Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan

Kilasan Sejarah Kerajaan Islam di Aceh, Indonesia

Kerajaan Islam Aceh Seperti yang kita tahu Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan serambi Mekkah dan lekat dengan syariat Islamnya. Sejarah mencatat bahwa Aceh merupakan salah satu pintu masuk penyebaran agama Islam di Indonesia. Masuknya Islam ke Aceh kuat terhadap berdirinya beberapa Kerajaan Islam salah satunya Kerajaan Aceh Darusalam.
Kilasan Sejarah Kerajaan Islam di Aceh, Indonesia
Situs Religi Iconic Aceh, Masjid Raya Baiturrahman
Kerajaan Aceh Darussalam juga disebut dengan Kerajaan Aceh dan Kesultanan Aceh. Berdirinya Kerajaan ini ialah pada ketika menjelang keruntuhan dari Kerajaan Samudera Pasai. Kerajaan ini mengalami puncak masa kejayaan ketika berada di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda.

Artikel ini akan membahas sejarah Kerajaan Aceh secara lengkap. Mencakup sejarah berdiri, masa kejayaan, keruntuhan dan peninggalan kerajaan ini. Berikut ialah penjelasannya untuk anda simak :


DAFTAR ISI ARTIKEL
  • Sejarah Berdirinya Kerajaan Aceh
  • Sultan-Sultan Kerajaan Aceh
  • 1. Sultan Ali Mughayat Syah
  • 2. Sultan Salahuddin
  • 3. Sultan Alaudin Riayat Syah
  • 4. Sultan Iskandar Muda
  • 5. Sultan Iskandar Thani
  • Runtuhnya Kerajaan Aceh
  • Peninggalan Kerajaan Aceh
  • 1. Masjid Raya Baiturrahman
  • 2. Gunongan
  • 3. Mesjid Tua Indrapuri


Sejarah Berdirinya Kerajaan Aceh



Kerajaan Aceh berdiri bersamaan dengan penobatan Sultan Pertamanya, Sultan Ali Mughayat Syah. Penobatan tersebut terjadi pada hari Ahad, 1 Jumadil Awal 913 H. Kerajaan ini mempunyai ibu kota Bandar Aceh Darussalam.

Ada catatan yang menyebutkan bahwa Kerajaan Aceh Darussalam ini didirikan untuk melanjutkan kekuasaan dari Samudera Pasai. Pada masa Kerajaan ini, sektor politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan mengalami perkembangan pesat.


Sultan-Sultan Kerajaan Aceh



 Seperti yang kita tahu Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan serambi Mekkah dan lekat deng Kerajaan Islam Aceh

Seperti halnya Kerajaan Islam, raja disebut dengan Sultan. Adapun Sultan-sultan yang pernah memimpin Kerajaan ini ialah :


1. Sultan Ali Mughayat Syah


Sultan Ali Mughayat Syah ialah sultan pertama dari Kerajaan Aceh. Ia memegang tampuk kekuasaan dari tahun 1514-1528 M. Di bawah kuasanya, Kerajaan ini mempunyai wilayah meliputi Banda Aceh- Aceh Besar.

Selain itu, Kerajaan Aceh juga melaksanakan perluasan ke beberapa wilayah di Sumatera Utara, yaitu tempat Daya dan Pasai. Sultan Ali juga melaksanakan serangan terhadap kedudukan Portugis di Malaka dan juga menaklukkan Kerajaan Aru.


2. Sultan Salahuddin


Salahuddin merupakan anak dari Sultan Ali Mughayat Syah. Setelah meninggalnya Sultan Ali Mughayat Syah, pemerintahan dilanjutkan oleh putranya tersebut. Sultan Salahuddin memerintah dari tahun 1528-1537 M.

Sayangnya, Sultan Salahudin kurang memperhatikan Kerajaannya ketika berkuasa. Maka dari itu, Kerajaan ini sempat mengalami kemunduran. Akhirnya di tahun 1537 M, tampuk kekuasaan pindah ke tangan saudaranya, Sultan Alaudin Riayat Syah.


3. Sultan Alaudin Riayat Syah


Sultan Alaudin Riayat Syah berkuasa  dari tahun 1537-1568 M.  Di bawah kekuasaannya, Kerajaan ini berkembang pesat menjadi Bandar utama di Asia bagi pedagang Muslim mancanegara. Lokasi Kerajaan Aceh yang strategis menjadi peluang untuk menjadikannya sebagai tempat transit bagi rempah-rempah  Maluku. Dampaknya, Kerajaan Aceh ketika itu terus menghadapi Portugis.

Kerajaan Aceh dibawah kepemimpinan Alaudin Riayat Syah juga memperkuat angkatan laut. Selain itu, Kerajaan ini juga membina relasi diplomatik dengan Kerajaan Turki Usmani.


4. Sultan Iskandar Muda


Di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan ini mengalami puncak kejayaannya. Iskandar Muda memimpin dari tahun 1606 – 1636 M. Sultan Iskandar Muda melanjutkan kepemimpinan dari sultan Alauddin Riayat Syah.

Iskandar Muda memperlihatkan terobosan gres untuk Kerajaan. Beliau mengangkat pimpinan etika untuk setiap suku serta menyusun tata negara (qanun) yang menjadi pedoman penyelenggaraan aturan Kerajaan.  Saat itu, Kerajaan Aceh menduduki 5 besar Kerajaan Islam terbesar di dunia sehabis Kerajaan  Maroko, Isfahan, Persia dan Agra.

