Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Cara Packing Barang di Carrier Menurut Kebutuhan Ketika Mendaki Gunung

Packing Tas Untuk Perjalanan Wisata

Gunung - Ada aturan yang menjadi standar dikala akan packing barang ke dalam carrier, rule tersebut tentunya dibentuk untuk memudahkan anda dalam mengambil peralatan tersebut dikala dibutuhkan. Bahkan dikalangan pendaki, packing yakni seni. Dimana setiap pendaki mempunyai caranya sendiri biar semua perlengkapan gampang untuk dimuat dan dibongkar dengan tetap tidak meninggalkan rule yang benar dikala packing.

Packing perlengkapan mendaki dengan benar mempunyai beberapa tujuan antara lain :

  • Barang bawaan terlindungi dengan aman, menyerupai tidak berair dikala terkena air
  • Mudah diambil dikala dibutuhkan
  • Carrier tetap nyaman di punggung dikala dipakai

Untuk tujuan tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dikala packing perlengkapan mendaki, antara lain :



Buat List Perlengkapan


Setiap ingin mendaki niscaya banyak barang yang akan dibawa oleh alasannya yakni itu buat list perlengkapan, mulai dari perlengkapan pribadi, kelompok dan juga logistik selama pendakian. Hal ini untuk memastikan barang apa saja yang dibawa dan masuk ke dalam carrier ataupun untuk mengetahui kalau ada barang yang tidak jadi dibawa.


Sesuaikan Dengan Kapasitas Carrier


Perhatikan kapasitas carrier alasannya yakni anda mustahil membawa banyak perlengkapan bila kapasitas carrier kecil. Sesuaikan barang bawaan anda dengan kapasitas carrier, bawa hanya barang – barang terpenting saja sesuai skala preoritas.

Beri Perlindungan Barang Agar Tahan Air


Setelah barang terkumpul sesuai list, selanjutnya beri pelindung anti air ke setiap item barang tadi, kalau tidak punya drybag dapat dibungkus dengan plastik kresek sesuai ukuran barang. Misalnya pakaian ganti di bungkus dalam 1 plastik kresek dan pastikan tidak bocor begitu juga dengan sleeping bag, logistik dan yang lainnya terutama barang yang dilarang basah.

Lapisi Bagian Dalam Carrier Dengan Plastik


Selanjutnya perlakuan untuk carrier sebelum dimasukan barang yakni terlebih dahulu melapisi carrier bab dalam dengan plastik besar menyerupai trashbag, pastikan plastik dilarang bocor. Tujuannya untuk menjaga carrier biar tidak berair dikala terkena rembesan air selama perjalanan. Bahkan di kondisi tertentu dapat tetap mengapung dikala menyeberang sungai.

Beri Matras Sebagai Frame Carrier


Setelah dilapisi plastik selanjutnya di isi matras kedalamnya dengan melingkar mengikuti besar bundar carrier. Tujuannya biar carrier lebih tegak dan kokoh sehingga lebih gampang dalam mengisi barang kedalamnya, dari pada meletakkan matras di luar samping, atas atau bawah carrier yang tak berfungsi dan cenderung menyulitkan perjalanan dikala harus melewati semak-semak yang rapat.
Cara Packing Carier untuk Mendaki Gunung
Foto By Gambar Dokumenter


Susun Barang Sesuai Kebutuhan


Tahap terakhir yakni memasukkan semua barang kedalam carrier, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun barang yang akan dimasukan ke dalam carrier antara lain :

1. Utamakan penempatan barang berasarkan prioritas kebutuhan, yaitu barang yang paling sering digunakan di posisi paling atas, kemudian tengah dan yang paling jarang digunakan di paling bawah.

Untuk barang yang berat dimanapun posisinya usahakan ditempatkan terdekat dengan punggung atau melempel dengan punggung gres diikuti barang lebih ringan disisi menjauhi punggung.

2. Carrier harus seimbang, dikala mengisi barang usahakan carrier harus tetap seimbang tujuannya biar anda tetap nyaman dikala membawa carrier. Tes keseimbangan carrier tidak sulit, cukup dengan menciptakan carrier bangun tanpa disandarkan bila miring ke satu arah sebaiknya atur ulang barang bawaan

Namun terkadang tetap tegak pun belum tentu seimbang coba pukul ringan carrier bila gampang sekali miring ke satu arah dapat jadi juga carrier belum seimbang.


