4 Tempat Wisata Paling Misterius Dari Seluruh Dunia



Wisata Misterius - Banyak sekali tempat yang sudah jadi tempat klasik untuk destinasi wisata. Seperti Menara Eiffel di Perancis, Piramida di Mesir, Taj Mahal di India, serta berbagai pantai di Bali. Namun bukan berarti tempat yang banyak dikunjungi berarti merupakan tempat yang paling indah.

Ternyata banyak sekali tempat yang tak tersentuh modernisasi terlalu berlebihan, sehingga dapat memelihara keindahan alam yang berupa kontur wilayah, tanaman dan binatang asli dengan lebih baik. Di beberapa tempat terpencil di Indonesia saja, banyak sekali menyimpan keindahan alam yang tak terduga. Padahal jika soal modernisasi, Indonesia juga sudah bisa dibilang maju, dengan lokasi strategis di Asia Tenggara.

Coba kita bayangkan jika di belahan Bumi lain, yang sulit dijangkau, dan cukup terisolasi dari modernisasi. Tentu tempat tersebut akan lebih terjaga alamnya. Tak cuma alam tradisi, budaya yang eksotis, serta tingkah laku sosial pun akan jadi pengalaman baru untuk kita jika kita mau mengeksplor.

Ada beberapa tempat wisata yang misterius dan jauh dari kata modernisasi di beberapa negara dari hasil kutipan beberapa sumber. Berikut beberapa negara indah yang jadi destinasi wisata 'rahasia' dan wisata misterius para pelancong untuk pergi mencari keindahan alam, jauh dari hiruk pikuk kota besar.


1. Kepulauan Faroe


Kepulauan Faroe adalah kepulauan yang berada di antara Islandia dan Norwegia, yang kini terkenal dengan festival musim panasnya, dengan suguhan alam pantai dan tebing yang indah, serta musisi yang akan menghibur para pelancong yang datang untuk berkemah.

Meski Kepulauan yang terdiri dari 18 pulau ini sedang gencar mempromosikan pariwisatanya melalui Visit Faroe Islands, setiap pulau yang kita kunjungi di Faroe akan memberikan keunikan tersendiri untuk para pelancong yang ingin mengeksplor keindahan alam. Perbukitan yang dipenuhi rerumputan hijau, dipadu dengan lautan yang dipenuhi perahu nelayan yang berwarna-warni unik, serta pemukiman dengan bentuk rumah yang unik, ternyata sangat menarik bagi para pelancong.

Jika kita pergi ke timur laut dari kepulauan Faroe, kita akan mengarah ke Norooyggjar, yang memberi kita pemandangan lebih fantastis. Keseluruhan pulau yang ditumbuhi rumput hijau, bukit curam berbatu yang indah, serta domba Faroe yang memiliki kulit tebal dan kusut yang berkeliaran.

Di bagian selatan, terdapat terdapat Sandoy, sebuah pulau yang terkenal dengan pantainya yang luas, serta galeri seni yang memajang karya dari banyak sekali artist dari Faroe. Selain itu di daerah Suouroy, terdapat perbukitan yang jadi habitat banyak sekali burung unik, serta yang paling unik adalah pemandangan lanskap dari Fjords, yang merupakan lautan yang berada di antara perbukitan. Fjords hanya ada di Faroe, Islandia, Norwegia, dan jadi pemandangan khas pantai Skandinavia.

Kepulauan Faroe bisa dicapai dengan pesawat dari Inggris, Islandia, Norwegia, atau Skotlandia, Selain itu, terdapat kapal feri dengan waktu tempuh berhari-hari, yang berangkat dari Denmark ke Islandia. Disarankan untuk datang di musim panas, karena hanya waktu tersebut yang cuaca dinginnya dapat ditoleransi oleh masyarakat dari luar Skandinavia.


2. Swaziland


Sebuah kerajaan di bagian selatan, Afrika Selatan ini adalah tempat dari dataran bergelombang yang di antaranya terdapat sungai, lembah yang subur, serta pegunungan yang berkawah tumpul. Negara ini masih sangat minim untuk jadi destinasi travel, bahkan bagi masyarakat negara dunia pertama.

Meskipun Afrika tak diragukan lagi eksotisme alamnya, Swaziland sendiri merupakan negara yang punya banyak rintangan, mulai dari kekeringan, HIV yang jadi wabah, serta ekonomi yang sangat lemah. Namun semua kekurangan tersebut tak pernah tenggelam oleh eksotisme alamnya yang cukup berbeda dengan asumsi kita terhadap Afrika.

Kultur yang sangat kaya dari Swaziland, terlihat dari berbagai festival tradisional yang dimilikinya, dengan berbagai partisipan dan observer dari seluruh dunia.

Salah satu yang paling terkenal adalah Umhlanga, atau tarian alang-alang, yang merupakan sebuah perayaan 8 hari yang melibatkan lebih dari 40.000 orang wanita muda yang memotong alang-alang dan mempersembahkannya ke sang Ratu, yang merupakan kepala negara wanita dan ibunda dari Raja Mswati III. Perayaan ini diadakan setiap tahun di akhir Agustus atau awal September, di mana para wanita muda berpakaian dengan warna terang, sambil menyanyi dan menari dalam sebuah kelompok.

Di bagian tenggara Swaziland, terdapat Mkhaya Game Reserve, yang merupakan rumah dari badan hitam putih, gajah, jerapah, serta kuda nil. Atraksi utama di sana adalah rafting di Usutu River dengan suasana alam yang masih liar. Suasana serupa bisa ditemukan di barat Swaziland, yakni Malolotja Nature Reserve, yang menawarkan puluhan kilometer hiking dan trekking di alam liar, tanpa harus safari karena binatangnya tak buas.

