Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Ragam Jenis Alat Musik Tradisional Indonesia yang Unik dan Mesti Di Lestarikan

Alat Musik Tradisional Indonesia merupakan negara yang sangat populer keanekaragaman budayanya. Salah satunya yaitu alat musik tradisional yang sudah populer hingga mancanegara. Alat musik tradisional di Indonesia ini memiliki nama dan kegunaannya yang unik di masing-masing daerahnya.

Ragam Alat Musik Tradisional Di Indonesia



NoNama DaerahAlat Musik/gambarJenis BunyiKeterangan
1ACEHSERUNE KALEEAEROFONditiup dan juga terkandung lubang yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada
2SUMATERA UTARAARAMBAIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
3SUMATERA BARATSALUANGAEROFONditiup dan juga terkandung lubang yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada
4RIAUGAMBUSKORDOFONdipetik dengan memanfaatkan jari, dan juga memainkan bunyi dengan memanfaatkan jari
5JAMBIGAMBUSKORDOFONdipetik pada bab senarnya
6SUMATERA SELATANACCORDIONAEROFONdengan memanfaatkan ke-2 tangan, tangan yang satu sebagai pengatur alunan bunyi sedang tangan yang satu kembali sebagai pengatur nada
7BENGKULUDOLLMEMBRANOFONdipukul dengan memanfaatkan alat pemukul
8LAMPUNGBENDEIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan alat pemukul khusus
9KEPULAUAN BANGKA BELITUNGGENDANG MELAYUMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
10KEPULAUAN RIAUGENDANG PANJANGMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
11DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTATEHYANKORDOFONdigesek dengan alat khusus pada bab senar/ dawainya layaknya memainkan biola
12JAWA BARATANGKLUNGIDEOFONdi getarkan dengan memanfaatkan tangan
13JAWA TENGAHGAMELANIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
14DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTAGENDANGIDEOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
15JAWA TIMURBONANGIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
16BANTENGENDANGMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
17BALICENGCENGIDEOFONdiletakkan di ke-2 telapak tangan setelah itu ditepuk semoga saling berbenturan dan mengeluarkan suara
18NUSA TENGGARA BARATSERUNAIAEROFONditiup sambil memainkan bunyi dengan memanfaatkan jari pada lubang-lubangnya
19NUSA TENGGARA TIMURSASANDOCHORDOFONdipetik dengan memanfaatkan jari pada senarnya
20KALIMANTAN BARATTUMAMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
21KALIMANTAN TIMURSAMPEKORDOFONipetik pada bab senarnya
22KALIMANTAN TENGAHJAPENKORDOFONdipetik pada bab senarnya
23KALIMANTAN SELATANPANTINGKORDOFONdipetik pada bab senarnya
24SULAWESI UTARAKOLINTANGIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
25SULAWESI TENGAHGANDAMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
26SULAWESI SELATANKESOCHORDOFONdigesek pada bab senar dengan memanfaatkan alat khusus
27SULAWESI TENGGARALADOLADOIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
28GORONTALOGANDAMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
29SULAWESI BARATKECAPIKORDOFONdipetik pada bab senarnya
30MALUKUNAFIRIMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
31MALUKU UTARAFUAEROFONditiup dan juga dikendalikan oleh telapak tangan sebagai pengatur suara
32APUA BARATGUOTOKORDOFONdipetik pada bab senarnya
33PAPUATIFAMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan



Alat Musik Tradisional Asli Indonesia Yang Mendunia


Indonesia sendiri memiliki banyak suku dengan masing-masing memiliki kebudayaan dan ciri khasnya masing-masing tak terkecuali alat musik tradisionalnya. Bahkan yang lebih hebatnya, alat musik tersebut telah populer diseluruh dunia dan sangat disukai oleh warga negara asing.

Alat musik yang tersebar di Indonesia berasal dari aneka macam daerah mengingat Indonesia terbagi menjadi 34 provinsi yang tersebar. Persebaran alat musik di Indonesia ini tak lepas dari sejarah pada kehidupan zaman dahulu. Fungsi dari alat musik ini juga majemuk di setiap daerah.


