-->

Sambiloto, Manfaat dan Efek Samping bagi Kesehatan

Daftar Isi [Tampil]

Maanfaat Daun Sambiloto - Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tumbuhan khas daerah tropis yang cukup terkenal sebagai tanaman obat yang dapat mengatasi beberapa penyakit. Tumbuhan ini sangat mudah dan dapat tumbuh dimana saja.

Daun sambiloto dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan dengan sebagai obat yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai keluhan atau gejala penyakit yang sering diderita manusia, di antaranya adalah untuk mengobati demam, batuk serta pilek.

Daun sambiloto mengandung senyawa andrographolide. Senyawa ini terasa pahit, akan tapi memiliki sifat melindungi organ hati.

Hal ini terbukti dengan Penelitian yang telah dilakukan bahwasanya senyawa ini ampuh untuk melindungi organ hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Kandungan Senyawa tersebut berperan besar dalam menurunkan enzim CDK4 sehingga menekan pertumbuhan sel kangker.

Senyawa andrographolide juga berkhasiat meningkatkat kekebalan tubuh. Nama ilmiah dari sambiloto adalah Andrographis paniculata (Burm.f.) Wall. Nees. Family: Acanthaceae, di berbagai daerah tumbuhan obat ini mempunyai nama daerah yang bermacam-macam seperti papaitan, takilo, sandilata, takila, ampadu, dan sambilata.

Sebaran Tanaman sambiloto ada dibeberapa negara diantaranya negara-negara Asia Selatan dan tenggara seperti India , Sri Lanka, Malaysia, termasuk Indonesia.

Maanfaat dan efek samping daun sambiloto
Gambar Daun Sambiloto

Untuk dapat mengenali tanaman obat Sambiloto bisa dilihat dari ciri fisiknya yang berdiri tegak dan dengan ketinggiannya yang dapat mencapai 90 cm.

Kandungan utama tumbuhan sambiloto adalah diterpen lakton andrografolida. Selain itu daun sambiloto mengandung andrografin, panikolin, panikolida, serta antioksidan flavon.

Manfaat Daun Sambiloto

Karena sudah tidak asing lagi dan juga terkenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat, daun sambiloto sering digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti di bawah ini:

1.Anti-inflamasi

Sambiloto mengandung zat dehidroandrografollida, neoandrografolida dan andropolida yang mengurangi produksi histamin, dimetiol benzena dan adrenalin. Dehidroandrografolida dapat meningkatkan sintesis dan pengeluaran hormon ACTH dikelenjar pitutari.

ACTH berfungsi mengeluarkan sinyal untuk membuat kortisol, yaitu agen anti inflamasi alami.

2.Anti diabetes

Zat etanolik pada sambiloto bisa mencegah terjadinya hiperglikemik serta menurunkan stress oksidatif, hal ini berdasarkan percobaan terhadap tikus yang mengidap diabetes.

Sedangkan penelitian lain yang memberikan dosis herbal sambiloto dengan fortifikasi sambiloto sebanyak 50 mg dan 100 mg selama 60 hari, menunjukan penurunanan signifikan gula darah, meningkatkan kadar insulin plasma, glikogen hepatik serta hemoglobin total.

3. Mengobati diare

Menurut penelitian bakteri diare akut mampu diobati dengan konsumsi ekstrak sambiloto sebanyak 500 mg, ekstrak dikonsumsi sebanyak 3 kali sehari selama 6 hari. Kandungan andrografolida dan neoandrografolida berperan dalam mengatasi penyakit diare.

4.Membantu pengobatan HIV

Berdasarkan penelitian pula kandungan Andrograpolida bisa mencegah transmisi virus menjalar ke sel lain dalam tubuh sehingga menghentikan perkembanagn penyakit dengan mengubah sinyal hubungan antar sel.

5. Penyembuhan pada penyakit malaria

Kandungan Ekstrak metanol dari sambiloto memperlihatkan aktivitas melawan Plasmodium berghei yaitu salah satu parasit transit malaria.

Ekstrak metanolik mencegah terjadinya multiplikasi parasit. Selain itu ekstrak sambiloto juga dengan efektif mematikan cacing filariasis yang merusak saluran limpa. Ekstrak etanol sambiloto juga sangat efektif mematikan jamur dan bakteri berbahaya menurut berbagai penelitian.

6. Mencegah penyakit jantung

Kandungan ekstrak sambiloto bisa memperlambat waktu pembentukan plak yang dapat menyempitkan pembuluh darah, membantu proses alami pelarutan plak serta menghaluskan otot saluran darah.