Untuk datang ke Swaziland, kita harus ke Johannesburg terlebih dahulu, dan menempuh 45 menit perjalanan pesawat dari salah satu kota di Afrika Selatan tersebut.


3. French Guiana


French Guiana, atau Guyane, adalah negara dengan kebudayaan, bahasa, dan tradisi yang tercampur aduk dalam satu eksotisme yang unik. Negara ini dulu adalah sebuah daerah yang dikelilingi oleh lautan Karibia dan hutan tropis yang tak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, negara ini terkenal dengan keindahan pantai Karibia serta alam liar yang masih alami.

Para pelancong biasa datang ke Tresor Nature Reserve di Kaw, yang merupakan sebuah reservasi yang menawarkan berbagai macam keindahan alam jadi satu. Terdapat tur dengan perahu di tengah hutan, trekking dan hiking, serta bermalam di pondok ala suku Amerindian. Selain itu, wisata sungai adalah yang jadi atraksi menarik di French Guiana, terlenih lagi pelancong akan diajak mengarungi sungai dengan kanoe khas Karibia yang bernama pirogue. Bahkan kita bisa pergi ke Suriname melalui jalur sungai, dan di sana pun punya pemandangan yang tak kalah indahnya.

Para pecinta pantai akan dimanja oleh keindahan pantai di Remire-Montjoly dan Rorota, yang menawarkan keindahan pantai dan tebing untuk jalur hiking menuju puncak tebing yang dapat menyuguhkan keindahan samudera. Selain itu, tempat tersebut adalah habitat dari banyak sekali binatang sloth yang imut.


4. Guernsey dan Jersey


Mungkin Anda baru pertama kali mendengar nama Guernsey and Jersey. Meski bukanlah sebuah negara dan masih berada di terusan Inggris, gugusan pulau yang dikenal sebagai Channel Islands ini bukan merupakan persemakmuran Inggris. Guernsey and Jersey adalah sebuah Bailiwick, sebuah daerah yang dipimpin seorang Bailiff. Memang hal ini sangat jarang dipakai dan tercatat tinggal Channel Islands saja yang menggunakannya.

Letaknya memang berdekatan dengan Inggris serta Perancis, namun datang ke Guernsey serta Jersey layaknya datang ke dunia lain yang lebih hijau dan subur. Guernsey dan Jersey dideskripsikan sebagai daerah dengan jalanan kecil yang ditumbuhi pepohonan tinggi di pinggirnya, banyak sekali penjual bunga, masyarakat yang ramah, serta arsitektur yang unik nan indah.


Pengunjung Guernsey akan dimanjakan oleh indahnya Moulin Huet, sebuah teluk indah yang jadi berbagai inspirasi lukisan Ronoir di 1883. Selain itu, pantai Cobo Bay yang menawarkan pemandangan yang juga indah dengan laut dangkal yang bisa digunakan untuk surfing, kayaking dan coasteering. Terdapat juga parade di bulan Agustus, yakni The Guernsey North Show serta Battle of Flowers. Kedua parade ini adalah parade outdoor yang membuat berbagai pertunjukan yang menggunakan bunga.

Di Jersey, hal yang paling menarik untuk dikunjungi adalah peninggalan sejarahnya. Seperti terowongan Perang Jersey, serta Jersey Museum Art Gallery yang memperlihatkan sejarah kepulauan ini sejak 250.000 silam. Terdapat juga berbagai karya seni tersembunyi, menara kuno, serta kastil Mont Orgueil yang sudah berumur lebih dari 800 tahun. Tak cuma itu, terdapat Durrell Wildlife Park, yang jadi habitat dari orangutan, berbagai spesies reptil, serta keluarga Gorilla.

Dengan sapi perah yang merupakan salah satu yang kualitasnya terbaik, Guernsey dan Jersey adalah penghasil es krim dengan rasa yang terbaik di dunia.

Itulah beberapa tempat wisata yang paling misterius di beberapa negara, mungkin dapat menggelitik jiwa menjelajah anda untuk berkunjung ke negara tersebut.

Budaya Teumuntuk, Adat Kebiasaan Bagi Pengantin Baru Saat Lebaran Tiba di Aceh


Teumuntuk adalah sebuah tradisi di Acehyang dilakukan oleh pengantin baru, baik dari pengantin perempuan (bahasa Jamee disebut binie, bahasa Aceh disebut inong) dan pengantin laki-laki (bahasa Jamee disebut laki, bahasa Aceh disebut lakoe) untuk menghormati orang tua mereka, tetua desa, tetangga, handai taulan serta karib kerabat dengan saling menjabat tangan yang dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri tiba.


Setiap orang akan menjabat tangan pasangan baru sambil memberikan mereka uang (Jamee agih kepieng; Aceh jok peng) dengan memasukkan ke dalam tangan (genggaman istri atau suami).

Dalam bahasa Jamee istilah Teumuntuk dikenal dengan nama Teumuntuak, dan beberapa wilayah Aceh lainnya menyebutnya sebagai Seuneumah. Dilihat dari segi pembentukan kata, Teumentuk merupakan kata dasar dalam bahasa Aceh dan bukan kata berimbuhan. Ini dikarenakan tidak ada kata dasar ‘muntuk’ dalam pertuturan jika kata ‘teu‘ dipisahkan.

Saat ini, tradisi Teumuntuk tetap dijalankan di beberapa wilayah di Aceh seperti, Aceh Selatan, Aceh Utara, Aceh Barat Daya dan Aceh Besar. Namun, ada juga beberapa wilayah di Aceh yang tidak melaksanakan tradisi ini.