Ragam Jenis Alat Musik Tradisional

Penasaran alat musik tradisional Indonesia yang mendunia? Berikut ini yaitu daftar alat musik Indonesia yang mendunia:


1. Angklung

Alat Musik Tradisional Angklung
Alat Musik Tradisional Angklung
Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional berasal dari Jawa Barat. Untuk angklung sendiri terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Alat musik angklung sudah populer diseluruh dunia yang berhasil memukau penonton di Prancis dan juga Amerika Serikat. Angklung sendiri telah diakui sebagai warisan Indonesia oleh UNESCO.


2. Sarune kale

Serune Kale Aceh
Alat Musik Tradisional Aceh Serune Kale
Sarune kale berasal dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki jenis bunyi aerofon. Yakni bunyi yang berasal dari hembusan angin yang ditiupkan. Cara menggunakan serune kale ini dengan cara ditiup dan menggunakan jari-jari untuk mengatur nada yang ada di lubang serune kale tersebut.


3. Aramba

Alat Musik Tradisional Nias Sumatera Utara Aramba
Alat Musik Tradisional Nias Sumatera Utara Aramba

Aramba sendiri berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara yang memiliki jenis bunyi ideofon. Yakni sebuah bunyi yang berasal dari materi dasarnya. Cara menggunakan aramba sendiri yakni dipukul dengan menggunakan pemukul mirip stik.


4. Saluang

Saluang Minangkabau
Saluang Alat Musik Tradisional Minangkabau Sumatera Barat
Alat musik tradisional yang selanjutnya yaitu saluang. Saluang sendiri berasal dari Minagkabau, Sumatera Barat yang memiliki jenis bunyi aerofon. Yakni bunyi yang berasal dari hembusan angin. Cara menggunakan alat musik ini dengan ditiup dan lubang yang ada di salung pun dipakai untuk mengatur nada dan jari-jari tangan berfungsi untuk menutup pada lubang tersebut.


5. Gambus

Gambus
Gambus, Alat Musik Tradisional Riau
Gambus sendiri berasal dari daerah Riau yang memiliki jenis bunyi kordofun. Yakni bunyi yang berasal dari beberapa dawai atau senar. Gambus sendiri memiliki 3 hingga 12 senar. Gambus ini biasa dimainkan sambil diiringi dengan alat musik gendang.


6. Serangko

Serangko, Riau
Serangko merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jambi yang terbuat dari tanduk kerbau. Sedangkan cara untuk menggunakan alat musik ini yaitu dengan ditiup. Serangko sendiri biasa dipakai untuk pemberitahuan kalau ada petaka terhadap masyarakat Jambi.


7. Accordion

Accordiaon
Accordiaon
Accordion berasal dari Sumatera Selatan salah satu alat musik tradisional yang mempunyai jenis bunyi aerofon. Cara menggunakan alat musik ini dengan cara ditiup dan menggunakan kedua tangan untuk mengatur alunan nada.


8. Doll

Doll
Doll merupakan alat musik tradisional berasal dari Bengkulu yang memiliki jenis bunyi membranofon. Yakni sebuah jenis bunyi yang asalnya dengan memukul. Cara menggunakan doll ini pun yakni dengan cara dipukul dengan menggunakan alat pemukul.


9. Bande



Bande merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Lampung yang memiliki jenis bunyi ideofon. Cara menggunakan alat musik ini dengan cara dipukul dengan alat pukul yang khusus.


10. Sasando

Sasando. kompasiana.com

Sasando merupakan alat musik tradisional dari Tanah Rote, Nusa Tenggara Timur yang terbuat dari daun lontar. Alat musik Sasando sendiri memiliki bentuk yang mirip dengan harpa dan dimainkan dengan cara dipetik mirip gitar. Sasando sendiri sudah populer sejak konser WOW 2013 yang diselenggarakan oleh wonderful Indonesia.


11. Gamelan

Gamelan

Alat musik tradisional yang selanjutnya yaitu gamelan. Gamelan merupakan alat musik yang berasal dari tanah Jawa. Alat musik gamelan ternyata juga sangat digemari oleh musisi dunia. Yang lebih hebatnya gamelan diajarkan dan masuk kurikulum di beberapa sekolah di Amerika Serikat Dan New Zaeland.