Kerajaan ini berhasil merebut pelabuhan penting dalam perdagangan (pesisir barat dan timur Sumatera, dan Pesisir barat Semenanjung Melayu). Selain itu, Kerajaan Aceh juga membina relasi diplomatik dengan Inggris dan Belanda untuk memperlemah serangan Portugis.


5. Sultan Iskandar Thani


Sultan Iskandar Tahani memerintah dari tahun 1626-1641 M. Berbeda dengan sultan-sultan sebelumnya yang mementingkan ekspansi, Iskandar Thani memperhatikan pembangunan dalam negeri.

Selain itu, sektor pendidikan agama Islam mulai bangun di masa kepemimpinannya. Terbukti dari lahirnya buku Bustanus salatin yang dibentuk oleh Ulama Nuruddin Ar-Raniry.  Meskipun Iskandar Thani hanya memerintah selama 4 tahun, Aceh berada dalam suasana damai. Syariat Islam sebagai landasan aturan mulai ditegakkan. Hubungan dengan wilayah yang ditaklukkan dijalan dengan suasana liberal, bukan tekanan politik atau militer.



Runtuhnya Kerajaan Aceh


 Seperti yang kita tahu Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan serambi Mekkah dan lekat deng Kerajaan Islam Aceh

Kerajaan ini mulai mengalami kemunduran semenjak meninggalnya sultan Iskandar Thani. Hal itu dikarenakan tidak ada lagi generasi yang bisa mengatur tempat milik Kerajaan Aceh yang begitu luas. Akibatnya, banyak tempat taklukan yang melepaskan diri menyerupai Johor, Pahang, dan Minangkabau.

Selain itu, terjadi pertikaian terus menerus antara golongan ulama (Teungku) dan darah biru (Teuku). Pertikaian ini dipicu oleh perbedaan anutan keagamaan (aliran Sunnah wal Jama’ah dan Syiah).

Meskipun begitu, Kerajaan Aceh tetap berdiri hingga kala ke 20. Kerajaan Aceh juga sempat dipimpin beberapa Sultanah (Ratu). Ratu yang pernah memimpin Kerajaan Aceh yaitu  Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam (1641-1675 dan Sri Ratu Naqiatuddin Nur Alam (1675-1678).

Sayangnya, pertikaian yang terjadi terus menerus serta wilayah Kerajaan Aceh yang terus berkurang menciptakan Kerajaan Aceh runtuh di awal kala 20 dan dikuasai oleh Belanda.





Peninggalan Kerajaan Aceh


Peninggalan Kerajaan Aceh

Ada banyak peninggalan-peninggalan Kerajaan Aceh yang masih sanggup kita lihat hingga sekarang. Peninggalan tersebut ialah :


1. Masjid Raya Baiturrahman


Bangunan Masjid ini merupakan pujian rakyat Aceh hingga sekarang. Masjid raya Baiturrahman ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 Masehi. Letaknya sempurna di tengah  pusat Kota Banda Aceh. Mesjid ini pernah dibakar ketika Agresi Militer II dan kesudahannya dibangun kembali oleh pihak Belanda.

Ketika Tsunami 2004 Melanda Aceh, Mesjid ini tetap kokoh berdiri melindungi warga yang berlindung di dalamnya. Sampai ketika ini, masjid ini terus dikembangkan atau direnovasi menjadi lebih cantik. Terakhir,masjid ini telah direnovasi menjadi menyerupai dengan masjid Nabawi di Madinah.


2. Gunongan


Gunongan ini merupakan bangunan yang juga dibangun oleh Sultan Iskandar Muda. Bangunan ini dibangun atas dasar cinta Sultan Iskandar Muda pada seorang Putri dari Pahang (Putroe Phaang).  Sultan Iskandar muda menjadikannya sebagai permaisuri. Karena cintanya yang sangat besar, Sultan Iskandar Muda memenuhi harapan Putroe Phaang untuk membangun sebuah taman sari yang indah yang dilengkapi dengan Gunongan.

Saat ini, Taman Sari dan Gunongan menjadi tempat yang terpisah menjadi taman sari, taman putro phaang dan Gunongan. Letak antara tiga tempat itu hampir berdekatan dengan Masjid raya Baiturrahman sehingga anda gampang mengunjunginya.


3. Mesjid Tua Indrapuri


Masjid ini awalnya ialah sebuah candi peninggalan dari Kerajaan Hindu di Aceh. Namun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, candi ini diubah fungsinya menjadi masjid. Anda masih sanggup melihat bangunan yang strukturnya menyerupai dengan candi namun berpadu dengan nuansa Islami ini di Indrapuri, Aceh Besar.

Selain tiga tempat diatas, masih banyak peninggalan lain yang masih terjaga. Peninggalan berupa benda contohnya uang logam emas, meriam, dan lain-lain. sementara itu, penerapan qanun yang berasal dari pemerintahan sultan Iskandar muda juga diterapkan dalam pemerintahan Aceh ketika ini.

Demikianlah pemaparan lebih lengkap wacana sejarah Kerajaan Aceh. Meskipun Kerajaan ini sudah usang runtuh, imbas nilai-nilai dan peninggalan lainnya masih terjaga di masyarakat Aceh. Oleh sebab itu kita harus melestarikannya.

Nama sultan-sultan dari Kerajaan Aceh ini pun masih dikenang oleh masyarakat Aceh hingga ketika ini. Hal itu memperlihatkan bahwa Kerajaan ini memang menorehkan bekas sejarah yang besar di tanah rencong.