Tradisi Teumentuk saat berlebaran sebenarnya merupakan lanjutan prosesi Teumentuk yang telah dilakukan saat prosesi peusijuk (tepung tawari) pada adat perkawinan sebelumnya, baik dari acara di pihak laki-laki yaitu Preh Dara Baro (menunggu pengantin perempuan) atau acara perkawinan dari pihak perempuan yaitu Intat Linto (menjemput sang pengantin laki-laki). Pada Teumuntuk saat acara perkawinan, salam tempel diberikan kepada pengantin baru juga oleh keluarga pihak laki-laki maupun perempuan, kerabat dan para tetangga.

Menurut Abdul Manan dalam buku Ritual Kalender Aneuk Jamee di Aceh Selatan (Studi Etnorgafi di Kecamatan Labuhan Haji Barat), beliau menyebutkan bahwa sebelum tradisi Teumuntuk diakukan, biasanya dari pihak suami akan menginformasikan kepada keluarganya, tetangga dan sahabat, bahwa pasangan keluarga baru akan melakukan tradisi Teumuntuk.

Di zaman dahulu, selama dua minggu hari raya puasa, pihak suami mengirim bahan-bahan untuk membuat kue tradisional seperti tepung ketan (Jamee tapuang sipluik; Aceh teupong leukat), gula (Jamee gulo; Aceh saka), telur (Jamee talue; Aceh boh manok), minyak kelapa (Jamee minyak karambi; Aceh minyeuk u), kelapa (Jamee karambi: Aceh boh u) dan lain-lain. Sementara itu pihak istri menyiapkan uang kertas untuk teumuntuk kepada suami, juga menyiapkan kue-kue tradisional Aceh seperti juadah, wajeb, keukarah, dodoi, meuseukat, leumang dan lain-lain.

Pada hari raya puasa, kue-kue tradisional tersebut ditempatkan dalam sebuah panci khusus yang disebut jambalomang (bungkusan yang berisi kue-kue tradisional). Semua itu kemudian dibawa ke rumah mertua istri oleh seorang dari pihak istri. Tradisi uroe raya (hari raya) seperti ini disebut meulang jajak.

Ketika rombongan keluarga istri sampai ke rumah suaminya, mereka dihidangkan dengan makanan yang telah dimasak dan ritual pengembalian jambalomang dilakukan oleh seorang wanita tua atas nama pihak saudara istri dengan pihak suami.

Pihak suami kemudian mengambil seluruh isi dari jambalomang dan menaruh uang dan pakaian di dalamnya sebagai hadiah balasan. Istri melakukan sembah dengan bersalaman dengan orang tua suami diikuti oleh anggota keluarga istri satu persatu sambil meminta izin untuk meninggalkan rumah. Setelah bersalaman, rombongan istri meninggalkan rumah suaminya dengan mengambil kembali jambalomang yang telah diisi dengan pemberian dari pihak suami.

Namun saat ini, tradisi Teumuntuk dilakukan tanpa harus membawa jambolamang. Pasangan pengantin baru cukup bersilaturrahmi ke tempat pihak keluarga suami atau sebaliknya tanpa harus disertai oleh rombongan keluarga yang lain.

Setelah kembali dari rumah suami, suami-istri mengunjungi tetangga, petua adat dan sahabat dekat mereka. Dengan kunjungan ini, mereka juga membawa kue tradisonal yang ditempatkan di dalam talam. Ketika mereka tiba, sang istri memberikan talam tersebut bagi rumah yang dikunjungi sambil bersalaman.

Ketika mereka meninggalkan rumah, tuan rumah menyalami pasangan baru dengan uang kertas. Saat mereka kembali, talam yang berisi kue-kue tradisional tadi kemudian diisi pakaian sebagai pemberian balasan untuk rumah yang dikunjungi.

Jika pasangan baru tersebut mengunjungi orang-orang yang dekat dengan mereka, mereka biasanya memberikan (kue tradisional) yang biasa mereka dan menerima kembali lebih dari apa yang mereka berikan. Namun saat ini, pemberian balasan ini sudah jarang dilakukan dengan balasan kue tradisional lagi, dan hanya cukup dengan pemberian balasan berupa uang saja.

Kebiasaan Teumuntuk merupakan sebuah adat yang memiliki pengaruh yang sangat dalam bagi masyarakat. Jika pasangan yang baru menikah tidak melaksanakan ritual ini, mereka akan merasakan pernikahan tidak lengkap dan tidak punya adat/budaya. Akan terdengar ucapan dari keluarga, tetangga dan sahabat mereka yang bertanya “mengapa kamu tidak datang ke rumah saya dan mengenalkan istri kamu kepada kami” (Aceh; Ek hana ijak dan peuturi inong jih u rumoh loen).

Hal ini sangat memalukan dan akan berakibat berita yang buruk terhadap pasangan baru dalam bermasyarakat, karena mereka tidak menjalankan tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun.
Sumber : Manan A. 2013. Ritual Kalender Aneuk Jamee di Aceh Selatan

Ragam Jenis Alat Musik Tradisional Indonesia yang Unik dan Mesti Di Lestarikan

Alat Musik Tradisional Indonesia merupakan negara yang sangat populer keanekaragaman budayanya. Salah satunya yaitu alat musik tradisional yang sudah populer hingga mancanegara. Alat musik tradisional di Indonesia ini memiliki nama dan kegunaannya yang unik di masing-masing daerahnya.