12. Kolintang



Kolitang merupakan barisan gong kecil yang ditempatkan mendatar. Alat musik kolintang sendiri berasal dari Sulawesi Selatan. Alat musik ini dimainkan dengan diiringi oleh gong serta drum. Yang lebih kerennya, kolintang ini telah usang dimainkan di negara-negara melayu mirip Malaysia dan Filipina.


13. Kendang

kendang


Kendang merupakan alat musik tradisional berasal daru tanah Sunda. Namun ada yang menyampaikan bahwa kendang ini berasal dari Jawa Timur. Alat musik ini seringkali dijumpai untuk mengiringi tarian-tarian tradisional, musik jazz serta musik kontemporer. Bahkan sudah banyak sekali musisi Amerika Serikat yang menggunakan kedang sebagai alat musik pengiring.


14. Tifa

Tifa

Alat musik tradisional yang khas dari Maluku dan Papua ini berbentuk mirip kendang namun berbentuk tube. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul. Tifa sendiri juga seringkali dihiasi oleh ukiran-ukiran khas Papua dan Maluku. Tifa mulai dikenal sejak banyak turis ajaib yang tiba ke Maluku dan Papua dan membawa pulang tifa itu sendiri sebagai oleh oleh.


15. Bonang


Bonang merupakan salah satu alat musik tradisional indonesia yang sudah mendunia. Untuk Bonang sendiri berasal dari daerah Jawa Timur. Cara memainkannya dengan dipukul supaya menghasilkan bunyi ideofon. Alat musik ini sendiri hampir selalu ada pada setiap acara-acara besar adab jawa.


16. Panting

Panting
Panting
Panting merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari wilayah Kalimantan Selatan. Untuk Panting sendiri merupakan alat musik khas adab setempat, lebih tepatnya adab dari suku Banjar. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik pada bab senarnya sehingga menghasilkan bunyi kordofon.


17. Kecapi

Kecapi


Alat musik tradisional Indonesia yang selanjutnya yaitu kecapi. Kecapi ini sendiri berasal dari daerah Sulawesi Barat. Yang cara memainkannya dengan cara dipetik semoga mengeluarkan bunyi kordofon.


18. Gong

Gong


Gong merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Secara ukurannya gong sendiri tergolong alat musik yang cukup besar. Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan cara dipukul menggunakan alat pukul yang sudah didesain secara khusus. Dengan dipukul, maka gong akan menghasilkan bunyi membranofon.


19. Gendang Melayu

Gendang Melayu


Gendang melayu merupakan salah satu alat musik tradisional dari daerah Kepulauan Bangka Belitung. Yang tentu saja memang populer dengan adab melayunya yang kental. Cara memainkan alat musik ini dengan cara dipukul untuk mengeluarkan bunyi menbranofon. Gendang melayu ini sangat penting dalam komponen alat musik marawis.


20. Tebangan

Tebangan

Alat musik ini berasal dari Sumatera Selatan, terutama daerah dengan imbas melayu yang sangat kuat. Alat musik tradisional itu yaitu tebangan. Bentuk alat musik tebangan sangat ibarat sekali dengan alat musik rebana. Cara memainkannya pun sangat sama persis yakni dengan cara dipukul.


21. Genggong



Masih dari Sumatera Selatan, alat musik tradisional yang lainnya yaitu genggong. Genggong sendiri dimainkan dengan cara ditiup yakni mirip dengan harmonika. Dahulu, genggong sendiri berkhasiat sebagai pelipur kebosanan para petani yang sedang beristirahat.


22. Kompang


Alat musik tradisional selanjutnya yaitu kompang. Kompang sendiri merupakan alat musik yang berasal dari Lampung. Alat musik ini terbuat dari kulit kambing atau kayu dengan dimainkan dengan cara dipukul.


23. Jengglong



Dan alat musik tradisional yang terakhir yaitu jengglong. Jengglong merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Sekilas, alat musik ini ibarat gong. Hanya memang jengglong lebih ukurannya daripada gong. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul dengan batang pemukul yang dibentuk dengan khusus.