Bawa Tas Kecil



Tas kecil sangat bermanfaat untuk meletakkan barang – barang berharga menyerupai ponsel, dompet, camera dan sebagainya. Selain itu tas ini juga sangat berguna dan memudahkan mengambil barang. Tas kecil ini juga sebagai tempat mengisi barang – barang yang penting saja menyerupai air, First aid dan sebagainya.

Demikian lah artikel cara mengemas barang sesuai dengan kebutuhan dalam mendaki gunung, juga cara tersebut dapat dipakai untuk berbagai perjalanan wisata lainnya.

Cara Berpakaian Yang Sempurna Dikala Mendaki Gunung dengan Metode Layering System


Gunung - Saat mendaki gunung banyak dari kita yang tidak terlalu memperdulikan problem berpakaian, terkesan asal padahal dikala ditanya, beberapa pendaki sudah paham betul ihwal cara berpakaian yang sempurna tetapi dalam prakteknya tetap saja asal enak.

Misalnya problem penggunaan celana jeans yang sangat tidak di anjurkan untuk mendaki, tetapi hingga hari ini tetap saja dikala mendaki gunung tertinggi atau gunung yang standar untuk di daki dan bertemu dengan teman pendaki lain yang menggunakan celana tersebut. Tak ada yang salah dengan hal tersebut selama perjalanan lancar-lancar saja dan nyaman buat pendaki.

Namun demikian setiap pendaki haruslah mengetahui cara berpakian yang benar. Walau nanti diaplikasikan berbeda bisa dimaklumi itu niscaya alasannya alasan penyesuaian saja. Cara Pakaian terbaik dikala mendaki gunung ialah yang menganut layering system, bagi yang belum tahu apa itu layering system simak pejelasan berikut.

Layering System


Layering system atau sytem pelapisan sangat membantu anda dalam hal mengatur keadaan badan terhadap cuaca dikala mendaki. Ada 3 lapis pakaian dalam system ini, yaitu :

- Base Layer (Lapisan pertama)
- Mid Layer (Lapisan kedua)
- Shell Layer (Lapisan ketiga)

Layering System mendaki Gunung
Base Layer; Polyester

Base Layer


Lapisan pertama ialah pakaian yang pribadi menyentuh kulit, fungsi dari lapisan pertama ini ialah untuk menyerap keringat sesudah menyerap kemudian menguapkannya ke udara atau ke lapisan berikutnya. Bahan yang punya sifat demikian bisa dari jenis sintetis atau wool, pola :

Bahan sintetis : polyester, polyamide, elastane, polypropylene, lycra
Bahan wool : smartwool, merino wool

Bahan – materi tersebut mempunyai sifat menyerupai yang telah diterangkan sebelumnya, jika diperhatikan tak ada materi katun disitu. Ini artinya materi katun tidak disarankan untuk dijadikan lapisan pertama, hal ini alasannya walaupun materi katun menyerap keringat tetapi tidak menguapkannya ke udara, semakin digunakan baju dari materi katun malah semakin berair dan lepek, kondisi ini bisa menigkatkan hipotermia. Maka untuk lapisan pertama sebaiknya berbahan sintetis atau wool, jika masih bingung, pakai saja baju jersey, umumnya baju jersey berbahan polyester.

Baca: Tips Bagi yang pertama kali Naik Gunung

Mid Layer; Polar

Mid Layer


Tips berpakaian yang benar mendaki gunung dengan cara Mid Layer Lapisan kedua atau tengah, ini berfungsi untuk menghangatkan tubuh, ‘jaket hangat’ sebagian orang menyebutnya, berbahan polar atau sejenisnya. Lapisan kedua ini hanya menghangatkan badan tetapi tidak bisa menahan angin, udara lembap apalagi air hujan.


Shell Layer


Lapisan ketiga atau lapisan terluar, lapisan ini harus mempunyai kemampuan menahan angin, udara lembab dan air hujan. Jenis terbaiknya ialah jaket waterproof, alasannya yang waterproof sudah niscaya windproof. Ini potongan terpenting untuk pertahanan, jika lapisan terluar ini tembus maka punahlah system layer.