Ragam Alat Musik Tradisional Di Indonesia



NoNama DaerahAlat Musik/gambarJenis BunyiKeterangan
1ACEHSERUNE KALEEAEROFONditiup dan juga terkandung lubang yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada
2SUMATERA UTARAARAMBAIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
3SUMATERA BARATSALUANGAEROFONditiup dan juga terkandung lubang yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada
4RIAUGAMBUSKORDOFONdipetik dengan memanfaatkan jari, dan juga memainkan bunyi dengan memanfaatkan jari
5JAMBIGAMBUSKORDOFONdipetik pada bab senarnya
6SUMATERA SELATANACCORDIONAEROFONdengan memanfaatkan ke-2 tangan, tangan yang satu sebagai pengatur alunan bunyi sedang tangan yang satu kembali sebagai pengatur nada
7BENGKULUDOLLMEMBRANOFONdipukul dengan memanfaatkan alat pemukul
8LAMPUNGBENDEIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan alat pemukul khusus
9KEPULAUAN BANGKA BELITUNGGENDANG MELAYUMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
10KEPULAUAN RIAUGENDANG PANJANGMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
11DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTATEHYANKORDOFONdigesek dengan alat khusus pada bab senar/ dawainya layaknya memainkan biola
12JAWA BARATANGKLUNGIDEOFONdi getarkan dengan memanfaatkan tangan
13JAWA TENGAHGAMELANIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
14DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTAGENDANGIDEOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
15JAWA TIMURBONANGIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
16BANTENGENDANGMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
17BALICENGCENGIDEOFONdiletakkan di ke-2 telapak tangan setelah itu ditepuk semoga saling berbenturan dan mengeluarkan suara
18NUSA TENGGARA BARATSERUNAIAEROFONditiup sambil memainkan bunyi dengan memanfaatkan jari pada lubang-lubangnya
19NUSA TENGGARA TIMURSASANDOCHORDOFONdipetik dengan memanfaatkan jari pada senarnya
20KALIMANTAN BARATTUMAMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
21KALIMANTAN TIMURSAMPEKORDOFONipetik pada bab senarnya
22KALIMANTAN TENGAHJAPENKORDOFONdipetik pada bab senarnya
23KALIMANTAN SELATANPANTINGKORDOFONdipetik pada bab senarnya
24SULAWESI UTARAKOLINTANGIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
25SULAWESI TENGAHGANDAMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
26SULAWESI SELATANKESOCHORDOFONdigesek pada bab senar dengan memanfaatkan alat khusus
27SULAWESI TENGGARALADOLADOIDEOFONdipukul dengan memanfaatkan pemukul khusus
28GORONTALOGANDAMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
29SULAWESI BARATKECAPIKORDOFONdipetik pada bab senarnya
30MALUKUNAFIRIMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan
31MALUKU UTARAFUAEROFONditiup dan juga dikendalikan oleh telapak tangan sebagai pengatur suara
32APUA BARATGUOTOKORDOFONdipetik pada bab senarnya
33PAPUATIFAMEMBRANOFONditepuk dengan memanfaatkan telapak tangan



Alat Musik Tradisional Asli Indonesia Yang Mendunia


Indonesia sendiri memiliki banyak suku dengan masing-masing memiliki kebudayaan dan ciri khasnya masing-masing tak terkecuali alat musik tradisionalnya. Bahkan yang lebih hebatnya, alat musik tersebut telah populer diseluruh dunia dan sangat disukai oleh warga negara asing.

Alat musik yang tersebar di Indonesia berasal dari aneka macam daerah mengingat Indonesia terbagi menjadi 34 provinsi yang tersebar. Persebaran alat musik di Indonesia ini tak lepas dari sejarah pada kehidupan zaman dahulu. Fungsi dari alat musik ini juga majemuk di setiap daerah.


Ragam Jenis Alat Musik Tradisional

Penasaran alat musik tradisional Indonesia yang mendunia? Berikut ini yaitu daftar alat musik Indonesia yang mendunia:


1. Angklung

Alat Musik Tradisional Angklung
Alat Musik Tradisional Angklung
Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional berasal dari Jawa Barat. Untuk angklung sendiri terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Alat musik angklung sudah populer diseluruh dunia yang berhasil memukau penonton di Prancis dan juga Amerika Serikat. Angklung sendiri telah diakui sebagai warisan Indonesia oleh UNESCO.


2. Sarune kale

Serune Kale Aceh
Alat Musik Tradisional Aceh Serune Kale
Sarune kale berasal dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki jenis bunyi aerofon. Yakni bunyi yang berasal dari hembusan angin yang ditiupkan. Cara menggunakan serune kale ini dengan cara ditiup dan menggunakan jari-jari untuk mengatur nada yang ada di lubang serune kale tersebut.


3. Aramba

Alat Musik Tradisional Nias Sumatera Utara Aramba
Alat Musik Tradisional Nias Sumatera Utara Aramba

Aramba sendiri berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara yang memiliki jenis bunyi ideofon. Yakni sebuah bunyi yang berasal dari materi dasarnya. Cara menggunakan aramba sendiri yakni dipukul dengan menggunakan pemukul mirip stik.


4. Saluang

Saluang Minangkabau
Saluang Alat Musik Tradisional Minangkabau Sumatera Barat
Alat musik tradisional yang selanjutnya yaitu saluang. Saluang sendiri berasal dari Minagkabau, Sumatera Barat yang memiliki jenis bunyi aerofon. Yakni bunyi yang berasal dari hembusan angin. Cara menggunakan alat musik ini dengan ditiup dan lubang yang ada di salung pun dipakai untuk mengatur nada dan jari-jari tangan berfungsi untuk menutup pada lubang tersebut.