Itulah alat musik tradisional Indonesia yang mendunia. Sebagai warga negara Indonesia seharusnya sangat besar hati alasannya yaitu beberapa alat musik  Indonesia diajarkan bahkan hingga masuk kurikulum di sekolah luar negeri.

Kilasan Sejarah Kerajaan Islam di Aceh, Indonesia

Kerajaan Islam Aceh Seperti yang kita tahu Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan serambi Mekkah dan lekat dengan syariat Islamnya. Sejarah mencatat bahwa Aceh merupakan salah satu pintu masuk penyebaran agama Islam di Indonesia. Masuknya Islam ke Aceh kuat terhadap berdirinya beberapa Kerajaan Islam salah satunya Kerajaan Aceh Darusalam.
Kilasan Sejarah Kerajaan Islam di Aceh, Indonesia
Situs Religi Iconic Aceh, Masjid Raya Baiturrahman
Kerajaan Aceh Darussalam juga disebut dengan Kerajaan Aceh dan Kesultanan Aceh. Berdirinya Kerajaan ini ialah pada ketika menjelang keruntuhan dari Kerajaan Samudera Pasai. Kerajaan ini mengalami puncak masa kejayaan ketika berada di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda.

Artikel ini akan membahas sejarah Kerajaan Aceh secara lengkap. Mencakup sejarah berdiri, masa kejayaan, keruntuhan dan peninggalan kerajaan ini. Berikut ialah penjelasannya untuk anda simak :


DAFTAR ISI ARTIKEL
  • Sejarah Berdirinya Kerajaan Aceh
  • Sultan-Sultan Kerajaan Aceh
  • 1. Sultan Ali Mughayat Syah
  • 2. Sultan Salahuddin
  • 3. Sultan Alaudin Riayat Syah
  • 4. Sultan Iskandar Muda
  • 5. Sultan Iskandar Thani
  • Runtuhnya Kerajaan Aceh
  • Peninggalan Kerajaan Aceh
  • 1. Masjid Raya Baiturrahman
  • 2. Gunongan
  • 3. Mesjid Tua Indrapuri


Sejarah Berdirinya Kerajaan Aceh



Kerajaan Aceh berdiri bersamaan dengan penobatan Sultan Pertamanya, Sultan Ali Mughayat Syah. Penobatan tersebut terjadi pada hari Ahad, 1 Jumadil Awal 913 H. Kerajaan ini mempunyai ibu kota Bandar Aceh Darussalam.

Ada catatan yang menyebutkan bahwa Kerajaan Aceh Darussalam ini didirikan untuk melanjutkan kekuasaan dari Samudera Pasai. Pada masa Kerajaan ini, sektor politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan mengalami perkembangan pesat.


Sultan-Sultan Kerajaan Aceh



 Seperti yang kita tahu Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan serambi Mekkah dan lekat deng Kerajaan Islam Aceh

Seperti halnya Kerajaan Islam, raja disebut dengan Sultan. Adapun Sultan-sultan yang pernah memimpin Kerajaan ini ialah :


1. Sultan Ali Mughayat Syah


Sultan Ali Mughayat Syah ialah sultan pertama dari Kerajaan Aceh. Ia memegang tampuk kekuasaan dari tahun 1514-1528 M. Di bawah kuasanya, Kerajaan ini mempunyai wilayah meliputi Banda Aceh- Aceh Besar.

Selain itu, Kerajaan Aceh juga melaksanakan perluasan ke beberapa wilayah di Sumatera Utara, yaitu tempat Daya dan Pasai. Sultan Ali juga melaksanakan serangan terhadap kedudukan Portugis di Malaka dan juga menaklukkan Kerajaan Aru.


2. Sultan Salahuddin


Salahuddin merupakan anak dari Sultan Ali Mughayat Syah. Setelah meninggalnya Sultan Ali Mughayat Syah, pemerintahan dilanjutkan oleh putranya tersebut. Sultan Salahuddin memerintah dari tahun 1528-1537 M.

Sayangnya, Sultan Salahudin kurang memperhatikan Kerajaannya ketika berkuasa. Maka dari itu, Kerajaan ini sempat mengalami kemunduran. Akhirnya di tahun 1537 M, tampuk kekuasaan pindah ke tangan saudaranya, Sultan Alaudin Riayat Syah.