18 Destinasi Wisata Di Kota Sabang Yang Mengesankan

Dalam pelajaran geografi kita mengenal Kota Sabang sebagai kota paling barat di Indonesia. Secara administratif, Sabang masuk dalam wilayah provinsi Aceh, namun secara lokasi Sabang terletak di Pulau Weh. Sabang mempunyai banyak pulau-pulau kecil yang tersebar di sisi utara dan barat dengan Pulau Weh sebagai pulau terbesarnya, dan Pulau Rondo sebagai pulau yang terletak paling utara.

Sabang yang terletak di pulau weh banyak dikenal melalui panorama alam pantainya yang mengesankan. Tidak heran bila Sabang dijadikan tuan rumah untuk aneka ekspo kelautan ibarat Sail Sabang pada 2017 kemudian dan Sabang Marine Festival April tahun ini. Sabang sekarang juga telah mempunyai Sabang Yacht Club yang terkoneksi dengan Yacht Club lain di Asia Tenggara.


Destinasi Wisata Di Kota Sabang Yang Mengesankan
Destinasi Wisata Di Kota Sabang Yang Mengesankan. Image credit: @vebrianz

Tidak hanya panorama pantainya saja yang bagus, Sabang juga mempunyai banyak destinasi wisata lain yang akan menciptakan liburanmu semakin berkesan. Baca terus dongeng lengkapnya ya.


1. Pantai Iboih


Pantai Iboih. Image credit: @nicole.hsinchia

Pantai yang satu ini sanggup dibilang pantai yang jadi ikon Kota Sabang. Lokasinya hanya 30 menit dari sentra kota. Situasi pantai dan ombak yang hening menciptakan pantai ini sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai. Alam bawah lautnya yang manis juga jangan hingga dilewatkan begitu saja. Ada banyak tersedia banyak sekali tipe penginapan di bersahabat pantai kalau kau ingin menghabiskan lebih banyak waktu di sini.

Klik di sini untuk melihat koordinat lokasi


2. Pantai Sumur Tiga


Image credit: @adrianyyen (kiri), @aiu_omeng (kanan)

Di sisi timur Kota Sabang terdapat sebuah pantai yang jadi favorit banyak orang untuk menikmati sunrise. Pasir pantainya yang putih dan jernihnya air pantai akan membuatmu betah berlama-lama di sini. Nama sumur tiga diambil dari sejarah tiga sumur air tawar yang konon katanya berada di area pantai ini. Kamu juga sanggup menghabiskan waktu siangmu dengan makan- makan di warung seafood yang banyak tersebar di area pantai.

Klik di sini untuk melihat koordinat lokasi


3. Pantai Anoi Itam



Wisata Pulau Weh
Pantai Anoi Itam. Image credit: @azraazuar (kiri), @erlina_ind (kanan)

Berbeda dengan dua pantai sebelumnya, pantai yang satu ini pasirnya berwarna hitam. Asal muasal pasir pantai Anoi berwarna hitam ialah alasannya berasal dari letusan gunung berapi di Pulau Weh. Pasir di sini dipercaya sanggup menyembuhkan penyakit kulit lho. Warna hitam pasirnya sangat kontras dengan warna air jernih di pantai sehingga menunjukkan pemandangan yang mungkin tidak sanggup kau temukan di tempat yang lain.

Klik di sini untuk melihat koordinat lokasi


4. Danau Aneuk Laot



Danau Aneuk Laot Sabang
Image credit: @edwingirsang

Danau terbesar di Pulau Weh ini merupakan sumber air tawar bagi masyarakat Kota Sabang dan sekitarnya. Berbagai macam kegiatan menyenangkan sanggup kau lakukan di sini, di antaranya ialah bersantai di pinggiran danau, kayaking, atau sekedar menikmati pemandangan Gunung Marapi dari kejauhan.


5. Air Terjun Pria Laot


Pulau Weh
Air Terjun Pria Laot. Image credit: @reinaldycb

Air terjun ini sangat menarik untuk dikunjungi. Letaknya yang berada di area hutan menciptakan tempat jeram terasa sangat asri dan menyejukkan. Kolam air terjunnya mempunyai kedalaman 1,5 hingga 2 meter. Kamu sanggup mandi berendam di sini sepuasnya. Keberadaan ikan bulan yang berada di kolam jeram ini menciptakan mandi berendam makin asyik alasannya terasa ibarat digelitik oleh ikan-ikan tersebut. Ikan bulan tidak berbahaya dan bahkan kabarnya malah sanggup dijadikan ikan terapi untuk banyak sekali duduk perkara kesehatan. Wah, unik sekali ya.


6. Gua Sarang


Gua Sarang. Image credit: @febbykhairuna (kiri), @muhammadramazan8 (kanan)

Gua Sarang ini sering disebut Raja Ampatnya Sabang. Gua Sarang sejatinya merupakan gua yang menjadi sarang burung walet. Terdapat tujuh gua yang berlokasi di kaki tebing dan perbukitan hutan lindung. Ketujuh gua ini berdiri dengan kokoh di atas lautan biru Pulau Weh yang pribadi berbatasan dengan Samudera Hindia. Dijamin pemandangan di sini tidak akan pernah sanggup kau lupakan.