Yang perlu diketahui ialah bukan alasannya system 3 lapis kemudian anda selalu menggunakan ketiganya sekaligus selama pendakian. Ini hanyalah salah satu cara untuk berpakaian yang benar, dalam aplikasinya sangat tergantung pada keadaan. Misalnya dikala mendaki sebaiknya hanya menggunakan lapisan pertama (base layer) semoga keringat gampang kering, tak perlu layer kedua apalagi hingga layer ketiga (jaket waterproof).

Setelah hingga di camp site bisa menambah layer kedua semoga tetap hangat dikala beraktifitas di campsite, jika cuaca mulai hujan barulah tambah layer ketiga. Tetapi sebaiknya, jika di campsite cukup hangat anda bisa melepas layer kedua dan beraktifitas hanya menggunakan base layer saja. Dengan memahami penggunaan system layer ini anda akan lebih gampang beradaptasi dengan perubahan cuaca yang terjadi dikala di gunung.

Nah, itulah tips cara berpakaian yang benar, namun untuk berpakaian dalam mendaki gunung tergantung dari pendaki bagaimana tingkat kenyamanan dan melihat geografis dan karakter gunung yang akan di jelajahi.

Tips Memilih Jaket Untuk Mendaki Gunung

Gunung - Saat ini ada beberapa pilihan jaket yang sanggup anda temukan dipasaran yang dirancang sesuai dengan kebutuhan. Bagi anda yang menyukai kegiatan di alam bebas sangat disarankan untuk mempunyai atau menentukan jaket yang paling sesuai dengan kegiatana anda. Berdasarkan bahannya ada 3 jenis jaket yang perlu diketahui diantaranya yaitu :

Tips Memilih Jaket Untuk Mendaki Gunung
Jaket Warm up

WARM UP


Jaket jenis ini berfungsi untuk mempertahankan panas badan biar tidak banyak keluar, untuk jenis bahannya terbuat dari materi polar jadi biasa disebut juga jaket polar, jaket ini sangat cocok digunakan untuk pendakian pada demam isu kemarau.

Saat demam isu kemarau biasanya suhu udara lebih hambar daripada demam isu hujan hal ini alasannya yaitu pada demam isu kemarau jumlah air di daratan berkurang sehingga daya yang sanggup dipantulkan juga sedikit oleh risikonya pada demam isu kemarau biasanya menjadi lebih dingin. Bahan polar ini biasanya juga diaplikasikan di jenis jaket water proof untuk sirkulasi udara ketika demam isu hujan.

JAKET WARM UP

WINDPROOF

Jaket anti angin ini sangat cocok digunakan untuk acara traveling atau berkendara, tetapi hanya untuk demam isu kemarau saja, ciri jaket ini yaitu jikalau bahannya anda goresan terasa licin. Perbedaan jaket windproof dengan waterproof yaitu di seemsheeld atau perisai jahitan, biasanya pada jaket jenis windproof di jahitan sambungan materi atau resleting tidak terdapat seemsheeld.

JAKET WINDPROOF

WATERPROOF

Semakin tinggi sifat waterproof pada sebuah jaket semakin tinggi juga sifat windproofnya artinya jaket waterproof sudah niscaya bersifat windproof tetapi berbanding terbalik dengan sifat dalam melepas panas tubuh. Oleh alasannya yaitu itu pemilihan jaket waterproof dengan system breadhable (system keluar masuk udara) yang baik juga menjadi pertimbangan yang sangat penting. Untuk jaket jenis waterproof ketika ini banyak dibentuk memakai teknologi Gore-tex, yaitu sebuah teknologi materi yang anti air, kedap udara tetapi tetap sanggup mengalirkan panas jaket keluar.

Bahan goretex terbagi tiga yaitu :

Gore-tex Standar : Cocok untuk aktifitas sehari-hari menyerupai berkendara dan sanggup melindungimu dari air dan angin pada  demam isu hujan

Gore-tex Active : Sangat sesuai digunakan untuk aktifitas yang lebih ektrim menyerupai mendaki gunung, jenis ini disain bahannya lebih kuat dari gore-tex standar sehingga cocok digunakan untuk medaki di demam isu hujan.