5. Gambus

Gambus
Gambus, Alat Musik Tradisional Riau
Gambus sendiri berasal dari daerah Riau yang memiliki jenis bunyi kordofun. Yakni bunyi yang berasal dari beberapa dawai atau senar. Gambus sendiri memiliki 3 hingga 12 senar. Gambus ini biasa dimainkan sambil diiringi dengan alat musik gendang.


6. Serangko

Serangko, Riau
Serangko merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jambi yang terbuat dari tanduk kerbau. Sedangkan cara untuk menggunakan alat musik ini yaitu dengan ditiup. Serangko sendiri biasa dipakai untuk pemberitahuan kalau ada petaka terhadap masyarakat Jambi.


7. Accordion

Accordiaon
Accordiaon
Accordion berasal dari Sumatera Selatan salah satu alat musik tradisional yang mempunyai jenis bunyi aerofon. Cara menggunakan alat musik ini dengan cara ditiup dan menggunakan kedua tangan untuk mengatur alunan nada.


8. Doll

Doll
Doll merupakan alat musik tradisional berasal dari Bengkulu yang memiliki jenis bunyi membranofon. Yakni sebuah jenis bunyi yang asalnya dengan memukul. Cara menggunakan doll ini pun yakni dengan cara dipukul dengan menggunakan alat pemukul.


9. Bande



Bande merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Lampung yang memiliki jenis bunyi ideofon. Cara menggunakan alat musik ini dengan cara dipukul dengan alat pukul yang khusus.


10. Sasando

Sasando. kompasiana.com

Sasando merupakan alat musik tradisional dari Tanah Rote, Nusa Tenggara Timur yang terbuat dari daun lontar. Alat musik Sasando sendiri memiliki bentuk yang mirip dengan harpa dan dimainkan dengan cara dipetik mirip gitar. Sasando sendiri sudah populer sejak konser WOW 2013 yang diselenggarakan oleh wonderful Indonesia.


11. Gamelan

Gamelan

Alat musik tradisional yang selanjutnya yaitu gamelan. Gamelan merupakan alat musik yang berasal dari tanah Jawa. Alat musik gamelan ternyata juga sangat digemari oleh musisi dunia. Yang lebih hebatnya gamelan diajarkan dan masuk kurikulum di beberapa sekolah di Amerika Serikat Dan New Zaeland.


12. Kolintang



Kolitang merupakan barisan gong kecil yang ditempatkan mendatar. Alat musik kolintang sendiri berasal dari Sulawesi Selatan. Alat musik ini dimainkan dengan diiringi oleh gong serta drum. Yang lebih kerennya, kolintang ini telah usang dimainkan di negara-negara melayu mirip Malaysia dan Filipina.


13. Kendang

kendang


Kendang merupakan alat musik tradisional berasal daru tanah Sunda. Namun ada yang menyampaikan bahwa kendang ini berasal dari Jawa Timur. Alat musik ini seringkali dijumpai untuk mengiringi tarian-tarian tradisional, musik jazz serta musik kontemporer. Bahkan sudah banyak sekali musisi Amerika Serikat yang menggunakan kedang sebagai alat musik pengiring.


14. Tifa

Tifa

Alat musik tradisional yang khas dari Maluku dan Papua ini berbentuk mirip kendang namun berbentuk tube. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul. Tifa sendiri juga seringkali dihiasi oleh ukiran-ukiran khas Papua dan Maluku. Tifa mulai dikenal sejak banyak turis ajaib yang tiba ke Maluku dan Papua dan membawa pulang tifa itu sendiri sebagai oleh oleh.


15. Bonang


Bonang merupakan salah satu alat musik tradisional indonesia yang sudah mendunia. Untuk Bonang sendiri berasal dari daerah Jawa Timur. Cara memainkannya dengan dipukul supaya menghasilkan bunyi ideofon. Alat musik ini sendiri hampir selalu ada pada setiap acara-acara besar adab jawa.


16. Panting

Panting
Panting
Panting merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari wilayah Kalimantan Selatan. Untuk Panting sendiri merupakan alat musik khas adab setempat, lebih tepatnya adab dari suku Banjar. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik pada bab senarnya sehingga menghasilkan bunyi kordofon.


17. Kecapi

Kecapi


Alat musik tradisional Indonesia yang selanjutnya yaitu kecapi. Kecapi ini sendiri berasal dari daerah Sulawesi Barat. Yang cara memainkannya dengan cara dipetik semoga mengeluarkan bunyi kordofon.


18. Gong

Gong


Gong merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Secara ukurannya gong sendiri tergolong alat musik yang cukup besar. Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan cara dipukul menggunakan alat pukul yang sudah didesain secara khusus. Dengan dipukul, maka gong akan menghasilkan bunyi membranofon.


19. Gendang Melayu

Gendang Melayu


Gendang melayu merupakan salah satu alat musik tradisional dari daerah Kepulauan Bangka Belitung. Yang tentu saja memang populer dengan adab melayunya yang kental. Cara memainkan alat musik ini dengan cara dipukul untuk mengeluarkan bunyi menbranofon. Gendang melayu ini sangat penting dalam komponen alat musik marawis.


20. Tebangan

Tebangan

Alat musik ini berasal dari Sumatera Selatan, terutama daerah dengan imbas melayu yang sangat kuat. Alat musik tradisional itu yaitu tebangan. Bentuk alat musik tebangan sangat ibarat sekali dengan alat musik rebana. Cara memainkannya pun sangat sama persis yakni dengan cara dipukul.


21. Genggong



Masih dari Sumatera Selatan, alat musik tradisional yang lainnya yaitu genggong. Genggong sendiri dimainkan dengan cara ditiup yakni mirip dengan harmonika. Dahulu, genggong sendiri berkhasiat sebagai pelipur kebosanan para petani yang sedang beristirahat.


