Ujung Rimba (Ketua Majelis Ulama Daerah Istimewa Aceh). Masjid siap pada 1989.

Masjid Agung Al Makmur Lampriet atau lebih dikenal dengan Masjid Oman, merupakan masjid kebanggaan Kota Banda Aceh. Masjid bergaya Timur Tengah itu punya kedekatan dengan Negara Oman, setelah tsunami melanda Aceh.


Lokasi :


Jl. Arifin Ahmad VI, Pineung, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh



5. Makam Syiah Kuala


Makam Syiah Kuala, Foto; @bungkes

Syech Abdurrauf bin Ali Alfansuri atau yang terkenal dengan nama Teuku Syiah Kuala, dipadati ratusan pengunjung setiap harinya. Tak hanya dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, kunjungan ramai juga datang dari warga luar Aceh, bahkan luar negeri seperti Malaysia, Brunai Darussalam dan Arab. Baik sekadar melihat, maupun hendak berziarah sembari membacakan zikir dan berdoa di makan ini.


Lokasi :


Makam Syiah Kuala tidak seberapa jauh dengan Masjid Raya Baiturrahman. Hanya dengan 10-15 menit perjalanan darat anda akan sampai ke lokasi. Wisata Religi Makam syiah kuala dapat di kunjungi di Gp. Deah Raya, Syiah Kuala, Deah Raya, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh.



6. PLTD Apong


PLTD Apung Banda Aceh
PLTD Apung Banda Aceh, Foto; ihwanulparis

PLTD Apung I adalah kapal pembangkit listrik seberat 2.600 ton dan luas 1.600 m2 milik PT. PLN (persero) yang ditambatkan di pelabuhan Ulee Lheue sejak tahun 2003 untuk membantu suplai arus listrik bagi masyarakat di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.


Tsunami 26 Desember 2004 kapal tersebut terdorong ke daratan lebih kurang 3 km dan terdampar ditengah Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru. Saat tsunami menerjang di atas kapalnya ada 11 ABK tetapi dari 11 orang hanya 1 ABK yang selamat. 1 ABK yang selamat karena tetap berada di atas kapal ketika tongkang itu terbawa ombak ke daratan.


Lokasi :


Punge Blang Cut, Jaya Baru, Kota Banda Aceh



7. Kapal Apung



Kapal Apung Lampulo
Kapal Apung Lampulo, Foto ; teddy_dronnel

Kapal Lampulo merupakan kapal nelayan yang sering digunakan oleh masyarakat Lampulo di Banda Aceh untuk melaut. Tetapi tragedi besar di Aceh pada tahun 2004 silam, membuat kapal ini memiliki keunikan tersendiri dan kini sudah menjadi salah satu objek wisata sejarah di Banda Aceh. Kapal Apung Lampulo yang terdampar ini terletak tidak jauh dari pelabuhan perikanan, hanya sekitar 1 Kilometer dari dermaga.


Lokasi tempat wisata:


Gp. Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh


Nah itulah tempat wisata religi di kota banda aceh yang akan menambah wawasan anda tentang sejarah, dan dahsyatnya gempa bumi dan tsunami. Semoga bermanfaat.

Inilah Ayat Alquran yang menjelaskan Gunung Sebagai Penstabil Bumi

Wisata, Pendidikan, Gunung, TravelAyat Alquran jelaskan Gunung Sebagai Penstabil BumiSains modern saat ini menjelaskan bahwa pegunungan sebagai penstabil Bumi. Gunung-gunung mempunyai akar di dalam tanah dan mampu mencapai kedalaman yang membuat Bumi menjadi kokoh.

Oleh karena akar tersebut berada di dalam tanah atau berada di bawah Bumi, seolah gunung-gunung mempunyai peran bagaikan pasak. Pasak tersebut dapat menahan agar kokoh dan gunung memiliki fungsi menstabilkan kerak Bumi, sehingga mencegah dari pergeseran tanah.


Gunung memiliki peran sebagai penstabil Bumi dan gunung terkait dengan proses panjang penciptaan planet. Gunung ini merupakan fenomena yang sangat penting dalam membuat planet agar cocok untuk kehidupan.


Surat An-Nazi'at ayat 32 menyebutkan bahwa gunung dipancangkan-Nya dengan teguh. Selain itu, dalam surat lainnya disebutkan bahwa gunung diciptakan sebagai pasak. 

"Bukankah Kami telah menjadikan Bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?," bunyi surat An Naba ayat 6-7.
Website Al-habib mengungkapkan, pengetahuan mengenai gunung-gunung yang memiliki akar ini diperkenalkan di paruh kedua dari abad ke-19. Padahal, Alquran telah menjelaskan segala fenomena yang terjadi di Bumi, termasuk gunung sekira 1.400 tahun lalu.
"Dan Dia menancapkan gunung di Bumi agar Bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk," bunyi surat An-Nahl ayat 15.
Semoga bermanfaat
#KeepBlogging