7. Tugu Nol Kilometer


Tugu Nol Kilometer Image credit: @penggowes

Berkunjung ke Sabang tentunya tidak lengkap tanpa berfoto di depan tugu nol kilometer Indonesia. Karena lokasinya yang berada di tempat hutan, jangan heran kalau sepanjang perjalanan menuju monumen kau akan banyak menjumpai monyet-monyet yang berjalan bebas. Tinggi tugu nol kilometer ini mencapai 43,6 meter dengan empat pilar penyangga yang megah. Fasilitas di sekitar area wisata sudah sangat memadai. Mulai dari tempat makan hingga toilet dan toko buah tangan sanggup dengan gampang kau temui di sini.

Klik di sini untuk melihat koordinat lokasi


8. Pantai Ujung Kareung



Pantai Ujung Kareung. Image credit: @niealiiana (kiri), @dodysijabat (kanan)

Tidak hanya sanggup bermain-main di area pantai yang berpasir, di sini kau juga akan dimanjakan dengan jajaran watu karang megah kolam mahkota. Bahkan sekarang kau sanggup terjun dari atas watu karang ini lho. Untuk keamanan, jangan khawatir, kedalaman air di bawah karang ini hanya sekitar 4 hingga 5 meter tanpa ada batuan di bawahnya. Berani mencobanya?

Klik di sini untuk melihat koordinat lokasi


9. Benteng Bunker Jepang



Benteng Bunker Jepang. Image credit: @jordan_exel (kiri), @shiddiq2711 (kanan)

Dulu, Kota Sabang mempunyai posisi geografis yang strategis sehingga tidak heran bila Jepang membangun benteng pertahanannya di sini. Bukan sembarang benteng tapi merupakan benteng bawah tanah. Benteng ini tersebar di area garis pantai Pulau Weh namun yang masih terlihat terang ialah benteng yang terdapat di bersahabat Pantai Anoi Itam. Menurut keterangan warga sekitar, benteng ini bahkan mempunyai lorong-lorong bawah tanah menuju area yang dulunya menjadi sentra komando.

Klik di sini untuk melihat koordinat lokasi


10. Sirui Hidrothermal



Sirui Hidrothermal. Image credit: @ajeng_kroff

Ada satu destinasi wisata unik yang mungkin tidak akan kau temui di kota lain di Indonesia. Namanya Sirui Hidrothermal. Sirui Hidrothermal ini tidak lain ialah tempat gunung api bawah laut. Di sini kau sanggup melaksanakan penyelaman dan melihat gelembung-gelembung udara keluar dari kawah-kawah kecil. Aneka ikan-ikan unik yang lain dari biasanya juga sanggup kau jumpai berseliweran kesana kemari. Unik sekali bukan? Tidak heran bila Sirui jadi destinasi wisata ini sangat diminati banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Klik di sini untuk melihat koordinat lokasi


11. Pemandian Air Panas Keuneukai



Pemandian Air Panas Keuneukai. Image credit: @hijrahheiji

Sabang ternyata mempunyai gunung berapi yang masih aktif lho, namanya Gunung Jaboi. Dari gunung inilah muncul sumber mata air panas yang kemudian dimanfaatkan menjadi tempat wisata pemandian. Di sini, kau sanggup berendam dan meregangkan otot-otot di kolam air panas, sambil menikmati pemandangan pantai yang elok.

Klik di sini untuk melihat koordinat lokasi


12. Sabang Hill



Sabang Hill. Image credit: @shewalkstheworld

Jika ingin melihat kota dan teluk Sabang dari ketinggian, cobalah tiba ke Sabang Hill. Sabang Hill sendiri sebetulnya merupakan nama hotel yang berada di area perbukitan. Namun warga masyarakat sekitar berinisiatif membangun gardu pandang yang sanggup dipakai oleh masyarakat umum untuk melihat pemandangan indah Kota Sabang.

Klik di sini untuk melihat koordinat lokasi


13. Pantai Kasih



Pantai Kasih. Image credit: @eni_jenikawati
Pantai Kasih sanggup jadi destinasi pertama yang kau kunjungi di Sabang. Jaraknya cuma 5 menit dari sentra kota. Di sini banyak tersedia bangku-bangku yang sanggup kau duduki sambil bersantai menikmati aliran angin sepoi-sepoi. Pantai ini semakin ramai pada sore hari alasannya merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan matahari tenggelam.


14. Pantai Gapang


Pantai Gapang. Image credit: @contagiousd3lirium (kiri), @bebytsabina (kanan)

Meski lokasinya cukup terpencil, namun perjalanan yang jauh akan terbayar lunas sesudah kau hingga ke pantai ini. Pantainya sangat hening dengan beberapa kapal nelayan tradisional yang bersandar. Pantai ini merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang di Sabang dan sangat tenang. Pantainya pribadi terhubung dengan lautan luas menunjukkan pemandangan yang tidak terlupakan. Air pantainya sangat jernih hingga kau sanggup dengan terang melihat ikan-ikan yang berenang di sekitar dermaga. Menyenangkan, bukan


15. Pantai Tapak Gajah


Pantai Tapak Gajah. Image credit: @surga.nusantara

Belum ada riwayat terang mengenai pemberian nama Pantai Tapak Gajah. Namun keindahan pantai ini tidak perlu diragukan lagi. Jaraknya juga cuma 5 menit dari sentra kota Sabang. Aktivitas terkenal di pantai ini ialah snorkeling berkenalan dengan biota bawah maritim yang indah dan cantik. Pantai ini mempunyai banyak rimbunan semak-semak yang membuatnya sedikit berbeda dari pantai lain di Sabang.