3. Sultan Alaudin Riayat Syah


Sultan Alaudin Riayat Syah berkuasa  dari tahun 1537-1568 M.  Di bawah kekuasaannya, Kerajaan ini berkembang pesat menjadi Bandar utama di Asia bagi pedagang Muslim mancanegara. Lokasi Kerajaan Aceh yang strategis menjadi peluang untuk menjadikannya sebagai tempat transit bagi rempah-rempah  Maluku. Dampaknya, Kerajaan Aceh ketika itu terus menghadapi Portugis.

Kerajaan Aceh dibawah kepemimpinan Alaudin Riayat Syah juga memperkuat angkatan laut. Selain itu, Kerajaan ini juga membina relasi diplomatik dengan Kerajaan Turki Usmani.


4. Sultan Iskandar Muda


Di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan ini mengalami puncak kejayaannya. Iskandar Muda memimpin dari tahun 1606 – 1636 M. Sultan Iskandar Muda melanjutkan kepemimpinan dari sultan Alauddin Riayat Syah.

Iskandar Muda memperlihatkan terobosan gres untuk Kerajaan. Beliau mengangkat pimpinan etika untuk setiap suku serta menyusun tata negara (qanun) yang menjadi pedoman penyelenggaraan aturan Kerajaan.  Saat itu, Kerajaan Aceh menduduki 5 besar Kerajaan Islam terbesar di dunia sehabis Kerajaan  Maroko, Isfahan, Persia dan Agra.

Kerajaan ini berhasil merebut pelabuhan penting dalam perdagangan (pesisir barat dan timur Sumatera, dan Pesisir barat Semenanjung Melayu). Selain itu, Kerajaan Aceh juga membina relasi diplomatik dengan Inggris dan Belanda untuk memperlemah serangan Portugis.


5. Sultan Iskandar Thani


Sultan Iskandar Tahani memerintah dari tahun 1626-1641 M. Berbeda dengan sultan-sultan sebelumnya yang mementingkan ekspansi, Iskandar Thani memperhatikan pembangunan dalam negeri.

Selain itu, sektor pendidikan agama Islam mulai bangun di masa kepemimpinannya. Terbukti dari lahirnya buku Bustanus salatin yang dibentuk oleh Ulama Nuruddin Ar-Raniry.  Meskipun Iskandar Thani hanya memerintah selama 4 tahun, Aceh berada dalam suasana damai. Syariat Islam sebagai landasan aturan mulai ditegakkan. Hubungan dengan wilayah yang ditaklukkan dijalan dengan suasana liberal, bukan tekanan politik atau militer.



Runtuhnya Kerajaan Aceh


 Seperti yang kita tahu Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan serambi Mekkah dan lekat deng Kerajaan Islam Aceh

Kerajaan ini mulai mengalami kemunduran semenjak meninggalnya sultan Iskandar Thani. Hal itu dikarenakan tidak ada lagi generasi yang bisa mengatur tempat milik Kerajaan Aceh yang begitu luas. Akibatnya, banyak tempat taklukan yang melepaskan diri menyerupai Johor, Pahang, dan Minangkabau.

Selain itu, terjadi pertikaian terus menerus antara golongan ulama (Teungku) dan darah biru (Teuku). Pertikaian ini dipicu oleh perbedaan anutan keagamaan (aliran Sunnah wal Jama’ah dan Syiah).

Meskipun begitu, Kerajaan Aceh tetap berdiri hingga kala ke 20. Kerajaan Aceh juga sempat dipimpin beberapa Sultanah (Ratu). Ratu yang pernah memimpin Kerajaan Aceh yaitu  Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam (1641-1675 dan Sri Ratu Naqiatuddin Nur Alam (1675-1678).

Sayangnya, pertikaian yang terjadi terus menerus serta wilayah Kerajaan Aceh yang terus berkurang menciptakan Kerajaan Aceh runtuh di awal kala 20 dan dikuasai oleh Belanda.