Gore-tex Pro : Untuk pendakian dengan cuaca yang extreme menyerupai puncak cartenz jaket jenis ini yaitu yang paling sesuai, desainnya lebih kuat berkali-lipat sehingga lebih tahan air, angin dan lebih awet.

Cara Mencuci Jaket Waterproof Dengan Benar


Mencuci jaket berbahan gore-tex memerlukan perlakuan khusus mengingat kesalahan dalam mencuci sanggup besar lengan berkuasa terhadap daya tahannya terhadap air. Jaket jenis ini jangan dicuci memakai deterjen atau apapun yang mengadung soda sebaiknya memakai air saja. Kalau ada bab yang kotor sebaiknya bersihkan memakai sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut di bab yang kotor saja. Cukup demikian dan jangan berlebihan. Menjemurnya juga tidak perlu terkena matahari eksklusif ini alasannya yaitu sifatnya yang tidak menyerap air jadi cukup di angin-anginkan saja ditempat yang teduh. Jika sudah kering sebaiknya jangan dilipat tetapi digantung memakai hanger.

Jaket gak mesti dicuci tiap kali habis melaksanakan pendakian cukup bersihkan saja bab yang kotor, jangan terlalu rajin mencuci jaket. Kalau jaket rada amis itu masuk akal lagipula tiap jaket baunya berbeda khas amis pemiliknya, selama pemiliknya masih nyaman anggap saja amis jaket sebagai terapi yang membuat tidur gampang terlelap jadi gak perlu dicuci.

Perlengkapan Mendaki Gunung Yang Paling Prioritas

Perlengkapan Mendaki Gunung

Saat mendaki gunung ada beberapa peralatan yang harus dibawa, semua peralatan tersebut tentunya dipakai biar anda siap menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi sehingga pendakian dapat berjalan sesuai sasaran yang direncanakan. Gunung bukan daerah rekreasi tanpa persiapan yang matang gunung dapat membunuhmu, oleh alasannya itu persiapkan segala kebutuhan yang diperlukan. Mempersiapkan perlengkapan dikala mendaki gunung juga mengajarkan anda untuk komitmet terhadap keputusan yang anda buat.

Misalnya dikala masih dibawah sobat – sobat anda akan mendaki memakai sepatu gunung sementara anda cukup percaya diri hanya memakai sandal gunung. Oke kalau perjalanan kondusif lancar tanpa kendala, tetapi kalau terjadi hal-hal yang tidak dinginkan dengan kaki anda tentu ini sangat disayangkan dan yang paling apes yaitu teman-teman lain yang ikut terhambat dan harus mendengar semua keluhan anda cuma gara-gara keputusan anda menyepelekan memakai sepatu dikala masih dibawah.

Oleh alasannya itu jangan mengangap remeh perlengkapan dikala mendaki tetapi jangan pula berlebihan dalam membawa peralatan, utamakan peralatan yang memang benar-benar akan dipakai saja. Peralatan mendaki itu terbagi dua yaitu peralatan perorangan menyerupai pakayan, sleeping bag dll dan peralatan kelompok menyerupai tenda, peralatan masak dll. Berikut ini beberapa peralatan langsung paling preoritas berdasarkan penulis yang harus bawa dikala mendaki :


Perlengkapan prioritas Mendaki Gunung

Jaket atau Baju Hangat


Sangat terasa deritanya ketika diserang cuaca cuek di gunung baik dalam diperjalanan atau dikala beraktifitas di camp site. Jaket berdasarkan penulis menjadi preoritas paling utama. Sebaiknya gunakan jaket water proof atau tahan air, jaket water proof berbeda dengan jas hujan. Jaket berfungsi untuk menjaga suhu badan sehingga sangat mempunyai kegunaan untuk menimimalisir kemungkinan terjangkit hipotermia.

Sepatu


Setelah jaket penggunaan sepatu menjadi preoritas selanjutnya, sepatu tidak hanya mempunyai kegunaan sebagai pelindung tapak kaki dari medan terjal dikala mendaki, sepatu juga berfungsi untuk mengamankan kaki dari gigitan binatang kecil berbisa dalam perjalanan. Penggunaan sepatu yang sempurna sangat kuat pada lancarnya perjalanan. Medan tanjakan dan turunan terang sangat menyiksa kaki, oleh alasannya itu untuk mendaki sebaiknya jangan gunakan sepatu yang tidak nyaman dalam waktu yang usang alasannya medan yang berat dapat melukai kaki anda.