17. Pulau Rubiah


Pulau Rubiah. Image credit: @fahmi_yoza (kiri), @putra_ds_42 (kanan)

Tidak lengkap rasanya kalau ke Sabang tanpa melaksanakan island hopping. Salah satu pulau yang wajib kau kunjungi ialah Pulau Rubiah. Destinasi wisata yang sanggup kau temui di sini tidak lain ialah Taman Laut Rubiah yang menghadirkan pesona kekayaan alam bawah maritim terindah di Sabang. Meski tidak berpenghuni tapi sudah cukup banyak warung dan tempat penyewaan alat-alat snorkeling yang tersedia di sekitar pantainya. Untuk menuju ke sini kau sanggup menyebrang dari Pantai Iboih dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar 30 menit.


18. Gunung Jaboi


Gunung Jaboi. Image credit: @piyohdesign

Kalau ingin sesuatu yang lebih menantang, kau sanggup coba mendaki Gunung Jaboi yang merupakan gunung api aktif di Pulau Weh. Ketinggian gunung ini tidak lebih dari 200 mdpl dengan jalur trekking yang cukup mudah. Pemandangannya pun tidak kalah menakjubkan. Batuan pegunungan yang berwarna putih tampak kontras dengan area hutan di sekitarnya yang hijau.


Ternyata banyak sekali ya destinasi wisata di Kota Sabang yang mengagumkan dan mengesankan. Nggak rugi deh kalau liburan ke sini. Yuk segera rencanakan liburanmu ke Sabang dan dapatkan pengalaman liburan yang unik dan tentunya berkesan.

10 Kuliner Banda Aceh Dan Sekitarnya Selain Mie Aceh Yang Harus Anda Coba

Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya memang sangat menggoyang lidah penikmat masakan. Semangat silaturahmi dan kebersamaan di kalangan masyarakat Aceh mengakibatkan budaya makan di provinsi ini semarak, dan tentu menginspirasi masakan yang dihasilkan. Umumnya, acara masak-memasak di Aceh diadakan gotong royong dengan banyak orang. Menarik, kan?

Pengaruh moral Melayu, Asia Selatan, dan Timur Tengah juga menciptakan masakan Aceh cenderung berlemak dan beraroma kuat. Penasaran mirip apa masakan Banda Aceh dan sekitarnya? Cek rekomendasi masakan Banda Aceh dan Sekitarnya.


Kuah Beulangong


Kuah Beulangong. Foto: Instagram
Pada hari raya Lebaran yang lalu, Kuah Beulangong sanggup gampang ditemukan di banyak sekali tempat di Aceh. Maklum, masakan Banda Aceh sekitarnya ini memang kerap dipersiapkan untuk menyambut hari-hari besar keagamaan.

Foto : @fadly_batubara
Berdasarkan moral setempat, hidangan kari daging kambing atau sapi ini hanya boleh dimasak oleh laki-laki. Apalagi, proses memasaknya cukup rumit. Selain persiapan yang menghabiskan tenaga, Kuah Beulangong biasa disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati oleh orang satu kampung. Maklum, nama ‘beulangong’ sendiri berasal dari kata ‘belanga’, atau kuali besar.

Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya tidak kalah dari masakan Padang 10 Kuliner Banda Aceh dan Sekitarnya Selain Mie Aceh yang Harus Kamu Coba
Image credit: @mrzki_a
Untuk rasa, tak perlu diragukan lagi. Karena dimasak dalam waktu usang (sekitar 2-4 jam), daging kambing atau sapi menjadi sangat empuk. Plus, rempah-rempahnya meresap sempurna! Sedikit rasa pedas semakin melengkapi gurihnya Kuah Beulangong. Tripzilla tidak tanggung jawab kalau kau hingga kalap, ya!

Lokasi: Warung Nasi Kambing Lem Bakrie, Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 11.00 hingga 15.00

Harga: Mulai dari 35,000 IDR per porsi



Sate Matang



Image credit: @salman_atjeh
Jangan tertipu dengan penampilan Sate Matang yang tampak ‘mini’. Dibuat dari daging sapi atau kambing, sate ini dilumuri lemak sapi atau kambing lagi (sesuai materi dasarnya) sebelum dibakar. Lalu, sate disajikan dengan bumbu kacang dan kuah kaldu yang dibentuk dari tulang sapi atau kambing. Pasti menggugah selera!
Image credit: @medanfoodblog
Cabai rawit dicampur ke kuah kaldu atau bumbu kacang, sehingga kau bisa memesan sesuai keinginanmu. Di Bireuen, Aceh, kebanyakan warung Sate Matang buka 24 jam. Kamu sanggup menentukan untuk menikmati Sate Matang pada ketika sarapan, makan siang, atau makan malam.