Peninggalan Kerajaan Aceh


Peninggalan Kerajaan Aceh

Ada banyak peninggalan-peninggalan Kerajaan Aceh yang masih sanggup kita lihat hingga sekarang. Peninggalan tersebut ialah :


1. Masjid Raya Baiturrahman


Bangunan Masjid ini merupakan pujian rakyat Aceh hingga sekarang. Masjid raya Baiturrahman ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 Masehi. Letaknya sempurna di tengah  pusat Kota Banda Aceh. Mesjid ini pernah dibakar ketika Agresi Militer II dan kesudahannya dibangun kembali oleh pihak Belanda.

Ketika Tsunami 2004 Melanda Aceh, Mesjid ini tetap kokoh berdiri melindungi warga yang berlindung di dalamnya. Sampai ketika ini, masjid ini terus dikembangkan atau direnovasi menjadi lebih cantik. Terakhir,masjid ini telah direnovasi menjadi menyerupai dengan masjid Nabawi di Madinah.


2. Gunongan


Gunongan ini merupakan bangunan yang juga dibangun oleh Sultan Iskandar Muda. Bangunan ini dibangun atas dasar cinta Sultan Iskandar Muda pada seorang Putri dari Pahang (Putroe Phaang).  Sultan Iskandar muda menjadikannya sebagai permaisuri. Karena cintanya yang sangat besar, Sultan Iskandar Muda memenuhi harapan Putroe Phaang untuk membangun sebuah taman sari yang indah yang dilengkapi dengan Gunongan.

Saat ini, Taman Sari dan Gunongan menjadi tempat yang terpisah menjadi taman sari, taman putro phaang dan Gunongan. Letak antara tiga tempat itu hampir berdekatan dengan Masjid raya Baiturrahman sehingga anda gampang mengunjunginya.


3. Mesjid Tua Indrapuri


Masjid ini awalnya ialah sebuah candi peninggalan dari Kerajaan Hindu di Aceh. Namun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, candi ini diubah fungsinya menjadi masjid. Anda masih sanggup melihat bangunan yang strukturnya menyerupai dengan candi namun berpadu dengan nuansa Islami ini di Indrapuri, Aceh Besar.

Selain tiga tempat diatas, masih banyak peninggalan lain yang masih terjaga. Peninggalan berupa benda contohnya uang logam emas, meriam, dan lain-lain. sementara itu, penerapan qanun yang berasal dari pemerintahan sultan Iskandar muda juga diterapkan dalam pemerintahan Aceh ketika ini.

Demikianlah pemaparan lebih lengkap wacana sejarah Kerajaan Aceh. Meskipun Kerajaan ini sudah usang runtuh, imbas nilai-nilai dan peninggalan lainnya masih terjaga di masyarakat Aceh. Oleh sebab itu kita harus melestarikannya.

Nama sultan-sultan dari Kerajaan Aceh ini pun masih dikenang oleh masyarakat Aceh hingga ketika ini. Hal itu memperlihatkan bahwa Kerajaan ini memang menorehkan bekas sejarah yang besar di tanah rencong.

Cara Packing Barang di Carrier Menurut Kebutuhan Ketika Mendaki Gunung

Packing Tas Untuk Perjalanan Wisata

Gunung - Ada aturan yang menjadi standar dikala akan packing barang ke dalam carrier, rule tersebut tentunya dibentuk untuk memudahkan anda dalam mengambil peralatan tersebut dikala dibutuhkan. Bahkan dikalangan pendaki, packing yakni seni. Dimana setiap pendaki mempunyai caranya sendiri biar semua perlengkapan gampang untuk dimuat dan dibongkar dengan tetap tidak meninggalkan rule yang benar dikala packing.

Packing perlengkapan mendaki dengan benar mempunyai beberapa tujuan antara lain :

  • Barang bawaan terlindungi dengan aman, menyerupai tidak berair dikala terkena air
  • Mudah diambil dikala dibutuhkan
  • Carrier tetap nyaman di punggung dikala dipakai

Untuk tujuan tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dikala packing perlengkapan mendaki, antara lain :



Buat List Perlengkapan


Setiap ingin mendaki niscaya banyak barang yang akan dibawa oleh alasannya yakni itu buat list perlengkapan, mulai dari perlengkapan pribadi, kelompok dan juga logistik selama pendakian. Hal ini untuk memastikan barang apa saja yang dibawa dan masuk ke dalam carrier ataupun untuk mengetahui kalau ada barang yang tidak jadi dibawa.