Sleeping Bag


Preoritas selanjutnya yaitu Sleeping bag atau kantung tidur yang perlu di bawa dikala mendaki. Pilih sleeping bag sesuai ukuran anda jangan terlalu besar ataupun sebaliknya. Saat tidur badan lebih simpel diserang suhu cuek alasannya badan tidak beraktifitas menyerupai biasa dan sleeping bag sangat efektif untuk menangkal hal tersebut. Sleeping bag juga kerap dipakai untuk mengatasi hipotermia pada pendaki.

Bagi penulis langsung hanya dengan 3 jenis perlengkapan diatas sudah cukup percaya diri dikala diajak mendaki dengan catatan; peralatan kelompok, logistic, atau peralatan lainnya sudah ditanggung beres oleh anggota yang lain. Namun demikian bergotong-royong ada 2 jenis peralatan lagi yang wajib dibawa walaupun sangat dihindari penggunaannya yaitu :

First Aid Kit


Bisa berupa kotak kecil atau tas kecil yang berisi obat-obatan langsung dan obat – obatan darurat untuk cedera umum yang mungkin terjadi dikala digunung. Obat – obatan langsung yaitu obat- obatan untuk penyakit yang sudah anda derita yang sewaktu-waktu dapat saja kambuh menyerupai contohnya anda menderita asam lambung atau asma maka obat – obatan untuk penyakit tersebut wajib dibawa. Kedua yaitu obat – obatan darurat (P3K) juga sangat penting menyerupai obat luka berdarah, antibiotic dan lain sebagainya.

Survival Kit


Dari pada first aid kit, penggunaan survival kit yaitu yang paling tidak diinginkan oleh para pendaki hal ini alasannya jikalau sudah dipakai berarti anda sudah tersesat atau kalaupun tidak anda niscaya sudah dalam keadaan darurat. Seperti yang sudah diterangkan diatas, walau dihindari penggunaannya tetapi kedua perlengkapan tersebut wajib dibawa dikala mendaki alasannya anda tak akan pernah tau situasi terburuk apa yang dapat saja menimpa anda dikala digunung.  

Sebenarnya kalau mau di urut ada berbagai peralatan mendaki contohnya untuk perlengkapan langsung mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki belum lagi logistic dan juga peralatan kelompok. Namun di artikel ini hanya membahas beberapa peralatan paling prioritas versi penulis saja. Untuk perlengkapan secara umum yang harus dibawa dikala mendaki akan dibahas di artikel yang lain.

Tugas Leader, Navigator Dan Sweeper Dalam Mendaki Gunung

Pendakian Gunung

Salah satu kunci suksesnya sebuah pendakian yaitu menciptakan perencanaan yang matang, dengan demikian dibutuhkan team sudah tau apa yang harus dilakukan bahkan untuk kondisi terburuk sekalipun. Dalam satu team pendaki penunjukan seorang untuk posisi leader, navigator dan sweeper sangat penting, berikut ini akan dijelaskan kiprah dan fungsi dari masing-masing posisi tersebut.


Definisi Leader dalam Pendakian Gunung


Leader yaitu orang yang bertanggung jawab pada suksesnya sebuah pendakian, pengambil keputusan, pemimpin dalam suatu kelompok pendakian, dan orang yang memastikan sebuah pendakiann berjalan dengan sukses. Suksesnya sebuah pendakian ukurannya bukan saja puncak tetapi yang lebih penting yaitu dapat membawa seluruh anggota team turun dengan selamat. Sebenarnya di setiap pendakian sudah niscaya ada leadernya walaupun sebelumnya tidak ditunjuk secara langsung, tetapi dalam perjalanannya niscaya ada satu orang yang sadar ataupun tidak sudah berperan dalam posisi tersebut.



Adapun kiprah seorang leader yaitu :


  1. Memberikan informasi wacana gunung yang akan didaki serta semua planning dan scenario yang akan dilakukan hingga suksesnya pendakian. Ia memberitahu apa boleh dan dilarang dilakukan ketika mendaki.
  2. Leader juga mempersiapkan peralatan dan melaksanakan investigasi terhadap barang yang akan dibawa, leader harus memberitahu peralatan apa saja yang harus dibawa jauh-jauh hari sebelum mendaki semoga persiapan peralatan benar-benar matang dan sesuai rencana.
  3. Leader juga harus dapat memastikan seluruh anggotanya dapat selamat hingga kembali kerumah masing-masing.