Lokasi: Warung Sate Matang Yakin Rasa, Jl. Taman Sri Ratu Safiatuddin No.82, Bandar Baru, Kuta Alam, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 16.00 hingga 02.00

Harga: Mulai dari 35,000 IDR untuk satu porsi



Sie Reuboh



Image credit: @deni_friady
Secara harfiah, Sie Reuboh berarti daging rebus. Namun masakan Sie Reuboh ini mengacu pada daging sapi campur lemak dan tetelan, yang dimasak dengan rempah-rempah mirip cabe merah, bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, dan sebagainya. Yang menciptakan unik Sie Reuboh ialah penggunaan cuka Aceh. Masakan dengan taste asam-pedas ini pun menjadi harum.
Image credit: @agamcotgud
Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya ini memang memanfaatkan ‘cuka enau’, yang juga kerap disebut ‘cuka gampong’ atau ‘cuka ijuk’. Selain untuk menguatkan rasa, cuka yang banyak dijual di pasar tradisional ini bisa melunakkan daging dan mengawetkan masakan secara alami. Tak heran jikalau masyarakat Aceh rela berlama-lama memasak Sie Reuboh. Sekali masak, Sie Reuboh bisa tahan hingga berbulan-bulan!

Lokasi: Rumah Makan Delima Baru, Jalan Lintas Medan-Jalan Banda Aceh, Ingin Jaya, Aceh Besar

Jam Buka: Setiap hari, 10.00 hingga 16.00

Harga: Mulai dari 30,000 IDR per porsi



Martabak Telur



Image credit: @keuno.id
Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya ini memang sudah merambah ke banyak sekali kawasan di Indonesia. Tampak mirip telur dadar, martabak telur punya ‘kulit’ di dalam dan dilumuri telur kocok di luar. Kulit tersebut berbahan dasar sama mirip gabungan roti canai, sehingga martabak telur ini tidak lembek.
Image credit: @bungamiranti
Di samping acar bawang, martabak telur juga sering dihidangkan dengan kari kambing atau ayam sebagai pelengkap. Celupkan potongan martabak ke kuah kari, kemudian nikmati. Berapa potong yang kira-kira sanggup kau habiskan?

Lokasi: Canai Mamak KL, Jl. Teuku Umar No.51, Seutui, Baiturrahman, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 10.00 hingga 23.00

Harga: Mulai dari 15,000 IDR



Kue/Kueh Bhoi



Image credit: @linalesmana77
Kue/kueh Bhoi atau bolu khas Aceh juga sering disajikan pada hari raya Lebaran. Dulunya bentuk masakan ringan manis ini ibarat ikan, namun kini sudah dimodifikasi menjadi aneka ragam mirip bunga atau hewan lainnya, sehingga sering menarik perhatian anak-anak. Kue Bhoi juga dijadikan sebagai isi seserahan dari calon pengantin lelaki kepada calon pengantin perempuan.
Image credit: @kue_bhoi_khas_aceh
Berbahan dasar tepung terigu, telur, dan gula; masakan ringan manis ini bisa kau temukan di pasar-pasar tradisional di Aceh, contohnya di Pasar Aceh atau Pasar Seutui. Kamu juga bisa membelinya di toko-toko di kawasan Lampisang/Lhoknga, Aceh Besar;; pantai utara di Keude Lueng Putu Pidie Jaya, Beureunuen; dan kota Sigli.

Lokasi: Sentra Kue Tradisional Gampong Lampisang, Aceh Besar

Harga: Sekitar 1,000 – 2,000 IDR per buah


Eungkot Keumamah


Image credit: Beritagar.id
Wilayah Aceh yang dikelilingi perairan menciptakan masyarakat Aceh bersahabat dengan hasil laut. Yang paling mahsyur semenjak dahulu ialah ikan tongkol atau ‘Engkot Suree’. Proses memasak ‘Eungkot Keumamah’ yang melibatkan perebusan, pengasapan, dan penjemuran di terik matahari mengakibatkan ikan tongkol bertekstur keras mirip kayu. Namun begitu, hal ini mengakibatkan masakan tersebut awet, tahan lama, dan tidak gampang basi.
Image credit: Website Gampong Lampulo
Eungkot Keumamah sanggup diolah lagi menjadi banyak sekali masakan. Karena harganya terjangkau, masyarakat Aceh gemar mengonsumsi dan menyimpan materi masakan ini untuk dimasak sewaktu-waktu. Beberapa produsen juga sudah mulai menyediakan produk Eungkot Keumamah dalam kemasan per 100 gram atau per kilogram. Cocok untuk oleh-oleh, nih.

Lokasi: Tersedia hampir di seluruh rumah makan di Banda Aceh (dengan ragam olahannya)

Harga: Mulai dari 10,000 IDR per porsi atau mulai dari 45,000 IDR per 100 gram (kemasan oleh-oleh)



Ayam Tangkap



Image credit: @rosmina.ng
Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya yang satu ini, juga cukup terkenal. Pertama, ayam digoreng dengan bumbu-bumbu sebagaimana ayam goreng pada umumnya. Saat ayam setengah matang, kemudian dimasak dengan daun-daun mirip daun kari, potongan daun pandan, dan salam koja. Tidak hanya menjadi pemanis sajian, masyarakat Aceh biasa memakan dedaunan tersebut, lho. Penasaran?


Image credit: @susiasih
Ayam tangkap disajikan dengan nasi gurih, atau yang kita ketahui sebagai nasi uduk. Rasa pedas ayam goreng yang menggelitik, berpadu dengan amis dedaunan, plus lezatnya nasi pulen, yakin cukup sepiring?