7. Mencegah penyakit hati

Kandungan Ekstrak sambiloto khususnya zat andrografolida menunjukan aktivitas yang efektif untuk mencegah penyakit hati/hepar, serta meningkatkan sistem imun, anti kanker, dan lain sebagainya.

Tumbuhan sambiloto ini, semua bagiannya mempunyai kandungan zat kimia yang bermanfaat bagi tubuh manusia baik bersifat pencegahan maupun mengobati. Akar, daun, batang dan bunga adalah dapat dimanfaatkan. Akan tetapi bagian daun dan bunga sambiloto lebih dikenal dan sering dijadikan sebagai obat herbal.

Efek Samping Daun Sambiloto

Sambiloto aman saat dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dalam jangka pendek.

Efek samping bisa saja timbul seperti kehilangan nafsu makan, diare, muntah, ruam, sakit kepala, pilek, dan kelelahan.

Ketika menggunakan dalam dosis tinggi atau dalam rentang waktu lama, sambiloto bisa menimbulkan pembengkakan kelenjar getah bening, reaksi alergi yang serius, peningkatan enzim hati, serta efek samping lainnya. Ada beberapa pakar kesehatan menyarankan agar membatasi konsumsi sambiloto karena dapat menimbulkan efek negatif, yaitu:

1.Bayi dan anak-anak

Sambiloto aman bagi anak-anak ketika dikonsumsi dalam jangka pendek yang artinya kurang dari satu bulan dengan mengkombinasi obat herbal lain.

2.Kehamilan dan ibu menyusui

Daun sambiloto mungkin tidak aman saat diminum selama waktu kehamilan. Ada kekhawatiran bisa menyebabkan keguguran. Hal ini karena tidak cukup diketahui tentang keamanan sambiloto selama menyusui. Akan tetapi untuk keamanan, ibu disarankan untuk tidak mengkonsumsinya terlebih dahulu.

3. Masalah kesuburan

Telah dilakukan penelitian pada hewan, menunjukkan bahwa sambiloto dapat mengganggu reproduksi, akan tetapi hal ini belum terbukti pada manusia. Namun jika demikian, apabila anda mengalami kesulitan hamil, sebaiknya tidak menggunakan sambiloto.

4. Penyakit autoimun

Sambiloto dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih aktif, dan dapat meningkatkan gejala penyakit auto-imun.

Jika anda mempunyai penyakit multiple sclerosis (MS), lupus (systemic lupus erythematosus, SLE), rheumatoid arthritis (RA), serta kondisi lain yang berhubungan dengan penyakit autoimun disarankan untuk tidak mengkonsumsi sambiloto.

5. Pendarahan

Sambiloto dapat menghambat pembekuan darah. Hal ini bisa meningkatkan risiko perdarahan atau memar pada orang dengan gangguan perdarahan.

6.Tekanan darah rendah

Penelitian menunjukkan bahwasanya sambiloto bisa menurunkan tekanan darah, sehingga penderita tekanan darah rendah atau hipotensi lebih disarankan untuk tidak mengkonsumsinya

Berapa dosis  yang aman penggunaan sambiloto

Dosis sambiloto relatif bervariasi hingga mencapai 1.200 mg. Dosis sambiloto adalah 40 mg per hari untuk mengobati masalah seperti sinusitis, demam dan tonsilitis. Sedangkan untuk anak-anak dengan gangguan sistem pernafasan bagian atas sekitar 30 mg selama maksimal 10 hari. Dosisi standar sambiloto dilihat dari kandungan andrografolida yaitu sekitar 4-6%.

Sambiloto mempunyai rasa yang sangat pahit sehingga sangat sulit untuk mengkonsumsinya secara langsung. Oleh karena itu sambiloto umumnya dikonsumsi dalam bentuk kapsul atau tablet yang telah di ekstrak. Sambiloto juga bisa dikonsumsi dengan cara direbus atau ditumbuk kemudian diseduh.

Nah begitulah ulasan travel blog terkait dengan manfaat daun sambiloto dan efek samping bagi kesehatan.

Bagi anda bacpacker atau wisatawan yang akan berkunjung ke wilayah tropis atau kepulauan, hendaknya membawa obat herbal sambiloto, sebaiknya dalam bentuk tablet atau kapsul sehingga mudah di packing. Hal ini untuk menjaga keadaan darurat apabila anda terkena malaria di daerah kepulauan atau tropis.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sambiloto, Manfaat dan Efek Samping bagi Kesehatan"

tempat wisata

tempat wisata

tempat wisata

tempat wisata