Sesuaikan Dengan Kapasitas Carrier


Perhatikan kapasitas carrier alasannya yakni anda mustahil membawa banyak perlengkapan bila kapasitas carrier kecil. Sesuaikan barang bawaan anda dengan kapasitas carrier, bawa hanya barang – barang terpenting saja sesuai skala preoritas.

Beri Perlindungan Barang Agar Tahan Air


Setelah barang terkumpul sesuai list, selanjutnya beri pelindung anti air ke setiap item barang tadi, kalau tidak punya drybag dapat dibungkus dengan plastik kresek sesuai ukuran barang. Misalnya pakaian ganti di bungkus dalam 1 plastik kresek dan pastikan tidak bocor begitu juga dengan sleeping bag, logistik dan yang lainnya terutama barang yang dilarang basah.

Lapisi Bagian Dalam Carrier Dengan Plastik


Selanjutnya perlakuan untuk carrier sebelum dimasukan barang yakni terlebih dahulu melapisi carrier bab dalam dengan plastik besar menyerupai trashbag, pastikan plastik dilarang bocor. Tujuannya untuk menjaga carrier biar tidak berair dikala terkena rembesan air selama perjalanan. Bahkan di kondisi tertentu dapat tetap mengapung dikala menyeberang sungai.

Beri Matras Sebagai Frame Carrier


Setelah dilapisi plastik selanjutnya di isi matras kedalamnya dengan melingkar mengikuti besar bundar carrier. Tujuannya biar carrier lebih tegak dan kokoh sehingga lebih gampang dalam mengisi barang kedalamnya, dari pada meletakkan matras di luar samping, atas atau bawah carrier yang tak berfungsi dan cenderung menyulitkan perjalanan dikala harus melewati semak-semak yang rapat.
Cara Packing Carier untuk Mendaki Gunung
Foto By Gambar Dokumenter


Susun Barang Sesuai Kebutuhan


Tahap terakhir yakni memasukkan semua barang kedalam carrier, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun barang yang akan dimasukan ke dalam carrier antara lain :

1. Utamakan penempatan barang berasarkan prioritas kebutuhan, yaitu barang yang paling sering digunakan di posisi paling atas, kemudian tengah dan yang paling jarang digunakan di paling bawah.

Untuk barang yang berat dimanapun posisinya usahakan ditempatkan terdekat dengan punggung atau melempel dengan punggung gres diikuti barang lebih ringan disisi menjauhi punggung.

2. Carrier harus seimbang, dikala mengisi barang usahakan carrier harus tetap seimbang tujuannya biar anda tetap nyaman dikala membawa carrier. Tes keseimbangan carrier tidak sulit, cukup dengan menciptakan carrier bangun tanpa disandarkan bila miring ke satu arah sebaiknya atur ulang barang bawaan

Namun terkadang tetap tegak pun belum tentu seimbang coba pukul ringan carrier bila gampang sekali miring ke satu arah dapat jadi juga carrier belum seimbang.


Bawa Tas Kecil



Tas kecil sangat bermanfaat untuk meletakkan barang – barang berharga menyerupai ponsel, dompet, camera dan sebagainya. Selain itu tas ini juga sangat berguna dan memudahkan mengambil barang. Tas kecil ini juga sebagai tempat mengisi barang – barang yang penting saja menyerupai air, First aid dan sebagainya.

Demikian lah artikel cara mengemas barang sesuai dengan kebutuhan dalam mendaki gunung, juga cara tersebut dapat dipakai untuk berbagai perjalanan wisata lainnya.

Cara Berpakaian Yang Sempurna Dikala Mendaki Gunung dengan Metode Layering System


Gunung - Saat mendaki gunung banyak dari kita yang tidak terlalu memperdulikan problem berpakaian, terkesan asal padahal dikala ditanya, beberapa pendaki sudah paham betul ihwal cara berpakaian yang sempurna tetapi dalam prakteknya tetap saja asal enak.