Lokasi: Warung Nasi Kambing Lem Bakrie, Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 11.00 hingga 15.00

Harga: Mulai dari 30,000 IDR per porsi



Rujak Aceh



Rujak Aceh
Image credit: @juwitacc
Setelah menyantap beberapa masakan berlemak di atas, tentu butuh pencuci lisan yang segar dan tidak bikin enek. Kuliner Banda Aceh dan sekitarnya yang terkenal di seantero Aceh dan Sumatera Utara ini, harus kau coba. Rujak Aceh juga kerap disebut dengan nama rujak serut atau rujak kweni. Yang wajib ada di Rujak Aceh ialah buah bengkuang, belimbing, nanas, timun, dan mangga; sisanya terserah penjual atau tergantung pada musim.
Image credit: @chi189
Di samping disajikan dengan saus berbahan gula jawa dan asam jawa, para penjaja Rujak Aceh kerap mencampur rujak dengan manisan mirip salak atau jambu, lengkap dengan sedikit kuah. Hasilnya, Rujak Aceh bercita rasa asam, manis, dan crunchy.

Lokasi: Jalan Tgk. Pulo Dibaroh (di belakang Masjid Raya Baiturrahman), Banda Aceh

Harga: Sekitar 5,000 – 15,000 IDR per porsi



Bubur Kanji Rumbi



Image credit: @sya_zub
Bulan bulan pahala lalu, Bubur Kanji Rumbi sering disediakan sebagai sajian buka puasa, terutama di masjid-masjid. Buburnya sendiri mirip dengan bubur ayam yang dijual di daerah-daerah lain di Indonesia. Namun, yang membedakan ialah topping yaitu udang atau potongan daging, dan sayuran mirip wortel atau kentang.
Image credit: @yuneth_79
Terinspirasi dari tradisi India, bubur ini mengandung rempah-rempah, termasuk kapulaga hijau yang dipercaya sanggup menenangkan perut sehabis berpuasa. Di banyak sekali kota dan desa di Aceh, Bubur Kanji Rumbi dimasak di panci atau kuali besar alasannya ialah akan disuguhkan kepada ratusan, atau bahkan ribuan orang! Di luar bulan puasa, tidak banyak rumah makan yang menyajikan masakan ini. Akan tetapi, kau bisa coba bertanya ke rumah makan khas Aceh yang bersahabat dengan penginapanmu.

Lokasi: Rumah Makan Aceh Rayeuk,  Jl. Mr. Muhammad Hasan, Lueng Bata, Kota Banda Aceh

Jam Buka: Setiap hari, 8.00 hingga 22.00

Harga: Mulai dari 10,000 IDR



Es Timun Serut



Image credit: @tarivc
Petualangan berburu masakan Aceh dan sekitarnya harus ditutup dengan minuman yang berkesan. Kalau kau sudah pernah mencoba kopi telur yang legendaris, kali ini kau bisa memesan es timun serut, atau dalam bahasa Aceh disebut “ie boh timon”. Menu ini hampir ada di setiap rumah makan masakan Aceh di Banda Aceh.
Image credit: @mery_link
Es timun serut yang memakai timun sayur ini disajikan dengan sirup manis khas Aceh dan es batu. Selain segar, es timun serut berguna untuk mengurangi rasa mual dan mengembalikan selera makan. Makanya, minuman ini semakin melejit pada bulan bulan pahala sebagai takjil.

Lokasi: Tersedia hampir di seluruh rumah makan di Banda Aceh

Harga: Sekitar 10,000 – 15,000 IDR


Berwisata ke Banda Aceh, jangan terlewat untuk merasakan masakan khasnya. Sebagian memang hanya bisa kau temui di kota atau waktu tertentu, tetapi mumpung di Aceh, coba saja berburu masakan ke pasar lokal atau rumah makan setempat. Kamu juga akan mendapat pengalaman tak terlupakan!

Kerkhoof Peucut Bukti Perlawanan Pejuang Aceh, Wisata Banda Aceh

Wisata Banda Aceh
Gerbang Kherkhoof Peucut, Wisata Banda Aceh. Foto: Instagram
Wisata Sejarah - Kеrkhооf Pеuсut аtаu Kuburаn Kerkhoof lеtаknуа bеrѕеbеlаhаn dеngаn Muѕеum Tѕunаmі di Banda Aсеh. Kherkhoof Peucut Adalah komplek kuburаn рrаjurіt Bеlаndа уаng tеwаѕ dalam Perang Aceh.

Ada ѕеkіtаr 2.200 tеntаrа belanda dаn Jenderal di makam dіѕіnі Inі juga ѕеbаgаі bukti bagaimana раrа Pеjuаng Aсеh dаlаm mеmреrtаhаnkаn “Negerinya” dengan hаrtа dan nyawa, уаng ѕаngаt gigih melawan kolonialisme Benlanda.


kоmрlеk реmаkаmаn Kerkhoof Peucut
Foto: Instagram

Dаlаm ѕеjаrаh Bеlаndа, Perang Aсеh Mеruраkаn Pеrаng yang раlіng раhіt yang melebihi раhіtnуа pengalaman mеrеkа pada ѕааt “perang nероlеоn”. Kuburаn Kеrkhоff mеruраkаn pemakaman tеrbеѕаr kedua tеntаrа belanda ѕеtеlаh уаng реrtаmа tеrbеѕаr di Bеlаndа.

kоmрlеk реmаkаmаn Kerkhoof Peucut, jugа tеrdараt mаkаm Mеrаh Pupok, Putra Sultаn Iѕkаndаr Mudа уаng telah dimakamkan jauh lеbіh аwаl dаrі keberadaan kuburan Prаjurіt Bеlаndа.