Tugas Navigator dalam Pendakian Gunung


Tugas utama dari navigator yaitu memastikan seluruh anggota team berjalan dijalur pendakian yang semestinya. Makara navigator yaitu penunjuk arah semoga team tidak tersesat. Navigator akan selalu berkoordinasi dengan leader sebagai pengambil keputusan, biasanya berjalan paling depan, navigator juga bertugas menyidik rute pendakian, Ia juga jadi penentu irama pendakian dapat cepat ataupun lambat. Oleh alasannya itu navigator selain dari team anggun juga dari kalangan masyarakat sekitar gunung yang sudah hapal mati dengan medan yang akan dilewati.



Tugas Sweeper dalam Pendakian Gunung


Kalau leader dan navigator biasa didepan atau bersama rombongan sebagai pembuka jalur maka sweeper yaitu penutupnya. Sweeper yaitu orang yang berjalan paling belakang dalam pendakian, tugasnya memastikan tidak ada barang atau pendaki yang tertinggal.


Walau terlihat santai dan menyenangkan tetapi posisi ini bahu-membahu menuntut fisik yang kuat, bukan itu saja seorang sweeper terkadang harus merangkap sebagai medis yang selalu sigap membantu, mengobati atau menjaga anggotanya di perjalanan.

Sedangkan untuk anggota lainnya yang hanya mengikuti pendakian disebut Follower, posisi follower dapat dimana saja tetapi harus didepan sweeper.

Pengertian Dan Konsep EDC (Everyday Carry)

Pengertian Dan Konsep EDC (Everyday Carry)

Mungkin bagi sebagian orang Indonesia masih belum familiar dengan istilah kata yang satu ini, namun dewasa ini istilah tersebut sudah mulai populer. Tetapi untuk ukuran diluar negeri EDC sudah sangat terkenal dan menjadi gaya hidup bagi kebanyakan orang terutama yang sudah memahami betapa pentingnya menerapkan konsep EDC ini di kehidupan sehari – hari.

EDC (Every Day Carry) yaitu bawaan harian yang biasanya berkaitan dengan peralatan yang digunakan untuk acara sehari – hari terutama ketika situasi darurat. Dalam arti yang lebih luas EDC itu yaitu sebagai gaya hidup ataupun filosofi perihal sebuah kesiapan.

Dalam konsep EDC ciri khas peralatannya yaitu berukuran kecil namun multi fungsi serta kuat, namun bersama-sama tak ada patokan baku untuk peralatan EDC ini sebab setiap orang dapat saja mempunyai jenis EDC yang berbeda – beda sesuai keahlian, budget, lokasi dan jenis acara yang dilakukan sehari – hari. Pemakaian peralatan EDC tidak hanya mengacu pada situasi darurat saja tetapi benar – benar peralatan yang sangat berkhasiat untuk menuntaskan kiprah sehari – hari, menyiapkan sejumlah uang untuk keadaan tertentu juga termasuk EDC.

Ciri – ciri orang yang secara sadar ataupun tidak sudah menganut konsep EDC ini yaitu suka pada peralatan yang mudah dan multi fungsi, mengkoleksi peralatan tersebut serta selalu dibawa kemanapun walaupun secara sekilas belum tentu bergunakan bagi sebagian orang tetapi justru sebab alasan itulah persiapan EDC ini penting baginya, yaitu untuk mengantisipasi keadaan tertentu menyerupai situasi darurat yang dapat terjadi tanpa diduga.

Peralatan EDC yang berkualitas tentu saja mahal tetapi sebanding dengan kepuasan ketika memakainya, hingga ketika inipun penulis masih terus melengkapi peralatan – peralatan tersebut. Dilain waktu penulis akan menulis perihal peralatan – peralatan yang umum digunakan dalam EDC.

