-->

5 Tips Menjadi Pemandu Wisata Yang Handal Bagi Pemula

Daftar Isi [Tampil]
Foto Pemandu Wisata

Pemandu wisata meskipun terdengar seperti seorang leader yang menunjukkan arah saat anda berlibur, sebenarnya pemandu wisata memiliki banyak fungsi, seperti sebagai teman, orang tua, perawat, dll. Pemandu wisata yang baik sepatutnya memiliki kemampuan relasi dengan banyak orang.

Pemandu wisata atau tour guide yang baik adalah yang mempunyai pengetahuan luas tentang rute perjalanan, sejarah, geografi, adat istiadat dan budaya, serta cuaca saat anda berwisata. Dalam beberapa kasus, pemandu wisata bahkan harus menyediakan pelayanan dan keramahan bagi traveler demi kenyamanan saat di tempat wisata.

Nah Traveler Tertarik menjadi seorang pemandu wisata...Berikut ini beberapa tips menjadi pemandu wisata yang handal :

1. Cepat dan Tanggap

Seorang tour guide yang efektif akan dengan cepat tanggap jika ada turis yang lelah, mengeluh, atau kepanasan. Dia memang harus bisa menjadi "nahkoda" yang mengarahkan turis. Namun prioritas utama yaitu menjalin komunikasi dua arah, sehingga wisata yang berjalan dapat meninggalkan kesan pada traveler.

2. Jangan sampai membuat ia merasa asing

Pemandu wisata harus bisa tetap menjaga kondisi perasaan wisatawan. Seorang travel guide mungkin sudah pernah melihat bangunan unik yang bernilai sejarah sebanyak ratusan kali, akan tetapi tidak begitu halnya dengan wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke tempat wisata tersebut.

Jadi, pemandu wisata yang baik akan berusaha mencari keterkaitan antara si travelers dengan tempat baru yang dikunjungi. Bila perlu, ajarkan turis beberapa frase yang umum diucapkan di daerah tersebut serta mengajak berdiskusi tentang budaya serta kebiasaan yang berada ditempat barunya.

3. Komunikasi 2 arah

Dalam berkomunikasi hendaknya berbicara dengan jelas, maksud dan tujuan. tapi tidak juga kaku. Jelaskan maksud tujuan atau bercerita tentang tempat yang dikunjungi namun tidak seperti mengajari. Ada sebagian dari wisatawan tidak suka di tempatkan pada posisi diajari. Komunikasi 2 arah sangat diharapkan.  Detail dalam penjelasan itu perlu, tapi jangan sampai membosankan. Buat suasana tidak tegang dengan humor.

4. Menyesuaikan diri dengan wisatawan

Berjalan dengan kecepatan yang mudah untuk diikuti. Beberapa turis akan banyak berhenti sejenak untuk memotret.

5. Pola Penyampaian

Beberapa daerah memiliki kisah asal-usul (legenda), tapi jangan katakan bahwa itu kebenaran. Katakan saja, "Konon ada yang bilang…" atau "Ada sebuah legenda yang menceritakan…". 

Sampaikan sejarah objek wisata atau situs (jika ada), karena itu yang membuat turis tertarik dengan daerah yang dia kunjungi.

Komunikasi merupakan hal paling mendasar dalam memandu wisata. Beberapa orang akan membandingkan pemandu wisata dengan guru, sejarawan. Oleh karena itu, pemandu wisata adalah salah satu aspek penting dalam kunjungan seorang turis. Bisa jadi dia lebih mengingat si pemandu wisata ketimbang objek wisata itu sendiri.

Nah demikianlah ulasan dari Travelling tentang bagaimana cara menjadi pemandu wisata yang handal. Semoga dapat menjadi referensi bagi anda yang ingin menjadi travel guide di wilayah anda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

tempat wisata

tempat wisata

tempat wisata

tempat wisata