22. Kompang


Alat musik tradisional selanjutnya yaitu kompang. Kompang sendiri merupakan alat musik yang berasal dari Lampung. Alat musik ini terbuat dari kulit kambing atau kayu dengan dimainkan dengan cara dipukul.


23. Jengglong



Dan alat musik tradisional yang terakhir yaitu jengglong. Jengglong merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Sekilas, alat musik ini ibarat gong. Hanya memang jengglong lebih ukurannya daripada gong. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul dengan batang pemukul yang dibentuk dengan khusus.

Itulah alat musik tradisional Indonesia yang mendunia. Sebagai warga negara Indonesia seharusnya sangat besar hati alasannya yaitu beberapa alat musik  Indonesia diajarkan bahkan hingga masuk kurikulum di sekolah luar negeri.

Kilasan Sejarah Kerajaan Islam di Aceh, Indonesia

Kerajaan Islam Aceh Seperti yang kita tahu Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan serambi Mekkah dan lekat dengan syariat Islamnya. Sejarah mencatat bahwa Aceh merupakan salah satu pintu masuk penyebaran agama Islam di Indonesia. Masuknya Islam ke Aceh kuat terhadap berdirinya beberapa Kerajaan Islam salah satunya Kerajaan Aceh Darusalam.
Kilasan Sejarah Kerajaan Islam di Aceh, Indonesia
Situs Religi Iconic Aceh, Masjid Raya Baiturrahman
Kerajaan Aceh Darussalam juga disebut dengan Kerajaan Aceh dan Kesultanan Aceh. Berdirinya Kerajaan ini ialah pada ketika menjelang keruntuhan dari Kerajaan Samudera Pasai. Kerajaan ini mengalami puncak masa kejayaan ketika berada di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda.

Artikel ini akan membahas sejarah Kerajaan Aceh secara lengkap. Mencakup sejarah berdiri, masa kejayaan, keruntuhan dan peninggalan kerajaan ini. Berikut ialah penjelasannya untuk anda simak :


DAFTAR ISI ARTIKEL
  • Sejarah Berdirinya Kerajaan Aceh
  • Sultan-Sultan Kerajaan Aceh
  • 1. Sultan Ali Mughayat Syah
  • 2. Sultan Salahuddin
  • 3. Sultan Alaudin Riayat Syah
  • 4. Sultan Iskandar Muda
  • 5. Sultan Iskandar Thani
  • Runtuhnya Kerajaan Aceh
  • Peninggalan Kerajaan Aceh
  • 1. Masjid Raya Baiturrahman
  • 2. Gunongan
  • 3. Mesjid Tua Indrapuri


Sejarah Berdirinya Kerajaan Aceh



Kerajaan Aceh berdiri bersamaan dengan penobatan Sultan Pertamanya, Sultan Ali Mughayat Syah. Penobatan tersebut terjadi pada hari Ahad, 1 Jumadil Awal 913 H. Kerajaan ini mempunyai ibu kota Bandar Aceh Darussalam.

Ada catatan yang menyebutkan bahwa Kerajaan Aceh Darussalam ini didirikan untuk melanjutkan kekuasaan dari Samudera Pasai. Pada masa Kerajaan ini, sektor politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan mengalami perkembangan pesat.


Sultan-Sultan Kerajaan Aceh



 Seperti yang kita tahu Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan serambi Mekkah dan lekat deng Kerajaan Islam Aceh

Seperti halnya Kerajaan Islam, raja disebut dengan Sultan. Adapun Sultan-sultan yang pernah memimpin Kerajaan ini ialah :


1. Sultan Ali Mughayat Syah


Sultan Ali Mughayat Syah ialah sultan pertama dari Kerajaan Aceh. Ia memegang tampuk kekuasaan dari tahun 1514-1528 M. Di bawah kuasanya, Kerajaan ini mempunyai wilayah meliputi Banda Aceh- Aceh Besar.

Selain itu, Kerajaan Aceh juga melaksanakan perluasan ke beberapa wilayah di Sumatera Utara, yaitu tempat Daya dan Pasai. Sultan Ali juga melaksanakan serangan terhadap kedudukan Portugis di Malaka dan juga menaklukkan Kerajaan Aru.


2. Sultan Salahuddin


Salahuddin merupakan anak dari Sultan Ali Mughayat Syah. Setelah meninggalnya Sultan Ali Mughayat Syah, pemerintahan dilanjutkan oleh putranya tersebut. Sultan Salahuddin memerintah dari tahun 1528-1537 M.

Sayangnya, Sultan Salahudin kurang memperhatikan Kerajaannya ketika berkuasa. Maka dari itu, Kerajaan ini sempat mengalami kemunduran. Akhirnya di tahun 1537 M, tampuk kekuasaan pindah ke tangan saudaranya, Sultan Alaudin Riayat Syah.


3. Sultan Alaudin Riayat Syah


Sultan Alaudin Riayat Syah berkuasa  dari tahun 1537-1568 M.  Di bawah kekuasaannya, Kerajaan ini berkembang pesat menjadi Bandar utama di Asia bagi pedagang Muslim mancanegara. Lokasi Kerajaan Aceh yang strategis menjadi peluang untuk menjadikannya sebagai tempat transit bagi rempah-rempah  Maluku. Dampaknya, Kerajaan Aceh ketika itu terus menghadapi Portugis.

Kerajaan Aceh dibawah kepemimpinan Alaudin Riayat Syah juga memperkuat angkatan laut. Selain itu, Kerajaan ini juga membina relasi diplomatik dengan Kerajaan Turki Usmani.