Cara Menentukan Sleeping Bag Yang Paling Sesuai Untuk Mendaki Gunung

Sleeping bag atau biasanya para pendaki sering menyebutnya dengan ‘SB’ yaitu termasuk dalam perlengkapan langsung dalam mendaki gunung, artinya setiap pendaki harus punya sleeping bag. Saat ini ada beberapa jenis sleeping bag dipasaran, sebelum membeli ada baiknya anda mempunyai pengetahuan wacana barang tersebut, diantaranya yaitu :

Jenis Sleeping Bag


Berdasarkan bentuk sleeping bag terbagi 3 yaitu :

Gambar Sleeping Bag Untuk Naik Gunung

Human Shape : Bentuk dari sleeping bag ini mengikuti bentuk badan insan atau lebih tepatnya ibarat baju asronot.


Rectangular Shape : Bentuknya ibarat tikar, sangat terkenal di Indonesia alasannya yaitu resletingnya dapat dibuka sehingga dapat dialih fungsi menjadi selimut atau sebagai alas. Sleeping bag jenis ini favorit para traveler dan backpacker.


Mummy Shape : Sleeping bag jenis ini lebih mudah dan banyak digunakan oleh para pendaki gunung alasannya yaitu lebih hangat dari pada bentuk tikar.

Bahan Sleeping Bag


Ada 3 jenis materi pembuatan sleeping bag antara lain :

Polar : Memiliki 2 lapisan dapat dari materi polar atau parasut, tidak mengecewakan tipis dan menciptakan badan cepat hangat, kekurangannya yaitu alasannya yaitu lapisannya cenderung tipis jadi gampang ditembus oleh udara dingin, jadi tidak disarankan untuk gunung yang sangat dingin.

Dacron : Untuk jenis ini biasanya ada 3 lapis didalamnya, ibarat isi boneka. Sangat efektif menahan udara hambar dari luar, kelemahannya yaitu tebal sehingga membutuhkan space yang lebih luas di carrier.

Kombinasi Polar dan Dacron : Bahan polar anggun untuk menghangatkan badan dari dalam sedangkan materi dacron dapat menghalangi udara hambar dari luar. Kombinasi keduanya akan memperlihatkan kehangatan yang sangat baik. Tetapi tentu saja harganya juga lebih mahal.

Selain sleeping bag dari materi – materi sintetis di atas ada juga sleeping bag dari materi bulu angsa, terbaik dalam menjaga badan tetap hangat tetapi umumnya tidak cocok untuk gunung – gunung di Indonesia.

Setelah mengetahui jenis dan materi sleeping bag, barulah anda sesuaikan dengan kebutuhan pendakian, ada beberapa pertimbangan dalam menentukan sleeping bag diantaranya yaitu :

Ukuran Sleeping Bag


Pilih ukuran yang sesuai dengan tinggi anda, terlalu besar akan boros ruang dan kinerjanya berkurang alasannya yaitu ruang kosong yang terlalu besar didalam, terlalu kecil pun jangan apalagi hanya dapat menghangatkan dari kaki ke pinggang saja. 

Resleting Berkualitas


Resleting sleeping bag harus yang lancar dan berkualitas, merek terbaik untuk resleting yaitu YKK. Sebaiknya pilih celah resleting ukuran kecil alasannya yaitu lebih efektif menghalau udara luar. Terutama untuk sleeping bag jenis tikar paling banyak rusak dibagian resletingnya.

Tingkat Kehangatan


Perhatikan rating kehangatan dari sleeping bag yang tertera di covernya, biasa di singkat EN, disana ada comfort rating, limit rating, extreme dan lain-lain.

Cara Merawat Sleeping Bag


Sebelum dimasukan ke dalam carrier sebaiknya gunakan pelapis perhiasan ibarat dimasukan kedalam plastic kresek, ikat dan pastikan tidak akan bocor bila kecemplung kedalam air. Hal ini penting mengingat dikala digunakan sleeping bag harus benar-benar kering supaya anda nyaman istirahat sepanjang malam. 

Saat memakai sleeping bag sebaiknya melepas jaket waterproof alasannya yaitu jaket tersebut dapat menghambat pelepasan uap ditubuh ini dapat menyebabkan anda dehidrasi.

Adakalanya sleeping bag tidak hangat saat berada di temperature udara yang rendah. Nah agar Sleeping Bag hangat, anda dapat memasukkan botol berisi air hangat ke dalamnya sebelum digunakan.