Tampilkan postingan dengan label wisata aceh tamiang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata aceh tamiang. Tampilkan semua postingan

Keunikan Tempat Wisata Pemandian Air Panas Kaloy Aceh Tamiang

Wisata Aceh - Aceh Tamiang daerah perbatasan Aceh dan Sumatera merupakan surganya wisata, tidak hanya pantai, air terjun dan goa kalamuning saja yang ada disini, tetapi ada juga wisata pemandian air panas Kaloy.

Pemandian air panas Kaloy berlokasi di Dsn Tualang Niat, Kampung Selamat, Kec.Tenggulun, Kab. Aceh Tamiang. Jika kamu pergi berwisata ke Gunung Pandan, maka sudah pasti kamu melewati pemandian belerang ini.
Wisata Pemandian Air Panas Kaloy Aceh Tamiang, @tamiangtraveller.com 
Pemandian belerang Kaloy dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit dan kebun karet yang ditanami warga sekitar. Sehingga akses jalan ke lokasi ini tidaklah sulit karena sudah ada jalan yang dibentuk untuk aktifitas warga yang memanen sawit di daerah ini.

Keunikan Tempat Wisata Pemandian Air Panas Kaloy


Pada umumnya air belerang memiliki suhu yang panas dan berasal dari pegunungan, tetapi disini sumber mata air belerangnya dingin, hanya pada pagi hari saja yang memang suhu airnya menjadi hangat.

Tempat yang ramai dikunjungi warga, baik lokal mapun luar kini mulai ramai di datangi masyarakat untuk menyembuhkan penyakit kulit dengan mandi di kolam atau aliran sumber mata air belerang ini.

Nah dulunya sumber mata air panasnya tidak berbentuk seperti kolam seperti saat ini. Tetapi berbentuk dataran batu yang terbelah kemudian keluar mata airnya. Bahkan sebelum di bentuk seperti kolam, mata air yang keluar terlihat memancur deras ke atas permukaan tanah.

Kolam air belerang ini tidaklah seseram seperti yang terlihat. 2 (dua) tahun yang lalu banyak masyarakat yang mandi di kolam ini. Dasar kolam seluruhnya bebatuan yang memang sengaja dibentuk menjadi kolam oleh pak Ngatino (pemilik lahan ini). Karena kurangnya dana untuk pengembangan pemandian belerang ini, sehingga wisata ini terbengkalai.
Wisata Pemandian Air Panas Kaloy Aceh Tamiang, @tamiangtraveller.com 
Sumber mata air panas di desa ini sebaiknya diteliti untuk mengetahui kandungan mineralnya. Dan kami yakin jenis mineral yang terkandung pada air ini yang paling tinggi adalah sulfur dan zinc. Kamu bisa lihat banyaknya endapan belerang di dasar aliran airnya. Warna airnya juga berubah karena adanya campuran belerang ini.

Memang pada saat siang kami mandi disini airnya sudah dingin, tetapi aroma belerangnya tajam saat berendam dan tentunya semakin terasa nyaman karena mandi air belerangnya di alam bebas.

Jika wisata pemandian air panas ini dikembangkan maka akan menjadi tempat wisata aceh tamiang yang banyak dikunjungi wisatawan. Meskipun kemarau debit airnya tetap besar, sehingga memungkinkan selalu ramai dikunjungi.

Travel Photo


Penulis; Fuad Heriansyah

Wisata Budaya Tari Ula Ula Lembing Dari Aceh Tamiang

Wisata BudayaTari ula ula lembing salah satu tarian daerah dari Kabupaten Aceh Tamiang. Menurut beberapa pakar budaya tari ula ula lembing ditarikan dengan melingkar menyerupai ular, dengan gerakan yang lincah dan dinamis. Tarian ini ditarikan oleh 12 orang atau lebih, berputar-putar ke sekeliling panggung bagai ular. Tari Ula Ula Lembing harus dibawakan dengan penjiwaan yang lincah dan ceria.

Tari Ula Ula Lembing

Budaya Aceh Tamiang ini belum terlalu dikenal oleh masyarakat Aceh dan di luar Aceh, hal ini disebabkan karena posisinya sebagai transit antara dua daerah Aceh dan Medan sehingga timbul banyak suku di Aceh Tamiang, terdiri dari Tamiang, Jawa, Batak, Gayo, Padang dan suku lainya.

Sementara itu pengaruh dari aspek industri yang ada di wilayah Aceh Tamiang sangatlah kuat, untuk mengundang masyarakat luar untuk tinggal dan hidup di wilayah Aceh Tamiang ini. Akibat dari banyak suku tersebut maka terjadilah pengaruh budaya secara umum. Salah satunya adalah penggunaan bahasa, dimana bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi utama.

Wisata Aceh Tamiang

Tarian Ula ula Lembing ini termasuk tarian gembira yang biasanya di gunakan dalam acara perkawinan, tetapi tarian ini bukan lah termasuk ritual adat perkawinan Aceh Tamiang. Tari ula ula lembing ini sendiri memiliki arti di setiap lirik dan pergerakannya, dimana manusia harus bekerja keras dan tidak cepat putus asa dalam mendapatkan pasangan hidupnya. 

Namun tari ula ula lembing justru pudar di daerah sendiri. Dalam hal ini pemerintahan Aceh Tamiang melakukan program Pendidikan dan seni budaya, bagaimana cara untuk mengembalikan kebudayaan Aceh Tamiang ini dimata masyarakat Tamiang, Aceh dan Indonesia.