4. Sultan Iskandar Muda


Di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan ini mengalami puncak kejayaannya. Iskandar Muda memimpin dari tahun 1606 – 1636 M. Sultan Iskandar Muda melanjutkan kepemimpinan dari sultan Alauddin Riayat Syah.

Iskandar Muda memperlihatkan terobosan gres untuk Kerajaan. Beliau mengangkat pimpinan etika untuk setiap suku serta menyusun tata negara (qanun) yang menjadi pedoman penyelenggaraan aturan Kerajaan.  Saat itu, Kerajaan Aceh menduduki 5 besar Kerajaan Islam terbesar di dunia sehabis Kerajaan  Maroko, Isfahan, Persia dan Agra.

Kerajaan ini berhasil merebut pelabuhan penting dalam perdagangan (pesisir barat dan timur Sumatera, dan Pesisir barat Semenanjung Melayu). Selain itu, Kerajaan Aceh juga membina relasi diplomatik dengan Inggris dan Belanda untuk memperlemah serangan Portugis.


5. Sultan Iskandar Thani


Sultan Iskandar Tahani memerintah dari tahun 1626-1641 M. Berbeda dengan sultan-sultan sebelumnya yang mementingkan ekspansi, Iskandar Thani memperhatikan pembangunan dalam negeri.

Selain itu, sektor pendidikan agama Islam mulai bangun di masa kepemimpinannya. Terbukti dari lahirnya buku Bustanus salatin yang dibentuk oleh Ulama Nuruddin Ar-Raniry.  Meskipun Iskandar Thani hanya memerintah selama 4 tahun, Aceh berada dalam suasana damai. Syariat Islam sebagai landasan aturan mulai ditegakkan. Hubungan dengan wilayah yang ditaklukkan dijalan dengan suasana liberal, bukan tekanan politik atau militer.



Runtuhnya Kerajaan Aceh


 Seperti yang kita tahu Provinsi Aceh dikenal dengan sebutan serambi Mekkah dan lekat deng Kerajaan Islam Aceh

Kerajaan ini mulai mengalami kemunduran semenjak meninggalnya sultan Iskandar Thani. Hal itu dikarenakan tidak ada lagi generasi yang bisa mengatur tempat milik Kerajaan Aceh yang begitu luas. Akibatnya, banyak tempat taklukan yang melepaskan diri menyerupai Johor, Pahang, dan Minangkabau.

Selain itu, terjadi pertikaian terus menerus antara golongan ulama (Teungku) dan darah biru (Teuku). Pertikaian ini dipicu oleh perbedaan anutan keagamaan (aliran Sunnah wal Jama’ah dan Syiah).

Meskipun begitu, Kerajaan Aceh tetap berdiri hingga kala ke 20. Kerajaan Aceh juga sempat dipimpin beberapa Sultanah (Ratu). Ratu yang pernah memimpin Kerajaan Aceh yaitu  Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam (1641-1675 dan Sri Ratu Naqiatuddin Nur Alam (1675-1678).

Sayangnya, pertikaian yang terjadi terus menerus serta wilayah Kerajaan Aceh yang terus berkurang menciptakan Kerajaan Aceh runtuh di awal kala 20 dan dikuasai oleh Belanda.





Peninggalan Kerajaan Aceh


Peninggalan Kerajaan Aceh

Ada banyak peninggalan-peninggalan Kerajaan Aceh yang masih sanggup kita lihat hingga sekarang. Peninggalan tersebut ialah :


1. Masjid Raya Baiturrahman


Bangunan Masjid ini merupakan pujian rakyat Aceh hingga sekarang. Masjid raya Baiturrahman ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 Masehi. Letaknya sempurna di tengah  pusat Kota Banda Aceh. Mesjid ini pernah dibakar ketika Agresi Militer II dan kesudahannya dibangun kembali oleh pihak Belanda.

Ketika Tsunami 2004 Melanda Aceh, Mesjid ini tetap kokoh berdiri melindungi warga yang berlindung di dalamnya. Sampai ketika ini, masjid ini terus dikembangkan atau direnovasi menjadi lebih cantik. Terakhir,masjid ini telah direnovasi menjadi menyerupai dengan masjid Nabawi di Madinah.


2. Gunongan


Gunongan ini merupakan bangunan yang juga dibangun oleh Sultan Iskandar Muda. Bangunan ini dibangun atas dasar cinta Sultan Iskandar Muda pada seorang Putri dari Pahang (Putroe Phaang).  Sultan Iskandar muda menjadikannya sebagai permaisuri. Karena cintanya yang sangat besar, Sultan Iskandar Muda memenuhi harapan Putroe Phaang untuk membangun sebuah taman sari yang indah yang dilengkapi dengan Gunongan.

Saat ini, Taman Sari dan Gunongan menjadi tempat yang terpisah menjadi taman sari, taman putro phaang dan Gunongan. Letak antara tiga tempat itu hampir berdekatan dengan Masjid raya Baiturrahman sehingga anda gampang mengunjunginya.


3. Mesjid Tua Indrapuri


Masjid ini awalnya ialah sebuah candi peninggalan dari Kerajaan Hindu di Aceh. Namun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, candi ini diubah fungsinya menjadi masjid. Anda masih sanggup melihat bangunan yang strukturnya menyerupai dengan candi namun berpadu dengan nuansa Islami ini di Indrapuri, Aceh Besar.

Selain tiga tempat diatas, masih banyak peninggalan lain yang masih terjaga. Peninggalan berupa benda contohnya uang logam emas, meriam, dan lain-lain. sementara itu, penerapan qanun yang berasal dari pemerintahan sultan Iskandar muda juga diterapkan dalam pemerintahan Aceh ketika ini.