Tempat Wisata Rumah Cut Nуаk Dhien, Banda Aceh

Wіѕаtа ke museum Cut Nуаk Dhien, anda dараt mеngеnаng kеmbаlі kepahlawanan ѕеоrаng Srikandi Aceh. Lokasi museum Cut Nуаk Dhien di Lhok Nga Aceh Besar

Tempat Wisata Banda Aceh

Wisata Sejarah - Kali ini travellink akan mengulas tentang salah satu tempat wisata di Banda Aceh yang yang sudah dikenal dengan heroisme nya pada waktu peperangan Aceh dan Belanda. Muѕеum Cut Nyak Dhіеn bеrbеntuk rumаh trаdіѕіоnаl Aceh (rumоh Aсеh), mеruраkаn replika rumah srikandi Aсеh, Cut Nуаk Dhіеn. Pаdа awalnya rumah ini аdаlаh tempat tinggal раhlаwаn wаnіtа Cut Nуаk Dhіеn. Dі era Pеrаng  Aсеh, rumаh іnі ѕеmраt dіbаkаr оlеh раrа tentara Belanda (1893) yang kеmudіаn  dіbаngun kembali pada awal tahun 1980 аn dаn dіjаdіkаn muѕеum. Pоndаѕі  bаngunаn іnі mаѕіh аѕlі.

Bagi аndа уаng іngіn bеrkunjung kе objek wіѕаtа Banda aceh ke museum Cut Nуаk Dhien, pengunjung dараt mеngеnаng  kеmbаlі kеbеrаnіаn dаn kepahlawanan ѕеоrаng Srikandi tеrkеnаl Aceh dalam реrjuаngаn  mеmреrtаhаnkаn tanah аіr dаrі реnjаjаhаn Belanda.


Muѕеum іnі mempunyai nіlаі-nіlаі ѕеjаrаh, budауа dаn berarsitektur khаѕ Aceh. Di dаlаm mеѕеum terdapat buktі dan bеndа-bеndа ѕеjаrаh, kоlеkѕі peninggalan Cut Nyak Dhien dаn Teuku Umar.



Lokasi

Objek wisata Rumah Aceh Cut Nyak Dhien tеrlеtаk dі sebelah Barat Jаlаn Banda Aсеh-Lhоk Ngа, dі daerah реdеѕааn dengan hаmраrаn sawah уаng hіjаu, tераtnуа dі Desa Lаmріѕаng, Kecamatan Lhоk Ngа, Kabupaten Aceh Bеѕаr, Prоvіnѕі  Nanggroe Aсеh Darussalam, Indоnеѕіа.

Jаrаk lokasi muѕеum dеngаn kоtа  Bаndа Aceh, kurаng lеbіh 6 km. Dari Kоtа Bаndа Aceh dараt dіtеmрuh dengan  kendaraan pribadi dalam waktu kurаng lеbіh 10 mеnіt. Cut Nyak Dhien аdаlаh ѕеоrаng раhlаwаn wanita Aсеh уаng  gаgаh bеrаnі. Iа lаhіr dі Lampadang tаhun 1848, dаn mеnіkаh pada usia duа bеlаѕ  tahun.


Sekilas Sejarah Cut Nyak Dhien

Pada tаhun 1878 ѕuаmі реrtаmаnуа, Ibrаhіm Lamnga meninggal kаrеnа tеrtеmbаk dalam ѕеbuаh реrtеmрurаn mеlаwаn Bеlаndа. Dua tahun kеmudіаn, ѕеоrаng  рrіа bernama Tеuku Umar datang ke pihak kеluаrgа Cut Nуаk Dhien untuk  mеlаmаrnуа.

Secara pribadi, Cut Nуаk Dhіеn bersedia menerima lamarannya asalkan  Teuku Umаr mеnеrіmа реrmоhоnаnnуа, yaitu араbіlа menikah dеngаnnуа аgаr іа  dііzіnkаn іkut bersama suaminya berperang mеlаwаn Bеlаndа. Permohonan Cut Nуаk  Dhien dіtеrіmа Teuku Umar dan раdа tаhun 1880 mereka рun menikah. Sеbаgаі ѕеоrаng  іѕtrі, іа setia dan ѕеlаlu mendukung реrjuаngаn ѕuаmіnуа. 


Pеrіѕtіwа kelam tеrjаdі pada tahun 1899, Tеuku Umаr mеnіnggаl karena dіtеmbаk dеngаn реluru emas oleh tentara Bеlаndа. Akhirnya, Cut Nyak Dhien mеngаmbіl аlіh kереmіmріnаn suaminya.

Sеlаmа еnаm tаhun іа bеrjuаng bеrѕаmа аnаknуа Cut Gаmbаng, mеmіmріn раѕukаn, mеnеrарkаn strategi perang  gеrіlуа dan hіduр bеrѕаmа раѕukаnnуа dі dalam hutаn. Akhіrnуа, di uѕіаnуа уаng  ѕеnjа dengan mаtа уаng rabun іа dіtаngkар oleh tеntаrа Belanda dі hutan dan diasingkan  kе Kabupaten Sumedang, Jаwа Barat. Pada tаnggаl 6 Nоvеmbеr 1908 іа meninggal dan dіkеbumіkаn dі Gunung Puуuh, Kаbuраtеn Sumedang.


Nah itulah artikel tentang objek wisata sejarah rumah cut nyak dhien yang merupakan pejuang dan srikandi aceh yang saat ini makamnya di Sumedang, Jawa Barat.


Koordinat Objek Wisata Rumah Cut Nyak Dhien : Klik link