Misalnya problem penggunaan celana jeans yang sangat tidak di anjurkan untuk mendaki, tetapi hingga hari ini tetap saja dikala mendaki gunung tertinggi atau gunung yang standar untuk di daki dan bertemu dengan teman pendaki lain yang menggunakan celana tersebut. Tak ada yang salah dengan hal tersebut selama perjalanan lancar-lancar saja dan nyaman buat pendaki.

Namun demikian setiap pendaki haruslah mengetahui cara berpakian yang benar. Walau nanti diaplikasikan berbeda bisa dimaklumi itu niscaya alasannya alasan penyesuaian saja. Cara Pakaian terbaik dikala mendaki gunung ialah yang menganut layering system, bagi yang belum tahu apa itu layering system simak pejelasan berikut.

Layering System


Layering system atau sytem pelapisan sangat membantu anda dalam hal mengatur keadaan badan terhadap cuaca dikala mendaki. Ada 3 lapis pakaian dalam system ini, yaitu :

- Base Layer (Lapisan pertama)
- Mid Layer (Lapisan kedua)
- Shell Layer (Lapisan ketiga)

Layering System mendaki Gunung
Base Layer; Polyester

Base Layer


Lapisan pertama ialah pakaian yang pribadi menyentuh kulit, fungsi dari lapisan pertama ini ialah untuk menyerap keringat sesudah menyerap kemudian menguapkannya ke udara atau ke lapisan berikutnya. Bahan yang punya sifat demikian bisa dari jenis sintetis atau wool, pola :

Bahan sintetis : polyester, polyamide, elastane, polypropylene, lycra
Bahan wool : smartwool, merino wool

Bahan – materi tersebut mempunyai sifat menyerupai yang telah diterangkan sebelumnya, jika diperhatikan tak ada materi katun disitu. Ini artinya materi katun tidak disarankan untuk dijadikan lapisan pertama, hal ini alasannya walaupun materi katun menyerap keringat tetapi tidak menguapkannya ke udara, semakin digunakan baju dari materi katun malah semakin berair dan lepek, kondisi ini bisa menigkatkan hipotermia. Maka untuk lapisan pertama sebaiknya berbahan sintetis atau wool, jika masih bingung, pakai saja baju jersey, umumnya baju jersey berbahan polyester.

Baca: Tips Bagi yang pertama kali Naik Gunung

Mid Layer; Polar

Mid Layer


Tips berpakaian yang benar mendaki gunung dengan cara Mid Layer Lapisan kedua atau tengah, ini berfungsi untuk menghangatkan tubuh, ‘jaket hangat’ sebagian orang menyebutnya, berbahan polar atau sejenisnya. Lapisan kedua ini hanya menghangatkan badan tetapi tidak bisa menahan angin, udara lembap apalagi air hujan.


Shell Layer


Lapisan ketiga atau lapisan terluar, lapisan ini harus mempunyai kemampuan menahan angin, udara lembab dan air hujan. Jenis terbaiknya ialah jaket waterproof, alasannya yang waterproof sudah niscaya windproof. Ini potongan terpenting untuk pertahanan, jika lapisan terluar ini tembus maka punahlah system layer.

Yang perlu diketahui ialah bukan alasannya system 3 lapis kemudian anda selalu menggunakan ketiganya sekaligus selama pendakian. Ini hanyalah salah satu cara untuk berpakaian yang benar, dalam aplikasinya sangat tergantung pada keadaan. Misalnya dikala mendaki sebaiknya hanya menggunakan lapisan pertama (base layer) semoga keringat gampang kering, tak perlu layer kedua apalagi hingga layer ketiga (jaket waterproof).

Setelah hingga di camp site bisa menambah layer kedua semoga tetap hangat dikala beraktifitas di campsite, jika cuaca mulai hujan barulah tambah layer ketiga. Tetapi sebaiknya, jika di campsite cukup hangat anda bisa melepas layer kedua dan beraktifitas hanya menggunakan base layer saja. Dengan memahami penggunaan system layer ini anda akan lebih gampang beradaptasi dengan perubahan cuaca yang terjadi dikala di gunung.

Nah, itulah tips cara berpakaian yang benar, namun untuk berpakaian dalam mendaki gunung tergantung dari pendaki bagaimana tingkat kenyamanan dan melihat geografis dan karakter gunung yang akan di jelajahi.