Demikianlah pemaparan lebih lengkap wacana sejarah Kerajaan Aceh. Meskipun Kerajaan ini sudah usang runtuh, imbas nilai-nilai dan peninggalan lainnya masih terjaga di masyarakat Aceh. Oleh sebab itu kita harus melestarikannya.

Nama sultan-sultan dari Kerajaan Aceh ini pun masih dikenang oleh masyarakat Aceh hingga ketika ini. Hal itu memperlihatkan bahwa Kerajaan ini memang menorehkan bekas sejarah yang besar di tanah rencong.

Cara Packing Barang di Carrier Menurut Kebutuhan Ketika Mendaki Gunung

Packing Tas Untuk Perjalanan Wisata

Gunung - Ada aturan yang menjadi standar dikala akan packing barang ke dalam carrier, rule tersebut tentunya dibentuk untuk memudahkan anda dalam mengambil peralatan tersebut dikala dibutuhkan. Bahkan dikalangan pendaki, packing yakni seni. Dimana setiap pendaki mempunyai caranya sendiri biar semua perlengkapan gampang untuk dimuat dan dibongkar dengan tetap tidak meninggalkan rule yang benar dikala packing.

Packing perlengkapan mendaki dengan benar mempunyai beberapa tujuan antara lain :

  • Barang bawaan terlindungi dengan aman, menyerupai tidak berair dikala terkena air
  • Mudah diambil dikala dibutuhkan
  • Carrier tetap nyaman di punggung dikala dipakai


Untuk tujuan tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dikala packing perlengkapan mendaki, antara lain :



Buat List Perlengkapan


Setiap ingin mendaki niscaya banyak barang yang akan dibawa oleh alasannya yakni itu buat list perlengkapan, mulai dari perlengkapan pribadi, kelompok dan juga logistik selama pendakian. Hal ini untuk memastikan barang apa saja yang dibawa dan masuk ke dalam carrier ataupun untuk mengetahui kalau ada barang yang tidak jadi dibawa.


Sesuaikan Dengan Kapasitas Carrier


Perhatikan kapasitas carrier alasannya yakni anda mustahil membawa banyak perlengkapan bila kapasitas carrier kecil. Sesuaikan barang bawaan anda dengan kapasitas carrier, bawa hanya barang – barang terpenting saja sesuai skala preoritas.

Beri Perlindungan Barang Agar Tahan Air


Setelah barang terkumpul sesuai list, selanjutnya beri pelindung anti air ke setiap item barang tadi, kalau tidak punya drybag dapat dibungkus dengan plastik kresek sesuai ukuran barang. Misalnya pakaian ganti di bungkus dalam 1 plastik kresek dan pastikan tidak bocor begitu juga dengan sleeping bag, logistik dan yang lainnya terutama barang yang dilarang basah.

Lapisi Bagian Dalam Carrier Dengan Plastik


Selanjutnya perlakuan untuk carrier sebelum dimasukan barang yakni terlebih dahulu melapisi carrier bab dalam dengan plastik besar menyerupai trashbag, pastikan plastik dilarang bocor. Tujuannya untuk menjaga carrier biar tidak berair dikala terkena rembesan air selama perjalanan. Bahkan di kondisi tertentu dapat tetap mengapung dikala menyeberang sungai.

Beri Matras Sebagai Frame Carrier


Setelah dilapisi plastik selanjutnya di isi matras kedalamnya dengan melingkar mengikuti besar bundar carrier. Tujuannya biar carrier lebih tegak dan kokoh sehingga lebih gampang dalam mengisi barang kedalamnya, dari pada meletakkan matras di luar samping, atas atau bawah carrier yang tak berfungsi dan cenderung menyulitkan perjalanan dikala harus melewati semak-semak yang rapat.
Cara Packing Carier untuk Mendaki Gunung
Foto By Gambar Dokumenter


Susun Barang Sesuai Kebutuhan


Tahap terakhir yakni memasukkan semua barang kedalam carrier, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun barang yang akan dimasukan ke dalam carrier antara lain :

1. Utamakan penempatan barang berasarkan prioritas kebutuhan, yaitu barang yang paling sering digunakan di posisi paling atas, kemudian tengah dan yang paling jarang digunakan di paling bawah.

Untuk barang yang berat dimanapun posisinya usahakan ditempatkan terdekat dengan punggung atau melempel dengan punggung gres diikuti barang lebih ringan disisi menjauhi punggung.

2. Carrier harus seimbang, dikala mengisi barang usahakan carrier harus tetap seimbang tujuannya biar anda tetap nyaman dikala membawa carrier. Tes keseimbangan carrier tidak sulit, cukup dengan menciptakan carrier bangun tanpa disandarkan bila miring ke satu arah sebaiknya atur ulang barang bawaan

Namun terkadang tetap tegak pun belum tentu seimbang coba pukul ringan carrier bila gampang sekali miring ke satu arah dapat jadi juga carrier belum seimbang.


Bawa Tas Kecil



Tas kecil sangat bermanfaat untuk meletakkan barang – barang berharga menyerupai ponsel, dompet, camera dan sebagainya. Selain itu tas ini juga sangat berguna dan memudahkan mengambil barang. Tas kecil ini juga sebagai tempat mengisi barang – barang yang penting saja menyerupai air, First aid dan sebagainya.

Demikian lah artikel cara mengemas barang sesuai dengan kebutuhan dalam mendaki gunung, juga cara tersebut dapat dipakai untuk berbagai perjalanan wisata lainnya.